Latest Post

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus memperkuat upaya perlindungan anak melalui peningkatan peran generasi muda dalam mencegah kekerasan terhadap anak.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan pembekalan mengenai peran Pelopor dan Pelapor (2P) kepada Forum Anak Kota Padang dan Duta Anak. Kegiatan tersebut diikuti 30 peserta dan berlangsung di Youth Center Kota Padang, Minggu (18/10/2026).

Pembekalan ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta keterlibatan anak dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak. Melalui kegiatan tersebut, peserta didorong untuk menjadi bagian dari solusi dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan lain yang dapat mengancam keselamatan dan kesejahteraan anak.

Dalam peran sebagai pelopor, anggota Forum Anak dan Duta Anak diharapkan mampu menjadi teladan bagi teman sebaya dengan menyebarkan perilaku positif di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Peran tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan nilai-nilai saling menghormati, kepedulian terhadap sesama, serta membangun budaya pertemanan yang sehat dan inklusif.

Anak-anak juga didorong untuk berani menolak segala bentuk perundungan, baik yang terjadi secara langsung maupun melalui media digital. Kesadaran mengenai pentingnya menghargai perbedaan, menjaga perkataan, dan tidak melakukan tindakan yang merendahkan orang lain menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan pergaulan yang positif.

Melalui keterlibatan aktif Forum Anak, pesan-pesan pencegahan kekerasan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak anak dengan pendekatan yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Dengan demikian, anak tidak hanya menjadi penerima manfaat dari program perlindungan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam membangun budaya yang menghargai hak-hak anak.

Selain menjadi pelopor, peserta juga dibekali pemahaman mengenai peran sebagai pelapor. Peran ini menekankan pentingnya keberanian menyampaikan informasi apabila mengetahui atau menemukan dugaan kekerasan terhadap anak.

Melalui pembekalan tersebut, peserta diharapkan memahami bahwa tindakan kekerasan dan perundungan tidak boleh dianggap sebagai hal biasa atau dibiarkan berlarut-larut.

Anak-anak perlu mengetahui cara mencari bantuan dan menyampaikan laporan melalui jalur yang tepat, dengan tetap memperhatikan keamanan serta kerahasiaan pihak yang terlibat.

Dalam situasi ketika seorang anak mengalami atau menyaksikan dugaan kekerasan, dukungan dari orang dewasa yang tepercaya, pihak sekolah, maupun lembaga terkait sangat diperlukan agar persoalan dapat ditangani secara tepat.

Pemahaman ini juga penting untuk mencegah anak mengambil tindakan sendiri yang berpotensi membahayakan dirinya. Sebaliknya, mereka didorong untuk mencari pertolongan dan menghubungkan korban dengan pihak yang memiliki kewenangan dalam memberikan perlindungan.

Dengan pemahaman yang memadai, Forum Anak diharapkan mampu menjadi penghubung yang membantu meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya melaporkan dugaan kekerasan serta memastikan anak memperoleh perlindungan yang dibutuhkan.

Pembekalan peran Pelopor dan Pelapor menjadi bagian penting dalam mendorong partisipasi anak pada upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak di Kota Padang.

Forum Anak dan Duta Anak memiliki posisi strategis karena dapat menyampaikan aspirasi, membangun kepedulian, serta mengajak teman sebaya untuk terlibat dalam berbagai kegiatan positif.

Keterlibatan mereka juga diharapkan dapat membantu pemerintah memahami persoalan yang dihadapi anak di lingkungan masing-masing, termasuk tantangan dalam menciptakan ruang pergaulan yang aman dan bebas dari kekerasan.

Melalui peran tersebut, anak-anak diharapkan tidak hanya memahami hak-haknya, tetapi juga mengetahui pentingnya menghormati hak orang lain serta berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam kehidupan sosial.

Di sisi lain, dukungan pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat tetap menjadi faktor penting untuk memastikan setiap anak dapat menyampaikan pendapat, memperoleh perlindungan, dan tumbuh tanpa rasa takut terhadap kekerasan maupun diskriminasi.

Pemko Padang melalui DP3AP2KB berharap pembekalan ini dapat memperkuat kapasitas Forum Anak dan Duta Anak sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Upaya tersebut sekaligus menjadi dorongan untuk membangun kesadaran bersama bahwa perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat.

Pencegahan kekerasan terhadap anak perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi, penguatan pengawasan, penyediaan saluran pengaduan yang mudah diakses, serta peningkatan kepedulian terhadap kondisi anak di lingkungan sekitar.

Dengan semakin kuatnya peran Pelopor dan Pelapor, Forum Anak Kota Padang diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyebarluaskan nilai-nilai perlindungan anak, mencegah perundungan, dan mendorong penanganan dugaan kekerasan melalui mekanisme yang tepat.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, anak, keluarga, sekolah, dan masyarakat, Kota Padang diharapkan semakin mampu mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak, sehingga setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal serta berpartisipasi dalam pembangunan daerah.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara resmi menutup gelaran Wali Kota Padang Cup Executive Golf Tournament 2026 di Wirabraja Golf Club, Ulu Gadut, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (18/10/2026).

Turnamen golf yang diselenggarakan oleh Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kota Padang tersebut menjadi salah satu upaya untuk menghidupkan kembali geliat olahraga golf di Kota Padang. Selain sebagai ajang kompetisi dan silaturahmi, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendukung pengembangan sport tourism atau pariwisata berbasis olahraga.

Penutupan turnamen tersebut menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang mempertemukan para peserta dari kalangan eksekutif dan pencinta olahraga golf. Melalui kegiatan ini, olahraga diharapkan tidak hanya menjadi sarana menjaga kebugaran dan meningkatkan prestasi, tetapi juga mampu membuka peluang kerja sama serta memperluas promosi potensi daerah.

Pengembangan sport tourism menjadi salah satu peluang strategis bagi Kota Padang dalam memperkuat sektor pariwisata. Melalui penyelenggaraan turnamen olahraga secara berkelanjutan, pemerintah daerah dapat memperkenalkan potensi wisata kepada peserta, komunitas olahraga, maupun jejaring bisnis yang hadir dari berbagai daerah.

Golf dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari daya tarik wisata olahraga. Selain menawarkan aktivitas rekreasi, turnamen golf juga dapat menjadi ruang pertemuan bagi para eksekutif, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun komunikasi serta menjajaki peluang kerja sama.

Dengan memanfaatkan kegiatan olahraga sebagai sarana promosi, Kota Padang berpeluang memperluas jangkauan pemasaran destinasi wisata sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pendukung, seperti perhotelan, kuliner, transportasi, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Karena itu, penyelenggaraan Wali Kota Padang Cup Executive Golf Tournament 2026 diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Kota Padang sebagai destinasi wisata yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam dan kekayaan budaya, tetapi juga memiliki daya tarik melalui kegiatan olahraga.

Penyelenggaraan turnamen ini juga sejalan dengan semangat program Padang Balomba, yang mendorong penguatan aktivitas dan kompetisi olahraga sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Melalui kegiatan olahraga yang dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan, Pemerintah Kota Padang berupaya menciptakan ruang interaksi yang positif bagi masyarakat sekaligus meningkatkan daya tarik kota melalui berbagai agenda kompetisi.

Kegiatan seperti turnamen golf juga berpotensi memperluas jejaring antarkomunitas, mempererat silaturahmi, serta membangun hubungan yang lebih luas antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Dengan demikian, olahraga dapat memberikan manfaat yang lebih besar, tidak hanya dalam aspek kesehatan dan rekreasi, tetapi juga dalam mendukung aktivitas ekonomi serta memperkuat citra Kota Padang sebagai kota yang aktif menyelenggarakan kegiatan berskala regional maupun nasional.

Selain pengembangan olahraga, Pemerintah Kota Padang juga terus mendorong penguatan sektor gastronomi sebagai bagian dari daya tarik pariwisata daerah.

Kekayaan kuliner Minangkabau yang telah dikenal luas menjadi salah satu potensi penting untuk memperkenalkan identitas Kota Padang kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Integrasi kegiatan olahraga dengan promosi pariwisata dan gastronomi dapat menciptakan pengalaman wisata yang lebih beragam. Para peserta dan pengunjung turnamen berpeluang mengenal destinasi wisata, menikmati kuliner khas, serta melihat berbagai potensi ekonomi yang dimiliki Kota Padang.

Di sisi lain, kegiatan yang mempertemukan kalangan eksekutif dan pelaku usaha juga dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan peluang investasi di berbagai sektor potensial.

Melalui pendekatan tersebut, Pemko Padang diharapkan mampu mendorong terbentuknya ekosistem pariwisata yang saling terhubung, mulai dari penyelenggaraan kegiatan olahraga, pengembangan destinasi, promosi kuliner, hingga penguatan usaha masyarakat.

Pemerintah Kota Padang juga mendorong agar kegiatan olahraga dan pariwisata dapat terus dikembangkan sebagai instrumen promosi daerah di tingkat internasional.

Penyelenggaraan berbagai agenda olahraga secara konsisten berpotensi meningkatkan eksposur Kota Padang di mata publik, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan komunitas olahraga, pelaku industri pariwisata, dan mitra bisnis dari luar daerah maupun luar negeri.

Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, organisasi olahraga, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat agar setiap kegiatan yang diselenggarakan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Dukungan terhadap fasilitas olahraga, peningkatan kualitas pelayanan wisata, serta promosi potensi daerah menjadi sejumlah aspek penting dalam memperkuat daya saing Kota Padang sebagai destinasi wisata.

Penutupan Wali Kota Padang Cup Executive Golf Tournament 2026 pun menjadi momentum untuk mendorong pengembangan olahraga yang memiliki dampak lebih luas terhadap pembangunan kota.

Melalui kegiatan serupa, Kota Padang diharapkan semakin mampu memadukan olahraga, pariwisata, gastronomi, dan peluang investasi dalam satu rangkaian pengembangan potensi daerah.

Dengan komitmen terhadap penyelenggaraan kegiatan yang berkelanjutan, Padang berpeluang memperkuat identitasnya sebagai destinasi wisata yang dinamis, memiliki kekayaan budaya, serta mampu membangun jejaring yang lebih luas di tingkat nasional dan internasional.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI), PMI Kota Padang menggelar kegiatan Galang Kreativitas Relawan yang diikuti lebih dari 300 anggota Palang Merah Remaja (PMR) dan Korps Sukarela (KSR). Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Apeksi, Balai Kota Padang, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya PMI Kota Padang dalam meningkatkan kapasitas, keterampilan, dan kesiapsiagaan relawan, khususnya dalam memberikan pertolongan pertama serta pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ratusan peserta mengikuti berbagai perlombaan keterampilan yang dirancang untuk menguji kemampuan teknis, ketangkasan, kerja sama tim, serta kesiapan dalam menghadapi situasi darurat. Berbagai materi yang dilombakan meliputi keterampilan pertolongan pertama, pembuatan dan penggunaan tandu, hingga manajemen posko.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya ditantang untuk menunjukkan kemampuan yang telah dipelajari selama mengikuti pembinaan kepalangmerahan, tetapi juga didorong untuk meningkatkan kedisiplinan, ketelitian, komunikasi, dan koordinasi dalam menjalankan tugas sebagai relawan.

Galang Kreativitas Relawan menjadi wadah pembelajaran sekaligus evaluasi bagi anggota PMR dan KSR dalam mengembangkan keterampilan di bidang kepalangmerahan.

Keterampilan pertolongan pertama, misalnya, merupakan kemampuan mendasar yang perlu dikuasai relawan untuk memberikan bantuan awal kepada korban sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut dari tenaga medis.

Sementara itu, keterampilan pembuatan dan penggunaan tandu menjadi bagian penting dalam proses evakuasi korban, terutama ketika terjadi bencana atau keadaan darurat yang membutuhkan pemindahan korban secara aman.

Adapun manajemen posko berkaitan dengan kemampuan mengatur pelayanan, mengoordinasikan relawan, serta mendukung kelancaran penanganan keadaan darurat di lapangan.

Penguasaan berbagai keterampilan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan anggota PMR dan KSR ketika menghadapi beragam situasi yang membutuhkan respons cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan ant relawan dari berbagai unit dan jenjang keanggotaan. Interaksi selama perlombaan diharapkan mampu membangun solidaritas, semangat kebersamaan, serta kepedulian terhadap sesama.

Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, menyampaikan harapan agar pembinaan relawan PMI terus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, pengembangan kapasitas relawan menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan, ketangguhan, dan kepedulian sosial.

Pembinaan yang konsisten diharapkan mampu melahirkan relawan yang kompeten, disiplin, serta siap menjalankan tugas kemanusiaan, baik dalam kondisi normal maupun ketika terjadi bencana dan situasi darurat.

Kesiapsiagaan relawan juga menjadi aspek penting mengingat penanganan bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, organisasi kemanusiaan, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.

Dalam kondisi tersebut, relawan yang memiliki keterampilan memadai dan mampu bekerja sama dengan baik akan membantu mendukung proses penanganan darurat serta pelayanan kepada masyarakat terdampak.

Karena itu, kegiatan seperti Galang Kreativitas Relawan diharapkan tidak berhenti sebagai perlombaan semata, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pelayanan kemanusiaan.

Keterlibatan lebih dari 300 anggota PMR dan KSR menunjukkan pentingnya ruang pembinaan yang mampu menggabungkan pendidikan, latihan keterampilan, dan penguatan karakter relawan.

PMR berperan sebagai wadah pembinaan generasi muda dalam mengenal nilai-nilai kepalangmerahan, menumbuhkan kepedulian sosial, serta membangun kebiasaan hidup sehat dan semangat menolong sesama.

Sementara itu, KSR menjadi bagian dari kekuatan sukarela PMI yang dapat mendukung berbagai kegiatan pelayanan kemanusiaan sesuai dengan kapasitas, kompetensi, dan kebutuhan di lapangan.

Melalui kegiatan bersama tersebut, para peserta diharapkan semakin memahami bahwa menjadi relawan bukan sekadar memiliki keterampilan pertolongan pertama, melainkan juga membutuhkan tanggung jawab, empati, kedisiplinan, dan komitmen untuk membantu sesama tanpa membedakan latar belakang.

Semangat tersebut sejalan dengan peran PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam penanganan bencana, pertolongan pertama, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Peringatan HUT ke-81 PMI menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen organisasi dalam mengembangkan relawan yang tangguh dan siap menghadapi tantangan kemanusiaan.

Melalui Galang Kreativitas Relawan, PMI Kota Padang berupaya membangun generasi relawan yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya investasi jangka panjang dalam pembinaan relawan, terutama untuk mendukung kesiapsiagaan menghadapi bencana dan berbagai kondisi darurat yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Dengan pembinaan yang terarah, latihan secara berkala, serta dukungan berbagai pihak, relawan diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan kemanusiaan di Kota Padang.

Melalui momentum peringatan HUT ke-81 ini, PMI Kota Padang diharapkan terus melahirkan relawan yang profesional, tangguh, berintegritas, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama, sehingga kehadiran mereka benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Tim Pasukan Pengibar Bendera (Paski) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Kota Padang menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Federasi Olahraga Baris-Berbaris Seluruh Indonesia (FORBASI) Sumatera Barat. Dalam kompetisi yang digelar di Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis (15/10/2026), tim Paski MTsN 3 Kota Padang berhasil meraih Juara Utama 2 sekaligus menyabet penghargaan Danton Terbaik 1.

Prestasi tersebut menjadi bukti kemampuan, kedisiplinan, dan kerja sama tim Paski MTsN 3 Kota Padang dalam mengikuti kompetisi olahraga baris-berbaris tingkat daerah. Keberhasilan ini sekaligus mengharumkan nama madrasah dan Kota Padang di bidang pembinaan karakter serta prestasi peserta didik.

Capaian membanggakan itu tidak hanya menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar MTsN 3 Kota Padang, tetapi juga membuka peluang bagi tim untuk melangkah ke kompetisi yang lebih tinggi. Melalui hasil yang diraih pada Kejurda FORBASI Sumatera Barat, tim Paski MTsN 3 Kota Padang dipastikan memperoleh satu tiket untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) FORBASI yang akan berlangsung di Jawa Barat pada pertengahan Desember 2026.

Keberhasilan meraih Juara Utama 2 merupakan hasil dari kemampuan tim dalam menampilkan gerakan baris-berbaris secara teratur, menjaga keseragaman gerakan, serta membangun kekompakan antarpersonel.

Dalam kompetisi baris-berbaris, setiap anggota dituntut memiliki kedisiplinan tinggi, ketepatan gerakan, konsentrasi, dan kemampuan bekerja sama. Seluruh unsur tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk tim yang solid dan mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah.

Selain prestasi tim, penghargaan Danton Terbaik 1 yang diraih komandan peleton menjadi pencapaian tersendiri. Penghargaan ini menambah nilai positif bagi kontingen MTsN 3 Kota Padang dalam kompetisi tersebut.

Peran komandan peleton sangat penting dalam menjaga koordinasi, memberikan aba-aba, serta memastikan seluruh anggota bergerak secara serempak sesuai instruksi. Kemampuan kepemimpinan dan komunikasi menjadi unsur yang tidak terpisahkan dari penampilan sebuah tim baris-berbaris.

Meski demikian, keberhasilan yang diraih tidak terlepas dari kontribusi seluruh anggota tim yang berupaya menjaga disiplin dan kekompakan selama mengikuti perlombaan.

Lolosnya tim Paski MTsN 3 Kota Padang ke Kejurnas FORBASI di Jawa Barat menjadi kesempatan penting untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengukur kualitas tim pada tingkat nasional.

Keikutsertaan dalam kompetisi nasional nantinya akan mempertemukan tim dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para siswa untuk menambah pengalaman, meningkatkan keterampilan, dan memperluas wawasan dalam olahraga baris-berbaris.

Menjelang pelaksanaan Kejurnas pada pertengahan Desember 2026, persiapan yang matang menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan. Latihan rutin, evaluasi gerakan, peningkatan ketepatan aba-aba, serta penguatan koordinasi antarpersonel dapat menjadi bagian dari upaya memaksimalkan penampilan tim.

Kekompakan dan mental bertanding juga perlu terus dibangun agar para siswa mampu tampil percaya diri ketika menghadapi persaingan di tingkat nasional.

Keberhasilan di Kejurda FORBASI Sumatera Barat diharapkan menjadi modal berharga bagi tim Paski MTsN 3 Kota Padang untuk kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya pada ajang mendatang.

Prestasi yang diraih Paski MTsN 3 Kota Padang menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi sarana efektif untuk mengembangkan potensi siswa di luar bidang akademik.

Melalui kegiatan baris-berbaris, peserta didik tidak hanya dilatih menguasai teknik dan formasi, tetapi juga dibiasakan menerapkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, dan semangat pantang menyerah.

Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda yang memiliki integritas dan mampu bekerja dalam sebuah tim.

Capaian Juara Utama 2 dan Danton Terbaik 1 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan bakat, mengikuti kegiatan positif, serta berani berkompetisi dalam berbagai bidang.

Dengan tiket Kejurnas FORBASI di tangan, tim Paski MTsN 3 Kota Padang kini memiliki kesempatan untuk melanjutkan perjuangan dan membawa nama baik madrasah serta Kota Padang di panggung nasional.

Prestasi di tingkat daerah menjadi langkah awal untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi. Dengan latihan yang konsisten, semangat kebersamaan, dan persiapan yang terarah, tim Paski MTsN 3 Kota Padang diharapkan mampu tampil optimal serta kembali menorehkan prestasi membanggakan pada Kejurnas FORBASI di Jawa Barat, Desember mendatang.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) Republik Indonesia meresmikan aktivasi Pos Sahabat Perempuan dan Anak (Pos SAPA) di Hunian Sementara (Huntara) Lubuk Buaya, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (16/10/2026). Kehadiran pos layanan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak, khususnya bagi kelompok rentan yang terdampak bencana.

Peresmian aktivasi Pos SAPA tersebut dirangkai dengan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) bagi delapan calon petugas dari unsur Aisyiyah. Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan layanan pendampingan serta perlindungan kepada perempuan dan anak yang tinggal di lingkungan huntara.

Keberadaan Pos SAPA diharapkan menjadi salah satu upaya nyata untuk memastikan perempuan dan anak terdampak bencana tetap memperoleh akses terhadap layanan perlindungan yang mudah dijangkau, aman, dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dalam situasi pascabencana, perempuan dan anak termasuk kelompok yang membutuhkan perhatian khusus. Selain menghadapi persoalan pemenuhan kebutuhan dasar, mereka juga berpotensi mengalami berbagai kerentanan yang membutuhkan penanganan secara tepat, mulai dari persoalan psikososial hingga kebutuhan pendampingan ketika menghadapi permasalahan perlindungan.

Karena itu, kehadiran Pos SAPA di Huntara Lubuk Buaya diharapkan dapat menjadi ruang layanan yang membantu masyarakat memperoleh informasi, menyampaikan pengaduan, serta mengakses pendampingan apabila menghadapi persoalan yang berkaitan dengan perempuan dan anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang, Boby Firman, menyambut baik aktivasi Pos SAPA di Huntara Lubuk Buaya.

Menurutnya, keberadaan pos tersebut diharapkan dapat mempermudah perempuan dan anak terdampak bencana dalam memperoleh akses terhadap layanan perlindungan. Dengan adanya layanan yang lebih dekat dengan tempat tinggal warga, masyarakat diharapkan tidak mengalami kesulitan ketika membutuhkan informasi, konsultasi, maupun pendampingan.

Pos SAPA juga diharapkan mampu memperkuat upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada kelompok rentan, terutama masyarakat yang masih menjalani kehidupan di hunian sementara setelah mengalami bencana.

Selain menyediakan akses layanan, keberadaan pos ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan perempuan dan anak. Dengan demikian, berbagai persoalan yang muncul di lingkungan pengungsian maupun huntara dapat lebih cepat dikenali dan ditangani melalui mekanisme layanan yang sesuai.

Penguatan layanan perlindungan di tingkat komunitas menjadi penting agar perempuan dan anak tidak merasa sendirian ketika menghadapi persoalan. Mereka diharapkan memiliki tempat untuk mencari bantuan serta memperoleh pendampingan dari petugas yang telah dipersiapkan.

Perwakilan Kementerian PPPA RI, Dianawati Lasmindar, berharap para calon petugas Pos SAPA dapat menjalankan tugas dengan baik dan memberikan pendampingan secara optimal kepada perempuan dan anak terdampak bencana.

Melalui bimbingan teknis yang diberikan kepada delapan calon petugas dari unsur Aisyiyah, diharapkan para peserta memiliki pemahaman yang memadai mengenai peran dan tanggung jawab dalam memberikan layanan perlindungan kepada kelompok rentan.

Kesiapan petugas menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung efektivitas pelayanan. Petugas tidak hanya diharapkan mampu memberikan informasi, tetapi juga dapat memahami kebutuhan warga, merespons pengaduan secara tepat, serta mengarahkan penerima layanan kepada pihak yang berwenang apabila diperlukan penanganan lebih lanjut.

Pendampingan terhadap perempuan dan anak terdampak bencana juga membutuhkan pendekatan yang mengutamakan rasa aman, penghormatan terhadap privasi, serta pemahaman terhadap kondisi dan pengalaman masing-masing individu.

Oleh karena itu, pembekalan melalui bimtek diharapkan menjadi modal awal bagi para calon petugas untuk menjalankan fungsi Pos SAPA secara profesional, responsif, dan berorientasi pada kepentingan terbaik perempuan dan anak.

Keterlibatan unsur Aisyiyah dalam kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat dukungan berbasis masyarakat. Melalui kerja sama antara pemerintah dan unsur masyarakat, jangkauan pelayanan perlindungan di lingkungan huntara diharapkan semakin luas.

Aktivasi Pos SAPA di Huntara Lubuk Buaya merupakan bagian dari upaya memperkuat perhatian terhadap kebutuhan perempuan dan anak dalam situasi pascabencana.

Pemenuhan kebutuhan dasar, seperti tempat tinggal, makanan, air bersih, dan layanan kesehatan, perlu berjalan beriringan dengan upaya memastikan keselamatan serta perlindungan kelompok rentan.

Dalam konteks tersebut, Pos SAPA diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan hunian sementara yang lebih aman dan ramah bagi perempuan dan anak. Keberadaan layanan ini juga diharapkan membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mencegah kekerasan, diskriminasi, dan berbagai bentuk perlakuan yang merugikan perempuan maupun anak.

Selain itu, koordinasi antara petugas Pos SAPA, pemerintah daerah, serta lembaga terkait menjadi penting agar setiap kebutuhan perlindungan dapat ditindaklanjuti secara tepat sesuai kewenangan dan prosedur yang berlaku.

Dengan adanya koordinasi yang baik, masyarakat diharapkan dapat memperoleh layanan yang lebih terarah, terutama ketika membutuhkan pendampingan khusus atau rujukan kepada lembaga yang memiliki kompetensi dalam menangani persoalan perempuan dan anak.

Kehadiran Pos SAPA di Huntara Lubuk Buaya diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas pelayanan, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan sistem perlindungan perempuan dan anak di tingkat masyarakat.

Melalui kesiapan petugas, dukungan pemerintah daerah, serta keterlibatan organisasi masyarakat, pelayanan perlindungan diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.

Peresmian aktivasi pos yang disertai bimbingan teknis bagi delapan calon petugas tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat layanan pendampingan bagi perempuan dan anak terdampak bencana di Kota Padang.

Ke depan, optimalisasi Pos SAPA diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi penghuni huntara, sehingga perempuan dan anak dapat menjalani kehidupan pascabencana dengan dukungan perlindungan yang lebih baik.

Upaya ini sekaligus menegaskan pentingnya menghadirkan pelayanan publik yang tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik pascabencana, tetapi juga memperhatikan keamanan, kenyamanan, serta pemenuhan hak-hak perempuan dan anak.

Dengan beroperasinya Pos SAPA di Huntara Lubuk Buaya, diharapkan akses terhadap layanan perlindungan semakin dekat dengan masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah bagi perempuan serta anak terdampak bencana.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN - Kontingen Kota Padang kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan mempertahankan gelar juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat Tahun 2026. Keberhasilan tersebut diraih setelah Kota Padang mengumpulkan total 609 medali, terdiri atas 261 medali emas, 181 perak, dan 167 perunggu.

Penyerahan piala juara umum berlangsung di Stadion Utama Sumatera Barat, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (14/10/2026). Capaian ini sekaligus mempertegas posisi Kota Padang sebagai salah satu kekuatan utama olahraga di Sumatera Barat.

Prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras para atlet, pelatih, ofisial, serta seluruh pihak yang terlibat dalam mempersiapkan dan mendukung kontingen Kota Padang selama mengikuti kompetisi olahraga tingkat provinsi tersebut.

Keberhasilan mempertahankan gelar juara umum tidak hanya menjadi kebanggaan bagi pemerintah daerah dan masyarakat Kota Padang, tetapi juga menunjukkan konsistensi pembinaan olahraga yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing atlet di berbagai cabang olahraga.

Fadly Amran Apresiasi Perjuangan Atlet Kota Padang

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, dan anggota kontingen Kota Padang atas dedikasi, semangat juang, serta prestasi yang berhasil diraih dalam Porprov Sumbar 2026.

Menurutnya, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum merupakan buah dari perjuangan bersama yang membutuhkan kedisiplinan, kerja keras, persiapan matang, dan semangat pantang menyerah.

Prestasi yang diraih para atlet juga mencerminkan komitmen untuk terus mengembangkan potensi olahraga daerah sekaligus membawa nama baik Kota Padang di tingkat provinsi.

Capaian 261 medali emas, 181 perak, dan 167 perunggu menjadi bukti bahwa kontingen Kota Padang mampu menunjukkan performa kompetitif di tengah persaingan dengan kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat.

Fadly Amran berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan, menjaga konsistensi prestasi, serta mempersiapkan diri menghadapi kompetisi olahraga pada tingkat yang lebih tinggi.

Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada para pelatih dan ofisial yang telah mendampingi atlet selama proses persiapan hingga pertandingan. Peran mereka dinilai penting dalam membangun mental bertanding, meningkatkan keterampilan, serta menjaga kesiapan atlet menghadapi persaingan.

Bukti Konsistensi Pembinaan Olahraga Daerah

Keberhasilan Kota Padang mempertahankan gelar juara umum Porprov Sumbar 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan olahraga secara berkelanjutan.

Pencapaian tersebut diharapkan tidak berhenti pada keberhasilan meraih medali, tetapi juga menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet, memperkuat kompetisi antarklub, serta membuka peluang bagi atlet potensial untuk berprestasi di tingkat nasional.

Pembinaan yang berkesinambungan, dukungan terhadap pelatih, peningkatan kualitas sarana dan prasarana olahraga, serta pemberian kesempatan bertanding merupakan sejumlah aspek penting untuk menjaga keberlanjutan prestasi daerah.

Dengan demikian, keberhasilan di Porprov dapat menjadi bagian dari proses pembentukan atlet berprestasi yang mampu bersaing dalam kejuaraan nasional maupun kompetisi yang lebih tinggi.

Di sisi lain, prestasi ini juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya minat generasi muda Kota Padang terhadap olahraga. Kehadiran atlet-atlet berprestasi dapat menjadi inspirasi bagi pelajar dan anak muda untuk mengembangkan bakat, membangun kedisiplinan, serta menerapkan gaya hidup sehat.

Menjadi Kebanggaan Masyarakat Kota Padang

Keberhasilan mempertahankan gelar juara umum Porprov Sumbar 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kota Padang.

Raihan 609 medali menunjukkan kontribusi besar para atlet dalam mengharumkan nama daerah. Di balik pencapaian tersebut, terdapat perjuangan panjang yang melibatkan latihan, pengorbanan waktu, dukungan keluarga, serta kerja sama berbagai pihak.

Prestasi ini sekaligus menjadi dorongan bagi Pemerintah Kota Padang untuk terus memperkuat ekosistem olahraga yang mampu melahirkan atlet berkualitas dan berdaya saing.

Ke depan, tantangan yang perlu dijawab adalah bagaimana mempertahankan prestasi tersebut melalui program pembinaan yang terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen seluruh pemangku kepentingan, Kota Padang diharapkan terus melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu mengukir prestasi sekaligus mengharumkan nama daerah di berbagai ajang olahraga.

Keberhasilan mempertahankan gelar juara umum Porprov Sumbar 2026 bukan sekadar tentang jumlah medali, melainkan juga menjadi cerminan semangat perjuangan, kerja keras, dan kebanggaan masyarakat Kota Padang dalam memajukan olahraga daerah.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN - Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, S.Pd., M.Pd., AIFO, menghadiri pertandingan final cabang olahraga sepak bola antara Kota Payakumbuh melawan Kota Sawahlunto sekaligus acara penutupan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI Tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Stadion Utama Sumatera Barat, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Kehadiran Aprinaldi menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah dan unsur legislatif terhadap perkembangan olahraga serta pembinaan atlet di Sumatera Barat.

Pertandingan final sepak bola ini menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian penyelenggaraan Porprov Sumbar XVI 2026. Kedua tim yang berhasil melaju ke partai puncak menunjukkan hasil perjuangan dan persaingan selama kompetisi berlangsung.

Laga final tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi para atlet untuk memperlihatkan kemampuan terbaik, kerja sama tim, kedisiplinan, dan semangat juang dalam meraih prestasi. Selain mengejar kemenangan, para pemain juga diharapkan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan menghormati lawan bertanding.

Penutupan Porprov Sumbar XVI 2026 menandai berakhirnya rangkaian kompetisi olahraga tingkat provinsi yang mempertemukan atlet-atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Ajang ini tidak hanya menjadi arena untuk memperebutkan medali dan gelar juara, tetapi juga menjadi sarana evaluasi terhadap pembinaan atlet yang selama ini dilaksanakan oleh masing-masing daerah.

Melalui kompetisi tersebut, kemampuan atlet dapat diukur secara langsung, sementara pelatih dan pengurus cabang olahraga memperoleh gambaran mengenai aspek-aspek yang perlu ditingkatkan untuk menghadapi kejuaraan berikutnya.

Porprov juga menjadi wadah untuk memperkuat hubungan antardaerah melalui persaingan yang sehat. Para atlet tidak hanya membawa nama pribadi dan tim, tetapi juga mewakili daerah masing-masing dengan harapan dapat mempersembahkan prestasi terbaik.

Kehadiran Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman dalam kegiatan tersebut turut mencerminkan perhatian terhadap penyelenggaraan olahraga di daerah. Dukungan dari berbagai pemangku kepentingan dinilai penting untuk menciptakan ekosistem olahraga yang berkelanjutan, mulai dari pembinaan usia dini hingga peningkatan prestasi atlet pada tingkat yang lebih tinggi.

Penyelenggaraan Porprov Sumbar XVI 2026 diharapkan memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga di Sumatera Barat, khususnya dalam mendorong peningkatan kualitas atlet, pelatih, dan organisasi olahraga di setiap daerah.

Melalui kompetisi yang terencana dan berkesinambungan, potensi atlet daerah diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga mampu bersaing dalam kejuaraan tingkat nasional, bahkan internasional.

Selain aspek prestasi, kegiatan olahraga juga memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kedisiplinan, kerja keras, tanggung jawab, dan kebersamaan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda yang sehat, tangguh, dan berdaya saing.

Bagi Kabupaten Padang Pariaman, penyelenggaraan kegiatan olahraga di Stadion Utama Sumatera Barat, Kecamatan Lubuk Alung, juga menjadi momentum untuk memperkuat peran daerah dalam mendukung kemajuan olahraga di Ranah Minang.

Keberhasilan pembinaan olahraga tentu membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, KONI, pengurus cabang olahraga, pelatih, atlet, hingga dukungan masyarakat.

Dengan berakhirnya Porprov Sumbar XVI 2026, harapan terhadap peningkatan prestasi olahraga di Sumatera Barat diharapkan tidak berhenti pada seremoni penutupan. Sebaliknya, hasil kompetisi dapat menjadi pijakan untuk menyusun program pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Porprov Sumatera Barat XVI 2026 diharapkan menjadi langkah penting dalam melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama daerah serta membawa prestasi olahraga Sumatera Barat ke tingkat nasional dan internasional.(AYU)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN - Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, S.Pd., M.Pd., AIFO, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di Mushala Hanura, Kubu Padang Manis, Kecamatan V Koto, Kabupaten Padang Pariaman.

Kehadiran Aprinaldi dalam kegiatan keagamaan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan silaturahmi antara pimpinan daerah dan masyarakat. Di tengah kesibukannya menjalankan tugas sebagai pimpinan legislatif, ia menyempatkan diri hadir langsung untuk mengikuti kegiatan keagamaan bersama warga setempat.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Rasulullah sekaligus merefleksikan perjuangan, keteladanan, dan ajaran beliau dalam membangun kehidupan yang berlandaskan keimanan, akhlak mulia, serta persaudaraan.

Kehadiran Aprinaldi di Mushala Hanura menunjukkan pentingnya menjaga komunikasi dan kedekatan antara unsur pimpinan daerah dengan masyarakat. Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, hubungan sosial dapat terus diperkuat dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan.

Selain menjadi sarana meningkatkan kualitas spiritual, peringatan Maulid Nabi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk mempererat ukhuwah Islamiyah serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada kemajuan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga perlu diimbangi dengan penguatan nilai-nilai keagamaan, moral, dan sosial.

Kehidupan masyarakat yang harmonis membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga generasi muda. Dengan demikian, nilai-nilai kebaikan yang terkandung dalam ajaran agama dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi kesempatan untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah, terutama dalam hal kejujuran, amanah, kesabaran, kepedulian terhadap sesama, serta sikap adil dalam menjalankan tanggung jawab.

Nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan. Sikap saling menghormati, menjaga persatuan, serta mengutamakan kepentingan bersama merupakan fondasi penting dalam mewujudkan kehidupan sosial yang damai dan sejahtera.

Bagi masyarakat Kabupaten Padang Pariaman, momentum keagamaan seperti ini diharapkan dapat semakin memperkuat karakter religius sekaligus menjaga tradisi kebersamaan yang telah tumbuh di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, semangat meneladani Rasulullah diharapkan tidak berhenti pada peringatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mushala Hanura, Kubu Padang Manis, Kecamatan V Koto, menjadi salah satu momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus menjaga keharmonisan kehidupan sosial masyarakat.

Kebersamaan dalam kegiatan keagamaan diharapkan mampu menumbuhkan semangat persaudaraan, memperkuat kepedulian sosial, serta membangun lingkungan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai moral dan toleransi.

Kehadiran Ketua DPRD Padang Pariaman Aprinaldi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan yang memiliki nilai spiritual dan sosial.

Dengan menjadikan akhlak Rasulullah sebagai pedoman, masyarakat diharapkan semakin memperkuat keimanan dan ketakwaan, menjaga persatuan, serta berkontribusi dalam menciptakan Kabupaten Padang Pariaman yang religius, harmonis, dan sejahtera.

Meneladani Rasulullah, mempererat ukhuwah, dan membangun masyarakat yang religius menjadi pesan penting dalam memaknai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. (Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

MENTAWAI – Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, S.Pd., M.Pd., AIFO, menyerahkan medali emas kepada atlet cabang olahraga (cabor) cricket Kabupaten Padang Pariaman dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat Tahun 2026 di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Minggu (11/10/2026).

Penyerahan medali tersebut menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan dan kerja keras para atlet yang telah berkompetisi membawa nama Kabupaten Padang Pariaman dalam pesta olahraga tingkat Provinsi Sumatera Barat tersebut.

Aprinaldi menyampaikan rasa bangga atas pencapaian yang diraih atlet cricket Padang Pariaman. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, semangat juang, serta kerja sama yang ditunjukkan para atlet selama mengikuti kompetisi.

Ia menilai, keberhasilan meraih medali emas tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para atlet dan tim pelatih, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kabupaten Padang Pariaman.

“Prestasi ini merupakan kebanggaan kita bersama. Saya mengapresiasi perjuangan dan semangat para atlet yang telah berusaha maksimal untuk mengharumkan nama Kabupaten Padang Pariaman,” ujar Aprinaldi.

Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan, menjaga semangat berlatih, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai kejuaraan pada masa mendatang.

Menurutnya, pembinaan olahraga perlu terus diperkuat agar para atlet daerah memiliki kesempatan untuk berkembang dan mampu bersaing di berbagai tingkatan kompetisi. Dukungan dari pemerintah daerah, organisasi olahraga, pelatih, dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi.

Aprinaldi juga berharap keberhasilan atlet cricket ini dapat menginspirasi cabang olahraga lainnya di Kabupaten Padang Pariaman untuk terus berjuang dan memberikan hasil terbaik dalam Porprov XVI Sumatera Barat 2026.

“Semoga prestasi ini menjadi langkah awal untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi. Teruslah berlatih, jaga kekompakan, dan jangan cepat berpuas diri. Mudah-mudahan atlet Padang Pariaman semakin berprestasi, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional,” harapnya.

Prestasi yang diraih atlet cricket Padang Pariaman tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat pembinaan olahraga di daerah sekaligus menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap potensi atlet lokal.

Dengan semangat juang dan dukungan bersama, Kabupaten Padang Pariaman diharapkan terus melahirkan atlet-atlet berkualitas yang mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah dalam berbagai ajang olahraga. (Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Kegiatan Pasar Murah yang diselenggarakan Dinas Perdagangan Kota Padang di halaman Kantor Camat Nanggalo, Rabu (14/10/2026), mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kegiatan ini dinilai membantu warga memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau di tengah upaya masyarakat memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Kehadiran pasar murah tersebut menjadi salah satu langkah untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih bersahabat. Program ini juga memberikan kesempatan bagi warga untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi keluarga.

Sejumlah warga menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Mereka menilai pasar murah memberikan manfaat nyata, terutama bagi rumah tangga yang harus mengatur pengeluaran secara cermat untuk memenuhi berbagai kebutuhan pokok.

Dua warga Siteba, Resti dan Novi, mengungkapkan apresiasi mereka terhadap pelaksanaan pasar murah yang digelar di wilayah Kecamatan Nanggalo. Menurut mereka, kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Keduanya berharap program pasar murah tidak hanya dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu, tetapi dapat terus berlanjut dan diselenggarakan secara berkala agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.

Mereka menilai, keberadaan pasar murah dapat menjadi alternatif bagi warga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga tanpa harus mengeluarkan biaya yang terlalu besar. Dengan demikian, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengalokasikan pengeluaran secara lebih baik sesuai dengan kebutuhan keluarga masing-masing.

Harapan agar pasar murah lebih sering diselenggarakan mencerminkan kebutuhan masyarakat terhadap program yang mendukung keterjangkauan harga bahan pokok.

Bagi masyarakat, kestabilan harga dan kemudahan memperoleh kebutuhan pokok merupakan hal penting dalam menjaga keseimbangan pengeluaran rumah tangga. Karena itu, kegiatan yang menyediakan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau diharapkan dapat terus menjadi perhatian pemerintah daerah.

Pasar murah juga memiliki nilai strategis sebagai bentuk pelayanan yang mendekatkan program pemerintah kepada masyarakat. Dengan pelaksanaan kegiatan di tingkat kecamatan, warga dapat mengakses layanan tersebut secara lebih mudah tanpa harus pergi ke lokasi yang jauh.

Selain memberikan manfaat langsung kepada konsumen, kegiatan semacam ini diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok rumah tangga yang perlu mengelola anggaran belanja secara efisien.

Penyelenggaraan pasar murah di Kecamatan Nanggalo menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat dalam memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Respons positif warga menunjukkan bahwa program tersebut memiliki manfaat yang dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, keberlanjutan kegiatan serupa diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

Resti dan Novi berharap Pemerintah Kota Padang melalui dinas terkait dapat terus menghadirkan program pasar murah di berbagai wilayah. Dengan pelaksanaan yang lebih rutin dan jangkauan yang semakin luas, manfaat program tersebut diharapkan dapat dirasakan oleh lebih banyak keluarga.

Pada akhirnya, pasar murah bukan sekadar kegiatan jual beli, melainkan juga salah satu upaya mendukung masyarakat agar lebih mudah memenuhi kebutuhan dasar. Keberlanjutan program yang disertai evaluasi dan pemantauan harga diharapkan dapat membantu menjaga keterjangkauan bahan pokok sekaligus memperkuat daya beli warga Kota Padang.(Ayu)

 



REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas kajian perlindungan konsumen terkait keamanan dan keselamatan pengguna kendaraan bermotor roda dua.

Kegiatan tersebut menjadi forum diskusi untuk membahas berbagai aspek perlindungan konsumen, khususnya yang berkaitan dengan keamanan dan keselamatan masyarakat dalam menggunakan sepeda motor.

Berdasarkan dokumentasi kegiatan, sejumlah personel Ditlantas Polda Sumbar terlihat mengikuti diskusi bersama pihak terkait. Dalam kegiatan tersebut, peserta berdiskusi dan bertukar pandangan mengenai isu perlindungan konsumen serta keselamatan pengguna kendaraan bermotor.

Selain diskusi kelompok, dokumentasi juga memperlihatkan interaksi antara personel Ditlantas Polda Sumbar dengan seorang narasumber yang mengenakan batik. Pertemuan tersebut menunjukkan adanya komunikasi dan pertukaran informasi dalam mendukung pembahasan materi kegiatan.

Pembahasan mengenai perlindungan konsumen dan keselamatan berkendara merupakan isu penting, mengingat sepeda motor menjadi salah satu moda transportasi yang banyak digunakan masyarakat. Upaya meningkatkan keselamatan tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, tetapi juga pemahaman mengenai aspek keamanan kendaraan dan hak-hak konsumen.

Melalui forum diskusi seperti ini, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih komprehensif di antara para pemangku kepentingan mengenai pentingnya perlindungan konsumen dan keselamatan pengguna kendaraan bermotor roda dua.

Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat pelayanan Ditlantas Polda Sumbar melalui pendekatan Polisi Bersama Masyarakat, yakni melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.


REALITANUSANTARA.COM

Padang - Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan literasi kependudukan di lingkungan pendidikan. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui peluncuran program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Tahun 2026 yang diharapkan mampu membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, serta memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap berbagai persoalan kependudukan.

Program Sekolah Siaga Kependudukan 2026 secara resmi diluncurkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang, Raju Minropa, di Balai Kota Padang, Kamis (15/10/2026).

Peluncuran ini menjadi bagian dari komitmen Pemko Padang dalam mendorong penguatan pemahaman kependudukan sejak usia sekolah. Melalui program tersebut, peserta didik diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memahami berbagai dinamika kependudukan yang berkaitan erat dengan kehidupan sosial, pembangunan, dan masa depan bangsa.

Literasi kependudukan dinilai penting untuk ditanamkan sejak dini agar generasi muda mampu memahami perubahan jumlah penduduk, persebaran penduduk, struktur usia, kualitas sumber daya manusia, serta berbagai tantangan yang muncul seiring perkembangan masyarakat.

Dengan pemahaman tersebut, para pelajar diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki wawasan luas, mampu berpikir kritis, serta mengambil keputusan secara bijak dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Sekolah Siaga Kependudukan merupakan program pendidikan yang mendorong integrasi materi kependudukan ke dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini diharapkan membuat peserta didik lebih mudah memahami hubungan antara persoalan kependudukan dengan berbagai aspek kehidupan.

Melalui pelaksanaan program SSK, sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan kesadaran mengenai pentingnya kualitas penduduk, pembangunan keluarga, kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, serta tanggung jawab generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.

Pemahaman tersebut juga diharapkan mampu membangun pola pikir yang lebih terbuka di kalangan pelajar terhadap persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.

Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter dan kesadaran sosial bagi generasi penerus.

Program ini sekaligus menjadi upaya memperkuat pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Materi kependudukan diharapkan dapat membantu peserta didik memahami bahwa pembangunan daerah dan nasional tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia serta kemampuan masyarakat dalam mengelola berbagai tantangan kependudukan.

Keberhasilan Sekolah Siaga Kependudukan tidak hanya bergantung pada pelaksanaan kegiatan di lingkungan sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan berbagai pihak.

Sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, keluarga, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk memastikan nilai-nilai literasi kependudukan dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Pemerintah memiliki peran dalam mendorong kebijakan dan program pendukung, sedangkan sekolah menjadi lingkungan utama untuk memberikan pengetahuan serta membangun kesadaran peserta didik.

Di sisi lain, keluarga berperan dalam memperkuat pendidikan karakter dan membiasakan anak menerapkan nilai-nilai tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Dukungan masyarakat juga diperlukan agar pemahaman yang diperoleh di sekolah dapat berkembang melalui interaksi sosial di lingkungan sekitar.

Melalui kolaborasi tersebut, pendidikan kependudukan diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi pembelajaran, tetapi berkembang menjadi bagian dari pembentukan sikap dan perilaku generasi muda.

Peluncuran Sekolah Siaga Kependudukan 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperluas pemahaman masyarakat, khususnya kalangan pelajar, mengenai pentingnya kependudukan dalam pembangunan daerah.

Generasi muda merupakan salah satu kelompok strategis yang akan menentukan arah pembangunan pada masa mendatang. Karena itu, pembekalan pengetahuan, karakter, dan kesadaran sosial sejak usia sekolah menjadi investasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Melalui program ini, Pemko Padang mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang mampu membekali peserta didik dengan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tantangan kependudukan.

Selain meningkatkan wawasan, pendidikan kependudukan juga diharapkan dapat menumbuhkan sikap peduli terhadap lingkungan, memperkuat tanggung jawab sosial, serta mendorong generasi muda berpartisipasi dalam pembangunan secara positif.

Pelaksanaan program Sekolah Siaga Kependudukan 2026 menjadi salah satu langkah untuk menyelaraskan dunia pendidikan dengan kebutuhan pembangunan masyarakat yang terus berkembang.

Dengan dukungan pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kesadaran sosial, serta kemampuan menghadapi tantangan kependudukan di masa depan.(Ayu)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.