Latest Post

REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN – Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, S.Pd., M.Pd., AIFO, menghadiri acara Batagak Kudo-Kudo pembangunan Mushala Nurul Ikhlas yang berlokasi di Korong Sungai Jilatang, Nagari Campago Barat, Kecamatan V Koto, Kabupaten Padang Pariaman, Senin (2/11/2026).

Kehadiran Aprinaldi dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pembangunan sarana ibadah sekaligus upaya memperkuat kehidupan keagamaan dan kebersamaan masyarakat di lingkungan nagari.

Tradisi Batagak Kudo-Kudo merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembangunan rumah ibadah di tengah masyarakat Minangkabau. Kegiatan ini umumnya dilaksanakan ketika pembangunan bangunan telah mencapai tahap pemasangan rangka atap atau kuda-kuda, sebagai penanda bahwa proses pembangunan telah memasuki salah satu tahapan penting.

Selain memiliki makna dalam proses pembangunan fisik, kegiatan tersebut juga mencerminkan semangat gotong royong, kebersamaan, serta kepedulian masyarakat terhadap keberadaan sarana ibadah di lingkungan mereka.

Pembangunan Mushala Nurul Ikhlas di Korong Sungai Jilatang diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam menyediakan tempat ibadah yang nyaman dan layak bagi warga setempat.

Keberadaan mushala tidak hanya berfungsi sebagai tempat melaksanakan ibadah salat, tetapi juga memiliki peran penting sebagai pusat kegiatan keagamaan, pendidikan Al-Qur'an, pembinaan generasi muda, serta penguatan hubungan sosial di tengah masyarakat.

Melalui pembangunan sarana ibadah tersebut, masyarakat diharapkan semakin mudah menjalankan berbagai aktivitas keagamaan sekaligus membangun lingkungan yang religius, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai kebersamaan.

Dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, mushala juga memiliki kedudukan penting dalam menjaga tradisi keagamaan dan membentuk karakter generasi muda. Oleh karena itu, pembangunan dan pemeliharaan tempat ibadah menjadi tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Kehadiran Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman dalam kegiatan Batagak Kudo-Kudo Mushala Nurul Ikhlas juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara unsur pimpinan daerah dan masyarakat.

Partisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan seperti ini merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi serta memperkuat kebersamaan dalam mendukung berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk pembangunan fasilitas keagamaan.

Pembangunan yang melibatkan partisipasi masyarakat memiliki nilai strategis karena tidak hanya menghasilkan fasilitas fisik, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap keberlangsungan pemanfaatannya.

Semangat gotong royong yang tercermin dalam kegiatan Batagak Kudo-Kudo diharapkan terus terpelihara, sehingga pembangunan di tingkat nagari dapat berjalan seiring dengan penguatan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

Dengan dilaksanakannya kegiatan Batagak Kudo-Kudo tersebut, pembangunan Mushala Nurul Ikhlas diharapkan dapat berlanjut hingga selesai dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat Korong Sungai Jilatang serta warga sekitarnya.

Dukungan dari berbagai pihak, baik masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, maupun unsur pemerintahan, menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong penyelesaian pembangunan sarana ibadah tersebut.

Kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada proses pembangunan fisik semata, tetapi juga berlanjut dalam memakmurkan mushala melalui kegiatan ibadah berjamaah, pendidikan keagamaan, dan aktivitas sosial kemasyarakatan.

Pembangunan Mushala Nurul Ikhlas di Nagari Campago Barat menjadi gambaran pentingnya semangat kebersamaan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Melalui gotong royong dan kepedulian bersama, keberadaan sarana ibadah diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi kehidupan keagamaan serta memperkuat persatuan masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN – Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, S.Pd., M.Pd., AIFO, menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Nagari Campago yang berlangsung di Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (2/11/2026).

Kegiatan Musrenbang tersebut menjadi momentum penting dalam proses perencanaan pembangunan di tingkat nagari, khususnya untuk menyerap aspirasi masyarakat, mengidentifikasi kebutuhan prioritas, serta merumuskan berbagai usulan pembangunan yang diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kehadiran Aprinaldi sebagai Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman merupakan bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan koordinasi antara lembaga legislatif, pemerintah nagari, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam menentukan arah pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Musrenbang Menjadi Wadah Strategis Menyerap Aspirasi Masyarakat

Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang merupakan salah satu tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Forum ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, masukan, dan usulan mengenai berbagai kebutuhan pembangunan di lingkungan nagari.

Melalui forum tersebut, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat dibahas bersama untuk menentukan program dan kegiatan yang dinilai paling mendesak serta memiliki dampak positif terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Perencanaan pembangunan yang melibatkan masyarakat secara langsung diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Dengan demikian, program yang direncanakan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan kebutuhan sosial, peningkatan kualitas pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi, serta penguatan kesejahteraan masyarakat.

Musrenbang Nagari Campago juga menjadi kesempatan bagi seluruh unsur yang hadir untuk menyelaraskan berbagai usulan dengan arah kebijakan pembangunan pemerintah daerah, sehingga program yang direncanakan dapat disusun berdasarkan skala prioritas dan kemampuan anggaran.

Perkuat Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Dalam pelaksanaan Musrenbang, sinergi antara pemerintah nagari, pemerintah kabupaten, DPRD, dan masyarakat memiliki peranan penting untuk memastikan proses perencanaan pembangunan berjalan secara partisipatif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Setiap usulan yang disampaikan masyarakat perlu dibahas secara cermat dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan, urgensi, manfaat, serta kesesuaiannya dengan rencana pembangunan daerah.

Melalui mekanisme tersebut, diharapkan aspirasi masyarakat tidak berhenti pada tahap penyampaian usulan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui proses pembahasan, penyelarasan program, dan penganggaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam Musrenbang juga menjadi bagian penting untuk membangun rasa tanggung jawab bersama terhadap keberhasilan pembangunan di nagari.

Pembangunan yang direncanakan melalui proses musyawarah diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih menyeluruh, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Kabupaten Padang Pariaman.

DPRD Berperan Mengawal Aspirasi Masyarakat

Sebagai lembaga perwakilan rakyat daerah, DPRD memiliki peran strategis dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat agar menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

Melalui partisipasi dalam forum Musrenbang, aspirasi yang berkembang di tingkat nagari dapat menjadi bahan perhatian dalam proses pembahasan program dan kegiatan pembangunan di tingkat kabupaten.

Namun, realisasi setiap usulan tetap memerlukan proses verifikasi, penentuan skala prioritas, penyesuaian dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah, serta ketersediaan anggaran.

Oleh karena itu, komunikasi yang berkelanjutan antara pemerintah nagari, pemerintah kabupaten, DPRD, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendorong agar program pembangunan yang direncanakan dapat dilaksanakan secara efektif dan memberikan manfaat yang optimal.

Dorong Pembangunan yang Merata dan Berkelanjutan

Pelaksanaan Musrenbang Nagari Campago diharapkan dapat menghasilkan rumusan prioritas pembangunan yang benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat.

Pembangunan yang baik tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut mampu meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat perekonomian masyarakat, membuka peluang kesejahteraan, serta menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Karena itu, setiap usulan pembangunan perlu direncanakan secara terarah dengan memperhatikan manfaat jangka panjang, pemerataan kesempatan, dan keberlanjutan program.

Melalui perencanaan yang matang dan koordinasi yang kuat, pemerintah nagari bersama pemerintah daerah diharapkan dapat mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk mendukung pembangunan yang lebih inklusif.

Kehadiran Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, dalam Musrenbang Nagari Campago menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara aspirasi masyarakat di tingkat nagari dan proses perencanaan pembangunan di tingkat kabupaten.

Dengan mengedepankan semangat musyawarah, partisipasi masyarakat, dan sinergi antarpemangku kepentingan, Musrenbang diharapkan mampu menjadi landasan bagi terwujudnya pembangunan yang merata, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Padang Pariaman. (Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG  - Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang unggul, berilmu, dan berkarakter. Keberhasilan peserta didik tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan dan kemauan untuk belajar, tetapi juga oleh bimbingan guru dalam membangun pengetahuan, menanamkan nilai-nilai kehidupan, serta mengarahkan siswa untuk meraih cita-cita.

Pesan tersebut disampaikan Muhidi saat menghadiri kegiatan Latihan Menulis dan Literasi tingkat SMA negeri dan swasta angkatan ke-5, Selasa (3/11/2026). Dalam kesempatan itu, ia mengajak para pelajar untuk memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan dengan sebaik-baiknya, menghormati guru, serta menjadikan kegiatan membaca dan menulis sebagai bagian penting dari proses pengembangan diri.

Menurut Muhidi, pendidikan merupakan fondasi utama dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Melalui pendidikan yang baik, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga mengembangkan pola pikir, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan mengambil keputusan.

Ia menekankan bahwa setiap siswa harus memiliki kesadaran mengenai tujuan mereka datang ke sekolah. Sekolah bukan sekadar tempat mengikuti kegiatan belajar mengajar, melainkan ruang untuk memperluas wawasan, menggali potensi, dan mempersiapkan masa depan.

“Kalau ingin sukses, kita harus punya ilmu. Setiap pergi ke sekolah, niatkan untuk menambah ilmu. Pemerintah sudah menyiapkan guru di sekolah, maka datanglah, belajar, dan dengarkan apa yang disampaikan guru,” ujar Muhidi.

Muhidi menjelaskan bahwa keberadaan guru tidak dapat dipisahkan dari proses pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas. Guru menjadi salah satu pihak yang berperan besar dalam membantu siswa memahami pelajaran, mengembangkan kemampuan, serta menemukan arah yang sesuai dengan minat dan potensi masing-masing.

Menurutnya, setiap cita-cita membutuhkan proses pembelajaran dan bimbingan yang tepat. Pengetahuan tidak dapat diperoleh secara maksimal tanpa kesungguhan belajar, sementara pengembangan kemampuan membutuhkan arahan dari orang-orang yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidangnya.

Ia mencontohkan, seseorang yang bercita-cita menjadi ilmuwan membutuhkan guru untuk memperdalam pengetahuan. Begitu pula calon pengusaha yang memerlukan mentor, atlet yang membutuhkan pelatih, hingga seseorang yang ingin berkiprah di dunia politik dan memerlukan pembimbing berpengalaman.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa proses belajar tidak berhenti di bangku sekolah. Dalam berbagai bidang kehidupan, seseorang perlu terus meningkatkan kemampuan, membuka diri terhadap masukan, serta belajar dari pengalaman orang lain.

“Orang tidak akan sukses dalam belajar kalau tidak ada guru. Jika ingin menjadi ilmuwan, harus ada guru. Kalau ingin menjadi pengusaha, ada mentor. Atlet membutuhkan coach, dan dalam politik ada suhu yang membimbing,” katanya.

Muhidi menilai, guru bukan hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga mempunyai tanggung jawab moral dalam membantu membentuk kepribadian peserta didik.

Melalui arahan, nasihat, dan keteladanan, guru dapat membantu siswa membedakan tindakan yang baik dan buruk, menumbuhkan sikap disiplin, serta membangun kepercayaan diri dalam menghadapi berbagai tantangan.

Karena itu, ia berharap para pelajar mampu membangun hubungan yang positif dengan guru dan tidak menyia-nyiakan kesempatan memperoleh ilmu selama berada di sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Muhidi juga menekankan pentingnya menghormati guru sebagai bagian dari etika dalam menuntut ilmu.

Menurutnya, sikap menghargai pendidik perlu diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, seperti memperhatikan penjelasan saat pembelajaran berlangsung, bersikap sopan, menaati aturan sekolah, serta menerima masukan sebagai bahan untuk memperbaiki diri.

Ia mengingatkan bahwa nasihat guru pada dasarnya merupakan bagian dari upaya membantu peserta didik berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Oleh sebab itu, para siswa hendaknya tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga memperhatikan proses pembentukan sikap dan karakter.

“Guru yang ikhlas adalah guru yang mampu membimbing. Karena itu, hormati guru dan dengarkan baik-baik apa yang disampaikan. Dari guru kita mendapatkan ilmu dan arah untuk melangkah,” ungkapnya.

Muhidi berharap nilai penghormatan terhadap guru terus tumbuh di lingkungan pendidikan. Menurutnya, keberhasilan pendidikan akan lebih mudah dicapai apabila terdapat hubungan yang baik antara guru dan siswa, didukung lingkungan sekolah yang kondusif serta semangat belajar yang tinggi.

Ia juga menilai bahwa pembentukan karakter perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan akademik. Generasi muda yang dibutuhkan pada masa mendatang bukan hanya mereka yang memiliki pengetahuan luas, melainkan juga pribadi yang berintegritas, bertanggung jawab, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Selain menyoroti peran guru, Muhidi memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya literasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Ia mendorong para pelajar untuk membiasakan diri membaca, menulis, dan memperluas wawasan melalui berbagai sumber pengetahuan. Menurutnya, literasi merupakan kemampuan mendasar yang membantu siswa memahami informasi, mengolah gagasan, serta melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang.

Budaya literasi, lanjutnya, tidak seharusnya hanya dilakukan ketika siswa mendapatkan tugas dari sekolah. Membaca dan menulis perlu menjadi kebiasaan yang tumbuh dari kesadaran pribadi untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri.

Dengan membiasakan membaca, siswa dapat memperkaya kosakata, meningkatkan pemahaman terhadap berbagai persoalan, serta mengembangkan kemampuan menyampaikan pendapat secara runtut dan sistematis.

Sementara itu, kegiatan menulis dapat membantu pelajar menyusun gagasan, mengembangkan kreativitas, dan menuangkan pemikiran menjadi karya yang bermanfaat.

“Datang ke sekolah itu untuk menambah ilmu. Salah satu jalannya adalah membaca. Literasi sangat penting karena membantu kita berpikir kritis dan logis,” tuturnya.

Muhidi menilai kemampuan berpikir kritis dan logis semakin dibutuhkan di tengah perkembangan informasi yang berlangsung cepat. Para pelajar harus mampu memahami informasi secara cermat, membedakan fakta dan pendapat, serta mempertimbangkan kebenaran informasi sebelum menerima atau menyebarkannya.

Kemampuan tersebut menjadi penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan dapat mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan serta pertimbangan yang rasional.

Ia berharap kegiatan Latihan Menulis dan Literasi tingkat SMA negeri dan swasta angkatan ke-5 dapat menjadi sarana bagi para pelajar untuk meningkatkan keterampilan berbahasa, memperluas wawasan, dan menumbuhkan keberanian dalam menyampaikan gagasan.

Lebih dari sekadar kemampuan membaca dan menulis, literasi diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi yang mampu berpikir mandiri, kreatif, dan berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional.

Muhidi juga mengingatkan bahwa keberhasilan dalam menempuh pendidikan membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, dan konsistensi. Menurutnya, cita-cita tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui langkah nyata, seperti belajar dengan tekun, memanfaatkan waktu secara produktif, dan terus memperbaiki kemampuan.

Ia mengajak para siswa untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan dalam belajar. Setiap tantangan hendaknya dijadikan kesempatan untuk mengevaluasi diri dan menemukan cara yang lebih baik dalam memahami pelajaran.

Selain berusaha, Muhidi menekankan pentingnya doa dalam setiap langkah kehidupan. Ia mengajak para pelajar untuk senantiasa berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing, sekaligus tetap berusaha secara sungguh-sungguh dalam mengejar cita-cita.

Menurutnya, usaha, bimbingan guru, kebiasaan membaca, dan doa merupakan bagian yang saling melengkapi dalam perjalanan seseorang menuju keberhasilan.

Dengan memadukan ikhtiar, semangat belajar, dan nilai-nilai spiritual, para siswa diharapkan mampu membangun landasan yang kuat untuk menghadapi masa depan.

Melalui kegiatan Latihan Menulis dan Literasi angkatan ke-5 tersebut, Muhidi berharap semakin banyak pelajar Sumatera Barat yang memiliki semangat untuk belajar, meningkatkan kemampuan literasi, serta mengembangkan potensi diri secara maksimal.

Ia menilai, peningkatan kualitas generasi muda merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kemajuan daerah dan bangsa. Karena itu, dunia pendidikan perlu terus mendorong lahirnya peserta didik yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, dan kepedulian sosial.

Dalam upaya tersebut, peran guru tetap menjadi salah satu faktor penting. Guru membimbing siswa dalam memperoleh pengetahuan, membantu mereka mengenali potensi diri, serta memberikan arahan agar kemampuan yang dimiliki dapat berkembang secara optimal.

Di sisi lain, para siswa juga perlu mengambil peran aktif dengan membangun kebiasaan belajar, menghargai proses pendidikan, dan memanfaatkan berbagai kesempatan untuk menambah wawasan.

Kegiatan literasi menjadi salah satu ruang untuk memperkuat semangat tersebut. Melalui latihan membaca, menulis, dan mengembangkan gagasan, pelajar diharapkan semakin siap menghadapi tantangan zaman yang menuntut penguasaan ilmu pengetahuan, kemampuan berkomunikasi, serta pola pikir kritis.

Muhidi berharap pesan mengenai pentingnya menghormati guru dan membangun budaya literasi dapat diterapkan para pelajar dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Dengan menghargai guru, tekun menuntut ilmu, membudayakan literasi, dan membangun karakter yang baik, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi sumber daya manusia unggul yang mampu membawa Sumatera Barat dan Indonesia menuju masa depan yang lebih maju.(A.1)


REALITANUSANTARA. COM

LAMPUNG – Menjaga hubungan baik dengan para senior menjadi bagian penting dalam membangun kepemimpinan dan memperkuat pengabdian kepada masyarakat. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan silaturahmi Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Lampung, Kombes Pol Reza, bersama purnawirawan yang pernah mengemban amanah sebagai Kapolda Lampung.

Dalam unggahan akun Instagram resmi Ditlantas Polda Lampung, Kombes Pol Reza terlihat bersilaturahmi dengan Dr. Hike Edwin, yang dalam keterangan foto disebut pernah menjabat sebagai Kapolda Lampung pada 2016.

Pertemuan tersebut mengangkat pesan tentang pentingnya menjaga hubungan antargenerasi, menghargai pengalaman para pendahulu, serta menjadikan nasihat sebagai bekal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

Mengusung tema “Silaturahmi, Menyambung Rasa, Menjemput Nasihat”, pertemuan ini bukan sekadar agenda kunjungan, melainkan juga menjadi ruang untuk bertukar pandangan mengenai nilai-nilai kepemimpinan dan pengabdian.

Dalam keterangannya, Ditlantas Polda Lampung menyampaikan bahwa jabatan merupakan amanah, kekuasaan adalah tanggung jawab, sedangkan pengalaman menjadi pelajaran berharga bagi setiap pemimpin.

Para senior dinilai memiliki pengalaman dan rekam jejak yang dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi penerus, terutama dalam menjaga prinsip, mengambil keputusan secara bijaksana, serta membangun hubungan yang baik dengan masyarakat.

Kepemimpinan, sebagaimana pesan yang disampaikan dalam unggahan tersebut, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memberikan arahan. Seorang pemimpin juga dituntut untuk mau mendengar, belajar, menghargai pengalaman, dan terus melakukan perbaikan diri.

Bagi Kombes Pol Reza, menjaga silaturahmi dan membangun komunikasi dengan para pendahulu menjadi salah satu bagian dari upaya merawat nilai-nilai pengabdian di lingkungan kepolisian.

Pesan yang ingin ditegaskan sederhana, meskipun zaman dan tantangan terus berubah, semangat pengabdian kepada bangsa dan negara harus tetap dijaga.

Melalui kegiatan tersebut, Ditlantas Polda Lampung turut mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat tidak hanya dibangun melalui pelaksanaan tugas, tetapi juga melalui keteladanan, komunikasi, dan hubungan kemanusiaan yang terus dirawat.

Menyambung rasa, menjemput nasihat, dan melanjutkan pengabdian.

Edtr/Rptr: RR (Lampung)

REALITANUSANTARA.COM

LAMPUNG – Nama Kombes Pol. Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq menjadi salah satu perwira Polri yang memiliki perjalanan panjang di bidang lalu lintas. Setelah menjalankan tugas sebagai Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Reza kini dipercaya mengemban amanah baru sebagai Dirlantas Polda Lampung.

Penugasan tersebut bukan sekadar pergantian jabatan. Pengalaman panjang di bidang lalu lintas, penghargaan Pin Emas Kapolri, serta sejumlah program pelayanan dan keselamatan berkendara menjadi bagian dari rekam jejak yang dibawanya ke Provinsi Lampung.

Salah satu pencapaian yang tercatat adalah penghargaan Pin Emas Kapolri yang diterimanya pada peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 di Gedung Rangkayo Basa, Padang, 22 September 2026. Penghargaan tersebut disematkan oleh Wakapolda Sumatera Barat Brigjen Pol. Solihin.

Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi pimpinan Polri atas capaian dan kontribusi dalam pelaksanaan tugas. Reza menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan motivasi untuk meningkatkan kinerja, sekaligus hasil kerja bersama seluruh personel Ditlantas.

Penguatan teknologi dan pelayanan lalu lintas

Selama memimpin Ditlantas Polda Sumatera Barat, sejumlah langkah pengembangan pelayanan lalu lintas turut dijalankan. Di antaranya optimalisasi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), pemanfaatan teknologi pengawasan kendaraan, serta penguatan pelayanan berbasis digital.

Selain penegakan hukum elektronik, upaya penguraian kemacetan dan pengamanan jalur rawan juga menjadi bagian dari pekerjaan Ditlantas. Pengalaman pengaturan lalu lintas di kawasan Lembah Anai, termasuk ketika terjadi gangguan akibat longsor, menjadi salah satu tantangan operasional yang membutuhkan koordinasi dan respons cepat.

Program edukasi keselamatan bagi generasi muda melalui Polisi Cilik dan Patroli Keamanan Sekolah (PKS), serta pendekatan kepada komunitas pengendara, juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya tertib berlalu lintas.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa tugas kepolisian di bidang lalu lintas tidak hanya berorientasi pada penindakan pelanggaran, tetapi juga pencegahan kecelakaan, pendidikan masyarakat, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kembali mengemban tugas di Lampung

Kombes Pol. Reza bukan sosok yang sepenuhnya baru dengan wilayah Lampung. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menjalankan sejumlah penugasan di wilayah tersebut, termasuk di satuan patroli jalan raya, satuan lalu lintas tingkat polres, hingga jajaran Ditlantas Polda Lampung.

Pengalaman tersebut menjadi bekal tersendiri ketika kembali dipercaya memimpin Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung.

Mutasi jabatan Reza tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026. Ia menggantikan Kombes Pol. Nicolas Dedy Arifianto yang mendapat penugasan baru sebagai Dirlantas Polda Kepulauan Riau.

Serah terima jabatan Dirlantas Polda Lampung dilaksanakan pada 19 Oktober 2026 di Mapolda Lampung.

Operasi Patuh Krakatau menjadi salah satu agenda awal

Pada 26 Oktober 2026, Reza memimpin apel gelar pasukan Operasi Patuh Krakatau 2026. Operasi tersebut berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Dalam keterangannya, ia menekankan pentingnya meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas, terutama pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Beberapa sasaran prioritas meliputi penggunaan telepon seluler saat berkendara, tidak menggunakan helm atau sabuk keselamatan, menerobos lampu merah, melawan arus, dan melampaui batas kecepatan.

Reza juga mengingatkan masyarakat agar menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban ketika melihat petugas kepolisian.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan penegakan hukum perlu berjalan beriringan dengan edukasi dan kesadaran masyarakat.

Ke depan, kepemimpinan Kombes Pol. Reza di Ditlantas Polda Lampung akan dihadapkan pada tantangan menjaga kelancaran arus kendaraan, meningkatkan disiplin pengguna jalan, menekan risiko kecelakaan, serta memperkuat pelayanan lalu lintas berbasis teknologi.

Pengalaman di Sumatera Barat dan rekam jejak penugasannya di Lampung menjadi modal awal untuk menjalankan tanggung jawab tersebut.

Namun, keberhasilan kepemimpinan tidak cukup diukur dari penghargaan maupun banyaknya kegiatan operasional. Ukuran yang lebih penting adalah perubahan nyata yang dirasakan masyarakat, mulai dari pelayanan yang semakin baik, penanganan kemacetan yang efektif, hingga meningkatnya keselamatan pengguna jalan

Dengan amanah baru tersebut, publik tentu menaruh harapan agar Ditlantas Polda Lampung semakin profesional, responsif, humanis, dan konsisten menghadirkan pelayanan yang berpihak pada keselamatan masyarakat.

Edtr/Rptr : RR ( Lampung)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN – Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, S.Pd., M.Pd., AIFO, melakukan kunjungan sekaligus meninjau perkembangan pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Jannah di Kecamatan V Koto, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (2/11/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap perkembangan pembangunan sarana pendidikan keagamaan yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam dan pembinaan generasi muda.

Dalam peninjauan itu, Aprinaldi melihat secara langsung perkembangan pembangunan pondok pesantren sebagai bagian dari upaya mendukung tersedianya fasilitas pendidikan yang memadai bagi para santri. Keberadaan pondok pesantren dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga berakhlak mulia, berkarakter, serta mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman.

Pembangunan Pondok Pesantren Miftahul Jannah diharapkan menjadi salah satu sarana penting dalam memperluas akses pendidikan keagamaan bagi masyarakat di Kecamatan V Koto dan wilayah sekitarnya.

Selain berfungsi sebagai tempat menimba ilmu agama, pondok pesantren juga memiliki peran dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, serta memperkuat karakter generasi muda berdasarkan nilai-nilai keislaman.

Melalui kunjungan tersebut, diharapkan proses pembangunan Pondok Pesantren Miftahul Jannah dapat berjalan dengan lancar, mulai dari setiap tahapan pengerjaan hingga penyelesaiannya sesuai dengan harapan.

Kelancaran pembangunan menjadi hal penting agar fasilitas pendidikan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para santri, tenaga pendidik, serta masyarakat yang membutuhkan sarana pendidikan berbasis keagamaan.

Dukungan dan perhatian dari berbagai pihak juga diharapkan dapat memperkuat semangat seluruh unsur yang terlibat dalam pembangunan pondok pesantren tersebut.

Dengan terwujudnya fasilitas pendidikan yang memadai, Pondok Pesantren Miftahul Jannah diharapkan mampu berkembang menjadi lembaga pendidikan yang berperan dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berilmu, beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

Pendidikan Keagamaan sebagai Investasi Masa Depan

Pendidikan merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam konteks tersebut, pondok pesantren mempunyai posisi penting karena tidak hanya memberikan pendidikan keagamaan, tetapi juga menanamkan nilai moral, etika, dan kehidupan bermasyarakat kepada para santri.

Kehadiran Pondok Pesantren Miftahul Jannah di Kecamatan V Koto diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, terutama dalam mendukung pendidikan generasi muda serta memperkuat nilai-nilai agama dan budaya di tengah kehidupan sosial.

Pembangunan fasilitas pendidikan keagamaan juga menjadi investasi bagi masa depan daerah. Dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, proses pembelajaran diharapkan dapat berlangsung lebih baik sehingga mampu menunjang pengembangan potensi dan kemampuan para santri.

Aprinaldi berharap pembangunan Pondok Pesantren Miftahul Jannah dapat berjalan sesuai harapan, diberikan kemudahan dalam setiap tahapannya, serta segera diselesaikan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memberikan perhatian terhadap pembangunan fasilitas pendidikan yang memiliki nilai strategis bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Padang Pariaman.

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan berbagai pihak, pembangunan Pondok Pesantren Miftahul Jannah diharapkan dapat berjalan lancar serta menjadi bagian dari upaya mewujudkan generasi muda yang religius, berkarakter, dan berkualitas di Kabupaten Padang Pariaman.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

TANAH DATAR – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Muhidi, M.M., melakukan kunjungan kerja ke SMKN 2 Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Senin (2/11/2026). Dalam kunjungan tersebut, Muhidi berkesempatan melihat langsung kegiatan pembelajaran berbasis praktik sekaligus memetik buah melon hasil budidaya siswa di lingkungan sekolah.

Kunjungan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara lembaga legislatif dan dunia pendidikan, sekaligus melihat potensi yang dikembangkan sekolah menengah kejuruan dalam membekali peserta didik dengan keterampilan praktis.

Kedatangan Muhidi disambut hangat oleh jajaran majelis guru, tenaga kependidikan, serta para siswa SMKN 2 Batusangkar. Suasana akrab dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan temu ramah yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Muhidi berinteraksi dengan keluarga besar sekolah dan melihat secara langsung berbagai aktivitas yang menjadi bagian dari proses pendidikan. Kunjungan tersebut juga memberikan gambaran mengenai upaya sekolah dalam mengembangkan potensi peserta didik melalui kegiatan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga praktik lapangan.

Salah satu momen menarik dalam kunjungan tersebut adalah ketika Muhidi diajak memetik buah melon segar yang dibudidayakan oleh siswa SMKN 2 Batusangkar.

Dengan penuh antusias, Muhidi mengikuti kegiatan panen tersebut. Ia melihat secara langsung hasil budidaya yang dikembangkan di lingkungan sekolah, mulai dari proses pembelajaran hingga menghasilkan buah yang siap dipanen.

Kegiatan ini menjadi gambaran nyata bahwa sekolah kejuruan memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan pembelajaran produktif sesuai dengan potensi dan kebutuhan peserta didik.

Melalui kegiatan budidaya tanaman, siswa berkesempatan menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama proses pembelajaran ke dalam praktik nyata. Pengalaman tersebut dapat membantu mereka memahami proses produksi, melatih ketelitian, serta mengembangkan kemampuan dalam mengelola suatu kegiatan secara terencana.

Budidaya melon juga memperlihatkan bahwa lingkungan sekolah dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran yang produktif. Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan semacam ini berpotensi menumbuhkan kreativitas, kemandirian, dan jiwa kewirausahaan di kalangan siswa.

Bagi peserta didik sekolah kejuruan, pengalaman praktik seperti ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan setelah menyelesaikan pendidikan, baik ketika memasuki dunia kerja maupun saat mengembangkan usaha secara mandiri.

Kunjungan Ketua DPRD Sumbar ke SMKN 2 Batusangkar juga menyoroti pentingnya pengembangan pendidikan kejuruan yang mampu menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan nyata di masyarakat.

Sekolah menengah kejuruan memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang terampil, produktif, dan memiliki daya saing. Karena itu, pembelajaran berbasis praktik menjadi salah satu pendekatan yang dapat memperkuat kemampuan peserta didik dalam menguasai bidang keterampilan yang dipelajari.

Melalui kegiatan produktif di lingkungan sekolah, siswa tidak hanya dituntut memahami materi pembelajaran, tetapi juga belajar menerapkan pengetahuan, menyelesaikan persoalan, bekerja secara terarah, serta menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai guna.

Dalam konteks tersebut, budidaya melon yang diperlihatkan kepada Muhidi menjadi contoh aktivitas pendidikan yang dapat memberikan pengalaman belajar secara langsung.

Apabila dikembangkan secara berkelanjutan, kegiatan serupa juga berpotensi menjadi sarana pengenalan kewirausahaan sejak dini. Siswa dapat memperoleh pengalaman mengenai proses produksi pertanian, pengelolaan hasil budidaya, hingga peluang pengembangan produk yang memiliki nilai ekonomi.

Dengan demikian, sekolah kejuruan tidak hanya berperan sebagai tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan kreativitas dan membangun mentalitas produktif bagi generasi muda.

Selain melihat kegiatan budidaya melon, kunjungan Muhidi menjadi kesempatan untuk mempererat komunikasi antara unsur lembaga legislatif dan lingkungan pendidikan.

Interaksi langsung dengan kepala sekolah, majelis guru, tenaga kependidikan, serta siswa memberikan ruang untuk mengenal lebih dekat dinamika kegiatan belajar mengajar dan potensi yang dimiliki sekolah.

Kedekatan antara pemangku kepentingan dan satuan pendidikan merupakan bagian penting dalam membangun perhatian bersama terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

Dunia pendidikan membutuhkan dukungan berbagai pihak agar mampu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Penguatan keterampilan peserta didik, peningkatan kualitas pembelajaran, serta pengembangan potensi sekolah merupakan sejumlah aspek yang perlu mendapatkan perhatian secara berkelanjutan.

Dalam hal ini, kunjungan kerja menjadi salah satu sarana untuk melihat langsung aktivitas pendidikan di lapangan sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan dengan masyarakat sekolah.

SMKN 2 Batusangkar, melalui kegiatan budidaya melon yang ditunjukkan kepada Muhidi, memperlihatkan potensi pembelajaran yang mengedepankan pengalaman praktis. Aktivitas tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kreativitas dan keterampilan siswa perlu terus dikembangkan agar mampu memberikan manfaat bagi masa depan mereka.

Pengembangan pendidikan kejuruan memiliki arti penting bagi upaya menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi persaingan dunia kerja dan perubahan kebutuhan masyarakat.

Siswa yang memperoleh pengalaman praktik sejak di bangku sekolah diharapkan memiliki bekal keterampilan yang lebih baik untuk memasuki dunia kerja, melanjutkan pendidikan, ataupun merintis usaha sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

Kegiatan budidaya melon menjadi salah satu contoh bagaimana pembelajaran dapat diarahkan pada kegiatan yang menghasilkan produk nyata. Selain memberikan pengalaman teknis, aktivitas tersebut dapat menanamkan pemahaman mengenai proses, tanggung jawab, dan pentingnya ketekunan dalam mencapai hasil.

Potensi semacam ini perlu terus dikembangkan melalui pembelajaran yang terarah, pendampingan tenaga pendidik, serta pemanfaatan fasilitas sekolah secara optimal.

Kunjungan Muhidi ke SMKN 2 Batusangkar pun menjadi momentum untuk melihat lebih dekat kreativitas dan potensi yang tumbuh di lingkungan pendidikan kejuruan.

Lebih dari sekadar agenda silaturahmi, kegiatan tersebut memperlihatkan pentingnya memberikan perhatian terhadap inovasi pembelajaran dan pengembangan keterampilan peserta didik.

Melalui pendidikan yang mengintegrasikan teori dan praktik, sekolah kejuruan diharapkan mampu melahirkan generasi muda Sumatera Barat yang kompeten, kreatif, mandiri, serta siap berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan bahwa potensi sekolah dan hasil karya siswa merupakan bagian penting dari upaya membangun pendidikan yang produktif, relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. (*)


REALITANUSANTARA.COM

LAMPUNG – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Lampung mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2026. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di jalan raya.

Melalui materi kampanye publik yang ditampilkan, Ditlantas Polda Lampung menegaskan bahwa kehadiran polisi lalu lintas tidak semata-mata berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga mencakup perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Pesan tersebut tercermin melalui visual yang menggambarkan personel kepolisian menjalankan tugas pengaturan lalu lintas, memberikan isyarat kepada pengguna jalan, hingga membantu anak-anak sekolah menyeberangi jalan.

Pendekatan ini memperlihatkan bahwa keselamatan berlalu lintas tidak hanya dibangun melalui penindakan terhadap pelanggaran, melainkan juga melalui kepedulian, edukasi, dan kehadiran polisi di tengah aktivitas masyarakat.

Dalam salah satu pesan kampanyenya, Ditlantas Polda Lampung mengangkat prinsip bahwa setiap isyarat tangan petugas memiliki makna penting bagi ketenangan dan keselamatan pengguna jalan.

Sementara itu, pesan lain menyoroti pentingnya menjaga langkah kecil anak-anak menuju masa depan. Hal tersebut menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap pejalan kaki, khususnya anak usia sekolah, merupakan bagian penting dari tanggung jawab bersama dalam menciptakan lalu lintas yang aman.

Operasi Patuh Krakatau 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat. Kesadaran kolektif, kepatuhan terhadap aturan, serta sikap saling menghormati di jalan raya merupakan fondasi utama dalam menekan risiko kecelakaan lalu lintas.

Di bawah kepemimpinan Dirlantas Polda Lampung, Kombes Pol M. Reza C.A.S., S.I.K., S.H., M.H., pesan yang diangkat menekankan pentingnya menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, responsif, dan humanis.

Pada akhirnya, keberhasilan membangun budaya tertib berlalu lintas tidak cukup diukur dari banyaknya pelanggaran yang ditindak, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Polisi hadir bukan sekadar mengatur perjalanan, tetapi memastikan setiap perjalanan memiliki kesempatan untuk sampai dengan selamat.

Ditlantas Polda Lampung — Melindungi, Mengayomi, dan Melayani.


Rptr:RR(Lampung)


REALITANUSANTARA. COM

JAKARTA — Keputusan seorang perwira menengah Polri, AKBP Dr. Netty Rosdiana Siagian, untuk mengajukan pengunduran diri dari institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjadi perhatian publik. Bukan semata karena statusnya sebagai polisi wanita (Polwan), melainkan juga karena pernyataan yang menyertai keputusan tersebut menyentuh persoalan prinsip, integritas, dan hati nurani.

Pernyataan itu disampaikan melalui akun Instagram pribadinya, @netty_diana, pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Dalam unggahan yang beredar luas, Netty menyatakan mengajukan permohonan pengunduran diri dari dinas kepolisian terhitung sejak 1 September 2026.

Dalam surat tersebut, ia menegaskan bahwa keputusan itu diambil setelah melalui pertimbangan matang, berdasarkan kesadaran dan kemauannya sendiri, tanpa paksaan maupun tekanan dari pihak mana pun.

Selama bertugas, Netty mengaku telah memperoleh banyak pengalaman, pembelajaran, serta kesempatan untuk mengabdi kepada institusi dan masyarakat.

Namun, pernyataan lain yang turut diberitakan dalam unggahan lengkapnya justru memunculkan perhatian lebih luas. Netty menyinggung bahwa mempertahankan prinsip dan hati nurani menjadi pertimbangan penting dalam mengakhiri perjalanan pengabdiannya.

Pernyataan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan publik: apa yang sebenarnya terjadi hingga seorang perwira menengah memilih mengakhiri kariernya di institusi yang telah menjadi bagian penting kehidupannya?

Netty Rosdiana Siagian bukan sosok yang sepenuhnya asing di lingkungan kepolisian. Ia dikenal sebagai perwira Polwan yang memiliki pengalaman di sejumlah posisi strategis di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Dalam perjalanan kariernya, Netty pernah dipercaya menjabat Kapolsek Sunda Kelapa dan Kapolsek Metro Menteng, Jakarta Pusat. Ia juga memiliki pengalaman bertugas di lingkungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Sejumlah pemberitaan profil menyebut Netty menempuh pendidikan hukum hingga jenjang doktoral. Ia juga menyandang gelar akademik Sarjana Hukum, Magister Manajemen, dan Magister Hukum.

Rekam jejak tersebut membuat keputusan pengunduran dirinya semakin menarik perhatian. Sebab, publik tidak hanya melihat seorang anggota Polri yang hendak meninggalkan seragamnya, tetapi juga seorang perwira yang telah membangun perjalanan karier dan pendidikan selama bertahun-tahun.

Siapa Suami Netty Rosdiana?

Di luar perjalanan kariernya, kehidupan keluarga Netty juga menjadi bagian yang menarik perhatian publik.

Netty diketahui merupakan istri Brigjen Pol. Puji Santosa, seorang perwira tinggi Polri yang pernah mengemban sejumlah jabatan strategis, termasuk Kepala Biro Operasi Polda Jawa Timur dan Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi Staf Utama Operasi Polri.

Puji Santosa merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1993. Kariernya banyak berkaitan dengan satuan Brimob sebelum menduduki sejumlah posisi di tingkat kewilayahan dan Mabes Polri.

Sejumlah pemberitaan terdahulu juga menyebut pasangan tersebut dikaruniai dua orang putri.

Namun, latar belakang keluarga maupun posisi suaminya tidak serta-merta dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya hubungan antara lingkungan keluarga dan keputusan Netty mengajukan pengunduran diri.

Hingga kini, belum ada keterangan yang dapat memastikan bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan persoalan internal keluarga ataupun institusi.

Pengunduran Diri atau Sudah Resmi Berhenti?
Ada satu aspek yang tidak boleh luput dari perhatian: permohonan pengunduran diri tidak otomatis berarti seseorang telah resmi diberhentikan dari institusi Polri.

Secara administratif, pemberhentian anggota Polri memiliki mekanisme dan kewenangan tersendiri. Ketentuan tersebut antara lain diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Karena itu, tanggal 1 September 2026 yang tercantum dalam surat harus dipahami sebagai tanggal pengakhiran masa dinas yang dimohonkan, bukan bukti bahwa keputusan pemberhentian telah diterbitkan.

Hingga berita ini disusun pada Minggu, 1 November 2026, belum ditemukan konfirmasi resmi dari Mabes Polri maupun Polda Metro Jaya mengenai persetujuan permohonan tersebut.

Keputusan Netty ini telah membuka ruang pertanyaan yang lebih luas mengenai alasan di balik pengunduran dirinya.

Ketika seorang perwira menyebut prinsip, integritas, dan hati nurani sebagai bagian dari pertimbangannya, publik tentu memiliki kepentingan untuk mengetahui konteks pernyataan tersebut.

Namun, kehati-hatian tetap diperlukan. Tidak tepat mengaitkan pengunduran diri itu dengan dugaan pelanggaran, konflik internal, atau persoalan tertentu tanpa keterangan dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Polri juga memiliki kepentingan untuk memberikan penjelasan mengenai status administratif permohonan tersebut agar tidak berkembang spekulasi di tengah masyarakat.

Pada akhirnya, persoalan ini bukan hanya mengenai seorang perwira yang hendak melepaskan seragam kepolisian. Lebih jauh, publik sedang menunggu kejelasan mengenai alasan, proses, dan status keputusan yang telah diumumkan secara terbuka.

Sebab, ketika seorang anggota institusi penegak hukum berbicara tentang prinsip dan hati nurani, pertanyaan yang layak diajukan bukan sekadar mengapa ia memilih pergi, melainkan apakah ada penjelasan yang perlu diketahui masyarakat.

*Realita Nusantara | RR


 

LAMPUNG – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Lampung menunjukkan bahwa pengabdian seorang anggota Polri tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas, tetapi juga melalui penguatan nilai keimanan, ketakwaan, serta kedekatan dengan masyarakat.

Hal tersebut tergambar dalam momen kebersamaan personel Ditlantas Polda Lampung saat mengikuti kegiatan ibadah bersama masyarakat. Di tengah kesibukan menjalankan tugas kepolisian, para personel menyempatkan diri untuk menyatukan saf dan beribadah dalam suasana penuh kekhusyukan.

Momentum tersebut menjadi cerminan bahwa tugas kepolisian tidak semata-mata berkaitan dengan penegakan hukum dan pengaturan lalu lintas. Lebih dari itu, terdapat nilai moral, spiritual, dan kemanusiaan yang menjadi bagian penting dalam menjalankan amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Ditlantas Polda Lampung melalui pesan yang disampaikan dalam unggahan resminya menegaskan bahwa kekuatan seorang insan Bhayangkara bukan hanya terletak pada ketegasan dalam bertugas, tetapi juga pada keteguhan iman dan ketakwaan.

"Menjaga negeri adalah amanah, melayani masyarakat adalah pengabdian, dan beribadah adalah kewajiban."

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa profesionalisme anggota Polri harus berjalan beriringan dengan integritas dan nilai-nilai spiritual. Ketegasan dalam menjalankan tugas perlu disertai sikap humanis, ketulusan, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Bagi jajaran Ditlantas Polda Lampung, nilai-nilai tersebut juga menjadi bagian dari semangat membangun pelayanan lalu lintas yang semakin dekat dengan masyarakat.

Melalui kebersamaan dan penguatan spiritual, diharapkan seluruh personel senantiasa diberikan keteguhan hati dalam menjalankan tugas, menjaga keselamatan pengguna jalan, serta menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, humanis, dan berintegritas.

Sebab, menjadi insan Bhayangkara bukan hanya tentang menjalankan tugas dengan tegas, melainkan juga tentang menjaga amanah dengan hati, iman, dan tanggung jawab.


Edtr/Rptr: RR(lmpng)


REALITANUSANTARA. COM

LAMPUNG – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Lampung terus memperkuat koordinasi dan sinergi lintas instansi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang lalu lintas dan angkutan jalan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi dan koordinasi bersama sejumlah instansi terkait, yakni Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), PT Jasa Raharja, serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Lampung.

Dalam pertemuan tersebut, jajaran Ditlantas Polda Lampung bersama perwakilan instansi terkait membahas pentingnya membangun komunikasi, memperkuat kepercayaan, serta menyelaraskan langkah dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat.

Sinergi antarlembaga dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan sistem pelayanan lalu lintas yang efektif, terpadu, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Koordinasi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mendukung keselamatan, keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Provinsi Lampung.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, Ditlantas Polda Lampung berharap hubungan kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan semakin solid, sehingga berbagai program dan kebijakan terkait lalu lintas dapat berjalan secara optimal.

Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan antarlembaga, melainkan langkah nyata dalam membangun kepercayaan, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin prima bagi masyarakat.


Edtr:RR


REALITANUSANTARA. COM

LAMPUNG — Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang jatuh pada 28 Oktober 2026, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Lampung menyampaikan ucapan sekaligus pesan kebangsaan kepada seluruh generasi muda Indonesia agar terus menjaga semangat persatuan, patriotisme, dan nasionalisme.

Pesan tersebut disampaikan melalui publikasi ucapan resmi Ditlantas Polda Lampung beserta staf dan jajaran, yang menampilkan Kepala Ditlantas Polda Lampung, Kombes Pol M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., sebagai representasi semangat pengabdian dan komitmen terhadap bangsa.

Mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan bangsa sekaligus berkontribusi menghadapi berbagai tantangan zaman.

Semangat Sumpah Pemuda yang lahir pada 28 Oktober 1928 merupakan tonggak penting perjalanan sejarah Indonesia. Ikrar satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia menjadi fondasi persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, agama, dan latar belakang masyarakat.

Dalam konteks kehidupan berbangsa saat ini, nilai-nilai tersebut relevan untuk terus diwujudkan melalui sikap saling menghormati, kepedulian sosial, serta partisipasi aktif generasi muda dalam pembangunan nasional.

Bagi kalangan pemuda, semangat patriotisme tidak hanya diwujudkan melalui simbol atau seremoni peringatan, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Menjaga persatuan, menaati hukum, membangun karakter, serta memanfaatkan teknologi secara positif merupakan bagian dari kontribusi terhadap masa depan Indonesia.

Di bidang lalu lintas, generasi muda juga memiliki tanggung jawab untuk menjadi pelopor keselamatan berkendara, mematuhi peraturan, dan membangun budaya tertib berlalu lintas. Kesadaran tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 diharapkan menjadi momentum bagi generasi muda untuk memperkuat solidaritas, mengembangkan potensi, serta menghadirkan gagasan dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan semangat persatuan dan pengabdian, pemuda Indonesia diharapkan mampu mengambil peran sebagai penggerak perubahan yang berintegritas, berdaya saing, dan tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan.

Sumpah Pemuda bukan sekadar catatan sejarah, melainkan komitmen bersama untuk menjaga Indonesia tetap bersatu dan melangkah menuju masa depan yang lebih baik.


Editor/Rptr: RF

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.