Latest Post

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Wali Kota Padang, Fadly Amran, bersama sejumlah senior dan pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Barat mempererat tali silaturahmi sekaligus membahas persiapan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Sumbar. Pertemuan yang berlangsung pada Minggu (25/10/2026) tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas organisasi kepemudaan serta mendorong keberlanjutan regenerasi kepemimpinan di tubuh KNPI.

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan antarpengurus dan para senior organisasi, tetapi juga menjadi ruang komunikasi untuk membahas berbagai hal strategis terkait pelaksanaan Musda KNPI Sumatera Barat yang direncanakan berlangsung pada 22 November 2026 di Kota Padang.

Musda merupakan agenda penting dalam perjalanan organisasi KNPI. Melalui forum tersebut, para pemangku kepentingan organisasi memiliki kesempatan untuk melakukan evaluasi, menyampaikan gagasan, serta menentukan arah kepemimpinan dan program kerja organisasi untuk periode berikutnya.

Kehadiran Wali Kota Padang Fadly Amran bersama para senior dan pengurus KNPI Sumbar mencerminkan pentingnya menjaga komunikasi, kebersamaan, serta koordinasi dalam mempersiapkan agenda besar organisasi kepemudaan tersebut.

Soliditas menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi agar tetap mampu menjalankan perannya sebagai wadah berhimpun bagi generasi muda dari berbagai latar belakang, organisasi, dan potensi.

Melalui komunikasi yang baik, berbagai pandangan dan aspirasi diharapkan dapat dibicarakan secara terbuka sehingga persiapan Musda berjalan dengan lancar, tertib, dan sesuai dengan ketentuan organisasi.

Keterlibatan para senior juga memiliki arti penting dalam memberikan masukan, pengalaman, serta pandangan bagi keberlanjutan KNPI. Pengalaman para pendahulu diharapkan dapat menjadi referensi bagi generasi muda dalam membangun organisasi yang lebih solid, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Salah satu agenda utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah persiapan Musda KNPI Sumatera Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 22 November 2026 di Kota Padang.

Pelaksanaan Musda diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat komitmen seluruh unsur kepemudaan dalam menjaga persatuan dan membangun masa depan organisasi.

Proses regenerasi kepemimpinan menjadi bagian penting dari dinamika organisasi. Karena itu, pelaksanaan Musda diharapkan dapat berjalan secara demokratis, mengedepankan musyawarah, serta berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KNPI.

Kepatuhan terhadap aturan organisasi menjadi landasan penting untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Selain itu, komunikasi dan koordinasi antarpihak juga diperlukan agar seluruh proses dapat berlangsung dengan baik.

Dengan persiapan yang matang, Musda diharapkan mampu menghasilkan kepemimpinan yang memiliki komitmen, integritas, serta kemampuan dalam merangkul berbagai elemen pemuda di Sumatera Barat.

Sebagai organisasi kepemudaan, KNPI memiliki peran strategis dalam menghimpun potensi generasi muda sekaligus mendorong keterlibatan mereka dalam berbagai bidang pembangunan.

Pemuda tidak hanya dipandang sebagai penerus estafet kepemimpinan, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang memiliki gagasan, kreativitas, inovasi, dan kemampuan untuk menjawab berbagai tantangan zaman.

Oleh karena itu, keberadaan KNPI diharapkan dapat terus diperkuat melalui program-program yang berorientasi pada pengembangan kapasitas pemuda, pembinaan kader, peningkatan keterampilan, serta perluasan ruang partisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

KNPI juga diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara generasi muda, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat. Dengan demikian, aspirasi pemuda dapat tersalurkan secara konstruktif dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta tantangan ekonomi yang semakin kompleks, organisasi kepemudaan dituntut untuk semakin adaptif dan mampu menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pertemuan antara Fadly Amran, para senior, dan pengurus KNPI Sumatera Barat menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi menjelang pelaksanaan Musda.

Momentum tersebut diharapkan dapat mendorong seluruh elemen organisasi untuk mengedepankan semangat persatuan, menghargai perbedaan pandangan, serta menempatkan kepentingan organisasi dan kemajuan pemuda sebagai prioritas bersama.

Regenerasi kepemimpinan yang berjalan secara demokratis dan sesuai AD/ART diharapkan dapat melahirkan pemimpin yang mampu menjaga kesinambungan organisasi sekaligus menghadirkan gagasan baru bagi kemajuan generasi muda Sumatera Barat.

Dengan demikian, Musda KNPI Sumbar pada 22 November 2026 mendatang tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi, memperbarui semangat pengabdian, dan merumuskan arah gerak organisasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan pemuda.

Melalui kebersamaan dan komitmen seluruh unsur organisasi, KNPI diharapkan terus berkembang menjadi wadah strategis bagi generasi muda untuk mengasah potensi, membangun jejaring, meningkatkan kapasitas diri, serta mengambil bagian dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Direksi dan Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang bersama Anggota DPR RI Komisi V, Zigo Rolanda, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat, serta Sekretaris Daerah Kota Padang melakukan peninjauan langsung terhadap lahan yang direncanakan menjadi lokasi relokasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun.

Peninjauan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis untuk mendukung rencana relokasi fasilitas pengolahan air minum, sekaligus memperkuat infrastruktur sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kota Padang. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan fasilitas pengolahan air, menjaga keberlanjutan distribusi air bersih, serta mengoptimalkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Perumda Air Minum Kota Padang dalam mempersiapkan pembangunan infrastruktur air minum yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Peninjauan lokasi dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi dan potensi lahan yang direncanakan sebagai tempat relokasi IPA Gunung Pangilun. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan, mengingat keberadaan instalasi pengolahan air memiliki peran strategis dalam menunjang ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Melalui peninjauan tersebut, berbagai aspek terkait kesiapan lokasi diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan perencanaan teknis, termasuk kesesuaian lahan, kebutuhan infrastruktur pendukung, serta keterkaitannya dengan sistem distribusi air minum yang telah beroperasi.

Perencanaan relokasi yang matang diperlukan agar pembangunan fasilitas baru nantinya dapat berjalan secara efektif, sesuai kebutuhan pelayanan, dan mendukung pengembangan sistem penyediaan air minum dalam jangka panjang.

Selain itu, keberadaan infrastruktur pengolahan air yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kontinuitas pelayanan, terutama seiring meningkatnya kebutuhan air bersih masyarakat perkotaan.

Keterlibatan Anggota DPR RI Komisi V, Zigo Rolanda, Kepala BPBPK Sumatera Barat, Sekretaris Daerah Kota Padang, serta jajaran Direksi dan Dewan Pengawas Perumda Air Minum Kota Padang mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam mendukung pembangunan infrastruktur dasar.

Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam proses perencanaan, pembahasan kebutuhan pembangunan, serta upaya mendorong dukungan sesuai kewenangan dan program masing-masing pihak.

Infrastruktur air minum merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang berkaitan erat dengan kesehatan, kebersihan lingkungan, dan kualitas hidup. Oleh karena itu, pengembangan fasilitas pengolahan air perlu didukung perencanaan yang terintegrasi, mulai dari kesiapan lahan hingga keterhubungan dengan jaringan distribusi kepada pelanggan.

Koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah juga diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan pembangunan secara lebih terarah, sehingga rencana relokasi IPA Gunung Pangilun dapat dipersiapkan dengan mempertimbangkan aspek teknis, pelayanan, dan keberlanjutan operasional.

Relokasi IPA Gunung Pangilun diharapkan menjadi bagian dari upaya pengembangan infrastruktur Perumda Air Minum Kota Padang untuk menjawab tantangan pelayanan air bersih di masa mendatang.

Keberadaan instalasi pengolahan air yang didukung infrastruktur memadai sangat penting dalam menunjang proses pengolahan air baku menjadi air yang memenuhi persyaratan kualitas sebelum didistribusikan kepada pelanggan.

Di sisi lain, pengembangan infrastruktur juga perlu diiringi dengan penguatan sistem operasional dan pemeliharaan, sehingga fasilitas yang dibangun nantinya dapat berfungsi secara optimal dan berkelanjutan.

Melalui perencanaan relokasi yang terarah, Perumda Air Minum Kota Padang diharapkan mampu terus meningkatkan keandalan sistem pelayanan serta mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat secara bertahap.

Namun, pelaksanaan relokasi tetap memerlukan tahapan lanjutan, termasuk pematangan perencanaan teknis, penyiapan kebutuhan pembangunan, serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait sesuai ketentuan yang berlaku.

Perumda Air Minum Kota Padang menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan dan pengembangan infrastruktur guna meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.

Peninjauan lahan relokasi IPA Gunung Pangilun menjadi salah satu langkah dalam mendorong terwujudnya sistem penyediaan air minum yang lebih andal, efektif, dan berkelanjutan.

Melalui dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait, rencana relokasi ini diharapkan dapat dipersiapkan secara optimal agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kota Padang.

Ke depan, penguatan infrastruktur air minum diharapkan tidak hanya mendukung peningkatan kapasitas dan keandalan pelayanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta meningkatkan kualitas hidup warga.

Dengan adanya koordinasi dan sinergi yang berkelanjutan, Perumda Air Minum Kota Padang terus berupaya mewujudkan pelayanan air bersih yang berkualitas, berkesinambungan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah perkembangan Kota Padang.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, S.Pd., M.Pd., AIFO, menghadiri kegiatan Temu Akbar Alumni IKIP/Universitas Negeri Padang (UNP) Lintas Angkatan Tahun 2026 yang digelar di Padang Youth Center, Kota Padang, Kamis (22/10/2026).

Kehadiran Aprinaldi dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan silaturahmi dan memperkuat ikatan kekeluargaan di antara para alumni IKIP/UNP dari berbagai angkatan. Pertemuan ini juga menjadi wadah untuk membangun komunikasi, bertukar pengalaman, serta memperluas jejaring antarlulusan yang memiliki latar belakang pendidikan dan perjalanan karier yang beragam.

Temu akbar tersebut menghadirkan semangat kebersamaan di tengah keberagaman generasi alumni. Melalui kegiatan ini, para alumni diharapkan dapat terus menjaga hubungan baik yang telah terjalin sejak masa perkuliahan sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap almamater.

Selain menjadi ajang reuni, pertemuan lintas angkatan juga memiliki nilai strategis dalam membangun kolaborasi dan mempertemukan berbagai gagasan positif. Pengalaman, pengetahuan, serta keahlian yang dimiliki para alumni dapat menjadi modal penting untuk saling menginspirasi dan berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan.

Bagi Aprinaldi, momentum silaturahmi seperti ini menjadi kesempatan untuk memperkuat persaudaraan sekaligus mendorong terciptanya hubungan yang produktif di antara para alumni. Kebersamaan yang terbangun diharapkan tidak hanya berlangsung selama kegiatan, tetapi juga berlanjut melalui berbagai bentuk komunikasi dan kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sebagai Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, keterlibatan Aprinaldi dalam kegiatan tersebut juga mencerminkan pentingnya membangun hubungan lintas profesi dan lintas generasi. Jejaring alumni dapat menjadi ruang untuk bertukar pandangan, mengembangkan potensi sumber daya manusia, serta mendorong lahirnya gagasan konstruktif bagi kemajuan daerah dan bangsa.

Dengan mengusung semangat “Menginspirasi, Berkolaborasi Membangun Indonesia,” Temu Akbar Alumni IKIP/UNP Lintas Angkatan Tahun 2026 diharapkan mampu memperkuat solidaritas antarlulusan dan menumbuhkan komitmen bersama untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Semangat tersebut menegaskan bahwa ikatan alumni tidak sekadar menjadi penghubung masa lalu, tetapi juga dapat menjadi kekuatan untuk membangun masa depan. Melalui silaturahmi yang terjaga, komunikasi yang terbuka, serta kolaborasi yang berkelanjutan, para alumni diharapkan mampu mengambil peran dalam mendukung kemajuan pendidikan, pembangunan daerah, dan pembangunan nasional.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persatuan, kebersamaan, dan semangat saling mendukung merupakan modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Temu Akbar Alumni IKIP/UNP Lintas Angkatan 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, memperluas kolaborasi, serta melahirkan inspirasi baru demi kemajuan Indonesia.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang mendampingi Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, bersama kepala balai terkait dalam kunjungan kerja untuk meninjau pembangunan proyek flyover sekaligus melihat secara langsung kondisi sumber air baku di kawasan Lubuk Paraku, Kota Padang.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya meninjau perkembangan pembangunan infrastruktur serta memastikan kondisi sumber daya air yang memiliki peran strategis dalam mendukung keberlangsungan pelayanan air bersih bagi masyarakat.

Dalam agenda peninjauan itu, rombongan melihat perkembangan pembangunan infrastruktur flyover dan meninjau kondisi air baku Lubuk Paraku yang menjadi salah satu sumber penting dalam sistem penyediaan air bersih di Kota Padang.

Kedua aspek tersebut menjadi perhatian karena pembangunan infrastruktur dan keberlanjutan pelayanan dasar masyarakat merupakan bagian penting dalam mendukung pertumbuhan daerah serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Selain meninjau proyek pembangunan flyover, perhatian rombongan juga tertuju pada kondisi sumber air baku di kawasan Lubuk Paraku. Ketersediaan air baku yang memadai menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kelancaran proses pengolahan dan distribusi air bersih kepada pelanggan.

Sebagai perusahaan daerah yang bertanggung jawab dalam penyediaan layanan air minum, Perumda Air Minum Kota Padang memiliki kepentingan besar untuk memastikan sumber air baku tetap terjaga, baik dari sisi ketersediaan maupun kualitasnya.

Pemantauan terhadap kondisi sumber air baku diperlukan untuk mendukung perencanaan pengelolaan air secara berkelanjutan. Hal ini juga penting dalam mengantisipasi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi kontinuitas pelayanan, termasuk perubahan kondisi lingkungan dan ketersediaan sumber air.

Melalui peninjauan langsung tersebut, diharapkan perhatian terhadap keberlanjutan sumber air baku semakin meningkat sehingga kebutuhan air bersih masyarakat Kota Padang dapat terus terpenuhi secara optimal.

Kehadiran Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, bersama kepala balai dan Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang dalam kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antarpihak terkait.

Sinergi antara pemerintah pusat, instansi teknis, dan pemerintah daerah melalui badan usaha milik daerah dinilai penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur sekaligus menjaga keberlangsungan pelayanan publik.

Koordinasi yang baik diharapkan dapat mendorong perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur daerah, termasuk sarana pendukung penyediaan air bersih dan perlindungan sumber air baku yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.

Selain itu, peninjauan lapangan juga memberikan kesempatan bagi para pemangku kepentingan untuk melihat secara langsung kondisi di lokasi, sehingga berbagai kebutuhan dan tantangan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan serta pelaksanaan program pembangunan berikutnya.

Perumda Air Minum Kota Padang terus berkomitmen menjaga kualitas dan kontinuitas pelayanan air bersih bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui perhatian terhadap kondisi sumber air baku, pengelolaan sistem penyediaan air minum, serta upaya menjaga kelancaran distribusi kepada pelanggan.

Keberadaan sumber air baku yang terjaga menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan operasional perusahaan. Oleh karena itu, perlindungan sumber air dan pengelolaan yang berkelanjutan memerlukan dukungan serta kerja sama dari berbagai pihak.

Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan sinergi antara Komisi V DPR RI, balai terkait, dan Perumda Air Minum Kota Padang semakin kuat dalam mendukung pembangunan daerah dan menjaga ketersediaan air bersih.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap layanan air bersih yang berkualitas, berkelanjutan, dan dapat diandalkan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Catatan redaksi: Naskah ini disusun berdasarkan informasi yang diberikan. Nama kepala balai, tanggal kunjungan, nama proyek flyover, serta hasil teknis peninjauan belum dicantumkan karena belum tersedia dalam bahan awal.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang terus memperkuat upaya pencegahan perundungan (bullying), kekerasan, dan intoleransi di lingkungan pendidikan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan pendampingan kepada 342 guru sekolah dasar (SD) se-Kota Padang melalui kegiatan penguatan kapasitas pendidik yang berlangsung di Gedung Youth Center Padang, 20–21 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong terwujudnya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak. Para guru diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya pencegahan perundungan serta mampu menciptakan suasana belajar yang mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Pendampingan terhadap ratusan guru tersebut juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran tenaga pendidik dalam membangun budaya sekolah yang menjunjung tinggi nilai-nilai saling menghormati, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama.

Guru memiliki peran penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif. Selain bertugas menyampaikan materi pembelajaran, guru juga bertanggung jawab membimbing peserta didik agar mampu berinteraksi secara positif, menghargai perbedaan, serta menghindari perilaku yang dapat merugikan orang lain.

Melalui kegiatan pendampingan ini, para guru SD di Kota Padang didorong untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk perundungan dan kekerasan yang berpotensi terjadi di lingkungan sekolah.

Perundungan tidak hanya berkaitan dengan tindakan fisik, tetapi juga dapat berupa ejekan, penghinaan, pengucilan, intimidasi, maupun perilaku lain yang membuat peserta didik merasa tertekan dan tidak aman.

Karena itu, diperlukan pemahaman yang memadai dari para pendidik agar berbagai indikasi perundungan dapat dikenali sejak dini dan ditangani secara tepat.

Guru juga diharapkan mampu membangun komunikasi yang terbuka dengan peserta didik, sehingga anak merasa nyaman untuk menyampaikan persoalan yang mereka alami tanpa takut mendapatkan tekanan atau perlakuan yang merugikan.

Selain mencegah perundungan dan kekerasan, kegiatan ini turut menekankan pentingnya membangun sikap toleransi di lingkungan pendidikan.

Sekolah merupakan ruang bagi peserta didik dengan latar belakang, karakter, kemampuan, dan kebutuhan yang beragam. Perbedaan tersebut harus menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk menumbuhkan sikap saling menghargai, bukan menjadi alasan terjadinya diskriminasi atau perlakuan tidak adil.

Oleh sebab itu, lingkungan sekolah yang inklusif perlu dibangun melalui pendekatan pendidikan yang mengedepankan penghormatan terhadap martabat setiap anak.

Para guru diharapkan dapat memberikan keteladanan melalui sikap dan perilaku sehari-hari, sekaligus menanamkan nilai-nilai empati, gotong royong, keadilan, dan tanggung jawab kepada peserta didik.

Upaya tersebut penting agar sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, pengembangan kepribadian, serta penanaman nilai-nilai sosial yang positif.

Pencegahan perundungan dan kekerasan di sekolah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Selain guru dan tenaga kependidikan, dukungan kepala sekolah, orang tua, serta lingkungan masyarakat juga diperlukan untuk memastikan anak mendapatkan perlindungan yang memadai.

Melalui penguatan kapasitas guru, diharapkan tercipta kesamaan pemahaman mengenai pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan kesejahteraan peserta didik.

Sekolah juga perlu mendorong terbentuknya kebiasaan positif, seperti menghargai pendapat orang lain, menyelesaikan perselisihan secara damai, menolak tindakan diskriminatif, dan berani melaporkan dugaan perundungan kepada pihak yang berwenang di lingkungan sekolah.

Dengan demikian, pencegahan perundungan tidak hanya dilakukan melalui penanganan ketika suatu peristiwa terjadi, tetapi juga melalui pembentukan budaya sekolah yang mengutamakan penghormatan, kepedulian, dan perlindungan terhadap anak.

Pendampingan terhadap 342 guru SD se-Kota Padang ini diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat komitmen dunia pendidikan dalam mewujudkan sekolah yang aman dan bebas perundungan.

Lingkungan belajar yang positif akan membantu peserta didik merasa dihargai, meningkatkan kepercayaan diri, serta memberikan kesempatan bagi setiap anak untuk berkembang sesuai dengan potensi dan kemampuannya.

Upaya tersebut sekaligus menegaskan pentingnya peran pendidikan dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, menjunjung tinggi toleransi, dan mampu menghormati hak orang lain.

Melalui sinergi antara tenaga pendidik, satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat, Kota Padang diharapkan dapat terus memperkuat terwujudnya sekolah ramah anak yang bebas dari perundungan, kekerasan, dan intoleransi.

Sekolah yang aman bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang bagi setiap anak untuk tumbuh, berkembang, dan meraih masa depan tanpa rasa takut.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN – Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman Aprinaldi menghadiri prosesi adat Batagak Pangulu dan Malewakan Gala Suku Mandailiang yang digelar di Toboh Kuranji, Nagari Campago Selatan, Kecamatan V Koto, Kabupaten Padang Pariaman, Minggu (18/10/2026).

Dalam prosesi adat tersebut, Mamanda H. Marjoni secara resmi dilewakan gelar adat Rangkayo Rajo Kinayan. Pemberian gelar ini menjadi bagian penting dari tradisi masyarakat Minangkabau dalam menjaga keberlangsungan adat istiadat, memperkuat identitas kaum, serta melestarikan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Kehadiran Ketua DPRD Padang Pariaman dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap pelestarian adat dan budaya Minangkabau yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat di Ranah Minang.

Prosesi Batagak Pangulu dan Malewakan Gala merupakan tradisi adat yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Minangkabau. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi seremoni pemberian gelar, tetapi juga mencerminkan keberlanjutan sistem adat, tanggung jawab kepemimpinan dalam kaum, serta komitmen untuk menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

Pemberian gelar adat kepada Mamanda H. Marjoni diharapkan menjadi amanah yang dijalankan dengan penuh kebijaksanaan, tanggung jawab, dan keteladanan. Gelar tersebut juga mengandung harapan agar penerimanya mampu berperan dalam menjaga martabat kaum, mempererat hubungan kekerabatan, serta berkontribusi terhadap kehidupan sosial masyarakat di lingkungan nagari.

Dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, adat memiliki kedudukan penting sebagai pedoman dalam membangun hubungan antarsesama, menjaga tatanan sosial, serta mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.

Tradisi Batagak Pangulu menjadi salah satu bentuk nyata pelestarian budaya tersebut. Melalui prosesi adat ini, masyarakat meneguhkan kembali pentingnya kepemimpinan yang berlandaskan nilai adat, musyawarah, tanggung jawab, dan kepentingan bersama.

Sementara itu, Malewakan Gala menjadi momentum pengukuhan gelar adat yang sarat makna kehormatan sekaligus tanggung jawab. Gelar yang diberikan diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi penerimanya dan keluarga besar kaum, tetapi juga mendorong peran aktif dalam menjaga kelestarian adat serta memperkuat persatuan masyarakat.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan falsafah Minangkabau, “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”, yang menegaskan keterkaitan antara adat dan ajaran Islam sebagai landasan kehidupan masyarakat Minangkabau.

Falsafah ini menjadi pedoman penting dalam membangun kehidupan yang harmonis, menjunjung tinggi nilai agama, menghormati adat istiadat, serta memperkuat rasa tanggung jawab terhadap kaum dan lingkungan sosial.

Penganugerahan gelar adat Rangkayo Rajo Kinayan kepada Mamanda H. Marjoni diharapkan membawa keberkahan serta memperkuat peran penerima gelar dalam kehidupan adat dan kemasyarakatan.

Amanah tersebut menuntut kebijaksanaan dalam bersikap, kemampuan menjaga hubungan kekeluargaan, serta komitmen untuk menjadi teladan bagi kaum dan masyarakat.

Selain itu, pelestarian adat membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, mulai dari pemangku adat, tokoh masyarakat, generasi muda, hingga pemerintah daerah. Sinergi tersebut penting agar tradisi Minangkabau tetap terjaga dan mampu diwariskan kepada generasi mendatang tanpa kehilangan nilai-nilai luhur yang menjadi identitasnya.

Momentum Batagak Pangulu dan Malewakan Gala Suku Mandailiang di Nagari Campago Selatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa adat bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan pedoman kehidupan yang terus memiliki relevansi dalam membangun masyarakat yang berkarakter, berbudaya, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.

Dengan dilewakannya gelar adat Rangkayo Rajo Kinayan kepada Mamanda H. Marjoni, diharapkan amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, membawa manfaat bagi kaum, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan nagari.

Selamat mengemban amanah kepada Mamanda H. Marjoni atas gelar adat Rangkayo Rajo Kinayan. Semoga senantiasa diberikan kebijaksanaan, kekuatan, dan keberkahan dalam menjaga serta melestarikan adat dan budaya Minangkabau.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Wali Kota Padang, Fadly Amran, menerima audiensi Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pelayanan Pendapatan Daerah (UPTD PPD) di Padang, Defrizal, di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Selasa (20/10/2026). Pertemuan tersebut membahas upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya melalui peningkatan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor serta pengembangan inovasi pelayanan perpajakan yang lebih mudah diakses.

Audiensi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Kota (Pemko) Padang dengan UPTD PPD dalam meningkatkan penerimaan daerah sekaligus mendorong kualitas pelayanan publik. Salah satu fokus pembahasan adalah bagaimana menghadirkan pelayanan perpajakan yang lebih praktis, cepat, dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Dalam pertemuan tersebut, peningkatan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor menjadi perhatian penting. Kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan penerimaan daerah yang selanjutnya mendukung pembiayaan pembangunan dan penyelenggaraan pelayanan publik.

Selain membahas optimalisasi penerimaan pajak, pertemuan itu juga menyoroti pengembangan layanan Samsat melalui berbagai inovasi yang berorientasi pada kemudahan masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendekatkan pelayanan kepada wajib pajak sekaligus mengurangi kendala yang mungkin dihadapi masyarakat dalam mengurus kewajiban administrasi kendaraan bermotor.

Salah satu usulan yang dibahas adalah penyediaan Lapak Sabako di lingkungan Balai Kota Padang. Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh akses pelayanan perpajakan yang lebih dekat dan mudah dijangkau.

Selain itu, turut dibahas rencana pengembangan layanan drive-thru untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor lima tahunan pada 2027. Layanan ini diusulkan sebagai salah satu inovasi untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam mengurus kewajiban perpajakan kendaraan.

Melalui konsep drive-thru, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pelayanan dengan lebih praktis tanpa harus melalui proses yang berbelit-belit. Meski demikian, rencana tersebut masih berupa usulan yang memerlukan pembahasan dan persiapan lebih lanjut sebelum dapat direalisasikan.

Pengembangan layanan Samsat ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun sistem pelayanan publik yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Kemudahan akses pelayanan juga diharapkan dapat mendorong peningkatan kesadaran wajib pajak untuk memenuhi kewajibannya secara tepat waktu.

Bagi Pemko Padang, optimalisasi PAD merupakan salah satu aspek penting dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah. Peningkatan penerimaan daerah perlu didukung melalui berbagai upaya, termasuk penguatan koordinasi antarlembaga, peningkatan kepatuhan wajib pajak, serta pengembangan pelayanan yang efektif dan efisien.

Kolaborasi antara Pemko Padang dan UPTD PPD diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan penerimaan pajak, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan yang memberikan kemudahan dan kepastian bagi masyarakat.

Melalui sinergi tersebut, Pemko Padang terus mendorong terciptanya pelayanan perpajakan yang semakin dekat, mudah, dan responsif terhadap kebutuhan warga. Dengan demikian, peningkatan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan publik dan penguatan PAD Kota Padang.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG  - Perumda Air Minum Kota Padang terus memperkuat keandalan infrastruktur untuk mendukung keberlangsungan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui peninjauan langsung pekerjaan dinding pengaman di Rumah Pompa Intake Latung serta pemasangan jaringan transmisi dari intake menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA). Selasa 20 2026.

Peninjauan tersebut dilakukan oleh Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang sebagai bagian dari pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan infrastruktur yang memiliki peran penting dalam mendukung sistem penyediaan air minum di Kota Padang.

Dalam kegiatan tersebut, Direktur Utama meninjau secara langsung kondisi lapangan, termasuk progres pembangunan dinding pengaman di area Rumah Pompa Intake Latung dan pekerjaan pemasangan jaringan transmisi yang menghubungkan intake dengan IPA.

Peninjauan ini bertujuan memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai dengan kebutuhan teknis, kondisi lapangan, serta perencanaan yang telah ditetapkan. Pengawasan langsung juga menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang berpotensi memengaruhi kelancaran pekerjaan, sehingga dapat segera dilakukan evaluasi dan penanganan yang diperlukan.

Pekerjaan dinding pengaman di Rumah Pompa Intake Latung menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung perlindungan infrastruktur pada kawasan intake. Keberadaan bangunan pengaman diharapkan dapat menunjang keamanan area operasional serta menjaga fasilitas agar dapat berfungsi dengan baik sesuai peruntukannya.

Sebagai bagian dari sistem penyediaan air minum, rumah pompa intake memiliki peran strategis dalam mendukung proses pengambilan dan penyaluran air baku menuju tahapan pengolahan berikutnya.

Oleh karena itu, kondisi bangunan pendukung dan fasilitas operasional perlu mendapatkan perhatian secara berkelanjutan. Pemeliharaan, pembangunan, serta peningkatan infrastruktur menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan sistem pelayanan air minum kepada masyarakat.

Selain pekerjaan dinding pengaman, pemasangan jaringan transmisi dari intake menuju IPA juga menjadi perhatian dalam peninjauan tersebut. Jaringan transmisi merupakan bagian penting dari sistem penyediaan air minum karena berfungsi menyalurkan air baku dari sumber pengambilan menuju instalasi pengolahan sebelum didistribusikan kepada pelanggan.

Pemasangan jaringan tersebut perlu dilaksanakan dengan memperhatikan spesifikasi teknis dan kondisi lapangan agar infrastruktur yang dibangun dapat berfungsi secara optimal serta mendukung keberlangsungan proses pengolahan air.

Melalui peninjauan langsung ini, Perumda Air Minum Kota Padang menegaskan pentingnya pengawasan dan evaluasi secara berkala terhadap setiap pekerjaan infrastruktur. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan dengan baik, sekaligus menjaga kualitas hasil pekerjaan agar sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan.

Pengawasan di lapangan juga menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik, tetapi turut memperhatikan aspek keamanan, fungsi, dan keberlanjutan pemanfaatannya.

Infrastruktur yang andal diharapkan dapat menunjang kelancaran operasional sistem penyediaan air minum, mulai dari pengambilan air baku hingga proses pengolahan. Dengan demikian, berbagai fasilitas pendukung dapat berfungsi secara maksimal dalam menunjang pelayanan kepada masyarakat.

Perumda Air Minum Kota Padang terus berkomitmen melakukan peningkatan kualitas infrastruktur melalui pembangunan, pemeliharaan, dan pengawasan secara berkelanjutan. Upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menjaga kualitas pelayanan sekaligus memenuhi kebutuhan air minum masyarakat Kota Padang.

Ke depan, penguatan infrastruktur diharapkan dapat mendukung sistem penyediaan air minum yang semakin andal, efektif, dan berkesinambungan, sehingga pelayanan kepada pelanggan dapat terus ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Mahasiswa Universitas Riau melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan akademik mahasiswa melalui pembelajaran langsung mengenai sistem pengolahan air minum yang diterapkan oleh perusahaan penyedia layanan air bersih tersebut.

Dalam kegiatan PKL ini, mahasiswa berfokus mempelajari proses pengolahan air baku hingga menjadi air minum yang siap didistribusikan kepada masyarakat. Melalui pengalaman langsung di lingkungan operasional perusahaan, mahasiswa diharapkan dapat memahami keterkaitan antara teori yang diperoleh selama perkuliahan dan penerapannya dalam dunia kerja, khususnya di bidang pengelolaan sumber daya air dan pelayanan air minum.

Sistem pengolahan air minum merupakan salah satu aspek penting dalam menjamin ketersediaan air yang memenuhi persyaratan kualitas sebelum disalurkan kepada pelanggan. Proses tersebut memerlukan tahapan pengolahan yang terencana, pengawasan kualitas air, serta pengoperasian fasilitas yang sesuai dengan standar yang berlaku.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Universitas Riau memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat tahapan pengolahan air minum, mulai dari pemahaman mengenai sumber air baku, proses pengolahan, hingga sistem distribusi air kepada masyarakat. Pembelajaran tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai tantangan teknis dan operasional yang dihadapi perusahaan dalam menjaga keberlangsungan pelayanan air minum.

Selain menambah pengetahuan teknis, pelaksanaan PKL ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya pengelolaan air minum secara profesional. Ketersediaan air yang aman dan berkualitas merupakan kebutuhan mendasar masyarakat sehingga pengelolaannya membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten, berpengetahuan, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi pengolahan air.

Perumda Air Minum Kota Padang sebagai salah satu penyedia layanan air minum bagi masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih. Oleh karena itu, pengenalan terhadap sistem pengolahan air minum secara langsung di lapangan menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman mengenai pengelolaan layanan publik di sektor air minum.

Kegiatan PKL tersebut juga mencerminkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan dunia kerja dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Kolaborasi semacam ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis, mengembangkan kemampuan analisis, serta memahami penerapan ilmu pengetahuan dalam menghadapi persoalan nyata di lapangan.

Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami aspek teoritis pengolahan air minum, tetapi juga memiliki perspektif yang lebih luas mengenai pentingnya menjaga kualitas air, meningkatkan efisiensi operasional, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan secara berkelanjutan.

Ke depan, kegiatan pembelajaran lapangan seperti ini diharapkan dapat terus memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan sektor pelayanan publik. Dengan demikian, perguruan tinggi dan perusahaan daerah dapat berkontribusi bersama dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas sekaligus meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap pengelolaan air minum.

Pelaksanaan PKL mahasiswa Universitas Riau di Perumda Air Minum Kota Padang menjadi salah satu bentuk pembelajaran aplikatif yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan praktik di lapangan. Kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat bagi mahasiswa sekaligus membuka peluang penguatan kerja sama antara institusi pendidikan dan perusahaan daerah dalam bidang pengelolaan air minum.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG -Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Marandang 2026 yang digagas oleh komunitas House of Padang Entrepreneur (HOPE). Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 11–13 Desember 2026 di Youth Center Padang, dengan mengusung semangat kolaborasi komunitas, pengembangan kreativitas, serta penguatan potensi ekonomi kreatif di Kota Padang.

Dukungan Pemerintah Kota (Pemko) Padang terhadap kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan komunitas dalam pembangunan daerah. Melalui Marandang 2026, komunitas diharapkan dapat mengambil peran lebih luas dalam menciptakan ruang kolaborasi, mengembangkan ide-ide inovatif, serta memperkuat jejaring antarpelaku kreatif dan kewirausahaan.

Marandang 2026 tidak hanya dirancang sebagai ajang berkumpulnya komunitas, tetapi juga menjadi wadah untuk menampilkan beragam kreativitas, gagasan, dan potensi yang dimiliki generasi muda serta pelaku ekonomi kreatif di Kota Padang.

Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan ruang interaksi yang produktif bagi berbagai komunitas untuk saling bertukar pengalaman, membangun kerja sama, dan melahirkan peluang kolaborasi baru yang berdampak positif bagi perkembangan ekosistem kreatif di daerah.

Selain memperkuat hubungan antarkomunitas, penyelenggaraan Marandang 2026 juga diarahkan untuk mendorong regenerasi anggota. Regenerasi menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi dan komunitas agar tetap berkembang, adaptif, serta mampu menghadirkan inovasi sesuai dengan kebutuhan zaman.

Dengan melibatkan generasi muda dalam berbagai aktivitas kreatif, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat berorganisasi, meningkatkan kemampuan berkolaborasi, serta membuka kesempatan bagi munculnya talenta-talenta baru yang berkontribusi terhadap pembangunan Kota Padang.

Pemko Padang berharap Marandang 2026 dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan sektor ekonomi kreatif. Kolaborasi yang terbangun melalui kegiatan tersebut dinilai memiliki potensi untuk mendorong lahirnya berbagai gagasan dan peluang usaha baru, sekaligus memperluas jejaring pelaku kreatif di tingkat lokal maupun nasional.

Ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor yang dapat dikembangkan melalui pemanfaatan kreativitas, inovasi, serta kekayaan budaya dan kearifan lokal. Karena itu, keterlibatan komunitas menjadi penting dalam menciptakan kegiatan yang tidak hanya memberikan ruang ekspresi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Melalui penyelenggaraan Marandang 2026, diharapkan semakin banyak potensi lokal yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat luas. Sinergi antara komunitas, pelaku usaha, generasi muda, dan pemerintah juga diharapkan mampu menciptakan ekosistem kreatif yang semakin kuat dan berdaya saing.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, Marandang 2026 diharapkan menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan kekayaan gastronomi Kota Padang kepada khalayak yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kota Padang dikenal memiliki kekayaan kuliner yang menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Minangkabau. Tradisi memasak, penggunaan rempah-rempah, teknik pengolahan makanan, hingga nilai kebersamaan dalam budaya makan merupakan potensi yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik gastronomi.

Salah satu ikon kuliner yang melekat kuat dengan identitas daerah tersebut adalah rendang. Hidangan ini tidak hanya dikenal karena cita rasanya, tetapi juga mencerminkan kekayaan tradisi, keterampilan memasak, serta nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Melalui pendekatan kreatif dan kolaboratif, potensi gastronomi tersebut dapat dikembangkan menjadi bagian dari promosi pariwisata sekaligus membuka peluang usaha bagi pelaku kuliner dan sektor pendukung lainnya.

Upaya memperkenalkan gastronomi Padang juga berpotensi memperluas daya tarik wisata daerah. Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati destinasi alam dan budaya, tetapi juga dapat mengenal identitas Kota Padang melalui pengalaman kuliner yang autentik.

Oleh karena itu, kegiatan seperti Marandang 2026 diharapkan dapat menjadi ruang untuk mempertemukan kreativitas komunitas dengan kekayaan budaya lokal, sehingga menghasilkan kegiatan yang menarik, relevan, dan memiliki daya jangkau lebih luas.

Dukungan terhadap Marandang 2026 sekaligus menunjukkan pentingnya peran komunitas dalam mendukung program pembangunan daerah. Pemerintah tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi juga diharapkan dapat mendorong terciptanya ruang-ruang kreatif yang memungkinkan masyarakat berpartisipasi secara aktif.

Kolaborasi yang terbangun melalui kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat hubungan antarkomunitas, memperluas peluang kerja sama, serta meningkatkan kontribusi generasi muda dalam mengembangkan potensi daerah.

Dengan pelaksanaan yang direncanakan selama tiga hari, pada 11–13 Desember 2026 di Youth Center Padang, Marandang 2026 diharapkan menjadi salah satu agenda kreatif yang memberikan dampak positif bagi perkembangan komunitas, pertumbuhan ekonomi kreatif, dan promosi gastronomi daerah.

Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang menampilkan kreativitas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas Kota Padang sebagai kota yang memiliki kekayaan budaya, potensi kuliner, dan semangat kolaborasi.

Melalui sinergi antara pemerintah dan komunitas, potensi lokal diharapkan semakin dikenal luas, memiliki nilai tambah ekonomi, serta mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Dengan demikian, Marandang 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat posisi Kota Padang sebagai salah satu daerah yang terus mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya dan gastronomi.(AYU)

REALITANUSANTARA.COM 

PADANG – Pemerintah Kota (Pemko) Padang menyatakan dukungan penuh terhadap pengukuhan pengurus Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Padang periode 2026–2031. Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga adat dalam pemberdayaan masyarakat serta pembangunan Kota Padang.

Komitmen tersebut dibahas dalam rapat persiapan pengukuhan pengurus LKAAM Kota Padang yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang, Raju Minropa, bersama Ketua LKAAM Kota Padang terpilih, Irwan Basir Dt. Rajo Alam, di Balai Kota Padang, Aie Pacah, Senin (19/10/2026).

Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mematangkan persiapan pengukuhan sekaligus memperkuat koordinasi antara Pemko Padang dan jajaran pengurus LKAAM dalam menjalankan peran strategis lembaga adat di tengah masyarakat.

Dukungan Pemko Padang tersebut juga sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Sinergi Nagari yang menekankan pentingnya kolaborasi berbagai unsur masyarakat dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan, inklusif, dan berlandaskan nilai-nilai adat serta budaya Minangkabau.

Perkuat Peran Ninik Mamak dalam Pembangunan

Keberadaan LKAAM memiliki posisi strategis dalam menjaga kelestarian adat dan budaya Minangkabau. Sebagai lembaga yang menaungi peran para pemangku adat, LKAAM diharapkan mampu memperkuat fungsi ninik mamak dalam membimbing anak kemenakan, menjaga keharmonisan sosial, serta menanamkan nilai-nilai adat dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui pengukuhan kepengurusan periode 2026–2031, LKAAM Kota Padang diharapkan semakin optimal dalam menjalankan fungsi pembinaan adat, memperkuat persatuan masyarakat, serta berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial melalui pendekatan musyawarah dan kearifan lokal.

Peran ninik mamak juga dinilai penting dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Dengan kedekatan sosial serta pemahaman terhadap nilai-nilai adat, para pemangku adat dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan program pembangunan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong keterlibatan masyarakat dalam berbagai program pembangunan, sehingga kebijakan yang dijalankan pemerintah dapat berjalan selaras dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat setempat.

Sinergi Nagari sebagai Landasan Pembangunan

Progul Sinergi Nagari menjadi salah satu upaya Pemko Padang untuk memperkuat kolaborasi dengan unsur adat, tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam konteks tersebut, LKAAM diharapkan dapat mengambil bagian aktif dalam mendukung pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga memperhatikan pelestarian budaya, penguatan karakter masyarakat, serta keberlanjutan nilai-nilai adat Minangkabau.

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga adat juga menjadi penting dalam menghadapi dinamika kehidupan masyarakat perkotaan. Perubahan sosial dan perkembangan zaman perlu diimbangi dengan penguatan nilai-nilai budaya agar identitas masyarakat Minangkabau tetap terjaga.

Melalui kerja sama yang berkesinambungan, pemerintah dan lembaga adat diharapkan dapat membangun lingkungan masyarakat yang harmonis, memperkuat solidaritas sosial, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung kemajuan daerah.

Harapan untuk Kepengurusan Periode 2026–2031

Kepengurusan LKAAM Kota Padang periode 2026–2031 diharapkan mampu menghadirkan program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta memperkuat eksistensi lembaga adat di tengah perkembangan Kota Padang.

Selain menjaga dan melestarikan adat istiadat, LKAAM diharapkan dapat memperluas peran dalam pembinaan generasi muda, penguatan hubungan antarkelompok masyarakat, serta penanaman nilai-nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Keterlibatan generasi muda menjadi salah satu aspek penting agar pengetahuan adat dan tradisi Minangkabau dapat diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi berikutnya.

Dengan dukungan Pemko Padang dan koordinasi yang baik bersama seluruh pemangku kepentingan, LKAAM diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam mewujudkan pembangunan yang berakar pada nilai-nilai adat dan budaya lokal.

Pengukuhan pengurus LKAAM Kota Padang periode 2026–2031 pun diharapkan tidak sekadar menjadi agenda kelembagaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga marwah adat Minangkabau, memberdayakan masyarakat, dan mendukung terwujudnya Kota Padang yang maju, sejahtera, serta berlandaskan agama dan budaya.

Melalui semangat Sinergi Nagari, Pemko Padang berharap kolaborasi dengan LKAAM semakin solid, sehingga nilai-nilai adat tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat sekaligus menjadi fondasi dalam mendukung pembangunan Kota Padang ke depan.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus memperkuat upaya perlindungan anak melalui peningkatan peran generasi muda dalam mencegah kekerasan terhadap anak.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan pembekalan mengenai peran Pelopor dan Pelapor (2P) kepada Forum Anak Kota Padang dan Duta Anak. Kegiatan tersebut diikuti 30 peserta dan berlangsung di Youth Center Kota Padang, Minggu (18/10/2026).

Pembekalan ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta keterlibatan anak dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak. Melalui kegiatan tersebut, peserta didorong untuk menjadi bagian dari solusi dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan lain yang dapat mengancam keselamatan dan kesejahteraan anak.

Dalam peran sebagai pelopor, anggota Forum Anak dan Duta Anak diharapkan mampu menjadi teladan bagi teman sebaya dengan menyebarkan perilaku positif di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Peran tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan nilai-nilai saling menghormati, kepedulian terhadap sesama, serta membangun budaya pertemanan yang sehat dan inklusif.

Anak-anak juga didorong untuk berani menolak segala bentuk perundungan, baik yang terjadi secara langsung maupun melalui media digital. Kesadaran mengenai pentingnya menghargai perbedaan, menjaga perkataan, dan tidak melakukan tindakan yang merendahkan orang lain menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan pergaulan yang positif.

Melalui keterlibatan aktif Forum Anak, pesan-pesan pencegahan kekerasan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak anak dengan pendekatan yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Dengan demikian, anak tidak hanya menjadi penerima manfaat dari program perlindungan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam membangun budaya yang menghargai hak-hak anak.

Selain menjadi pelopor, peserta juga dibekali pemahaman mengenai peran sebagai pelapor. Peran ini menekankan pentingnya keberanian menyampaikan informasi apabila mengetahui atau menemukan dugaan kekerasan terhadap anak.

Melalui pembekalan tersebut, peserta diharapkan memahami bahwa tindakan kekerasan dan perundungan tidak boleh dianggap sebagai hal biasa atau dibiarkan berlarut-larut.

Anak-anak perlu mengetahui cara mencari bantuan dan menyampaikan laporan melalui jalur yang tepat, dengan tetap memperhatikan keamanan serta kerahasiaan pihak yang terlibat.

Dalam situasi ketika seorang anak mengalami atau menyaksikan dugaan kekerasan, dukungan dari orang dewasa yang tepercaya, pihak sekolah, maupun lembaga terkait sangat diperlukan agar persoalan dapat ditangani secara tepat.

Pemahaman ini juga penting untuk mencegah anak mengambil tindakan sendiri yang berpotensi membahayakan dirinya. Sebaliknya, mereka didorong untuk mencari pertolongan dan menghubungkan korban dengan pihak yang memiliki kewenangan dalam memberikan perlindungan.

Dengan pemahaman yang memadai, Forum Anak diharapkan mampu menjadi penghubung yang membantu meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya melaporkan dugaan kekerasan serta memastikan anak memperoleh perlindungan yang dibutuhkan.

Pembekalan peran Pelopor dan Pelapor menjadi bagian penting dalam mendorong partisipasi anak pada upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak di Kota Padang.

Forum Anak dan Duta Anak memiliki posisi strategis karena dapat menyampaikan aspirasi, membangun kepedulian, serta mengajak teman sebaya untuk terlibat dalam berbagai kegiatan positif.

Keterlibatan mereka juga diharapkan dapat membantu pemerintah memahami persoalan yang dihadapi anak di lingkungan masing-masing, termasuk tantangan dalam menciptakan ruang pergaulan yang aman dan bebas dari kekerasan.

Melalui peran tersebut, anak-anak diharapkan tidak hanya memahami hak-haknya, tetapi juga mengetahui pentingnya menghormati hak orang lain serta berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam kehidupan sosial.

Di sisi lain, dukungan pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat tetap menjadi faktor penting untuk memastikan setiap anak dapat menyampaikan pendapat, memperoleh perlindungan, dan tumbuh tanpa rasa takut terhadap kekerasan maupun diskriminasi.

Pemko Padang melalui DP3AP2KB berharap pembekalan ini dapat memperkuat kapasitas Forum Anak dan Duta Anak sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Upaya tersebut sekaligus menjadi dorongan untuk membangun kesadaran bersama bahwa perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat.

Pencegahan kekerasan terhadap anak perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi, penguatan pengawasan, penyediaan saluran pengaduan yang mudah diakses, serta peningkatan kepedulian terhadap kondisi anak di lingkungan sekitar.

Dengan semakin kuatnya peran Pelopor dan Pelapor, Forum Anak Kota Padang diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyebarluaskan nilai-nilai perlindungan anak, mencegah perundungan, dan mendorong penanganan dugaan kekerasan melalui mekanisme yang tepat.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, anak, keluarga, sekolah, dan masyarakat, Kota Padang diharapkan semakin mampu mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak, sehingga setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal serta berpartisipasi dalam pembangunan daerah.(Ayu)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.