Satreskrim Polresta Padang Ringkus Pria Terduga Pencuri Ponsel di Belakang Plaza Andalas.
REALITANUSANTARA.COM
PADANG – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Padang berhasil mengamankan seorang pria berinisial KF (27) yang diduga terlibat dalam tindak pidana pencurian telepon seluler (ponsel). Pria yang berprofesi sebagai juru parkir tersebut ditangkap tanpa perlawanan di kawasan belakang Plaza Andalas, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (27/10/2026) petang.
Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan korban serta hasil penyelidikan yang dilakukan Tim 1 Klewang Satreskrim Polresta Padang. Dalam proses pengungkapan kasus tersebut, polisi memanfaatkan rekaman kamera pengawas atau Closed-Circuit Television (CCTV) di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi terduga pelaku dan menelusuri keberadaannya.
Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Yasin, membenarkan penangkapan tersebut saat memberikan keterangan pers pada Rabu (28/10/2026). Ia menjelaskan, KF diamankan sekitar pukul 18.00 WIB oleh Tim 1 Klewang Satreskrim Polresta Padang yang dipimpin Kasubnit VI, IPDA Ryan Fermana.
Menurut Kompol Yasin, pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan yang disampaikan korban bernama Rendy Leonardo. Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/1066/X/2026/SPKT/POLRESTA PADANG/POLDA SUMATERA BARAT.
"Pelaku berhasil kami amankan berdasarkan laporan dari korban bernama Rendy Leonardo dengan nomor LP/B/1066/X/2026/SPKT/POLRESTA PADANG/POLDA SUMATERA BARAT," ujar Kompol Yasin.
Berdasarkan informasi kepolisian, peristiwa pencurian tersebut terjadi di kawasan Jalan Belakang Lintas, Kelurahan Olo, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang.
Aksi pencurian itu diperkirakan berlangsung tiga hari sebelum pelaku berhasil ditangkap. Namun, korban baru menyadari kehilangan telepon selulernya pada Selasa (27/10/2026), sekitar pukul 07.00 WIB.
Setelah mengetahui barang miliknya hilang, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Laporan itu menjadi dasar bagi Satreskrim Polresta Padang untuk melakukan penyelidikan dan mengumpulkan informasi terkait dugaan tindak pidana tersebut.
Dalam proses penyelidikan, petugas menelusuri sejumlah petunjuk yang tersedia, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Rekaman tersebut diduga memperlihatkan gerak-gerik orang yang berkaitan dengan peristiwa pencurian itu.
Berbekal hasil penelusuran rekaman CCTV dan informasi yang diperoleh dari masyarakat, Tim 1 Klewang kemudian melakukan pengembangan untuk mengidentifikasi terduga pelaku sekaligus melacak keberadaannya.
Kompol Yasin menjelaskan, hasil penyelidikan mengarahkan petugas kepada KF. Berdasarkan keterangan kepolisian, pria tersebut diketahui merupakan seorang residivis yang disebut kerap beraktivitas di kawasan Pasar Raya Padang.
Informasi tersebut selanjutnya menjadi salah satu petunjuk bagi tim untuk mempersempit pencarian. Petugas melakukan penyisiran di sejumlah lokasi yang diperkirakan berkaitan dengan keberadaan terduga pelaku.
Upaya tersebut membuahkan hasil ketika petugas mendapati KF berada di kawasan belakang Plaza Andalas, Kota Padang, pada Selasa petang.
" Dari hasil penyelidikan dan rekaman CCTV, anggota kami mengenali pelaku sebagai seorang residivis yang memang sering beroperasi di kawasan Pasar Raya Padang. Tim kemudian melakukan penyisiran dan mendapati pelaku sedang berada di belakang Plaza Andalas," kata Kompol Yasin.
Petugas selanjutnya mengamankan KF tanpa perlawanan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Saat proses pengamanan, terduga pelaku yang diketahui berdomisili di Jalan Ganting, Kelurahan Ganting Parak Gadang, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, mengakui telah mengambil telepon seluler milik korban.
Meski demikian, pengakuan tersebut tetap menjadi bagian dari materi penyidikan yang harus ditindaklanjuti melalui proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu unit telepon seluler merek Infinix Smart 8 berwarna hitam.
Barang bukti tersebut selanjutnya dibawa bersama terduga pelaku ke Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Padang untuk kepentingan penyidikan.
Penyidik akan melengkapi administrasi perkara, mendalami keterangan terduga pelaku, serta memeriksa keterkaitan barang bukti dengan laporan yang disampaikan korban.
Langkah tersebut diperlukan untuk memperjelas rangkaian peristiwa, memastikan unsur tindak pidana yang disangkakan, dan melengkapi berkas perkara sebelum proses hukum dilanjutkan sesuai prosedur.
Atas dugaan perbuatannya, KF diproses berdasarkan ketentuan perundang-undangan mengenai tindak pidana pencurian. Adapun pasal yang diterapkan serta ancaman pidananya perlu dipastikan berdasarkan hasil penyidikan dan konstruksi perkara yang ditetapkan penyidik.
Pengungkapan kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kejahatan pencurian, khususnya di kawasan permukiman, pusat perdagangan, tempat parkir, dan lokasi dengan aktivitas masyarakat yang tinggi.
Masyarakat diimbau untuk tidak meninggalkan telepon seluler atau barang berharga lainnya tanpa pengawasan, serta memastikan barang pribadi disimpan di tempat yang aman.
Keberadaan kamera pengawas juga dapat membantu memberikan petunjuk ketika terjadi tindak pidana. Namun, rekaman CCTV perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan penyelidikan oleh aparat penegak hukum untuk memastikan identitas pihak yang berkaitan dengan suatu peristiwa.
Masyarakat yang mengetahui atau mengalami tindak pidana diharapkan segera melaporkannya kepada kepolisian agar dapat ditangani sesuai prosedur hukum.
Dengan diamankannya KF, Satreskrim Polresta Padang melanjutkan proses penyidikan guna menuntaskan perkara tersebut. Kepolisian juga perlu memastikan seluruh tahapan penanganan perkara berjalan sesuai ketentuan hukum, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.(Ayu)











