REALITANUSANTARA.COM
PADANG - Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman Dr (c) Aprinaldi, S.Pd., M.Pd., AIFO, melakukan pertemuan dengan mantan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat H. Leonardy Harmainy, S.IP., MH., Datuak Bandaro Basa, di kediamannya di kawasan Ulak Karang, Kota Padang, Selasa (22/9/2026).
Pertemuan yang berlangsung lebih dari tiga jam tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi. Keduanya terlibat dalam diskusi mengenai sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan arah pembangunan Padang Pariaman serta bagaimana lembaga legislatif dapat memperkuat perannya dalam mengawal kepentingan masyarakat.
Sejumlah agenda pembangunan menjadi pembahasan, antara lain kebutuhan pembangunan sporthall representatif, gedung olahraga beladiri, penguatan sinergi DPRD dengan pemerintah daerah, serta pengembangan pasar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Pembicaraan juga menyinggung bagaimana fungsi DPRD dapat diterjemahkan lebih konkret melalui gagasan pembangunan yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
Salah satu perhatian dalam pertemuan tersebut adalah kebutuhan Padang Pariaman terhadap fasilitas olahraga yang representatif.
Leonardy menilai keberadaan sporthall dan gedung olahraga beladiri memiliki arti penting bagi pembinaan olahraga daerah. Infrastruktur olahraga tidak hanya diperlukan untuk menunjang kegiatan pertandingan, tetapi juga dapat menjadi ruang pembinaan atlet, aktivitas komunitas dan pengembangan potensi generasi muda.
Menurutnya, pembangunan fasilitas olahraga harus ditempatkan sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia. Dengan fasilitas yang memadai, pembinaan atlet dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Selain sektor olahraga, pembahasan juga menyentuh sektor perdagangan, khususnya pengembangan pasar di Padang Pariaman.
Penataan pasar dinilai tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Pasar perlu dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi yang mampu menggerakkan perdagangan, membuka ruang usaha masyarakat dan memberikan efek berantai terhadap perekonomian daerah.
Pendekatan yang lebih sindikatif juga dinilai diperlukan agar pengembangan pasar dapat melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan menghasilkan dampak ekonomi yang lebih luas.
Isu lain yang menjadi perhatian adalah penguatan sinergi antara DPRD dan kepala daerah.
Dalam diskusi tersebut, fungsi DPRD dipandang tidak semata-mata berkaitan dengan pembentukan Peraturan Daerah (Perda), penganggaran dan pengawasan, tetapi juga dapat diperkuat melalui gagasan pembangunan yang lahir dari aspirasi masyarakat dan kemudian dikawal dalam proses pemerintahan daerah.
Sinergi antara lembaga legislatif dan pemerintah daerah menjadi penting agar berbagai kebutuhan masyarakat dapat diterjemahkan menjadi kebijakan serta program pembangunan yang terukur.
Dalam konteks itu, DPRD memiliki ruang untuk memperkuat fungsi representasi dengan memastikan agenda pembangunan daerah tetap berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
"Setiap arahan Bang Leo selalu berpijak pada pengalaman panjang beliau di legislatif. Ini menjadi bekal berharga bagi saya dalam merumuskan program kerja DPRD Padang Pariaman ke depan," ujar Aprinaldi.
Hubungan Senior-Junior yang Terjalin Lebih dari Dua Dekade.
Pertemuan Aprinaldi dengan Leonardy juga memiliki latar belakang hubungan yang telah terbangun sejak awal 2000-an.
Leonardy merupakan salah satu tokoh senior Sumatera Barat yang memiliki pengalaman panjang di dunia legislatif. Ia pernah memimpin DPRD Provinsi Sumatera Barat selama dua periode, 2004–2014.
Setelah itu, Leonardy melanjutkan pengabdiannya sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) yang mewakili Sumatera Barat selama periode 2014–2024.
Pengalaman panjang tersebut menjadikan Leonardy sebagai salah satu figur yang memiliki pengetahuan mengenai dinamika pemerintahan, legislatif dan pembangunan daerah di Sumatera Barat.
Sejumlah proyek infrastruktur strategis juga pernah menjadi bagian dari perhatian Leonardy selama berada di lembaga legislatif, termasuk pembangunan infrastruktur menuju Bandara Internasional Minangkabau, normalisasi sungai di sejumlah daerah, pembangunan kompleks Asrama Haji dan Embarkasi Haji, serta pendirian Politeknik Pelayaran di Ulakan Tapakis, Padang Pariaman.
Di luar lembaga legislatif, Leonardy juga pernah memimpin organisasi kepemudaan, termasuk Pemuda Pancasila Sumatera Barat.
Dari lingkungan organisasi inilah hubungan Leonardy dengan Aprinaldi berkembang.
Saat Leonardy menjabat Ketua DPRD Sumbar sekaligus Ketua Pemuda Pancasila Sumbar, Aprinaldi yang ketika itu merupakan Ketua BEM Universitas Negeri Padang dipercaya memimpin Sapma Pemuda Pancasila Sumatera Barat.
Hubungan tersebut kemudian berkembang menjadi relasi senior dan junior yang berlangsung selama lebih dari dua dekade.
Bagi Aprinaldi, pengalaman Leonardy menjadi salah satu sumber pembelajaran dalam memahami organisasi, kepemimpinan dan dinamika politik daerah.
Aprinaldi sendiri memiliki perjalanan organisasi yang telah dibangun sejak usia muda.
Tokoh yang lahir pada 1983 dan berasal dari Kampung Dalam tersebut pernah dipercaya sebagai Ketua OSIS pada jenjang SMP dan SMA, Ketua Dewan Kerja Cabang Pramuka Padang Pariaman hingga Ketua BEM Universitas Negeri Padang.
Pengalaman organisasi itu kemudian berlanjut ke dunia kepemudaan dan politik melalui Partai Amanat Nasional.
Sebelum dipercaya memimpin DPRD Padang Pariaman periode 2024–2029, Aprinaldi terlebih dahulu menjabat Wakil Ketua DPRD Padang Pariaman periode 2019–2024.
Jejak kepemimpinannya juga tidak hanya dibangun melalui jalur politik.
Di bidang olahraga, Aprinaldi pernah memimpin KONI Kabupaten Padang Pariaman. Dalam periode kepemimpinannya, Padang Pariaman mencatat sejumlah prestasi olahraga, termasuk masuk dalam jajaran tiga besar Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Barat, meraih medali emas cabang sepak bola serta prestasi tingkat nasional pada cabang panahan dan taekwondo.
Latar belakang tersebut kemudian diperkuat dengan pendidikan dan kompetensi di bidang olahraga. Aprinaldi memiliki gelar Magister Pendidikan dengan disiplin olahraga serta sertifikasi AIFO. Ia juga tercatat sebagai bagian dari jajaran pimpinan Ikatan Sarjana Olahraga Indonesia (ISORI) Sumatera Barat.
Pertemuan di Ulak Karang tersebut memperlihatkan kesinambungan hubungan dua generasi yang memiliki perjalanan berbeda dalam dunia organisasi dan politik Sumatera Barat.
Leonardy telah menyelesaikan masa tugasnya sebagai anggota DPD RI pada 2024. Sementara Aprinaldi kini berada dalam fase menjalankan mandat sebagai Ketua DPRD Padang Pariaman hingga 2029.
Meski tidak lagi berada dalam lembaga legislatif, pengalaman Leonardy tetap menjadi rujukan bagi sejumlah generasi yang pernah berada dalam lingkungan organisasi yang dipimpinnya.
Bagi Aprinaldi, konsultasi dengan tokoh senior menjadi salah satu ruang untuk mendapatkan perspektif dalam menghadapi berbagai persoalan pembangunan daerah.
Apalagi, tantangan yang dihadapi Padang Pariaman saat ini tidak hanya berkaitan dengan penyusunan regulasi, tetapi juga bagaimana kebijakan daerah mampu memperkuat ekonomi masyarakat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menyediakan fasilitas publik yang memadai.
Sporthall dan gedung olahraga berkaitan dengan pembinaan generasi muda dan prestasi olahraga. Pengembangan pasar menyentuh langsung aktivitas ekonomi masyarakat. Sementara penguatan sinergi DPRD dengan pemerintah daerah berkaitan dengan efektivitas penyelenggaraan pembangunan.
Ketiga isu tersebut memperlihatkan bahwa fungsi representasi DPRD dapat diterjemahkan melalui agenda yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam perjalanan organisasinya, Aprinaldi juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial, termasuk memberikan perhatian kepada anak yatim serta membantu pendidikan keluarga yang membutuhkan.
Bagi seorang pimpinan DPRD, rekam jejak organisasi dan sosial menjadi bagian dari modal kepercayaan yang harus terus dijaga melalui pelaksanaan mandat publik secara bertanggung jawab.
Karena itu, berbagai masukan yang diperoleh dari tokoh senior seperti Leonardy menjadi bagian dari proses memperkaya perspektif dalam menjalankan tugas kelembagaan.
Pertemuan lebih dari tiga jam tersebut pada akhirnya bukan sekadar mempertemukan dua tokoh dengan latar belakang organisasi yang sama. Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi ruang pertukaran pengalaman mengenai bagaimana pembangunan daerah dapat dirancang dan dikawal melalui peran lembaga legislatif.
Bagi Leonardy, pengalaman panjang di dunia legislatif menjadi bekal untuk memberikan pandangan kepada generasi yang kini berada di garis depan pengambilan keputusan daerah.
Sementara bagi Aprinaldi, masukan dari senior menjadi bagian dari proses menyusun langkah DPRD Padang Pariaman agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam konteks pembangunan Padang Pariaman, gagasan mengenai fasilitas olahraga, pengembangan pasar dan penguatan sinergi antara DPRD dengan pemerintah daerah pada akhirnya bermuara pada satu kepentingan, yakni bagaimana kebijakan pembangunan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Pertemuan di Ulak Karang itu pun menjadi gambaran bahwa pengalaman lintas generasi dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus sumber gagasan dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah yang terus berkembang.(Ayu)