Latest Post

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Universitas Negeri Padang (UNP) kembali menghadirkan Papermob sebagai salah satu rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026. Kegiatan yang memasuki tahun ketiga pelaksanaannya itu berlangsung meriah di Lapangan Atletik Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNP, Sabtu (8/8/2026).

Papermob tahun ini melibatkan lebih dari 12 ribu mahasiswa baru UNP yang berasal dari seluruh gugus PKKMB. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.250 mahasiswa menempati kotak-kotak formasi atau kavling yang telah disiapkan untuk membentuk berbagai pola visual dalam kegiatan tersebut.

Sebanyak 20 formasi ditampilkan dalam Papermob UNP 2026. Setiap formasi disusun melalui proses persiapan dan latihan yang dilakukan secara terkoordinasi selama lebih dari satu bulan.

Kegiatan tersebut digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNP dengan Bekam sebagai Ketua Pelaksana Papermob. Persiapan melibatkan mahasiswa dari berbagai unsur organisasi kemahasiswaan maupun mahasiswa yang mengikuti proses rekrutmen secara terbuka.

Ketua BEM UNP, Farid Wajidi, mengatakan Papermob tidak hanya menjadi kegiatan visual dalam rangka menyambut mahasiswa baru, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun kekompakan, kedisiplinan, komunikasi, dan kerja sama sejak awal memasuki lingkungan perguruan tinggi.

Menurut Farid, terdapat perbedaan antara jumlah mahasiswa yang mengisi kotak formasi dengan total mahasiswa baru yang terlibat dalam keseluruhan kegiatan.

“Yang mengisi kotak formasi memang sekitar 9.250 mahasiswa, tetapi secara keseluruhan lebih dari 12 ribu mahasiswa baru ikut terlibat dalam kegiatan ini,” ujar Farid.

Ia menjelaskan, proses penyusunan formasi membutuhkan persiapan matang karena setiap peserta harus menempati posisi sesuai dengan pola yang telah ditentukan. Koordinasi antargugus menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan setiap formasi dapat ditampilkan sesuai konsep yang telah dirancang.

Persiapan Papermob dilakukan selama lebih dari satu bulan sebelum pelaksanaan. Dalam proses tersebut, mahasiswa dari seluruh gugus PKKMB dilibatkan sehingga kegiatan tidak hanya menjadi agenda penyambutan, tetapi juga menjadi sarana membangun kebersamaan antarmahasiswa baru.

Dari sisi kepanitiaan, Papermob UNP 2026 melibatkan delegasi atau perwakilan Unit Kegiatan (UK) dan organisasi kemahasiswaan, BEM fakultas, serta mahasiswa UNP yang bergabung melalui mekanisme open recruitment.

Keterlibatan berbagai unsur mahasiswa tersebut menunjukkan adanya kolaborasi antara organisasi kemahasiswaan dan mahasiswa baru dalam menyukseskan salah satu agenda besar PKKMB UNP 2026.

Papermob juga menjadi bagian dari upaya UNP menciptakan pengalaman awal perkuliahan yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik. Melalui kegiatan kolaboratif tersebut, mahasiswa baru diperkenalkan dengan nilai-nilai kebersamaan, tanggung jawab, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja dalam kelompok.

Kegiatan Papermob UNP 2026 sekaligus menjadi momentum bagi ribuan mahasiswa baru untuk membangun ikatan kebersamaan sebelum menjalani proses pendidikan di lingkungan kampus.

Pelaksanaan Papermob ini juga sejalan dengan komitmen UNP dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas (Quality Education).

Melalui rangkaian PKKMB, UNP tidak hanya memperkenalkan lingkungan akademik dan kehidupan kampus kepada mahasiswa baru, tetapi juga mendorong terbentuknya karakter mahasiswa yang mampu berkolaborasi, beradaptasi, serta berkontribusi positif di lingkungan kampus dan masyarakat.

Dengan melibatkan lebih dari 12 ribu mahasiswa baru dan menghadirkan 20 formasi melalui 9.250 kavling, Papermob UNP 2026 menjadi salah satu kegiatan kolaboratif berskala besar dalam rangkaian penyambutan mahasiswa baru tahun ini.

Kegiatan tersebut sekaligus menandai dimulainya perjalanan ribuan mahasiswa baru UNP sebagai bagian dari sivitas akademika untuk menempuh pendidikan tinggi dan mengembangkan potensi mereka di berbagai bidang.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Lomba Selaju Sampan menjadi salah satu atraksi budaya dan olahraga yang memeriahkan rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357. Kegiatan tersebut resmi dimulai di Batang Palinggam, kawasan Sungai Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Kamis (7/8/2026).

Perlombaan yang menggabungkan unsur olahraga, tradisi, dan kekayaan budaya masyarakat pesisir Kota Padang ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 Agustus 2026.

Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, Lomba Selaju Sampan bukan sekadar kompetisi olahraga di atas air. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tradisi masyarakat Kota Padang yang perlu terus dirawat dan dikembangkan agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, keberadaan Lomba Selaju Sampan juga menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas budaya Kota Padang. Tradisi yang tumbuh di kawasan aliran sungai dan pesisir tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antarmasyarakat melalui kegiatan yang bersifat kompetitif namun tetap menjunjung tinggi kebersamaan.

“Lomba Selaju Sampan merupakan salah satu tradisi dan perlombaan yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Kota Padang. Karena itu, kegiatan seperti ini harus terus kita lestarikan dan dikembangkan,” ujar Fadly Amran.

Ia menilai, penyelenggaraan lomba dalam momentum HJK Padang ke-357 memiliki nilai strategis karena dapat memperkenalkan kembali permainan dan tradisi masyarakat setempat kepada generasi muda.

Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, perlombaan tersebut juga diharapkan dapat menjadi ruang pembinaan atlet olahraga tradisional sekaligus memperkuat potensi wisata berbasis budaya di Kota Padang.

Ketua Panitia Lomba Selaju Sampan, Mega Nanda, mengatakan penyelenggaraan tahun ini dibuat dalam dua kategori untuk memberikan ruang kompetisi yang lebih luas bagi peserta dari berbagai kelompok usia.

Dua kategori yang diperlombakan yakni Kelompok Umur (KU) Junior U-18 dan kategori Open Kota Padang atau Senior.

Untuk kategori KU Junior U-18, tercatat sebanyak 13 tim ambil bagian dalam perlombaan. Sementara kategori Open Kota Padang diikuti 18 tim.

Dengan demikian, sebanyak 31 tim berpartisipasi dalam Lomba Selaju Sampan yang menjadi bagian dari rangkaian HJK Padang ke-357 tersebut.

Mega Nanda menjelaskan, pembagian kategori tersebut tidak hanya bertujuan menciptakan persaingan yang lebih seimbang, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengenal dan terlibat langsung dalam tradisi selaju sampan.

“Kami ingin Lomba Selaju Sampan tidak hanya menjadi perlombaan tahunan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan dan regenerasi. Anak-anak muda perlu diberi kesempatan untuk mengenal, mengikuti, dan melestarikan tradisi ini,” katanya.

Pelaksanaan lomba di kawasan Batang Palinggam juga memberikan nuansa tersendiri. Sungai Batang Arau yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan Kota Padang kembali menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyaksikan aktivitas budaya dan olahraga tradisional.

Antusiasme masyarakat turut mewarnai pelaksanaan perlombaan. Kehadiran warga dan peserta di sekitar lokasi menjadikan kawasan Batang Palinggam lebih semarak selama berlangsungnya kompetisi.

Lomba Selaju Sampan juga memperlihatkan bagaimana sungai dapat dimanfaatkan tidak hanya sebagai bagian dari ekosistem perkotaan, tetapi juga sebagai ruang publik untuk kegiatan budaya, olahraga, dan pariwisata.

Pemerintah Kota Padang berharap keberlanjutan kegiatan tersebut dapat semakin memperkuat posisi tradisi lokal sebagai bagian dari daya tarik kota. Terlebih, rangkaian HJK Padang ke-357 tahun ini membawa semangat pengembangan potensi kota melalui budaya, kuliner, pariwisata, dan berbagai aktivitas masyarakat.

Momentum HJK Padang ke-357 pun tidak hanya menjadi ajang perayaan usia kota, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali berbagai tradisi lokal yang menjadi bagian dari identitas masyarakat.

Lomba Selaju Sampan menjadi salah satu contoh bagaimana warisan budaya dapat dikemas dalam bentuk kegiatan yang menarik, kompetitif, dan melibatkan generasi muda.

Melalui penyelenggaraan secara berkelanjutan, tradisi selaju sampan diharapkan tidak berhenti sebagai bagian dari seremoni HJK Padang, tetapi terus berkembang menjadi salah satu ikon budaya dan olahraga tradisional Kota Padang yang dikenal lebih luas.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-357 Kota Padang di Gedung DPRD Kota Padang, Jumat (7/8/2026).

Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357. Selain menjadi refleksi atas perjalanan panjang sejarah Kota Padang, momentum tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat komitmen bersama dalam melanjutkan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Memasuki usia ke-357 tahun, Kota Padang dinilai memiliki perjalanan sejarah yang panjang dengan berbagai dinamika serta capaian pembangunan. Sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Barat, Kota Padang memiliki posisi strategis sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, pendidikan, jasa, kebudayaan, serta salah satu pintu gerbang utama Sumatera Barat.

Muhidi mengatakan, Hari Jadi Kota Padang hendaknya tidak dimaknai sebatas seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat tekad bersama menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Menurutnya, pembangunan kota membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah daerah dan DPRD tidak dapat bekerja sendiri, sehingga sinergi dengan masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

“Hari jadi Kota Padang harus menjadi penyemangat bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta bersama-sama membangun kota ini agar semakin maju, nyaman dihuni, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Muhidi.

Ia menilai perjalanan 357 tahun merupakan rentang sejarah yang tidak singkat. Berbagai perubahan yang telah dilalui Kota Padang menjadi modal penting untuk terus memperkuat pembangunan di masa mendatang.

Karena itu, berbagai capaian pembangunan yang telah diraih perlu dijadikan pijakan untuk menghadirkan inovasi baru. Menurut Muhidi, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan sumber daya manusia, pengembangan ekonomi daerah, pembangunan infrastruktur, serta pengelolaan potensi pariwisata dan kebudayaan harus terus menjadi perhatian.

Di tengah perkembangan kota yang semakin dinamis, Padang juga dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks, mulai dari kebutuhan peningkatan kualitas infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat, pengelolaan lingkungan, mitigasi bencana, hingga tuntutan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Muhidi menegaskan, seluruh tantangan tersebut harus dijawab melalui kebijakan pembangunan yang terukur serta kolaborasi lintas sektor.

“Usia 357 tahun merupakan perjalanan sejarah yang panjang dan penuh makna. Berbagai capaian pembangunan yang telah diraih hendaknya menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta memperkuat sektor pendidikan, ekonomi, pariwisata, dan infrastruktur,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Hari Jadi Kota Padang sebagai momentum memperkuat rasa memiliki terhadap daerah. Menurutnya, kecintaan terhadap kota tidak cukup hanya ditunjukkan melalui perayaan, tetapi juga melalui partisipasi aktif dalam menjaga kebersihan, keamanan, lingkungan, ketertiban, serta mendukung berbagai program pembangunan.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat, kata Muhidi, perlu terus diperkuat agar setiap potensi yang dimiliki Kota Padang dapat dikembangkan secara optimal.

Terlebih, Kota Padang memiliki kekayaan budaya dan kuliner Minangkabau yang dapat menjadi kekuatan dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Penguatan identitas budaya tersebut dinilai dapat berjalan beriringan dengan inovasi dan modernisasi kota.

“Dengan semangat kebersamaan, saya yakin Kota Padang akan terus tumbuh menjadi kota yang maju, berdaya saing, serta mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya. Mari jadikan Hari Jadi ke-357 ini sebagai langkah awal untuk menghadirkan masa depan Kota Padang yang lebih gemilang,” tutur Muhidi.

Lebih lanjut, Ketua DPRD Sumbar tersebut berharap pembangunan Kota Padang ke depan semakin memperhatikan aspek pemerataan dan keberlanjutan. Kemajuan kota, menurutnya, harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga karakter dan identitas Kota Padang sebagai bagian dari kebudayaan Minangkabau. Nilai-nilai seperti musyawarah, gotong royong, kebersamaan, dan semangat saling membantu perlu terus dipertahankan di tengah perkembangan zaman.

Muhidi kemudian menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-357 Kota Padang. Ia berharap momentum tersebut semakin memperkuat optimisme seluruh masyarakat dalam menyongsong masa depan kota.

“Selamat Hari Jadi Kota Padang ke-357. Semoga Kota Padang semakin maju, tangguh, sejahtera, dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Barat. Mari bersama-sama menjaga budaya, memperkuat persatuan, dan membangun Kota Padang untuk generasi yang akan datang,” pungkasnya.

Editor : Deviana 

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Tradisi Padang Bajamba turut menghangatkan rangkaian peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 yang digelar di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan tradisi makan bersama masyarakat Minangkabau di tengah perayaan hari jadi kota. Bajamba bukan sekadar aktivitas menyantap hidangan secara bersama-sama, tetapi juga mengandung nilai-nilai sosial dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dalam tradisi tersebut, masyarakat duduk dan menikmati hidangan secara bersama dalam suasana penuh keakraban. Kebersamaan yang terbangun melalui Bajamba mencerminkan semangat persaudaraan, kesetaraan, gotong royong, serta kepedulian antarsesama.

Nilai-nilai itu dinilai tetap relevan dalam kehidupan masyarakat modern. Di tengah keberagaman latar belakang masyarakat perkotaan, tradisi Bajamba menjadi ruang untuk mempererat hubungan sekaligus membangun semangat kebersamaan.

Peringatan HJK Padang ke-357 melalui kegiatan budaya seperti Padang Bajamba juga menunjukkan bahwa pembangunan kota tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi turut memperhatikan pelestarian identitas budaya daerah.

Kuliner menjadi bagian penting dari identitas tersebut. Beragam makanan khas Minangkabau tidak hanya dikenal karena cita rasanya, tetapi juga memiliki sejarah, filosofi, serta tata cara penyajian yang erat dengan kehidupan sosial masyarakat.

Karena itu, penguatan tradisi Bajamba dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Padang mendorong kota tersebut menuju Kota Gastronomi. Gastronomi tidak hanya berbicara mengenai makanan, tetapi juga mencakup budaya, tradisi, sejarah, kreativitas, hingga ekosistem ekonomi yang berkembang di sekitar kuliner.

Melalui pengembangan potensi gastronomi, Kota Padang diharapkan mampu menjadikan kekayaan kuliner Minangkabau sebagai bagian dari daya tarik wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha, khususnya UMKM dan sektor ekonomi kreatif.

Momentum HJK Padang ke-357 pun menjadi kesempatan untuk mempertemukan pelestarian budaya dengan agenda pembangunan kota. Tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi tidak hanya dipertahankan sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga dikembangkan agar memiliki nilai dan relevansi bagi masyarakat masa kini.

Padang Bajamba sekaligus menjadi simbol bahwa kekuatan sebuah kota tidak hanya terletak pada kemajuan fisik, tetapi juga pada kemampuan masyarakatnya menjaga jati diri dan membangun kebersamaan.

Dengan merawat tradisi, memperkuat kolaborasi, dan mengembangkan potensi kuliner lokal, Kota Padang terus menegaskan identitasnya sebagai kota yang memiliki kekayaan budaya dan gastronomi. Semangat tersebut diharapkan menjadi modal penting dalam mewujudkan Padang sebagai kota gastronomi yang berdaya saing, sekaligus tetap berakar kuat pada budaya Minangkabau.

Peringatan HJK Padang ke-357 akhirnya tidak hanya menjadi perayaan perjalanan panjang sebuah kota, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembali pesan bahwa budaya, kebersamaan, dan kuliner merupakan bagian penting dari masa depan Kota Padang.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Padang – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya kewaspadaan dini sebagai upaya memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus menjaga keharmonisan kehidupan sosial di tengah berbagai tantangan yang berkembang saat ini.

Ajakan tersebut disampaikan Muhidi saat menghadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas Kewaspadaan Dini Masyarakat yang digelar di Padang, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar mampu mengenali, mencegah, dan mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan maupun persoalan sosial sejak dini.

Dalam sambutannya, Muhidi menegaskan bahwa menjaga keamanan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum ataupun pemerintah daerah. Menurutnya, terciptanya kondisi masyarakat yang aman, nyaman, dan kondusif membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, pemuda, kaum perempuan, hingga seluruh warga di tingkat lingkungan.

"Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Tidak mungkin pemerintah dan aparat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, budaya saling peduli terhadap lingkungan sekitar harus terus dibangun agar berbagai potensi gangguan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar," ujar Muhidi.

Ia menilai salah satu bentuk kewaspadaan dini yang paling efektif adalah menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Setiap warga diharapkan tidak bersikap acuh terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungannya, tetapi turut memberikan perhatian dan solusi melalui pendekatan yang bijaksana.

Muhidi juga mengingatkan pentingnya menjalankan nilai-nilai moral dalam kehidupan bermasyarakat. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk saling mengingatkan dalam kebaikan serta mencegah berbagai bentuk perilaku yang dapat merusak tatanan sosial.

"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk saling mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Mengapa kemaksiatan semakin meluas? Karena sering kali orang-orang baik memilih diam dan tidak mengambil peran. Padahal, jika kita berani mengingatkan dengan cara yang baik, Insya Allah akan membawa perubahan," katanya.

Menurut Muhidi, memberikan nasihat atau teguran kepada seseorang dengan cara yang santun dan penuh penghormatan bukan merupakan tindakan yang bertentangan dengan hak asasi manusia. Sebaliknya, hal tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama agar tidak terjerumus ke dalam perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat.

Ia juga mengajak para orang tua, tokoh masyarakat, serta perangkat lingkungan untuk lebih aktif membimbing generasi muda agar terhindar dari berbagai pengaruh negatif seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, aksi tawuran, perjudian, hingga tindak kriminal lainnya.

"Kalau ada anak-anak kita yang mulai melakukan hal-hal yang tidak baik, panggil dan ajak bicara dengan baik. Tidak perlu dengan kekerasan. Berikan pembinaan dan teladan yang baik. Bekerja samalah dalam kebaikan, karena kewaspadaan dini membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat," tegasnya.

Selain persoalan keamanan, Muhidi juga menyoroti tantangan besar di era digital, yakni derasnya arus informasi yang belum tentu benar. Ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah mempercayai ataupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

Menurutnya, penyebaran informasi palsu atau hoaks dapat memicu keresahan, perpecahan, bahkan konflik sosial apabila tidak disikapi secara cermat.

"Kalau ada informasi, jangan langsung dipercaya atau disebarkan. Pastikan dulu kebenarannya, lihat sumbernya, cek manfaatnya, kemudian baru mengambil sikap. Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyebaran hoaks yang justru merugikan masyarakat," ujarnya.

Muhidi menjelaskan bahwa konsep kewaspadaan dini tidak hanya terbatas pada aspek keamanan dan ketertiban masyarakat. Lebih dari itu, kewaspadaan dini juga mencakup berbagai sektor strategis seperti kesehatan masyarakat, stabilitas sosial, ketahanan ekonomi, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana alam yang sewaktu-waktu dapat terjadi di Sumatera Barat.

Dengan meningkatkan kepedulian, komunikasi, dan kerja sama antarwarga, berbagai potensi ancaman dapat diidentifikasi lebih awal sehingga penanganannya menjadi lebih cepat dan efektif.

"Kewaspadaan dini bukan hanya soal keamanan. Ini juga menyangkut bidang sosial, kesehatan, hingga kebencanaan. Jika masyarakat memiliki kepedulian dan mau bekerja sama, maka potensi gangguan bisa dicegah sejak awal sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, damai, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat," pungkas Muhidi.

Melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Kewaspadaan Dini Masyarakat tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga dalam menjaga stabilitas daerah. Budaya kewaspadaan dini dinilai menjadi salah satu fondasi penting untuk mewujudkan Sumatera Barat yang aman, harmonis, tangguh, dan berdaya saing di tengah dinamika perkembangan zaman.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Padang – Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mendampingi Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian, meninjau secara langsung kawasan terdampak banjir bandang di Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Selasa (4/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi lapangan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan pascabencana yang harus segera dipenuhi.

Dalam peninjauan itu, Maigus Nasir menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Senin (3/8/2026) menyebabkan banjir dan banjir bandang di sejumlah wilayah. Beberapa kecamatan yang terdampak cukup signifikan di antaranya Kecamatan Kuranji, Nanggalo, dan Koto Tangah, dengan dampak berupa genangan, kerusakan infrastruktur, serta terganggunya aktivitas masyarakat.

Menurut Maigus, Pemerintah Kota Padang bergerak cepat dengan mengerahkan seluruh perangkat daerah terkait, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup, hingga unsur TNI, Polri, relawan, dan masyarakat untuk melakukan evakuasi, pembersihan material banjir, serta membantu warga yang terdampak.

Ia berharap kehadiran BNPB dapat memperkuat upaya penanganan yang sedang dilakukan pemerintah daerah. Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya dalam bentuk bantuan tanggap darurat, tetapi juga melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi guna mempercepat pemulihan infrastruktur serta kehidupan masyarakat pascabencana.

"Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar proses penanganan dampak bencana dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan menyeluruh. Kami berharap BNPB dapat memberikan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan," ujar Maigus Nasir.

Sementara itu, Sestama BNPB Rustian bersama rombongan meninjau sejumlah titik yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang. Hasil peninjauan lapangan akan menjadi bagian dari proses inventarisasi kebutuhan penanganan sebagai dasar pemberian dukungan pemerintah pusat kepada Pemerintah Kota Padang.

Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat penanganan darurat, memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi, sekaligus mempersiapkan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi agar aktivitas warga dapat kembali berjalan normal dalam waktu secepat mungkin.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Polresta Padang mengerahkan ratusan personel untuk mengamankan rangkaian peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 yang dipusatkan di kawasan Pantai Padang, Kamis (6/8/2026). Pengamanan dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif di tengah tingginya antusiasme masyarakat yang memadati lokasi acara.

Sejak pagi hingga malam hari, kawasan Pantai Padang dipenuhi ribuan warga dan wisatawan yang datang untuk menyaksikan berbagai agenda perayaan, termasuk pawai telong-telong, pertunjukan seni budaya, serta beragam kegiatan hiburan yang menjadi bagian dari peringatan hari jadi ibu kota Provinsi Sumatera Barat tersebut.

Mengantisipasi meningkatnya mobilitas pengunjung, Polresta Padang menerapkan pola pengamanan terpadu dengan menempatkan personel di sejumlah titik strategis, seperti jalur masuk dan keluar kawasan Pantai Padang, area panggung utama, kawasan pedestrian, lokasi parkir, hingga titik-titik yang berpotensi menimbulkan kepadatan.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengamanan dilakukan sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama berlangsungnya seluruh rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Padang.

"Perayaan Hari Jadi Kota Padang merupakan agenda penting yang menjadi perhatian masyarakat luas. Karena itu, kami mengerahkan ratusan personel dari berbagai satuan fungsi untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Kami ingin masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian acara dengan nyaman tanpa adanya gangguan keamanan maupun ketertiban," ujar Apri Wibowo.

Ia menjelaskan, personel yang diterjunkan berasal dari berbagai satuan, di antaranya Satuan Lalu Lintas yang bertugas mengatur arus kendaraan dan mencegah kemacetan, Satuan Samapta yang melaksanakan patroli dan pengamanan terbuka di lokasi kegiatan, serta personel Reserse Kriminal yang melakukan pemantauan untuk mengantisipasi potensi tindak kriminalitas seperti pencopetan, pencurian kendaraan bermotor, maupun gangguan keamanan lainnya.

Selain pengamanan terbuka, kepolisian juga menyiagakan personel patroli bermotor yang secara berkala berkeliling di sekitar kawasan Pantai Padang guna memastikan situasi tetap kondusif serta memberikan respons cepat apabila terjadi gangguan keamanan atau keadaan darurat.

Sementara itu, secara operasional pengamanan di lapangan dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polresta Padang, Kompol Afrides Roema, S.H. Ia melakukan pemantauan sekaligus memberikan arahan kepada personel yang bertugas di berbagai titik pengamanan agar pelaksanaan tugas berjalan sesuai dengan rencana operasi yang telah disusun.

Menurut Afrides, pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik yang dinilai memiliki potensi kerawanan sehingga strategi pengamanan disusun secara berlapis.

"Kami telah mengidentifikasi seluruh titik yang berpotensi mengalami kepadatan maupun kerawanan. Personel ditempatkan secara proporsional sesuai tingkat kebutuhan, dengan mengedepankan langkah-langkah preventif melalui patroli dan pengawasan intensif. Namun apabila ditemukan pelanggaran hukum atau gangguan keamanan, kami siap mengambil tindakan secara cepat dan tegas sesuai ketentuan yang berlaku," jelasnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, Polresta Padang juga memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Padang, panitia penyelenggara, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, tenaga kesehatan, serta instansi terkait lainnya guna memastikan seluruh aspek penyelenggaraan acara berjalan dengan baik, mulai dari pengaturan lalu lintas, pengamanan lokasi, hingga pelayanan kepada masyarakat.

Petugas kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban selama mengikuti rangkaian kegiatan, mematuhi arahan petugas di lapangan, menjaga barang bawaan, serta segera melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.

Kapolresta Padang berharap peringatan Hari Jadi Kota Padang tidak hanya menjadi momentum mempererat kebersamaan masyarakat, tetapi juga memperlihatkan kesiapan Kota Padang sebagai daerah tujuan wisata yang aman, nyaman, dan ramah bagi wisatawan.

"Dengan sinergi seluruh pihak dan dukungan masyarakat, kami berharap seluruh rangkaian Hari Jadi Kota Padang dapat berlangsung sukses, aman, dan memberikan kesan positif bagi seluruh pengunjung yang hadir," tutup Kapolresta.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Menyambut Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, Pemerintah Kota Padang berkolaborasi dengan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) II Padang menggelar bakti sosial, pelayanan kesehatan gratis, dan aksi bersih Sungai Batang Arau, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Markas Satuan Patroli (Satrol) Kodaeral II Padang tersebut diawali dengan apel gabungan yang dipimpin langsung Wali Kota Padang, Fadly Amran. Apel diikuti unsur TNI, Polri, instansi vertikal, perangkat daerah, serta berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk sinergi dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kepedulian sosial.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Kodaeral II Padang, Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung, Komandan Lanud Sutan Sjahrir Kolonel Nav Wahyu Bintoro, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Padang, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari semangat peringatan HJK ke-357 yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Peringatan Hari Jadi Kota Padang harus menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan. Sungai Batang Arau merupakan salah satu ikon Kota Padang yang harus kita jaga kebersihan dan kelestariannya,” ujar Fadly.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berdaya saing.

Sebanyak 330 personel diterjunkan dalam aksi bersih Sungai Batang Arau. Mereka berasal dari unsur TNI, Polri, instansi vertikal, perangkat daerah, kecamatan, hingga kelurahan. Para peserta menyisir kawasan sungai dan sekitarnya untuk mengangkat sampah serta membersihkan area yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.

Selain aksi lingkungan, kegiatan juga diisi dengan donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Panitia menargetkan sebanyak 357 peserta mengikuti layanan kesehatan tersebut, angka yang disesuaikan dengan usia Kota Padang yang kini memasuki tahun ke-357.

Komandan Kodaeral II Padang, Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung, menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut untuk terus mendukung program-program kemasyarakatan dan pelestarian lingkungan yang digagas pemerintah daerah.

“Sinergi yang terbangun hari ini menunjukkan bahwa menjaga lingkungan dan membantu masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Kami siap mendukung berbagai program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Padang,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Padang berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan sungai dan lingkungan semakin meningkat, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menyambut Hari Jadi Kota Padang ke-357 yang puncak perayaannya akan digelar pada bulan Agustus 2026.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG – Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, melakukan kunjungan kerja dalam rangka Reses Perseorangan Masa Sidang V Tahun Sidang 2026/2027 ke sejumlah lokasi infrastruktur di Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (5/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Zigo didampingi Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, serta sejumlah pejabat terkait.

Salah satu lokasi yang ditinjau adalah rencana pembangunan Jembatan Kalawi di Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh. Selain itu, rombongan juga meninjau rencana rehabilitasi Irigasi Gunung Nago, Daerah Irigasi Koto Tuo, serta kondisi SDN 10 Lambung Bukit yang mengalami kerusakan akibat banjir yang melanda wilayah tersebut pada Senin (3/8/2026).

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen Zigo Rolanda dalam memperjuangkan kebutuhan pembangunan infrastruktur Kota Padang di tingkat nasional. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi faktor penting dalam mempercepat pemulihan pascabencana.

"Kami sangat mengapresiasi perhatian Bapak Zigo Rolanda yang terus mengawal berbagai kebutuhan pembangunan Kota Padang. Dukungan dari pemerintah pusat sangat kami harapkan, terutama untuk percepatan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur yang terdampak bencana," ujar Maigus Nasir.

Ia menjelaskan, sejumlah fasilitas publik di Kota Padang masih membutuhkan penanganan serius setelah terdampak banjir besar yang terjadi pada penghujung tahun 2025. Kerusakan tidak hanya terjadi pada infrastruktur jalan dan jembatan, tetapi juga pada sarana pendidikan, jaringan irigasi, serta fasilitas penunjang aktivitas masyarakat lainnya.

Sementara itu, Zigo Rolanda menegaskan bahwa hasil peninjauan lapangan akan menjadi bahan evaluasi dan dasar dalam memperjuangkan dukungan anggaran serta program pembangunan melalui kementerian dan lembaga terkait di tingkat pusat.

"Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpetakan secara langsung. Infrastruktur seperti jembatan, irigasi, dan fasilitas pendidikan memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi dan pelayanan publik, sehingga perlu mendapatkan perhatian bersama," kata Zigo.

Menurutnya, Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur, perhubungan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, dan mitigasi kebencanaan memiliki komitmen untuk mendorong percepatan pembangunan di daerah, khususnya wilayah yang terdampak bencana alam.

Rencana pembangunan Jembatan Kalawi dinilai penting karena menjadi akses penghubung bagi masyarakat di kawasan Limau Manis dan sekitarnya. Sementara rehabilitasi Irigasi Gunung Nago diharapkan dapat mendukung kebutuhan sektor pertanian serta menjaga produktivitas lahan masyarakat.

Di sektor pendidikan, perbaikan SDN 10 Lambung Bukit juga menjadi perhatian mengingat sekolah tersebut terdampak banjir yang mengakibatkan terganggunya proses belajar mengajar. Pemerintah Kota Padang berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat mempercepat pemulihan sarana pendidikan agar aktivitas sekolah kembali berjalan optimal.

Kunjungan lapangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, sekaligus mempercepat pemulihan kawasan terdampak bencana demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Padang.

Editor : Ayu



REALITANUSANTARA.COM

Padang, 5 Agustus 2027 – Dalam rangka memperingati Hari Dharma Wanita Nasional yang jatuh pada 5 Agustus 2027, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menyampaikan ucapan selamat serta apresiasi kepada seluruh perempuan Indonesia, khususnya para anggota Dharma Wanita, atas dedikasi dan kontribusinya dalam mendukung pembangunan bangsa.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., bersama Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran strategis sebagai sumber inspirasi, penggerak keluarga, serta mitra dalam menciptakan masyarakat yang aman, tertib, dan berbudaya.

Melalui momentum Hari Dharma Wanita Nasional ini, Ditlantas Polda Sumbar berharap seluruh perempuan Indonesia terus meningkatkan semangat pengabdian, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, serta menjadi teladan dalam membangun karakter generasi penerus bangsa.

"Selamat Hari Dharma Wanita Nasional. Teruslah menjadi inspirasi dan pilar kekuatan di mana pun berada," demikian pesan yang disampaikan melalui unggahan resmi Ditlantas Polda Sumbar.

Peringatan Hari Dharma Wanita Nasional diharapkan menjadi momentum untuk semakin mempererat sinergi antara keluarga, masyarakat, dan institusi dalam mendukung terwujudnya Indonesia yang maju, aman, dan sejahtera.


Edtr/rptr: RF

REALITANUSANTARA.COM

Padang — Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak banjir, personel Polisi Wanita (Polwan) Polresta Padang menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak di kawasan Siteba, Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Rabu (5/8/2026). Kegiatan tersebut bertujuan membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang mengalami tekanan emosional akibat bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.

Kegiatan trauma healing dipimpin langsung oleh Kabag SDM Polresta Padang, AKP Ramadhani, bersama jajaran Polwan Polresta Padang. Sejak pagi, para personel berbaur dengan anak-anak melalui berbagai aktivitas yang dirancang secara edukatif dan menyenangkan, seperti permainan kelompok, bernyanyi bersama, menggambar, bercerita, hingga memberikan motivasi agar mereka kembali percaya diri dan mampu melupakan pengalaman traumatis selama banjir.

Suasana penuh kehangatan dan keceriaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Tawa anak-anak yang semula terlihat murung perlahan berubah menjadi senyum ceria setelah mengikuti berbagai permainan dan interaksi bersama para Polwan. Pendekatan yang humanis ini diharapkan mampu mengurangi rasa takut, cemas, dan trauma yang masih dirasakan anak-anak pascabencana.

Kapolresta Padang melalui Kabag SDM AKP Ramadhani menyampaikan bahwa kegiatan trauma healing merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan saat terjadi bencana.

"Anak-anak membutuhkan perhatian dan pendampingan khusus setelah mengalami musibah banjir. Melalui kegiatan ini kami ingin mengembalikan semangat mereka agar dapat kembali ceria, bermain, belajar, dan menjalani aktivitas sehari-hari tanpa dihantui rasa takut akibat bencana yang dialami," ujarnya.

Selain memberikan pendampingan psikologis kepada anak-anak, para Polwan juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berinteraksi langsung dengan warga terdampak banjir. Mereka mendengarkan berbagai keluhan serta kebutuhan masyarakat selama proses pemulihan, sekaligus memberikan dukungan moral agar warga tetap optimistis menghadapi situasi pascabencana.

Kehadiran personel Polwan di tengah masyarakat mendapat sambutan hangat dari warga. Orang tua mengaku terbantu dengan kegiatan tersebut karena mampu memberikan hiburan sekaligus mengembalikan semangat anak-anak yang beberapa hari terakhir masih menunjukkan rasa takut akibat banjir.

Melalui kegiatan kemanusiaan ini, Polresta Padang berharap kehadiran Polri dapat memberikan rasa aman, nyaman, serta memperkuat solidaritas antara aparat kepolisian dan masyarakat. Trauma healing diharapkan menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung proses pemulihan psikologis korban bencana, sehingga masyarakat dapat bangkit lebih cepat dan kembali menjalankan aktivitas secara normal.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Padang – Gerak cepat Tim II Klewang Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Padang kembali membuahkan hasil. Seorang residivis yang diduga sebagai pelaku percobaan pencurian dengan kekerasan (jambret) terhadap seorang perempuan lanjut usia berhasil diringkus saat hendak melarikan diri ke Pekanbaru. Penangkapan dilakukan pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di wilayah Kota Solok.

Penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut dari penyelidikan intensif yang dilakukan jajaran Satreskrim Polresta Padang setelah menerima laporan masyarakat terkait aksi percobaan penjambretan yang sempat menghebohkan warga. Kasus itu tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/755/VIII/2026/SPKT/Polresta Padang/Polda Sumbar tertanggal 4 Agustus 2026.

Pelaku diketahui berinisial FDP (40), warga Jalan By Pass Bukit Putus, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang. Berdasarkan hasil penyelidikan, ia diduga melakukan percobaan penjambretan terhadap NGK (66), seorang ibu rumah tangga, di kawasan Jalan Kali Kecil, Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat, pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian luas masyarakat setelah rekaman aksinya beredar di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut terlihat pelaku berusaha merampas barang milik korban yang merupakan seorang perempuan lanjut usia. Beruntung aksi tersebut tidak berhasil, namun sempat menimbulkan kepanikan di lokasi kejadian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim II Klewang Satreskrim Polresta Padang segera melakukan serangkaian penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Dari hasil analisis rekaman tersebut, identitas pelaku berhasil diungkap dan penyidik meyakini bahwa yang bersangkutan merupakan seorang residivis yang telah beberapa kali terlibat dalam kasus kejahatan jalanan dengan modus serupa.

Penyelidikan kemudian berkembang setelah polisi memperoleh informasi dari masyarakat mengenai keberadaan pelaku yang diduga melarikan diri ke arah Solok. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim II Klewang langsung bergerak melakukan pengejaran hingga ke wilayah Kota Solok.

Upaya pengejaran akhirnya membuahkan hasil. Petugas berhasil menemukan pelaku sesaat sebelum menaiki mobil travel yang akan membawanya menuju Pekanbaru untuk menemui keluarganya. Tanpa memberikan kesempatan untuk melarikan diri, tim langsung mengamankan pelaku di lokasi.

Saat menjalani pemeriksaan awal, FDP mengakui telah melakukan percobaan penjambretan terhadap korban di kawasan Padang Barat. Setelah diamankan, pelaku beserta barang bukti langsung dibawa ke Mapolresta Padang guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan saat beraksi, yakni satu unit sepeda motor Honda Beat berwarna putih, satu buah helm putih, satu helai jaket hitam, satu helai baju berwarna merah bata, serta satu helai celana jeans biru.

Atas perbuatannya, pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 479 juncto Pasal 17 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengenai percobaan pencurian dengan kekerasan. Penyidik masih terus mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku dalam tindak pidana serupa yang terjadi di wilayah hukum Polresta Padang.

Polresta Padang menegaskan komitmennya untuk terus memberantas kejahatan jalanan demi menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan setiap tindak kriminal maupun memberikan informasi terkait pelaku kejahatan agar dapat segera ditindaklanjuti, sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

Editor : Ayu

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.