Latest Post

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Upaya pelestarian budaya nasional kembali mendapat penguatan melalui penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTBI). Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyerahkan sertifikat WBTBI Tahun 2025 kepada 16 kabupaten dan kota sebagai bentuk pengakuan atas kekayaan budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

Penyerahan sertifikat dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Jumat (28/8/2026). Acara tersebut juga dirangkaikan dengan Seminar Kajian Kuratorial Tata Pamer Temporer bertajuk “Menapaki Jejak Sang Maharaja Diraja: Membaca Ulang Adityawarman” serta penyusunan Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menegaskan bahwa penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia tidak hanya sebatas penghargaan administratif, melainkan menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlanjutan budaya di tengah arus modernisasi dan globalisasi.

Menurutnya, tradisi, bahasa, kesenian, kuliner, adat istiadat, hingga pengetahuan lokal yang diwariskan oleh para leluhur merupakan bagian penting dari identitas bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.

“Warisan budaya tidak cukup hanya didokumentasikan atau ditetapkan sebagai warisan. Budaya harus tetap digunakan, dipraktikkan, dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda,” ujar Mahyeldi.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menunjukkan kecintaan terhadap budaya melalui tindakan nyata, mulai dari penggunaan bahasa daerah, pelestarian tradisi, hingga pengenalan nilai-nilai budaya kepada anak-anak sejak usia dini.

Mahyeldi juga mencontohkan kuatnya ikatan budaya masyarakat Minangkabau di perantauan. Menurutnya, sejumlah komunitas Minang di Australia masih mempertahankan penggunaan bahasa Minang dalam lingkungan keluarga meskipun telah puluhan tahun tinggal di luar negeri.

“Kondisi tersebut menunjukkan bahwa budaya dapat tetap hidup apabila terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, masyarakat Sumbar perlu memperkuat penggunaan bahasa dan praktik budaya sebagai bagian dari upaya menjaga identitas daerah sekaligus memperkaya kebudayaan nasional,” katanya.

Data Pemerintah Provinsi Sumbar mencatat, hingga tahun 2026 terdapat 164 unsur budaya dari Sumatera Barat yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak program tersebut dimulai pada 2013. Jumlah tersebut menempatkan Sumbar sebagai salah satu daerah dengan kekayaan budaya takbenda yang terus berkembang dan mendapat pengakuan nasional.

Pemerintah daerah bersama masyarakat diharapkan terus melanjutkan upaya pelestarian melalui proses pewarisan nilai budaya, regenerasi pelaku seni dan budaya, pembinaan komunitas, pengembangan tradisi, serta pemanfaatan budaya sebagai sumber pendidikan dan penguatan karakter bangsa.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, Syaiful Bahri, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjalankan agenda pemajuan kebudayaan melalui berbagai program yang berorientasi pada pelestarian dan pengembangan budaya lokal.

Menurutnya, semangat tersebut diwujudkan melalui tagline “Merawat Tradisi, Menjaga Jati Diri” yang menjadi landasan berbagai kebijakan dan program kebudayaan di Sumbar.

Selain penyerahan sertifikat WBTBI, Pemerintah Provinsi Sumbar juga menandatangani nota kesepahaman dengan Dinas Pendidikan guna mengoptimalkan fungsi museum dan cagar budaya sebagai sarana pembelajaran sejarah bagi pelajar. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat literasi sejarah sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga warisan budaya bangsa.

Melalui berbagai langkah tersebut, Sumatera Barat menegaskan perannya sebagai salah satu daerah yang aktif mendukung program pelestarian budaya nasional, sekaligus memperkuat kontribusi budaya lokal dalam membangun identitas Indonesia yang beragam dan berakar pada nilai-nilai tradisi.(Zulfidial)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Pemerintah Kota Padang memperkuat sinergi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan generasi muda dan lingkungan pendidikan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Kepala BNNP Sumatera Barat Toton Rasyid yang berlangsung di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Selasa (1/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan BNNP Sumbar dalam membangun sistem pencegahan narkoba yang dilakukan sejak usia dini.

Salah satu fokus pembahasan adalah penguatan Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN) pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Program tersebut diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika sekaligus membangun karakter dan ketahanan diri sejak berada di bangku sekolah.

Selain IKAN, Pemko Padang dan BNNP Sumbar juga membahas penguatan program Sekolah Bersinar, yakni lingkungan pendidikan yang diharapkan mampu menjadi ruang yang aman dan kondusif bagi peserta didik dari berbagai ancaman penyalahgunaan narkotika.

Melalui pendekatan tersebut, pencegahan tidak hanya dilakukan melalui sosialisasi, tetapi juga diintegrasikan ke dalam lingkungan sekolah dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari peserta didik, guru, tenaga kependidikan, hingga orang tua.

Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan generasi muda tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan memiliki ketahanan terhadap berbagai pengaruh negatif.

Menurutnya, sekolah menjadi salah satu ruang strategis untuk membangun kesadaran sejak dini. Karena itu, edukasi mengenai bahaya narkotika perlu diberikan secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan tingkat pendidikan peserta didik.

Penguatan program pencegahan juga dinilai penting karena ancaman penyalahgunaan narkotika tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum, tetapi juga berdampak terhadap masa depan generasi muda, kualitas pendidikan, kesehatan masyarakat, serta pembangunan sumber daya manusia.

Pemko Padang menyatakan kesiapan untuk memperkuat koordinasi dengan BNNP Sumbar agar berbagai program pencegahan dapat dilaksanakan secara terarah dan berkelanjutan di satuan pendidikan.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diterjemahkan ke dalam program nyata yang dapat dirasakan langsung oleh sekolah dan masyarakat.

Langkah ini juga memperkuat komitmen Pemko Padang yang sebelumnya bersama unsur Forkopimda Sumatera Barat telah menyatakan sikap bersama dalam upaya melindungi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba. Dalam deklarasi antinarkoba yang digelar pada Juni 2026, BNNP Sumbar juga menekankan pentingnya strategi pencegahan untuk memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika.

Dalam konteks pendidikan, keterlibatan sekolah menjadi sangat penting karena upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih sistematis melalui pembentukan budaya sekolah yang sehat. Guru dan tenaga kependidikan juga dapat berperan sebagai pihak yang memberikan edukasi sekaligus membantu menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi peserta didik.

Di sisi lain, keluarga tetap menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan. Komunikasi antara sekolah dan orang tua diperlukan agar pembinaan yang dilakukan di lingkungan pendidikan dapat diperkuat melalui pengawasan dan pendampingan di lingkungan keluarga.

Pemko Padang berharap sinergi dengan BNNP Sumbar mampu memperluas cakupan program pencegahan narkoba di seluruh satuan pendidikan di Kota Padang.

Dengan penguatan IKAN dan Sekolah Bersinar, pemerintah daerah menargetkan terbentuknya generasi muda yang memiliki pengetahuan, karakter, serta kemampuan untuk menjauhi penyalahgunaan narkotika.

Sinergi antara pemerintah daerah, BNNP Sumbar, sekolah, keluarga, dan masyarakat tersebut menjadi bagian penting dari investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Pemko Padang menegaskan, pencegahan harus dimulai sedini mungkin. Dengan memperkuat pendidikan dan lingkungan sosial yang sehat, generasi muda diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) resmi mengukuhkan kepengurusan HKTI Provinsi Sumatera Barat beserta jajaran pengurus HKTI di 19 kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. Pengukuhan yang berlangsung di Padang, Selasa (1/9/2026), menjadi langkah strategis dalam memperkuat konsolidasi organisasi petani sekaligus mendukung agenda pembangunan pertanian nasional dan ketahanan pangan Indonesia.

Prosesi pengukuhan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan HKTI Sumatera Barat serta kepengurusan HKTI kabupaten dan kota. Selanjutnya, Ketua Harian HKTI Pusat, Prof. Dr. Ir. Andi Muhammad Syakir, secara resmi melantik dan mengukuhkan seluruh pengurus yang akan menjalankan roda organisasi pada masa bakti yang baru.

Dalam sambutannya, Prof. Andi Muhammad Syakir menegaskan bahwa HKTI memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperjuangkan kepentingan petani serta memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional.

“HKTI harus menjadi organisasi yang mampu menjawab tantangan pertanian masa kini. Kekompakan, komunikasi yang baik, dan kerja nyata di lapangan menjadi kunci untuk menghadirkan manfaat bagi petani. Organisasi ini harus hadir sebagai solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi petani, mulai dari produksi, pemasaran hingga peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.

Menurutnya, sektor pertanian saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, alih fungsi lahan, fluktuasi harga komoditas, hingga persaingan pasar global. Karena itu, diperlukan organisasi petani yang kuat dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Ia juga menekankan pentingnya transformasi digital dalam pembangunan pertanian. Pemanfaatan teknologi modern, mulai dari sistem informasi pertanian, pemasaran digital, hingga penggunaan teknologi tepat guna di lapangan dinilai dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas akses pasar bagi petani.

Sementara itu, Ketua HKTI Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, menyampaikan komitmennya untuk menjadikan HKTI sebagai organisasi yang aktif, produktif, dan mampu memberikan manfaat langsung kepada petani.

Menurutnya, seluruh jajaran pengurus yang telah dikukuhkan harus mampu menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan riil petani. HKTI tidak boleh hanya berfokus pada aspek administratif organisasi, tetapi harus hadir sebagai wadah perjuangan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat pertanian.

“HKTI harus menjadi rumah besar bagi petani. Kita ingin organisasi ini mampu memperjuangkan kepentingan petani, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian, serta membangun kolaborasi yang kuat dengan pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya,” kata Evi Yandri.

Ia menambahkan, Sumatera Barat memiliki potensi besar di sektor pertanian, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan hingga peternakan. Potensi tersebut perlu didukung oleh kelembagaan petani yang kuat agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Pengukuhan kepengurusan HKTI Sumatera Barat dan 19 kabupaten/kota ini juga menjadi momentum mempererat sinergi antar-pengurus di berbagai daerah. Dengan kepengurusan yang baru, organisasi diharapkan mampu memperluas jaringan kerja sama dan memperkuat koordinasi dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan petani.

Sejalan dengan program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional, HKTI Sumatera Barat berkomitmen untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia petani, penguatan kelembagaan pertanian, pemanfaatan teknologi modern, serta pengembangan komoditas unggulan daerah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani.

Dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan, HKTI Sumatera Barat optimistis dapat menjadi motor penggerak kemajuan sektor pertanian di daerah sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan. (Ayu)

PADANG, 1 September 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas dedikasi dan pengabdian seluruh Polwan dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pesan tersebut tergambar dalam publikasi resmi Ditlantas Polda Sumbar yang menampilkan Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H. bersama Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Hantoro, S.I.K., M.K.

Dalam momentum Hari Jadi ke-78 Polwan RI yang diperingati pada 1 September 2026, keduanya menyampaikan penghargaan terhadap kiprah para Srikandi Bhayangkara yang terus mengambil peran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Polwan tidak hanya berperan dalam pelaksanaan tugas administratif, tetapi juga hadir secara langsung di tengah masyarakat dalam berbagai bidang pelayanan dan tugas kepolisian, termasuk menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas, memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif.

Dedikasi tersebut menjadi bagian penting dari upaya Polri untuk terus memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Melalui momentum peringatan ini, Ditlantas Polda Sumbar turut mengajak seluruh jajaran Polwan untuk terus mempertahankan semangat pengabdian serta meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

“Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian tanpa batas dari para Srikandi Bhayangkara demi menjaga keamanan dan ketertiban Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Peringatan Hari Jadi ke-78 Polwan RI menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang Polisi Wanita sekaligus memperkuat semangat pengabdian dalam memberikan kontribusi terbaik bagi institusi Polri, masyarakat, bangsa, dan negara.


Edtr/rptr: RF


REALITANUSANTARA.COM

PADANG  - Pemerintah Kota Padang terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui penguatan fasilitas, inovasi pelayanan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Rasidin Padang, Senin 31 Agustus 2026.

Peringatan HUT rumah sakit milik Pemerintah Kota Padang tersebut dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran bersama jajaran pemerintah daerah, pimpinan rumah sakit, tenaga kesehatan, pegawai, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Rangkaian kegiatan HUT ke-26 RSUD dr. Rasidin diawali dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah pegawai teladan dan inovatif. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap aparatur dan tenaga kesehatan yang dinilai memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pada momentum yang sama, RSUD dr. Rasidin juga meluncurkan inovasi pelayanan “Sahabat Rasidin” berupa layanan bus dan mobil antar-jemput pasien. Inovasi ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, khususnya pasien yang membutuhkan layanan transportasi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Peluncuran inovasi tersebut menjadi salah satu bagian penting dari peringatan HUT ke-26 RSUD dr. Rasidin yang mengusung semangat refleksi, inovasi, dan penguatan komitmen pelayanan publik.

Direktur RSUD dr. Rasidin Padang, dr. Lismawati R, SP.  PA.,M.Blomed. MM., M.K.M dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum ulang tahun rumah sakit tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Peringatan tersebut harus menjadi kesempatan bagi seluruh jajaran rumah sakit untuk melakukan evaluasi terhadap pelayanan yang telah diberikan sekaligus menyusun langkah perbaikan ke depan.

Menurutnya, semangat refleksi harus berjalan beriringan dengan keberanian untuk terus berinovasi serta memperkuat komitmen seluruh jajaran rumah sakit dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Momentum ini menjadi ruang bagi kita untuk melakukan refleksi, terus berinovasi, dan memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain agenda utama, peringatan HUT ke-26 RSUD dr. Rasidin juga diisi dengan berbagai kegiatan pendukung, antara lain senam sehat, kegiatan kesehatan, seminar hukum, kegiatan di bidang kecantikan, serta bazar UMKM.

Berbagai kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan bagi pegawai rumah sakit, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan sekaligus memperkuat hubungan antara rumah sakit dan masyarakat.

Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan keberadaan rumah sakit daerah memiliki posisi strategis dalam memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, mudah diakses, dan berkualitas.

Menurut Fadly, RSUD dr. Rasidin harus terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Karena itu, pengembangan fasilitas dan peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Ia berharap RSUD dr. Rasidin secara bertahap mampu menjadi salah satu rumah sakit terbaik di Kota Padang.

Fadly juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang baik dan komunikasi yang terbuka. Menurutnya, kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan teknologi, tetapi juga oleh bagaimana tenaga kesehatan berkomunikasi serta memberikan rasa nyaman kepada pasien dan keluarga.

“Pemerintah Kota Padang sangat terbuka. Siapa pun dapat datang untuk menyampaikan berbagai hal dan bersua bersama pemerintah dalam rangka membangun pelayanan yang lebih baik,” kata Fadly.

Di tengah kebijakan efisiensi dan keterbatasan anggaran pemerintah, Fadly menyebut Pemko Padang tetap berupaya memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan optimal.

Ia juga mengapresiasi rumah sakit yang berada di Kota Padang karena hingga saat ini tetap berupaya memberikan pelayanan kepada pasien tanpa melakukan penolakan.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dan komitmen bersama dalam menjaga akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion turut menyoroti kebutuhan pengembangan RSUD dr. Rasidin seiring dengan meningkatnya aktivitas dan kebutuhan pelayanan rumah sakit.

Muharlion menyampaikan bahwa masih terdapat persoalan terkait lahan RSUD dr. Rasidin yang perlu dituntaskan. Ia meminta Pemerintah Kota Padang memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut agar pengembangan rumah sakit dapat dilakukan secara lebih optimal.

Menurutnya, kebutuhan terhadap fasilitas kesehatan akan terus meningkat sehingga ketersediaan lahan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan rumah sakit ke depan.

“Dengan perkembangan RSUD dr. Rasidin yang cukup signifikan, persoalan lahan yang masih belum selesai perlu mendapat perhatian dan segera dituntaskan,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat mencari solusi terbaik sehingga pengembangan fasilitas rumah sakit tidak terkendala persoalan lahan.

Selain peluncuran inovasi “Sahabat Rasidin”, rangkaian HUT ke-26 juga ditandai dengan pemotongan tumpeng serta peresmian ruang perawatan VIP dan VVIP.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wali Kota Padang bersama jajaran terkait.

Kehadiran ruang perawatan tersebut diharapkan semakin memperkuat kapasitas RSUD dr. Rasidin dalam memberikan pilihan layanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kenyamanan pasien selama menjalani perawatan.

Pengembangan fasilitas tersebut menjadi bagian dari langkah RSUD dr. Rasidin untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Fadly berharap fasilitas baru tersebut benar-benar diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan. Dengan demikian, pembangunan sarana dan prasarana tidak hanya menghasilkan fasilitas yang lebih baik, tetapi juga mampu meningkatkan kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit daerah.

Peringatan HUT ke-26 RSUD dr. Rasidin akhirnya menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin profesional, humanis, inovatif, dan mudah diakses masyarakat.

Melalui inovasi “Sahabat Rasidin”, pengembangan ruang VIP-VVIP, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembenahan fasilitas dan tata kelola, RSUD dr. Rasidin diharapkan mampu terus bertransformasi menjadi salah satu pusat pelayanan kesehatan unggulan di Kota Padang.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Lokal House Coffee Shop resmi menggelar grand opening pada Sabtu (29/8/2026). Kehadiran kafe di jalan niaga samping bank nagari pondok kota Padang, yang berlokasi di kawasan strategis pusat Kota Padang ini menambah pilihan destinasi kuliner dan tempat bersantai bagi masyarakat dari berbagai kalangan.

Owner Lokal House Coffee Shop, Muhammad Aqil Ramadhan, melalui stafnya Andien, menyampaikan bahwa kafe tersebut hadir dengan konsep yang mengutamakan kenyamanan pengunjung, didukung berbagai pilihan makanan dan minuman berkualitas dengan harga yang terjangkau.

“Lokal House Coffee Shop resmi dibuka untuk seluruh lapisan masyarakat. Kami ingin menghadirkan tempat yang nyaman dengan sajian makanan dan minuman yang lezat tanpa harus menguras kantong pengunjung,” ujar Andien saat acara pembukaan.

Menurutnya, manajemen juga berencana mengoperasikan kafe selama 24 jam dengan sistem tiga shift. Namun untuk tahap awal, operasional dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga 03.00 WIB sambil melihat perkembangan jumlah pengunjung.

Berbagai menu khas Nusantara menjadi andalan Lokal House Coffee Shop. Di antaranya pasta, ayam chili padi, ayam bakar madu, hingga ayam bumbu hitam yang diracik dengan cita rasa khas Indonesia.

“Kami menghadirkan menu-menu yang dekat dengan selera masyarakat Indonesia. Selain kopi, pengunjung juga bisa menikmati berbagai hidangan utama yang cocok untuk makan siang, makan malam, maupun sekadar bersantai bersama teman dan keluarga,” tambahnya.

Keunggulan lainnya terletak pada lokasi usaha yang berada di kawasan Pondok, salah satu pusat aktivitas masyarakat Kota Padang yang dikenal sebagai sentra kuliner dan kawasan wisata. Posisi tersebut dinilai sangat strategis untuk menjangkau wisatawan maupun warga lokal.

Tidak hanya menawarkan sajian kuliner, Lokal House Coffee Shop juga menghadirkan fasilitas yang mendukung kebutuhan masyarakat modern. Area indoor didesain nyaman untuk bekerja, belajar, maupun mengadakan pertemuan dengan dukungan akses WiFi gratis. Sementara di lantai dua tersedia area outdoor khusus bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana santai dengan konsep smoking area.

Konsep yang menggabungkan kenyamanan ruang, menu berkualitas, dan lokasi strategis menjadikan Lokal House Coffee Shop optimistis dapat menjadi salah satu destinasi favorit baru di Kota Padang.

Dengan semakin berkembangnya industri kuliner dan coffee shop di berbagai daerah, kehadiran Lokal House Coffee Shop diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi lokal serta membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

Acara grand opening berlangsung meriah dan mendapat sambutan positif dari para tamu undangan serta pengunjung yang hadir untuk menikmati suasana dan berbagai sajian spesial yang ditawarkan pada hari pembukaan. (Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Perumda Air Minum Kota Padang terus memperkuat infrastruktur jaringan distribusi air bersih sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan pemerataan pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui pekerjaan interkoneksi jaringan perpipaan DN 600 x 150 di kawasan Jembatan Sari Petojo, Ganting, Kota Padang, pada Rabu (19/8/2026).

Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari program pembenahan dan optimalisasi sistem perpipaan yang dilakukan secara bertahap. Interkoneksi jaringan diharapkan dapat meningkatkan daya dukung sistem distribusi sehingga aliran air ke rumah-rumah pelanggan dapat berlangsung lebih merata dan optimal.

Perbaikan jaringan distribusi menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih. Selain memastikan ketersediaan air, kondisi jaringan perpipaan yang baik juga diperlukan untuk menjaga tekanan dan kestabilan aliran hingga ke pelanggan.

Dalam pelaksanaannya, pekerjaan teknis interkoneksi tersebut berpotensi berdampak sementara terhadap kondisi distribusi air di sejumlah wilayah yang berada dalam cakupan jaringan terdampak.

Pelanggan di kawasan terkait diperkirakan dapat mengalami penurunan tekanan air hingga penghentian aliran untuk sementara waktu selama proses pekerjaan berlangsung. Kondisi tersebut merupakan konsekuensi teknis dari proses pengaturan jaringan saat pekerjaan interkoneksi dilakukan.

Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, meminta masyarakat, khususnya pelanggan yang berada di kawasan terdampak, untuk melakukan langkah antisipasi sebelum pekerjaan dimulai.

Ia mengimbau pelanggan menampung air secukupnya sebagai persediaan selama proses pekerjaan teknis berlangsung. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air sehari-hari apabila terjadi gangguan distribusi sementara.

"Pekerjaan ini sangat penting untuk mendukung daya dukung jaringan distribusi kita ke depan. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan mengimbau pelanggan di kawasan terkait untuk menampung air cadangan secukupnya sebelum pengerjaan dimulai," ujar Adhie.

Menurutnya, pekerjaan interkoneksi bukan sekadar penanganan gangguan jaringan, tetapi merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Perumda Air Minum Kota Padang dalam melakukan penataan dan penguatan sistem distribusi.

Optimalisasi jaringan diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas pelayanan. Dengan jaringan yang semakin terintegrasi dan memiliki daya dukung lebih baik, distribusi air bersih kepada pelanggan diharapkan dapat menjadi lebih stabil.

Perumda Air Minum Kota Padang juga terus mendorong pembenahan infrastruktur secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan pelayanan dan kondisi jaringan di lapangan.

Peningkatan kapasitas dan keandalan jaringan distribusi menjadi semakin penting seiring dengan kebutuhan air bersih masyarakat yang terus berkembang. Karena itu, pekerjaan teknis seperti interkoneksi jaringan menjadi bagian dari strategi perusahaan daerah untuk menjaga kualitas pelayanan sekaligus mempersiapkan sistem perpipaan menghadapi kebutuhan pelanggan di masa mendatang.

Perumda Air Minum Kota Padang mengharapkan dukungan dan pengertian masyarakat selama proses pekerjaan berlangsung. Gangguan yang terjadi selama pengerjaan diharapkan dapat dipahami sebagai bagian dari proses peningkatan infrastruktur pelayanan air bersih.

Dengan pembenahan yang dilakukan secara berkelanjutan, perusahaan menargetkan sistem distribusi air minum di Kota Padang semakin andal, merata, dan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.(AYU)

REALITANYSANTARA.COM

PADANG  - Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Taban III di Kota Padang, Sumatera Barat, mulai memasuki tahap persiapan setelah kontrak pekerjaan proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ditandatangani.

Proyek strategis tersebut diproyeksikan menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperluas cakupan pelayanan air bersih sekaligus menjawab tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan Perumda Air Minum Kota Padang.

Anggota DPR RI Zigo Rolanda meninjau langsung lokasi pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Taban III di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Rabu (5/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi sekaligus melihat perkembangan awal pekerjaan setelah proses kontrak dilaksanakan.

Zigo mengatakan, pembangunan IPA Taban III saat ini masih berada pada tahap awal berupa pembersihan lahan dan berbagai persiapan teknis sebelum pekerjaan konstruksi utama dimulai.

"Hari ini kami meninjau lokasi pembangunan IPA Taban III. Proses kontrak telah dilakukan sekitar sebulan lalu dan saat ini masih dalam tahap persiapan di lapangan," ujar Zigo.

Menurut dia, keberadaan proyek tersebut diharapkan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas pelayanan air minum di Kota Padang. Dengan kebutuhan air bersih yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan permukiman, tambahan kapasitas produksi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pelayanan.

Pembangunan SPAM Taban III memiliki masa pelaksanaan selama 450 hari kalender dan ditargetkan selesai pada Oktober 2027. Setelah seluruh fasilitas selesai dibangun dan mulai beroperasi, kapasitas pelayanan air bersih di Kota Padang diharapkan semakin meningkat, terutama untuk kawasan yang selama ini memiliki kebutuhan tinggi.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, mengatakan pembangunan IPA Taban III menjadi momentum penting untuk memperluas cakupan layanan perusahaan.

Berdasarkan perhitungan Perumda Air Minum Padang, fasilitas tersebut diproyeksikan mampu melayani kebutuhan sekitar 20 ribu sambungan pelanggan baru.

Angka tersebut dinilai cukup signifikan karena saat ini jumlah masyarakat yang masuk dalam daftar tunggu untuk mendapatkan sambungan air bersih telah mencapai sekitar 18 ribu sambungan.

"Saat ini daftar tunggu calon pelanggan sudah mencapai sekitar 18 ribu sambungan, terutama di Kecamatan Koto Tangah dan kawasan Bypass. Kehadiran IPA Taban III diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tersebut," kata Hendra.

Tingginya daftar tunggu tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan air perpipaan masih cukup besar. Karena itu, penambahan kapasitas melalui pembangunan IPA Taban III diharapkan tidak hanya menyelesaikan sebagian antrean pelanggan, tetapi juga mendukung pengembangan jaringan pelayanan baru di kawasan yang terus berkembang.

Kecamatan Koto Tangah menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena pertumbuhan kawasan permukiman dan aktivitas masyarakat di wilayah tersebut terus meningkat.

Selain itu, kawasan koridor Bypass juga menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan dukungan infrastruktur air minum yang memadai.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyebut pembangunan SPAM Taban III merupakan salah satu proyek strategis dalam memperkuat sistem penyediaan air bersih di Kota Padang.

Menurut Maigus, keberadaan fasilitas baru tersebut nantinya tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari sistem pelayanan air minum yang saling terintegrasi. SPAM Taban III juga diharapkan dapat menjadi penunjang bagi sistem pelayanan yang selama ini ditopang oleh Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun.

Pembangunan proyek tersebut mencakup sejumlah komponen utama. Selain pembangunan instalasi pengolahan air, pekerjaan juga meliputi pemasangan pipa transmisi, pembangunan reservoir, serta pengembangan jaringan distribusi kepada pelanggan.

Untuk memastikan seluruh pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana, proyek tersebut disiapkan dalam empat paket pekerjaan. Dari jumlah tersebut, tiga paket merupakan pekerjaan konstruksi, sedangkan satu paket lainnya merupakan manajemen konstruksi.

Pembagian paket pekerjaan tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pembangunan secara lebih terukur, mulai dari pekerjaan fisik hingga pengawasan dan pengendalian mutu proyek.

Maigus Nasir meminta seluruh penyedia jasa yang terlibat dalam pembangunan SPAM Taban III melaksanakan pekerjaan sesuai standar mutu, jadwal pelaksanaan, serta spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Menurutnya, proyek penyediaan air minum menyangkut kebutuhan dasar masyarakat sehingga kualitas pembangunan harus menjadi perhatian utama. Infrastruktur yang dibangun diharapkan tidak hanya selesai sesuai target, tetapi juga mampu berfungsi secara optimal dalam jangka panjang.

Selain aspek teknis, pemerintah daerah juga meminta agar proses pembangunan memperhatikan kondisi masyarakat di sekitar lokasi proyek.

Penyedia jasa diminta menjaga komunikasi dan koordinasi dengan lingkungan sekitar agar berbagai potensi dampak sosial selama proses pembangunan dapat diminimalkan.

Pemerintah Kota Padang berharap pembangunan SPAM Taban III dapat menjadi salah satu solusi untuk mempercepat perluasan pelayanan air bersih. Dengan kapasitas yang diproyeksikan mampu mendukung sekitar 20 ribu sambungan pelanggan baru, proyek tersebut diharapkan dapat mengurangi daftar tunggu sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap air minum perpipaan.

Jika pembangunan berjalan sesuai jadwal dan target penyelesaian Oktober 2027 dapat tercapai, SPAM Taban III akan menjadi salah satu tambahan infrastruktur penting dalam sistem pelayanan air minum Kota Padang.

Pembangunan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan layanan air bersih di tengah pertumbuhan penduduk, perkembangan kawasan permukiman, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan publik yang berkualitas.(Ayu)


REALITANUSANTARA.COM

PADANG – SMP Negeri 11 Padang memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 dengan menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan siswa, guru, alumni, komite sekolah, serta para purnabakti. Perayaan yang berlangsung di lingkungan sekolah pada Kamis (27/8/2026) itu mengusung tema “Bersinar Bersama, Menggapai Prestasi, dan Menginspirasi Masa Depan.”

Kepala SMP Negeri 11 Padang, Arna Fera, S.Si., M.Pd, mengatakan bahwa momentum peringatan hari jadi sekolah tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana memperkuat kebersamaan seluruh elemen yang selama ini berkontribusi terhadap kemajuan sekolah.

Menurutnya, sinergi antara sekolah, alumni, komite, dan para purnabakti merupakan modal penting untuk mewujudkan SMP Negeri 11 Padang sebagai sekolah yang unggul dan menjadi pilihan utama masyarakat.

“Harapan ke depan, melalui peringatan ulang tahun ke-69 ini, silaturahmi seluruh keluarga besar SMP Negeri 11 Padang semakin erat. Ada alumni, komite sekolah, dan para purnabakti yang terus memberikan dukungan. Dengan kebersamaan tersebut, kami ingin SMP Negeri 11 Padang menjadi sekolah yang difavoritkan dan mampu menjadi rumah kedua bagi para siswa sehingga mereka merasa aman, nyaman, dan bahagia dalam belajar,” ujar Arna Fera.

Perayaan HUT ke-69 digelar selama satu hari penuh tanpa mengganggu proses belajar mengajar. Berbagai kegiatan seremonial dan perlombaan dilaksanakan secara bersamaan dengan melibatkan peserta didik dari berbagai jenjang kelas.

“Kegiatan ini hanya berlangsung satu hari. Kami tetap memperhatikan agar proses belajar mengajar tidak terganggu. Karena itu, kegiatan seremonial dan perlombaan dilaksanakan secara bersamaan, dan pada sore hari akan diumumkan para pemenangnya,” jelasnya.

Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Kota Padang, unsur kecamatan dan kelurahan, kepolisian setempat, pengawas pendidikan, tokoh masyarakat, alumni, para purnabakti, serta sejumlah mantan kepala sekolah yang pernah memimpin SMP Negeri 11 Padang.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan besarnya perhatian dan dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan serta pengembangan karakter peserta didik di sekolah yang telah berdiri selama hampir tujuh dekade itu.

Dalam kesempatan tersebut, Arna Fera juga menyampaikan pesan moral kepada seluruh siswa agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter dan akhlak yang baik.

“Jadilah anak-anak yang hebat. Bukan hanya hebat dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki moral yang baik, berkarakter kuat, serta mampu membanggakan orang tua, agama, dan negara,” tegasnya.

Saat ini SMP Negeri 11 Padang memiliki sebanyak 709 siswa. Sekolah tersebut terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi peserta didik. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak lulusan SMP Negeri 11 Padang yang berhasil melanjutkan pendidikan ke berbagai sekolah menengah atas unggulan di Kota Padang, termasuk SMAN 1 Padang dan SMAN 10 Padang.

Melalui semangat HUT ke-69, SMP Negeri 11 Padang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan berkualitas, membangun lingkungan belajar yang aman dan nyaman, serta mencetak generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(Zulfidial)

 

REALITANUSANTARA.COM

SUMBAR - 28 Agustus 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pesisir Selatan kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam pelaksanaan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Lalu Lintas Jajaran Polda Sumatera Barat Tahun 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Satlantas Polres Pesisir Selatan berhasil meraih penghargaan dan mempertahankan predikat sebagai Polres Terbaik di Zona B. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas capaian kinerja serta dedikasi personel dalam menjalankan tugas di bidang lalu lintas.

Penghargaan diserahkan dalam rangkaian kegiatan Rakernis Fungsi Lalu Lintas Polda Sumatera Barat yang dipimpin oleh Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi jajaran Satlantas Polres Pesisir Selatan. Predikat terbaik yang berhasil dipertahankan menunjukkan adanya konsistensi dalam pelaksanaan tugas, kekompakan personel, serta komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Prestasi ini tidak hanya menjadi sebuah penghargaan, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh personel Satlantas Polres Pessel untuk mempertahankan kinerja dan terus melakukan berbagai inovasi dalam memberikan pelayanan di bidang lalu lintas.

Dalam pelaksanaan tugasnya, Satlantas Polres Pessel terus berkomitmen mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres Pesisir Selatan.

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., turut memberikan apresiasi atas capaian yang diraih Satlantas Polres Pessel. Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi pemacu semangat bagi personel untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa Satlantas Polres Pessel terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” demikian pesan yang disampaikan dalam momentum penghargaan tersebut.

Ke depan, Satlantas Polres Pesisir Selatan diharapkan dapat terus mempertahankan capaian tersebut sekaligus meningkatkan inovasi dan kualitas pelayanan publik di bidang lalu lintas.

Dengan semangat Polantas Presisi, Hadir untuk Masyarakat, Satlantas Polres Pessel berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan yang profesional, humanis dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.


Edtr/rptr : (RF)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang memperkuat langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Upaya tersebut dilakukan dengan memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana (sarpras) kepolisian agar dapat digunakan secara optimal ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo memimpin langsung pengecekan kesiapsiagaan personel dan sarpras di Mapolresta Padang, Rabu (26/8/2026). Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian dalam menghadapi berbagai kemungkinan gangguan keamanan, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla), aksi unjuk rasa, serta gangguan kamtibmas lainnya.

Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional jajaran Polresta Padang, baik dari aspek personel maupun perlengkapan pendukung. Kesiapan tersebut dinilai penting mengingat dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat dapat berkembang dengan cepat sehingga membutuhkan respons kepolisian yang terukur.

Dalam arahannya kepada personel, Kombes Pol Apri Wibowo menekankan pentingnya meningkatkan disiplin dan memahami tugas serta fungsi masing-masing. Setiap anggota diharapkan mampu menjalankan peran sesuai tanggung jawabnya sehingga pengerahan personel dapat dilakukan secara efektif ketika menghadapi situasi kontinjensi.

“Pengecekan ini untuk memastikan kesiapan personel maupun sarana prasarana. Kita harus selalu siap menghadapi setiap potensi gangguan kamtibmas, termasuk karhutla dan aksi unjuk rasa,” ujar Apri Wibowo.

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya berkaitan dengan jumlah personel yang tersedia, tetapi juga kondisi sarana pendukung yang digunakan dalam pelaksanaan tugas. Karena itu, pemeriksaan secara berkala diperlukan untuk memastikan seluruh perangkat operasional berada dalam kondisi siap pakai.

Khusus menghadapi potensi karhutla, kesiapan sejak dini menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung respons cepat terhadap kejadian yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan lingkungan. Polresta Padang juga perlu memastikan koordinasi serta komunikasi dengan pihak terkait berjalan efektif apabila terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan bersama.

Selain karhutla, potensi aksi penyampaian pendapat di muka umum juga menjadi perhatian. Dalam menjalankan tugas pengamanan, personel diminta mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis, sekaligus tetap menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya Polresta Padang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selama kegiatan penyampaian aspirasi. Pada sejumlah kegiatan sebelumnya, kepolisian juga menekankan pentingnya komunikasi dan pelayanan humanis agar penyampaian pendapat dapat berlangsung tertib dan kondusif.

Apri Wibowo menegaskan bahwa setiap pelaksanaan tugas harus berlandaskan kesiapan, koordinasi dan profesionalitas. Personel juga diminta menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP), dengan tetap mengutamakan pelayanan serta perlindungan terhadap masyarakat.

“Yang paling utama adalah kesiapan, koordinasi, dan profesionalitas. Laksanakan tugas sesuai SOP serta tetap mengedepankan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat,” tegasnya.

Penguatan kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari langkah Polresta Padang dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukumnya. Terlebih, sepanjang Agustus 2026, Polresta Padang juga meningkatkan sejumlah langkah pemeliharaan kamtibmas melalui patroli dan koordinasi lintas unsur.

Pada Senin (24/8/2026) malam, misalnya, Apri Wibowo memimpin Patroli Presisi dalam rangka Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di sejumlah lokasi aktivitas masyarakat. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau situasi keamanan sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas.

Sebelumnya, Polresta Padang juga menggelar koordinasi bersama sejumlah pihak terkait dalam upaya mencegah berbagai persoalan yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemeliharaan kamtibmas tidak hanya mengandalkan tindakan penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan pencegahan dan keterlibatan masyarakat.

Kesiapan Polresta Padang juga mendapat perhatian dalam Gelar Operasional dan Pembinaan Semester I Tahun 2026 yang digelar Polda Sumatera Barat pada 20 Agustus 2026. Forum tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan kesiapsiagaan jajaran kepolisian dalam menjaga harkamtibmas, termasuk menghadapi potensi bencana alam dan karhutla.

Dengan pemeriksaan personel dan sarpras secara berkala, Polresta Padang berupaya memastikan setiap unsur kepolisian memiliki kesiapan menghadapi berbagai perkembangan situasi. Respons cepat, koordinasi lintas sektor, profesionalitas, serta pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan masyarakat.

Kapolresta Padang berharap kesiapan tersebut dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sekaligus menjaga wilayah hukum Polresta Padang tetap aman dan kondusif.

Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen Polresta Padang untuk menjalankan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban secara profesional, responsif, serta berorientasi pada pelayanan dan perlindungan masyarakat.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Wali Kota Padang Fadly Amran mengajak seluruh jemaah Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) Kota Padang untuk turut mendukung berbagai program pembangunan yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Padang. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Perti Kecamatan Padang Selatan di Masjid Raya Teluk Bayur, Selasa (25/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Fadly Amran menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan Kota Padang tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan pelayanan publik, tetapi juga menyangkut pembangunan sumber daya manusia, terutama generasi muda.

Salah satu program yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Padang adalah Smart Surau. Program tersebut diarahkan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mengoptimalkan fungsi surau sebagai pusat pembinaan keagamaan, pendidikan karakter, sekaligus ruang pembelajaran bagi generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial.

Fadly menyampaikan, keberadaan surau memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Karena itu, penguatan fungsi surau dinilai penting agar tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi dan pembentukan karakter anak-anak serta remaja.

“Surau memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda. Karena itu, melalui program Smart Surau, kita ingin menghadirkan ruang pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus tetap berlandaskan nilai-nilai agama dan budaya,” ujar Fadly dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap dukungan dari organisasi keagamaan seperti Perti dapat memperkuat implementasi berbagai program pemerintah. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar program pembangunan tidak hanya berjalan dari sisi kebijakan pemerintah, tetapi juga mendapat dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.

Menurut Fadly, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi momentum untuk memperkuat kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai kejujuran, kepedulian, persatuan, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat dinilai relevan untuk menjadi landasan dalam membangun Kota Padang.

Ia juga mengajak jemaah untuk menjaga persatuan serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda. Pemerintah, kata dia, membutuhkan dukungan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk perkembangan teknologi dan perubahan pola kehidupan sosial.

Peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan PAC Perti Kecamatan Padang Selatan tersebut berlangsung dalam suasana religius dan diikuti jemaah serta sejumlah tokoh masyarakat. Kegiatan itu sekaligus menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat serta organisasi keagamaan.

Fadly menegaskan, Pemerintah Kota Padang akan terus mendorong pembangunan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Ia berharap semangat kolaborasi tersebut dapat semakin diperkuat sehingga berbagai program pemerintah dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Pembangunan Kota Padang merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dari masyarakat, termasuk para ulama, tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan, sangat penting untuk memastikan setiap program dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, Pemko Padang juga berharap nilai-nilai keagamaan dapat semakin melekat dalam kehidupan masyarakat. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, pembangunan kota diharapkan tidak hanya menghasilkan kemajuan secara fisik, tetapi juga melahirkan generasi yang berkarakter, berilmu, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

Editor : Ayu

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.