Latest Post

REALITANUSANTARA.COM

PADANG  - SMP Negeri 7 Padang, Sumatera Barat, memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 dengan menggelar kegiatan Pra-Olimpiade SMPN 7 Padang atau PROMIS ke-10, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari jadi sekolah sekaligus momentum untuk mendorong peningkatan prestasi akademik dan nonakademik peserta didik. Pelaksanaan PROMIS ke-10 mengusung semangat membentuk generasi Indonesia Emas yang tidak hanya unggul dalam bidang pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang kuat.

Mengangkat semangat mewujudkan generasi Indonesia Emas yang berakhlak Qurani, cerdas, kreatif, serta memiliki wawasan global, kegiatan tersebut diisi dengan berbagai agenda yang melibatkan siswa. Penampilan seni dan kreativitas peserta didik turut memeriahkan suasana peringatan HUT ke-58 SMPN 7 Padang.

PROMIS menjadi salah satu ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan, keberanian, kreativitas, sekaligus membangun semangat berkompetisi secara positif. Melalui kegiatan tersebut, sekolah berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang mendorong siswa untuk terus mengembangkan potensi sesuai minat dan bakat masing-masing.

Selain mengedepankan prestasi akademik, rangkaian HUT ke-58 SMPN 7 Padang juga memberikan perhatian terhadap penguatan pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan. Hal itu ditunjukkan melalui agenda Wisuda Tahfizh ke-5 yang menjadi bagian lanjutan dari rangkaian peringatan hari jadi sekolah.

Sebanyak 24 hafiz dan hafizah dijadwalkan mengikuti Wisuda Tahfizh ke-5. Kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekolah terhadap siswa yang telah berupaya mengembangkan kemampuan menghafal Al-Qur'an sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan tahfizh di lingkungan sekolah diharapkan tidak hanya berorientasi pada capaian hafalan, tetapi juga mampu membentuk karakter peserta didik yang disiplin, bertanggung jawab, berakhlak, dan memiliki kecintaan terhadap Al-Qur'an.

Rangkaian peringatan HUT ke-58 tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen SMPN 7 Padang dalam mengembangkan pendidikan yang seimbang antara kecerdasan intelektual, kreativitas, keterampilan, dan pembentukan karakter.

Momentum tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan serta melahirkan siswa-siswa berprestasi yang mampu bersaing di tingkat yang lebih luas.

Dengan menggabungkan penguatan akademik, kreativitas, seni, serta pendidikan keagamaan, SMPN 7 Padang menargetkan lahirnya generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan dan berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Peringatan HUT ke-58 pun diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi momentum evaluasi dan penguatan komitmen seluruh warga sekolah untuk terus menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, inovatif, dan berwawasan global.

SMPN 7 Padang diharapkan semakin konsisten mencetak generasi unggul yang memiliki prestasi sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan keagamaan sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman. (AYU)

Mengenal Lebih Dekat Polantas KARIB: Polantas Humanis, Dekat, dan Bersahabat dengan Masyarakat 

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui semangat Polantas KARIB, sebuah konsep pelayanan Polri yang mengedepankan kedekatan, kemitraan, kepedulian, respons cepat, serta integritas.

Polantas KARIB merupakan singkatan dari Kemitraan, Aktif, Responsif, Intuitif, dan Berintegritas. Konsep tersebut menjadi semangat bagi setiap personel Polisi Lalu Lintas dalam memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Melalui nilai Kemitraan, Polantas membangun kerja sama dan hubungan yang baik dengan seluruh elemen masyarakat. Keselamatan berlalu lintas tidak hanya menjadi tanggung jawab Kepolisian, tetapi membutuhkan peran serta seluruh pengguna jalan, komunitas, pelajar, mahasiswa, serta masyarakat secara umum.

Sementara itu, nilai Aktif menekankan pentingnya kehadiran Polantas secara nyata di tengah masyarakat. Personel tidak hanya hadir ketika terjadi pelanggaran atau kecelakaan, tetapi juga melalui kegiatan patroli, pengaturan lalu lintas, edukasi keselamatan, serta memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Nilai Responsif menjadi komitmen Polantas untuk memberikan respons yang cepat dan tepat terhadap berbagai persoalan di jalan. Mulai dari kemacetan, kecelakaan lalu lintas, gangguan arus kendaraan, hingga keluhan masyarakat.

Kemudian, nilai Intuitif mengandung makna bahwa personel Polantas harus memiliki kepekaan dalam melihat dan memahami situasi di lapangan. Dengan kepekaan tersebut, Polantas diharapkan mampu mengambil langkah yang tepat serta memberikan bantuan kepada masyarakat tanpa harus selalu menunggu adanya laporan atau permintaan.

Adapun nilai Berintegritas menjadi dasar utama dalam pelaksanaan tugas. Setiap personel Polantas dituntut untuk menjalankan tugas secara profesional, jujur, transparan, adil, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Dirlantas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, mengatakan bahwa semangat Polantas KARIB merupakan bagian dari upaya untuk membangun hubungan yang semakin dekat antara Polisi Lalu Lintas dan masyarakat.

Melalui Polantas KARIB, kami ingin Polantas semakin dekat dengan masyarakat. Kehadiran anggota di lapangan bukan hanya untuk melakukan penegakan hukum, tetapi juga memberikan perlindungan, pelayanan, edukasi, serta membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Menurutnya, keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kerja sama antara Kepolisian dan seluruh lapisan masyarakat.


Kami mengajak seluruh masyarakat Sumatera Barat untuk bersama-sama membangun budaya tertib berlalu lintas. Dengan kemitraan dan kesadaran bersama, kita dapat menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, lancar, dan berkeselamatan,” tambahnya.

Meski mengedepankan pendekatan humanis dan pelayanan yang bersahabat, Polantas KARIB bukan berarti menghilangkan fungsi penegakan hukum. Terhadap pelanggaran yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan dan mengganggu ketertiban lalu lintas, tindakan hukum tetap dilakukan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

Melalui semangat Kemitraan, Aktif, Responsif, Intuitif, dan Berintegritas, Ditlantas Polda Sumatera Barat terus berupaya menghadirkan sosok Polantas yang profesional, humanis, serta dipercaya oleh masyarakat.

Dengan hadirnya Polantas KARIB, masyarakat diharapkan dapat melihat Polantas bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra, pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
À
Polantas KARIB — Humanis, Dekat, dan Bersahabat.

Keselamatan di Jalan adalah Tanggung Jawab Bersama.

Edtr/Rptr : Rf

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menggelar Ekspose Penilaian Lomba Sekolah Sehat Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) Strata Standar Tingkat Kota Padang Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, 1–3 September 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat penerapan budaya hidup sehat di lingkungan satuan pendidikan.

Penilaian sekolah sehat ini tidak hanya berorientasi pada aspek kebersihan lingkungan sekolah, tetapi juga melihat sejauh mana program kesehatan sekolah telah diterapkan secara berkelanjutan. Proses penilaian dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pemaparan program oleh masing-masing sekolah hingga verifikasi langsung di lapangan.

Melalui kegiatan tersebut, tim penilai dapat melihat secara langsung berbagai program dan fasilitas yang mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, aman, bersih, nyaman, serta mampu menunjang proses belajar mengajar.

Aspek penilaian juga diarahkan untuk melihat keterlibatan seluruh unsur sekolah dalam membangun kebiasaan hidup sehat. Guru, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga warga sekolah lainnya diharapkan tidak hanya memahami pentingnya kesehatan, tetapi juga menjadikannya sebagai bagian dari budaya sehari-hari.

Program UKS/M memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia sekolah. Lingkungan pendidikan dinilai menjadi salah satu ruang penting untuk menanamkan kebiasaan positif karena sebagian besar waktu anak dihabiskan di sekolah.

Karena itu, keberadaan sekolah sehat diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan standar sarana dan prasarana. Lebih jauh, sekolah didorong mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung kesehatan fisik, kenyamanan belajar, serta tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

Dalam proses penilaian, pemaparan program menjadi salah satu bagian penting untuk mengetahui berbagai inovasi dan strategi yang telah dilakukan sekolah dalam menjalankan UKS/M. Setelah itu, verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara program yang disampaikan dengan penerapannya di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bagi sekolah untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai program kesehatan yang telah berjalan. Sekolah yang telah memiliki praktik baik diharapkan dapat menjadi contoh dan sumber inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya di Kota Padang.

Pemko Padang berharap pelaksanaan Lomba Sekolah Sehat UKS/M Strata Standar Tahun 2026 dapat mendorong semakin banyak sekolah yang berkomitmen membangun lingkungan pendidikan yang sehat dan berkualitas.

Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan tersebut diharapkan menjadi instrumen untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan pendidikan.

Dengan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, aman, dan nyaman, peserta didik diharapkan dapat mengikuti proses pembelajaran secara lebih optimal. Pada akhirnya, upaya tersebut menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi Kota Padang yang sehat, produktif, berkarakter, dan memiliki kualitas sumber daya manusia yang unggul.

Semangat tersebut sejalan dengan pesan “Sekolah Sehat, Generasi Hebat”, yang menempatkan sekolah bukan hanya sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai ruang strategis untuk membangun kebiasaan hidup sehat dan membentuk generasi masa depan.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara resmi melepas Kontingen Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Padang yang akan berlaga pada Jambore Kader TP-PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kota Bukittinggi, yang berlangsung pada 1–3 September 2026.

Pelepasan kontingen dilaksanakan di Balai Kota Padang dan dihadiri jajaran Pemerintah Kota Padang, pengurus TP-PKK, serta para kader yang akan mewakili Kota Padang dalam berbagai cabang perlombaan dan kegiatan jambore. Sebanyak 40 kader TP-PKK Kota Padang diterjunkan untuk mengikuti ajang tahunan tersebut.

Dalam sambutannya, Fadly Amran menegaskan bahwa Jambore TP-PKK bukan sekadar kompetisi untuk mengejar gelar juara, melainkan wadah strategis untuk memperkuat soliditas kader serta mengevaluasi efektivitas pelaksanaan program-program PKK di tengah masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengukur kemampuan kader dalam menjalankan tugas organisasi, sekaligus memperlihatkan komitmen mereka dalam mendukung program pemberdayaan keluarga dan masyarakat.

“Jambore ini menjadi momentum untuk memperkuat kekompakan, meningkatkan kapasitas kader, dan melihat sejauh mana program PKK telah berjalan dengan baik di tingkat daerah,” ujar Fadly.

Ia berharap seluruh peserta mampu menampilkan kemampuan terbaik yang telah dipersiapkan melalui latihan dan pembinaan selama beberapa waktu terakhir. Fadly juga mengajak seluruh kader membawa semangat “Padang Juara” dan “Padang Balomba” selama mengikuti rangkaian kegiatan di Bukittinggi.

Lebih lanjut, Fadly optimistis kontingen Kota Padang dapat meraih hasil membanggakan dan mengharumkan nama daerah pada ajang tingkat provinsi tersebut.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran, menyampaikan bahwa seluruh peserta telah menjalani persiapan secara intensif untuk menghadapi berbagai kategori perlombaan yang akan dipertandingkan selama jambore berlangsung.

Ia mengaku optimistis kerja keras dan kesiapan yang telah dilakukan akan menjadi modal penting bagi kontingen Kota Padang untuk bersaing dengan daerah lain di Sumatera Barat.

“Seluruh kader telah mempersiapkan diri dengan maksimal. Kami berharap dapat memberikan penampilan terbaik dan membawa prestasi untuk Kota Padang,” katanya.

Jambore Kader TP-PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat merupakan agenda tahunan yang bertujuan meningkatkan kapasitas kader PKK, memperkuat jaringan antardaerah, serta mendorong inovasi program pemberdayaan keluarga yang berdampak langsung bagi masyarakat. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik terbaik antar-kader PKK dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat.(Ayu)


REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Upaya pelestarian budaya nasional kembali mendapat penguatan melalui penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTBI). Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyerahkan sertifikat WBTBI Tahun 2025 kepada 16 kabupaten dan kota sebagai bentuk pengakuan atas kekayaan budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

Penyerahan sertifikat dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Jumat (28/8/2026). Acara tersebut juga dirangkaikan dengan Seminar Kajian Kuratorial Tata Pamer Temporer bertajuk “Menapaki Jejak Sang Maharaja Diraja: Membaca Ulang Adityawarman” serta penyusunan Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menegaskan bahwa penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia tidak hanya sebatas penghargaan administratif, melainkan menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlanjutan budaya di tengah arus modernisasi dan globalisasi.

Menurutnya, tradisi, bahasa, kesenian, kuliner, adat istiadat, hingga pengetahuan lokal yang diwariskan oleh para leluhur merupakan bagian penting dari identitas bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.

“Warisan budaya tidak cukup hanya didokumentasikan atau ditetapkan sebagai warisan. Budaya harus tetap digunakan, dipraktikkan, dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda,” ujar Mahyeldi.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menunjukkan kecintaan terhadap budaya melalui tindakan nyata, mulai dari penggunaan bahasa daerah, pelestarian tradisi, hingga pengenalan nilai-nilai budaya kepada anak-anak sejak usia dini.

Mahyeldi juga mencontohkan kuatnya ikatan budaya masyarakat Minangkabau di perantauan. Menurutnya, sejumlah komunitas Minang di Australia masih mempertahankan penggunaan bahasa Minang dalam lingkungan keluarga meskipun telah puluhan tahun tinggal di luar negeri.

“Kondisi tersebut menunjukkan bahwa budaya dapat tetap hidup apabila terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, masyarakat Sumbar perlu memperkuat penggunaan bahasa dan praktik budaya sebagai bagian dari upaya menjaga identitas daerah sekaligus memperkaya kebudayaan nasional,” katanya.

Data Pemerintah Provinsi Sumbar mencatat, hingga tahun 2026 terdapat 164 unsur budaya dari Sumatera Barat yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak program tersebut dimulai pada 2013. Jumlah tersebut menempatkan Sumbar sebagai salah satu daerah dengan kekayaan budaya takbenda yang terus berkembang dan mendapat pengakuan nasional.

Pemerintah daerah bersama masyarakat diharapkan terus melanjutkan upaya pelestarian melalui proses pewarisan nilai budaya, regenerasi pelaku seni dan budaya, pembinaan komunitas, pengembangan tradisi, serta pemanfaatan budaya sebagai sumber pendidikan dan penguatan karakter bangsa.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, Syaiful Bahri, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjalankan agenda pemajuan kebudayaan melalui berbagai program yang berorientasi pada pelestarian dan pengembangan budaya lokal.

Menurutnya, semangat tersebut diwujudkan melalui tagline “Merawat Tradisi, Menjaga Jati Diri” yang menjadi landasan berbagai kebijakan dan program kebudayaan di Sumbar.

Selain penyerahan sertifikat WBTBI, Pemerintah Provinsi Sumbar juga menandatangani nota kesepahaman dengan Dinas Pendidikan guna mengoptimalkan fungsi museum dan cagar budaya sebagai sarana pembelajaran sejarah bagi pelajar. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat literasi sejarah sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga warisan budaya bangsa.

Melalui berbagai langkah tersebut, Sumatera Barat menegaskan perannya sebagai salah satu daerah yang aktif mendukung program pelestarian budaya nasional, sekaligus memperkuat kontribusi budaya lokal dalam membangun identitas Indonesia yang beragam dan berakar pada nilai-nilai tradisi.(Zulfidial)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Pemerintah Kota Padang memperkuat sinergi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan generasi muda dan lingkungan pendidikan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Kepala BNNP Sumatera Barat Toton Rasyid yang berlangsung di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Selasa (1/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan BNNP Sumbar dalam membangun sistem pencegahan narkoba yang dilakukan sejak usia dini.

Salah satu fokus pembahasan adalah penguatan Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN) pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Program tersebut diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika sekaligus membangun karakter dan ketahanan diri sejak berada di bangku sekolah.

Selain IKAN, Pemko Padang dan BNNP Sumbar juga membahas penguatan program Sekolah Bersinar, yakni lingkungan pendidikan yang diharapkan mampu menjadi ruang yang aman dan kondusif bagi peserta didik dari berbagai ancaman penyalahgunaan narkotika.

Melalui pendekatan tersebut, pencegahan tidak hanya dilakukan melalui sosialisasi, tetapi juga diintegrasikan ke dalam lingkungan sekolah dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari peserta didik, guru, tenaga kependidikan, hingga orang tua.

Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan generasi muda tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan memiliki ketahanan terhadap berbagai pengaruh negatif.

Menurutnya, sekolah menjadi salah satu ruang strategis untuk membangun kesadaran sejak dini. Karena itu, edukasi mengenai bahaya narkotika perlu diberikan secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan tingkat pendidikan peserta didik.

Penguatan program pencegahan juga dinilai penting karena ancaman penyalahgunaan narkotika tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum, tetapi juga berdampak terhadap masa depan generasi muda, kualitas pendidikan, kesehatan masyarakat, serta pembangunan sumber daya manusia.

Pemko Padang menyatakan kesiapan untuk memperkuat koordinasi dengan BNNP Sumbar agar berbagai program pencegahan dapat dilaksanakan secara terarah dan berkelanjutan di satuan pendidikan.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diterjemahkan ke dalam program nyata yang dapat dirasakan langsung oleh sekolah dan masyarakat.

Langkah ini juga memperkuat komitmen Pemko Padang yang sebelumnya bersama unsur Forkopimda Sumatera Barat telah menyatakan sikap bersama dalam upaya melindungi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba. Dalam deklarasi antinarkoba yang digelar pada Juni 2026, BNNP Sumbar juga menekankan pentingnya strategi pencegahan untuk memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika.

Dalam konteks pendidikan, keterlibatan sekolah menjadi sangat penting karena upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih sistematis melalui pembentukan budaya sekolah yang sehat. Guru dan tenaga kependidikan juga dapat berperan sebagai pihak yang memberikan edukasi sekaligus membantu menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi peserta didik.

Di sisi lain, keluarga tetap menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan. Komunikasi antara sekolah dan orang tua diperlukan agar pembinaan yang dilakukan di lingkungan pendidikan dapat diperkuat melalui pengawasan dan pendampingan di lingkungan keluarga.

Pemko Padang berharap sinergi dengan BNNP Sumbar mampu memperluas cakupan program pencegahan narkoba di seluruh satuan pendidikan di Kota Padang.

Dengan penguatan IKAN dan Sekolah Bersinar, pemerintah daerah menargetkan terbentuknya generasi muda yang memiliki pengetahuan, karakter, serta kemampuan untuk menjauhi penyalahgunaan narkotika.

Sinergi antara pemerintah daerah, BNNP Sumbar, sekolah, keluarga, dan masyarakat tersebut menjadi bagian penting dari investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Pemko Padang menegaskan, pencegahan harus dimulai sedini mungkin. Dengan memperkuat pendidikan dan lingkungan sosial yang sehat, generasi muda diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) resmi mengukuhkan kepengurusan HKTI Provinsi Sumatera Barat beserta jajaran pengurus HKTI di 19 kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. Pengukuhan yang berlangsung di Padang, Selasa (1/9/2026), menjadi langkah strategis dalam memperkuat konsolidasi organisasi petani sekaligus mendukung agenda pembangunan pertanian nasional dan ketahanan pangan Indonesia.

Prosesi pengukuhan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan HKTI Sumatera Barat serta kepengurusan HKTI kabupaten dan kota. Selanjutnya, Ketua Harian HKTI Pusat, Prof. Dr. Ir. Andi Muhammad Syakir, secara resmi melantik dan mengukuhkan seluruh pengurus yang akan menjalankan roda organisasi pada masa bakti yang baru.

Dalam sambutannya, Prof. Andi Muhammad Syakir menegaskan bahwa HKTI memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperjuangkan kepentingan petani serta memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional.

“HKTI harus menjadi organisasi yang mampu menjawab tantangan pertanian masa kini. Kekompakan, komunikasi yang baik, dan kerja nyata di lapangan menjadi kunci untuk menghadirkan manfaat bagi petani. Organisasi ini harus hadir sebagai solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi petani, mulai dari produksi, pemasaran hingga peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.

Menurutnya, sektor pertanian saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, alih fungsi lahan, fluktuasi harga komoditas, hingga persaingan pasar global. Karena itu, diperlukan organisasi petani yang kuat dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Ia juga menekankan pentingnya transformasi digital dalam pembangunan pertanian. Pemanfaatan teknologi modern, mulai dari sistem informasi pertanian, pemasaran digital, hingga penggunaan teknologi tepat guna di lapangan dinilai dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas akses pasar bagi petani.

Sementara itu, Ketua HKTI Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, menyampaikan komitmennya untuk menjadikan HKTI sebagai organisasi yang aktif, produktif, dan mampu memberikan manfaat langsung kepada petani.

Menurutnya, seluruh jajaran pengurus yang telah dikukuhkan harus mampu menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan riil petani. HKTI tidak boleh hanya berfokus pada aspek administratif organisasi, tetapi harus hadir sebagai wadah perjuangan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat pertanian.

“HKTI harus menjadi rumah besar bagi petani. Kita ingin organisasi ini mampu memperjuangkan kepentingan petani, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian, serta membangun kolaborasi yang kuat dengan pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya,” kata Evi Yandri.

Ia menambahkan, Sumatera Barat memiliki potensi besar di sektor pertanian, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan hingga peternakan. Potensi tersebut perlu didukung oleh kelembagaan petani yang kuat agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Pengukuhan kepengurusan HKTI Sumatera Barat dan 19 kabupaten/kota ini juga menjadi momentum mempererat sinergi antar-pengurus di berbagai daerah. Dengan kepengurusan yang baru, organisasi diharapkan mampu memperluas jaringan kerja sama dan memperkuat koordinasi dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan petani.

Sejalan dengan program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional, HKTI Sumatera Barat berkomitmen untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia petani, penguatan kelembagaan pertanian, pemanfaatan teknologi modern, serta pengembangan komoditas unggulan daerah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani.

Dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan, HKTI Sumatera Barat optimistis dapat menjadi motor penggerak kemajuan sektor pertanian di daerah sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan. (Ayu)

PADANG, 1 September 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas dedikasi dan pengabdian seluruh Polwan dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pesan tersebut tergambar dalam publikasi resmi Ditlantas Polda Sumbar yang menampilkan Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H. bersama Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Hantoro, S.I.K., M.K.

Dalam momentum Hari Jadi ke-78 Polwan RI yang diperingati pada 1 September 2026, keduanya menyampaikan penghargaan terhadap kiprah para Srikandi Bhayangkara yang terus mengambil peran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Polwan tidak hanya berperan dalam pelaksanaan tugas administratif, tetapi juga hadir secara langsung di tengah masyarakat dalam berbagai bidang pelayanan dan tugas kepolisian, termasuk menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas, memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif.

Dedikasi tersebut menjadi bagian penting dari upaya Polri untuk terus memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Melalui momentum peringatan ini, Ditlantas Polda Sumbar turut mengajak seluruh jajaran Polwan untuk terus mempertahankan semangat pengabdian serta meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

“Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian tanpa batas dari para Srikandi Bhayangkara demi menjaga keamanan dan ketertiban Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Peringatan Hari Jadi ke-78 Polwan RI menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang Polisi Wanita sekaligus memperkuat semangat pengabdian dalam memberikan kontribusi terbaik bagi institusi Polri, masyarakat, bangsa, dan negara.


Edtr/rptr: RF


REALITANUSANTARA.COM

PADANG  - Pemerintah Kota Padang terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui penguatan fasilitas, inovasi pelayanan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Rasidin Padang, Senin 31 Agustus 2026.

Peringatan HUT rumah sakit milik Pemerintah Kota Padang tersebut dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran bersama jajaran pemerintah daerah, pimpinan rumah sakit, tenaga kesehatan, pegawai, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Rangkaian kegiatan HUT ke-26 RSUD dr. Rasidin diawali dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah pegawai teladan dan inovatif. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap aparatur dan tenaga kesehatan yang dinilai memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pada momentum yang sama, RSUD dr. Rasidin juga meluncurkan inovasi pelayanan “Sahabat Rasidin” berupa layanan bus dan mobil antar-jemput pasien. Inovasi ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, khususnya pasien yang membutuhkan layanan transportasi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Peluncuran inovasi tersebut menjadi salah satu bagian penting dari peringatan HUT ke-26 RSUD dr. Rasidin yang mengusung semangat refleksi, inovasi, dan penguatan komitmen pelayanan publik.

Direktur RSUD dr. Rasidin Padang, dr. Lismawati R, SP.  PA.,M.Blomed. MM., M.K.M dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum ulang tahun rumah sakit tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Peringatan tersebut harus menjadi kesempatan bagi seluruh jajaran rumah sakit untuk melakukan evaluasi terhadap pelayanan yang telah diberikan sekaligus menyusun langkah perbaikan ke depan.

Menurutnya, semangat refleksi harus berjalan beriringan dengan keberanian untuk terus berinovasi serta memperkuat komitmen seluruh jajaran rumah sakit dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Momentum ini menjadi ruang bagi kita untuk melakukan refleksi, terus berinovasi, dan memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain agenda utama, peringatan HUT ke-26 RSUD dr. Rasidin juga diisi dengan berbagai kegiatan pendukung, antara lain senam sehat, kegiatan kesehatan, seminar hukum, kegiatan di bidang kecantikan, serta bazar UMKM.

Berbagai kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan bagi pegawai rumah sakit, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan sekaligus memperkuat hubungan antara rumah sakit dan masyarakat.

Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan keberadaan rumah sakit daerah memiliki posisi strategis dalam memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, mudah diakses, dan berkualitas.

Menurut Fadly, RSUD dr. Rasidin harus terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Karena itu, pengembangan fasilitas dan peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Ia berharap RSUD dr. Rasidin secara bertahap mampu menjadi salah satu rumah sakit terbaik di Kota Padang.

Fadly juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang baik dan komunikasi yang terbuka. Menurutnya, kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan teknologi, tetapi juga oleh bagaimana tenaga kesehatan berkomunikasi serta memberikan rasa nyaman kepada pasien dan keluarga.

“Pemerintah Kota Padang sangat terbuka. Siapa pun dapat datang untuk menyampaikan berbagai hal dan bersua bersama pemerintah dalam rangka membangun pelayanan yang lebih baik,” kata Fadly.

Di tengah kebijakan efisiensi dan keterbatasan anggaran pemerintah, Fadly menyebut Pemko Padang tetap berupaya memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan optimal.

Ia juga mengapresiasi rumah sakit yang berada di Kota Padang karena hingga saat ini tetap berupaya memberikan pelayanan kepada pasien tanpa melakukan penolakan.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dan komitmen bersama dalam menjaga akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion turut menyoroti kebutuhan pengembangan RSUD dr. Rasidin seiring dengan meningkatnya aktivitas dan kebutuhan pelayanan rumah sakit.

Muharlion menyampaikan bahwa masih terdapat persoalan terkait lahan RSUD dr. Rasidin yang perlu dituntaskan. Ia meminta Pemerintah Kota Padang memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut agar pengembangan rumah sakit dapat dilakukan secara lebih optimal.

Menurutnya, kebutuhan terhadap fasilitas kesehatan akan terus meningkat sehingga ketersediaan lahan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan rumah sakit ke depan.

“Dengan perkembangan RSUD dr. Rasidin yang cukup signifikan, persoalan lahan yang masih belum selesai perlu mendapat perhatian dan segera dituntaskan,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat mencari solusi terbaik sehingga pengembangan fasilitas rumah sakit tidak terkendala persoalan lahan.

Selain peluncuran inovasi “Sahabat Rasidin”, rangkaian HUT ke-26 juga ditandai dengan pemotongan tumpeng serta peresmian ruang perawatan VIP dan VVIP.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wali Kota Padang bersama jajaran terkait.

Kehadiran ruang perawatan tersebut diharapkan semakin memperkuat kapasitas RSUD dr. Rasidin dalam memberikan pilihan layanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kenyamanan pasien selama menjalani perawatan.

Pengembangan fasilitas tersebut menjadi bagian dari langkah RSUD dr. Rasidin untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Fadly berharap fasilitas baru tersebut benar-benar diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan. Dengan demikian, pembangunan sarana dan prasarana tidak hanya menghasilkan fasilitas yang lebih baik, tetapi juga mampu meningkatkan kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit daerah.

Peringatan HUT ke-26 RSUD dr. Rasidin akhirnya menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin profesional, humanis, inovatif, dan mudah diakses masyarakat.

Melalui inovasi “Sahabat Rasidin”, pengembangan ruang VIP-VVIP, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembenahan fasilitas dan tata kelola, RSUD dr. Rasidin diharapkan mampu terus bertransformasi menjadi salah satu pusat pelayanan kesehatan unggulan di Kota Padang.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Lokal House Coffee Shop resmi menggelar grand opening pada Sabtu (29/8/2026). Kehadiran kafe di jalan niaga samping bank nagari pondok kota Padang, yang berlokasi di kawasan strategis pusat Kota Padang ini menambah pilihan destinasi kuliner dan tempat bersantai bagi masyarakat dari berbagai kalangan.

Owner Lokal House Coffee Shop, Muhammad Aqil Ramadhan, melalui stafnya Andien, menyampaikan bahwa kafe tersebut hadir dengan konsep yang mengutamakan kenyamanan pengunjung, didukung berbagai pilihan makanan dan minuman berkualitas dengan harga yang terjangkau.

“Lokal House Coffee Shop resmi dibuka untuk seluruh lapisan masyarakat. Kami ingin menghadirkan tempat yang nyaman dengan sajian makanan dan minuman yang lezat tanpa harus menguras kantong pengunjung,” ujar Andien saat acara pembukaan.

Menurutnya, manajemen juga berencana mengoperasikan kafe selama 24 jam dengan sistem tiga shift. Namun untuk tahap awal, operasional dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga 03.00 WIB sambil melihat perkembangan jumlah pengunjung.

Berbagai menu khas Nusantara menjadi andalan Lokal House Coffee Shop. Di antaranya pasta, ayam chili padi, ayam bakar madu, hingga ayam bumbu hitam yang diracik dengan cita rasa khas Indonesia.

“Kami menghadirkan menu-menu yang dekat dengan selera masyarakat Indonesia. Selain kopi, pengunjung juga bisa menikmati berbagai hidangan utama yang cocok untuk makan siang, makan malam, maupun sekadar bersantai bersama teman dan keluarga,” tambahnya.

Keunggulan lainnya terletak pada lokasi usaha yang berada di kawasan Pondok, salah satu pusat aktivitas masyarakat Kota Padang yang dikenal sebagai sentra kuliner dan kawasan wisata. Posisi tersebut dinilai sangat strategis untuk menjangkau wisatawan maupun warga lokal.

Tidak hanya menawarkan sajian kuliner, Lokal House Coffee Shop juga menghadirkan fasilitas yang mendukung kebutuhan masyarakat modern. Area indoor didesain nyaman untuk bekerja, belajar, maupun mengadakan pertemuan dengan dukungan akses WiFi gratis. Sementara di lantai dua tersedia area outdoor khusus bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana santai dengan konsep smoking area.

Konsep yang menggabungkan kenyamanan ruang, menu berkualitas, dan lokasi strategis menjadikan Lokal House Coffee Shop optimistis dapat menjadi salah satu destinasi favorit baru di Kota Padang.

Dengan semakin berkembangnya industri kuliner dan coffee shop di berbagai daerah, kehadiran Lokal House Coffee Shop diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi lokal serta membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

Acara grand opening berlangsung meriah dan mendapat sambutan positif dari para tamu undangan serta pengunjung yang hadir untuk menikmati suasana dan berbagai sajian spesial yang ditawarkan pada hari pembukaan. (Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Perumda Air Minum Kota Padang terus memperkuat infrastruktur jaringan distribusi air bersih sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan pemerataan pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui pekerjaan interkoneksi jaringan perpipaan DN 600 x 150 di kawasan Jembatan Sari Petojo, Ganting, Kota Padang, pada Rabu (19/8/2026).

Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari program pembenahan dan optimalisasi sistem perpipaan yang dilakukan secara bertahap. Interkoneksi jaringan diharapkan dapat meningkatkan daya dukung sistem distribusi sehingga aliran air ke rumah-rumah pelanggan dapat berlangsung lebih merata dan optimal.

Perbaikan jaringan distribusi menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih. Selain memastikan ketersediaan air, kondisi jaringan perpipaan yang baik juga diperlukan untuk menjaga tekanan dan kestabilan aliran hingga ke pelanggan.

Dalam pelaksanaannya, pekerjaan teknis interkoneksi tersebut berpotensi berdampak sementara terhadap kondisi distribusi air di sejumlah wilayah yang berada dalam cakupan jaringan terdampak.

Pelanggan di kawasan terkait diperkirakan dapat mengalami penurunan tekanan air hingga penghentian aliran untuk sementara waktu selama proses pekerjaan berlangsung. Kondisi tersebut merupakan konsekuensi teknis dari proses pengaturan jaringan saat pekerjaan interkoneksi dilakukan.

Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, meminta masyarakat, khususnya pelanggan yang berada di kawasan terdampak, untuk melakukan langkah antisipasi sebelum pekerjaan dimulai.

Ia mengimbau pelanggan menampung air secukupnya sebagai persediaan selama proses pekerjaan teknis berlangsung. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air sehari-hari apabila terjadi gangguan distribusi sementara.

"Pekerjaan ini sangat penting untuk mendukung daya dukung jaringan distribusi kita ke depan. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan mengimbau pelanggan di kawasan terkait untuk menampung air cadangan secukupnya sebelum pengerjaan dimulai," ujar Adhie.

Menurutnya, pekerjaan interkoneksi bukan sekadar penanganan gangguan jaringan, tetapi merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Perumda Air Minum Kota Padang dalam melakukan penataan dan penguatan sistem distribusi.

Optimalisasi jaringan diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas pelayanan. Dengan jaringan yang semakin terintegrasi dan memiliki daya dukung lebih baik, distribusi air bersih kepada pelanggan diharapkan dapat menjadi lebih stabil.

Perumda Air Minum Kota Padang juga terus mendorong pembenahan infrastruktur secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan pelayanan dan kondisi jaringan di lapangan.

Peningkatan kapasitas dan keandalan jaringan distribusi menjadi semakin penting seiring dengan kebutuhan air bersih masyarakat yang terus berkembang. Karena itu, pekerjaan teknis seperti interkoneksi jaringan menjadi bagian dari strategi perusahaan daerah untuk menjaga kualitas pelayanan sekaligus mempersiapkan sistem perpipaan menghadapi kebutuhan pelanggan di masa mendatang.

Perumda Air Minum Kota Padang mengharapkan dukungan dan pengertian masyarakat selama proses pekerjaan berlangsung. Gangguan yang terjadi selama pengerjaan diharapkan dapat dipahami sebagai bagian dari proses peningkatan infrastruktur pelayanan air bersih.

Dengan pembenahan yang dilakukan secara berkelanjutan, perusahaan menargetkan sistem distribusi air minum di Kota Padang semakin andal, merata, dan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.(AYU)

REALITANYSANTARA.COM

PADANG  - Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Taban III di Kota Padang, Sumatera Barat, mulai memasuki tahap persiapan setelah kontrak pekerjaan proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ditandatangani.

Proyek strategis tersebut diproyeksikan menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperluas cakupan pelayanan air bersih sekaligus menjawab tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan Perumda Air Minum Kota Padang.

Anggota DPR RI Zigo Rolanda meninjau langsung lokasi pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Taban III di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Rabu (5/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi sekaligus melihat perkembangan awal pekerjaan setelah proses kontrak dilaksanakan.

Zigo mengatakan, pembangunan IPA Taban III saat ini masih berada pada tahap awal berupa pembersihan lahan dan berbagai persiapan teknis sebelum pekerjaan konstruksi utama dimulai.

"Hari ini kami meninjau lokasi pembangunan IPA Taban III. Proses kontrak telah dilakukan sekitar sebulan lalu dan saat ini masih dalam tahap persiapan di lapangan," ujar Zigo.

Menurut dia, keberadaan proyek tersebut diharapkan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas pelayanan air minum di Kota Padang. Dengan kebutuhan air bersih yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan permukiman, tambahan kapasitas produksi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pelayanan.

Pembangunan SPAM Taban III memiliki masa pelaksanaan selama 450 hari kalender dan ditargetkan selesai pada Oktober 2027. Setelah seluruh fasilitas selesai dibangun dan mulai beroperasi, kapasitas pelayanan air bersih di Kota Padang diharapkan semakin meningkat, terutama untuk kawasan yang selama ini memiliki kebutuhan tinggi.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, mengatakan pembangunan IPA Taban III menjadi momentum penting untuk memperluas cakupan layanan perusahaan.

Berdasarkan perhitungan Perumda Air Minum Padang, fasilitas tersebut diproyeksikan mampu melayani kebutuhan sekitar 20 ribu sambungan pelanggan baru.

Angka tersebut dinilai cukup signifikan karena saat ini jumlah masyarakat yang masuk dalam daftar tunggu untuk mendapatkan sambungan air bersih telah mencapai sekitar 18 ribu sambungan.

"Saat ini daftar tunggu calon pelanggan sudah mencapai sekitar 18 ribu sambungan, terutama di Kecamatan Koto Tangah dan kawasan Bypass. Kehadiran IPA Taban III diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tersebut," kata Hendra.

Tingginya daftar tunggu tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan air perpipaan masih cukup besar. Karena itu, penambahan kapasitas melalui pembangunan IPA Taban III diharapkan tidak hanya menyelesaikan sebagian antrean pelanggan, tetapi juga mendukung pengembangan jaringan pelayanan baru di kawasan yang terus berkembang.

Kecamatan Koto Tangah menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena pertumbuhan kawasan permukiman dan aktivitas masyarakat di wilayah tersebut terus meningkat.

Selain itu, kawasan koridor Bypass juga menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan dukungan infrastruktur air minum yang memadai.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyebut pembangunan SPAM Taban III merupakan salah satu proyek strategis dalam memperkuat sistem penyediaan air bersih di Kota Padang.

Menurut Maigus, keberadaan fasilitas baru tersebut nantinya tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari sistem pelayanan air minum yang saling terintegrasi. SPAM Taban III juga diharapkan dapat menjadi penunjang bagi sistem pelayanan yang selama ini ditopang oleh Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun.

Pembangunan proyek tersebut mencakup sejumlah komponen utama. Selain pembangunan instalasi pengolahan air, pekerjaan juga meliputi pemasangan pipa transmisi, pembangunan reservoir, serta pengembangan jaringan distribusi kepada pelanggan.

Untuk memastikan seluruh pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana, proyek tersebut disiapkan dalam empat paket pekerjaan. Dari jumlah tersebut, tiga paket merupakan pekerjaan konstruksi, sedangkan satu paket lainnya merupakan manajemen konstruksi.

Pembagian paket pekerjaan tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pembangunan secara lebih terukur, mulai dari pekerjaan fisik hingga pengawasan dan pengendalian mutu proyek.

Maigus Nasir meminta seluruh penyedia jasa yang terlibat dalam pembangunan SPAM Taban III melaksanakan pekerjaan sesuai standar mutu, jadwal pelaksanaan, serta spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Menurutnya, proyek penyediaan air minum menyangkut kebutuhan dasar masyarakat sehingga kualitas pembangunan harus menjadi perhatian utama. Infrastruktur yang dibangun diharapkan tidak hanya selesai sesuai target, tetapi juga mampu berfungsi secara optimal dalam jangka panjang.

Selain aspek teknis, pemerintah daerah juga meminta agar proses pembangunan memperhatikan kondisi masyarakat di sekitar lokasi proyek.

Penyedia jasa diminta menjaga komunikasi dan koordinasi dengan lingkungan sekitar agar berbagai potensi dampak sosial selama proses pembangunan dapat diminimalkan.

Pemerintah Kota Padang berharap pembangunan SPAM Taban III dapat menjadi salah satu solusi untuk mempercepat perluasan pelayanan air bersih. Dengan kapasitas yang diproyeksikan mampu mendukung sekitar 20 ribu sambungan pelanggan baru, proyek tersebut diharapkan dapat mengurangi daftar tunggu sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap air minum perpipaan.

Jika pembangunan berjalan sesuai jadwal dan target penyelesaian Oktober 2027 dapat tercapai, SPAM Taban III akan menjadi salah satu tambahan infrastruktur penting dalam sistem pelayanan air minum Kota Padang.

Pembangunan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan layanan air bersih di tengah pertumbuhan penduduk, perkembangan kawasan permukiman, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan publik yang berkualitas.(Ayu)


Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.