Latest Post

REALITA NUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN — Suasana penuh kebahagiaan menyelimuti pelaksanaan peluncuran penyaluran Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE) Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (28/2/2026). Sebanyak 1.173 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan yang disalurkan di dua titik, yakni di halaman Kantor Kecamatan Batang Anai dan Aula Kecamatan 2x11 Kayu Tanam.

Sejak pagi, masyarakat telah berdatangan ke lokasi kegiatan. Mereka tampak antusias dan bersyukur karena bantuan tersebut menjadi suntikan semangat baru di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga, terutama pasca tekanan ekonomi dan dampak bencana yang melanda beberapa waktu lalu.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, secara langsung meresmikan penyaluran bantuan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa program BSSE merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong kemandirian keluarga penerima manfaat.

Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga sebagai stimulus untuk meningkatkan produktivitas masyarakat. Ia berharap dana yang diterima dapat dikelola secara bijak dan dimanfaatkan untuk memperkuat usaha kecil maupun memenuhi kebutuhan dasar keluarga.

Berdasarkan data penetapan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, jumlah penerima bantuan di Kabupaten Padang Pariaman mencapai 1.173 KPM yang tersebar di berbagai kecamatan. Kecamatan Batang Anai tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 630 KPM. Disusul Kecamatan 2x11 Kayu Tanam sebanyak 232 KPM, sementara kecamatan lainnya masing-masing menerima kurang dari 100 KPM.

Setiap keluarga penerima manfaat memperoleh bantuan stimulus ekonomi sebesar Rp5 juta serta bantuan isian hunian senilai Rp3 juta. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha keluarga, perbaikan kondisi rumah, serta menunjang kebutuhan pokok rumah tangga.

Momentum penyaluran bantuan ditandai dengan penyerahan secara simbolis kepada perwakilan KPM. Raut wajah bahagia dan rasa haru tampak dari para penerima yang saling berbagi cerita mengenai rencana pemanfaatan bantuan tersebut, mulai dari menambah modal usaha kecil hingga memperbaiki fasilitas rumah yang rusak.

Agar penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran, pemerintah daerah menggandeng PT Pos Indonesia Cabang Pariaman sebagai mitra distribusi. Kerja sama ini dilakukan untuk memastikan proses pencairan berlangsung transparan, aman, dan sesuai dengan data penerima yang telah ditetapkan.

Melalui program BSSE Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap bantuan yang diberikan tidak hanya membantu meringankan beban masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga mampu mendorong perputaran ekonomi di tingkat keluarga dan nagari, sehingga masyarakat dapat bangkit, produktif, dan semakin mandiri di masa mendatang.

REALITANUSANTARA.COM

Padang Pariaman  - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Wira Satria, menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah kepada seluruh umat Islam, khususnya masyarakat Kabupaten Padang Pariaman, pada Kamis (19/2/2026).

Dalam keterangannya, Wira Satria mengajak masyarakat untuk menyambut bulan suci dengan penuh rasa syukur dan semangat memperbaiki diri. Ia menilai Ramadan bukan sekadar kewajiban menjalankan ibadah puasa, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat hubungan antarsesama dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Menurutnya, nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan gotong royong perlu semakin ditumbuhkan selama Ramadan agar tercipta suasana yang harmonis dan kondusif di tengah masyarakat.

“Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga Ramadan tahun ini menjadi sarana memperdalam keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, serta menghadirkan keberkahan bagi daerah yang kita cintai,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan selama bulan Ramadan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk. Peran semua elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, dan pemuda, dinilai sangat penting dalam menciptakan suasana yang damai.

Kepada generasi muda, Wira Satria berpesan agar memanfaatkan Ramadan dengan kegiatan yang bermanfaat, seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an, mengikuti pesantren Ramadan, serta aktif dalam kegiatan sosial yang membantu sesama.

Di akhir pesannya, ia berharap seluruh masyarakat diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menunaikan ibadah puasa hingga Idulfitri.

“Semoga setiap amal ibadah yang kita lakukan mendapat ganjaran pahala yang berlipat ganda dan kita semua dapat meraih kemenangan di hari yang fitri,” tutupnya.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN – Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, memimpin Tim Safari Ramadhan (TSR) 3 Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam kunjungan ke Surau Ar-Rahman, Korong Padang Kabau, Nagari Koto Dalam Induk, Kecamatan VII Koto Padang Sago, Rabu (25/2/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda rutin Safari Ramadhan pemerintah daerah dalam mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus memperkuat syiar Islam di bulan suci. Rombongan TSR 3 turut didampingi unsur Sekretariat DPRD, Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, serta Bagian Perencanaan dan Keuangan. Sejumlah insan pers juga hadir meliput kegiatan tersebut.

Kedatangan tim disambut hangat oleh Camat VII Koto Padang Sago, Kepala KUA VII Koto Padang Sago, pihak Puskesmas Padang Sago, Wali Nagari Koto Dalam Dedi Cahyadi bersama perangkat nagari, Bamus, Bhabinkamtibmas, Babinsa, wali korong, tokoh masyarakat, serta jamaah Surau Ar-Rahman.

Dalam sambutannya, Wali Nagari Dedi Cahyadi menyampaikan apresiasi atas kunjungan TSR 3 ke wilayahnya. Ia juga mengungkapkan kebanggaan terhadap anak-anak TPA/TPSA Surau Ar-Rahman yang menampilkan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) sebagai bagian dari penyambutan. Kelompok tersebut sebelumnya pernah meraih prestasi di tingkat provinsi.

Camat VII Koto Padang Sago, Zamiarti, turut menyampaikan rasa syukur karena pada tahun ini kecamatannya mendapat dua kali kunjungan Tim Safari Ramadhan, sesuatu yang menurutnya tidak selalu terjadi setiap tahun.

Sementara itu, Aprinaldi dalam arahannya menegaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan. Ia mengingatkan bahwa bulan suci menjadi kesempatan emas untuk memperbanyak amal ibadah serta meninggalkan perbuatan yang tidak bermanfaat.

Menurutnya, kehadiran Tim Safari Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah antara pemerintah daerah dan masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut mampu mendorong masyarakat untuk lebih memakmurkan masjid dan surau sebagai pusat pembinaan umat.

Aprinaldi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan pengurus masjid dalam mengoptimalkan fungsi rumah ibadah. Ia menyebut masjid dan surau tidak hanya sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan agama, pembinaan karakter, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Dalam kesempatan itu, ia secara khusus mengingatkan generasi muda agar bijak dalam memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai agama agar tidak menggerus akhlak dan jati diri.

“Perkembangan teknologi adalah keniscayaan, namun jangan sampai membuat kita lalai mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an dan Hadits dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi peran aktif para tokoh masyarakat dan pengelola TPA dalam membina anak-anak, termasuk mendorong lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an di Kecamatan VII Koto Padang Sago.

Pada akhir kegiatan, TSR 3 menyerahkan bantuan berupa lima mushaf Al-Qur’an dan dana sebesar Rp15 juta untuk Surau Ar-Rahman. Bantuan tersebut disebut telah ditransfer ke rekening mushala sebelum kunjungan dilakukan.

Aprinaldi menjelaskan bahwa dukungan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah terhadap penguatan pendidikan keagamaan, terlebih Surau Ar-Rahman memiliki jumlah santri TPA terbanyak di Kecamatan Padang Sago.

Melalui kegiatan Safari Ramadhan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat semakin kuat dalam membangun kehidupan religius yang harmonis serta membina generasi muda yang berakhlak dan berdaya saing di tengah perkembangan zaman.

Editor : Ayu

REALITA NUSANTARA.COM

PADANG, – Wali Kota Padang, Fadly Amran melempar tantangan besar bagi para pelajar di Kota Padang. Tak tanggung-tanggung, bagi pelajar yang paling disiplin dan istiqamah meramaikan rumah ibadah, Pemerintah Kota (Pemko) Padang menyiapkan reward berupa keberangkatan Umrah ke Tanah Suci.

Hal ini ditegaskan Fadly Amran saat kunjungan Safari Ramadan di Mushala Rambutan, Korong Gadang, Kuranji, Jumat (27/2/2026) malam.

Langkah ini merupakan bagian dari skema besar Program Unggulan (Progul) Smart Surau yang mengintegrasikan teknologi dengan pembentukan karakter anak sejak dini.

Untuk memastikan penilaian yang objektif dan transparan, setiap rumah ibadah dalam program Smart Surau akan dibekali perangkat tablet berbasis Face Recognition (pengenalan wajah). Teknologi ini menjadi instrumen utama untuk mencatat kehadiran santri secara real-time sekaligus memastikan apresiasi pemerintah tepat sasaran.

"Kita tidak ingin lagi sekadar mendorong, tapi kita beri apresiasi nyata. Melalui absensi wajah di tiap masjid dan mushala melalui program Smart Surau, datanya terekam jelas. Bagi yang konsisten, kita siapkan insentif tunai setiap tiga bulan, dan puncaknya kita siapkan hadiah Umrah bagi yang terbaik. Kita ingin anak-anak bangga ke masjid karena ada apresiasi konkret dari pemerintah," tegas Fadly Amran.

Fadly menyebut bahwa pemerintah harus "jemput bola" dengan cara-cara yang relevan bagi generasi Alpha. Selain sistem absensi canggih, Smart Surau juga mencakup penyediaan ruang pembelajaran digital sebagai fasilitas belajar dan bermain yang positif bagi anak-anak di lingkungan rumah ibadah.

"Pemerintah ingin ikut ambil bagian dalam menghidupkan kembali tradisi ke surau dengan cara kekinian. Kita siapkan teknologinya, kita siapkan internetnya, dan kita siapkan hadiahnya agar masjid kembali menjadi pusat aktivitas anak muda," tambahnya.

Di luar urusan keagamaan, Fadly Amran juga menunjukkan aksi nyata dengan langsung memerintahkan perbaikan lampu jalan yang mati di jalur Ampang - Korong Gadang serta percepatan tender irigasi bagi petani terdampak.

Menutup kunjungannya, Fadly Amran menyerahkan bantuan operasional sebesar Rp25 juta dari Bagian Kesra, ditambah bantuan pribadi senilai Rp5 juta khusus untuk pembenahan sistem suara (sound system) agar syiar dakwah di Korong Gadang terdengar lebih maksimal.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimda Plus, Kepala OPD, serta tokoh masyarakat yang menyambut antusias transformasi digital di rumah ibadah mereka. (Taufik/Iksan)

REALITANUSANTARA.COM

Padang Pariaman — Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, mengajak seluruh masyarakat menjadikan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi sebagai momentum untuk memperkuat ketakwaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat tali silaturahmi.

Hal tersebut disampaikannya pada Senin (16/2/2026). Menurut Aprinaldi, Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri serta memperbaiki kualitas ibadah dan hubungan sosial di tengah masyarakat.

“Ramadhan adalah kesempatan emas untuk memperbanyak amal dan menebar kebaikan. Mari kita tingkatkan kepedulian terhadap sesama melalui zakat, infak, sedekah, dan berbagai bentuk bantuan sosial,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya semangat berbagi, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan, agar nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas semakin tumbuh selama bulan suci. Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan, sehingga pelaksanaan ibadah dapat berjalan dengan khusyuk dan lancar.

Aprinaldi mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan berbagai kegiatan keagamaan, seperti pesantren Ramadhan, safari dakwah, dan kegiatan sosial lainnya.

Kepada kalangan pelajar dan generasi muda, ia berpesan agar memanfaatkan Ramadhan untuk memperdalam ilmu agama dan memperkuat karakter. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai religius serta menciptakan lingkungan yang positif dan produktif.

Di sisi lain, DPRD Kabupaten Padang Pariaman, kata Aprinaldi, turut mengambil langkah antisipatif guna mendukung kelancaran ibadah puasa. Salah satunya melalui pengawasan terhadap stabilitas harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok agar tetap terjangkau oleh masyarakat selama Ramadhan.

Ia berharap seluruh rangkaian ibadah yang dijalankan masyarakat selama bulan suci ini diterima oleh Allah SWT serta membawa berkah, kesehatan, dan kedamaian bagi seluruh warga Kabupaten Padang Pariaman.

“Semoga kita semua diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah puasa, serta mampu meningkatkan kualitas diri menjadi pribadi yang lebih bertakwa,” tutupnya.

Editor : Ayu


REALITANUSANTARA.COM

Sumbar- Kepolisian Daerah Sumatera Barat menggelar acara buka puasa bersama bertajuk “Marhaban Ya Ramadan” bersama para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat dari seluruh wilayah Ranah Minang, Kamis (26/2/2026) di Hotel Mercure Padang. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi yang hangat sekaligus momen memperkuat kerja sama semua elemen dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan suci Ramadan.

Dipimpin langsung oleh Irjen Pol Drs. Gatot Tri Suryanta, Kapolda Sumatera Barat, acara tersebut dihadiri oleh pejabat utama Polda, pimpinan organisasi keagamaan, ninik mamak, cadiak pandai, serta unsur Forkopimda. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara mulai dari tausiyah Ramadan hingga doa bersama menjelang buka puasa. 

Dalam sambutannya, Kapolda Gatot menekankan bahwa Ramadan adalah momentum penting untuk mempererat hubungan antara institusi kepolisian dan masyarakat. Menurutnya, tantangan keamanan kini semakin kompleks, sehingga hubungan baik dengan para tokoh agama (toga), tokoh masyarakat (tomas), dan tokoh adat (todat) harus terus ditingkatkan melalui komunikasi dan kolaborasi erat. 

“Kegiatan ini bukan hanya bertemakan buka puasa bersama, tetapi sebagai simbol sinergi antara Polri dengan seluruh komponen masyarakat untuk mewujudkan keamanan yang stabil dan lingkungan yang kondusif,” ujar Kapolda. 

Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat memaknai Ramadan sebagai saat untuk refleksi diri, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, serta memperkokoh nilai empati dan toleransi sosial. Ia juga menegaskan bahwa stabilitas keamanan akan tercipta bila masyarakat turut berpartisipasi aktif, karena Polri tidak bisa bekerja seorang diri. 

Tokoh agama yang hadir menyampaikan apresiasi atas pendekatan humanis yang diperlihatkan Polda Sumatera Barat. Mereka menyatakan bahwa forum seperti ini penting untuk menyatukan persepsi dan memperkokoh komitmen menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat. 

Acara ditutup dengan buka puasa bersama dan sesi ramah tamah, memberi kesan kekeluargaan yang kuat antar peserta. Momentum ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, serta menjadi dasar yang lebih kukuh dalam menjaga keamanan, kedamaian, dan keharmonisan di wilayah Sumatera Barat — baik selama Ramadan maupun di masa yang akan datang. 

Editor (Rafi)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Tim Khusus (Timsus) Bravo dari Polresta Padang berhasil mengamankan seorang pria berinisial A (39) yang diduga terlibat penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu. Penangkapan dilakukan di kawasan Kubu Marapalam, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Kamis (26/2/2026) dini hari.

Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Ipda Eggy Saputra, S.H., M.H., setelah pihak kepolisian menerima laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas penyalahgunaan narkotika di lingkungan tersebut. Menindaklanjuti informasi itu, tim segera melakukan penyelidikan dan bergerak menuju lokasi yang dimaksud.

Setibanya di tempat kejadian, petugas mendapati seorang pria yang sesuai dengan ciri-ciri yang dilaporkan. Tanpa perlawanan, terduga pelaku berhasil diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam penggeledahan di lokasi, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana narkotika. Barang bukti yang disita antara lain satu unit alat hisap sabu (bong), satu paket plastik bening berisi kristal yang diduga sabu-sabu, serta kaca pirek yang dibungkus kertas timah.

Selanjutnya, terduga pelaku bersama barang bukti dibawa ke Markas Polresta Padang guna menjalani proses pemeriksaan dan pengembangan kasus lebih lanjut. Polisi masih mendalami asal-usul barang bukti serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Kota Padang. Aparat juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang telah memberikan informasi sehingga kasus ini dapat diungkap.

Polisi mengimbau warga untuk terus bekerja sama dengan aparat penegak hukum dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan, demi menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Editor : Ayu

 

REALITANUSANTARA.COM

PADANG-Mengelola instansi pendidikan di tengah kompleksitas regulasi dan tekanan eksternal sering kali membuat para kepala sekolah berada dalam posisi dilematis. Menjawab tantangan tersebut, Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang memberikan jaminan kepastian hukum melalui kegiatan Penerangan Hukum bagi kepala sekolah se-Kota Padang, mulai dari jenjang SD hingga SMA di Gedung Youth Centre, Padang, Kamis (26/2/2026).

Langkah ini diambil bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya nyata untuk memperkuat mental dan integritas para pemangku kebijakan di sekolah agar tidak lagi merasa ragu dalam mengambil keputusan administratif maupun pengelolaan anggaran.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir dalam sambutannya menekankan bahwa tanggung jawab kepala sekolah sangat besar, mulai dari manajemen sumber daya hingga eksekusi program. Sering kali, keraguan muncul akibat pemahaman regulasi yang belum utuh, yang berisiko menghambat inovasi di sekolah.

"Penyuluhan ini sangat krusial. Kita ingin para kepala sekolah memiliki pemahaman hukum yang komprehensif. Dengan begitu, mereka akan lebih kuat, merasa nyaman, dan tidak perlu ragu lagi dalam bertindak selama itu sesuai aturan," tegasnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Padang, Basril G. S.H., M.H., memaparkan bahwa pihaknya telah menyiapkan dua instrumen utama untuk mengawal sekolah, yaitu Pengawalan Preventif (Intelijen) dengan Kejaksaan melakukan deteksi dini untuk mencegah potensi penyimpangan sejak tahap perencanaan kegiatan sekolah. Kedua, Pendampingan Hukum (DATUN) melalui bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, pihak sekolah dapat berkonsultasi secara resmi. 

"Kami siap memberikan legal opinion (pendapat hukum) jika ada kebijakan sekolah yang membutuhkan kepastian hukum. Tujuannya jelas: agar tidak terjadi malapraktik administrasi di kemudian hari," jelas Basril.

Selain persoalan administrasi, Kejari Padang memberikan perhatian serius terhadap laporan mengenai adanya tekanan dari oknum-oknum yang mengatasnamakan LSM untuk mengintimidasi sekolah.

Basril dengan tegas menyatakan bahwa Kejaksaan siap pasang badan jika ada pihak-pihak yang mencoba mengganggu jalannya pendidikan dengan cara-cara yang melanggar hukum.

"Jangan takut dengan tekanan oknum. Jika ada tindakan intimidatif, segera laporkan. Kami siap bekerja sama dengan pihak sekolah dan menindak tegas oknum tersebut sesuai hukum yang berlaku," pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi titik balik terciptanya ekosistem pendidikan yang transparan dan profesional di Kota Padang. Melalui sinergi dengan program Padang Amanah, Kejari Padang berkomitmen untuk terus mendampingi sekolah secara berkala, mengedepankan fungsi pencegahan demi mewujudkan tata kelola pendidikan yang bersih dan bebas dari penyimpangan. (Taufik/Filsa)

REALITANUSANTARA.COM

Padang Pariaman — Upaya serius Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, dalam memperjuangkan pemulihan sektor pertanian pascabencana membuahkan hasil. Melalui koordinasi intensif dan lobi yang dilakukan ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berhasil memperoleh dukungan anggaran sebesar Rp12,5 miliar.

Anggaran tersebut disalurkan melalui dana tugas pembantuan pada Satuan Kerja (Satker) XIII Provinsi Sumatera Barat dalam bentuk program bantuan pemerintah. Dana ini diperuntukkan bagi enam kegiatan utama, yakni perbaikan infrastruktur optimalisasi lahan sawah non rawan bencana, rehabilitasi lahan terdampak bencana, pembangunan dam parit, irigasi perpipaan, irigasi perpompaan, serta perbaikan jaringan irigasi tersier di wilayah Kabupaten Padang Pariaman.

Program ini menyasar kelompok tani yang tersebar di 17 kecamatan dengan dua kategori kegiatan, yaitu fokus bencana dan reguler, sesuai petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian.

Salah satu program prioritas adalah Optimalisasi Lahan (OPLA) Bencana yang telah memasuki tahap penetapan untuk 18 kelompok tani di sembilan kecamatan dengan total luasan 446 hektare. Lahan tersebut merupakan sawah yang terdampak bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu. Bantuan difokuskan pada lahan yang mengalami kerusakan ringan, seperti sedimentasi akibat banjir setinggi 10 hingga 30 sentimeter, serta kerusakan jaringan irigasi tersier.

Dalam pelaksanaannya, program optimasi lahan mencakup dua kegiatan utama, yakni pengerukan sedimentasi di lahan sawah dan saluran irigasi tersier, serta perbaikan jaringan irigasi tersier yang rusak akibat bencana. Perbaikan ini difokuskan pada jaringan irigasi tersier karena menjadi kewenangan Kementerian Pertanian dalam skema pemulihan lahan pertanian.

Selain itu, program rehabilitasi lahan juga disiapkan untuk sawah dengan tingkat kerusakan sedang. Kategori ini ditandai dengan sedimentasi lebih tebal, yakni di atas 30 sentimeter hingga 100 sentimeter dengan luas terdampak minimal lima hektare sesuai juknis. Saat ini, program rehabilitasi tersebut telah memasuki tahap penetapan bagi 17 kelompok tani dengan total luasan mencapai 198 hektare.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman, Dr. Hendri Satria, A.P., M.Si., menyampaikan bahwa dukungan anggaran ini menjadi angin segar di tengah kebijakan efisiensi yang berlaku. Menurutnya, keberhasilan Bupati dalam membuka peluang pendanaan pusat menjadi pelecut semangat bagi jajaran dinas teknis untuk bekerja optimal meski dengan keterbatasan.

Melalui berbagai program tersebut, lahan yang sebelumnya tidak dapat difungsikan akibat dampak bencana diharapkan kembali produktif. Apabila pada tahap awal belum sepenuhnya bisa ditanami padi, lahan dapat dimanfaatkan sementara untuk komoditas lain seperti jagung agar aktivitas pertanian tetap berjalan dan pendapatan petani tetap terjaga.

Rencananya, kegiatan optimasi lahan sawah terdampak bencana akan mulai dilaksanakan pada awal Maret. Sementara itu, rehabilitasi lahan dijadwalkan dimulai setelah Hari Raya Idulfitri. Sejumlah kegiatan pendukung lainnya, seperti pembangunan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, jaringan irigasi tersier, serta dam parit, juga akan direalisasikan pasca-Lebaran guna memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap program ini mampu meringankan beban kelompok tani dalam memulihkan lahan pertanian mereka pascabencana, baik dari sisi perbaikan fisik lahan maupun penyediaan sarana irigasi. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Bupati John Kenedy Azis dalam memperjuangkan kepentingan petani serta memastikan sektor pertanian tetap menjadi penopang utama perekonomian masyarakat Padang Pariaman.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Dt Rajo Budiman, menyoroti pesatnya pembangunan masjid dan musala di berbagai daerah di Sumatera Barat. Ia mengapresiasi tingginya semangat masyarakat dalam membangun sarana ibadah, namun mengingatkan bahwa kemegahan fisik masjid perlu diimbangi dengan meningkatnya partisipasi jamaah dalam memakmurkannya.

Hal tersebut disampaikan Evi Yandri saat melaksanakan kegiatan Safari Ramadan di Masjid Al Barkah, Sungai Lareh, Kota Padang, Senin (23/2). Dalam sambutannya, ia menyebutkan bahwa hampir di setiap kabupaten dan kota di Sumbar kini berdiri masjid yang representatif, bahkan hingga ke pelosok nagari.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan perkembangan yang sangat positif dan mencerminkan kuatnya nilai religius masyarakat Minangkabau. Namun demikian, ia menilai masih diperlukan dorongan agar kehadiran jamaah, khususnya kaum laki-laki dalam salat berjamaah di luar bulan Ramadan, dapat terus meningkat.

“Pembangunan fisik masjid sudah luar biasa. Sekarang tantangannya adalah bagaimana memakmurkannya dengan aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan yang konsisten,” ujarnya.

Evi Yandri juga menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam berbagai kegiatan masjid. Ia mengajak para pengurus masjid untuk membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi kalangan remaja dan pelajar, sehingga masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan karakter dan pendidikan moral.

Ia menilai momentum Ramadan menjadi waktu yang strategis untuk memperkuat pembinaan tersebut. Pada bulan suci, kehadiran masyarakat di masjid cenderung meningkat, termasuk dari kalangan generasi muda. Kondisi ini, kata dia, harus dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan sosial dan keagamaan secara lebih efektif.

“Ramadan adalah saat yang tepat untuk mempererat ukhuwah dan membangun kesadaran kolektif dalam memakmurkan masjid,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Evi Yandri turut menyerahkan bantuan dana pembangunan masjid sebesar Rp50 juta sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sarana ibadah dan aktivitas keagamaan masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kelanjutan pembangunan serta meningkatkan kenyamanan jamaah dalam beribadah.

Editor : Deviana 

REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN - Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, secara resmi membuka kegiatan Pesantren Ramadan Unggulan 1447 Hijriah/2026 Masehi tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Padang Pariaman. Pembukaan dipusatkan di Masjid Jihad Kabun, Nagari Pauh Kambar, Kecamatan Nan Sabaris, pada Senin (23/2/2026).

Program yang mengangkat tema “Tarbiyah Ramadan, Bangun Circle Penuh Keberkahan” tersebut diikuti oleh pelajar SMA dan SMK dari berbagai sekolah di wilayah Padang Pariaman. Selain dipusatkan di Masjid Jihad Kabun, kegiatan serupa juga dilaksanakan di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Pesantren Ramadan dijadwalkan berlangsung selama 10 hari, mulai 23 Februari hingga 13 Maret 2026.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun karakter generasi muda. Ia menegaskan bahwa Pesantren Ramadan Unggulan merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam memperkuat pendidikan keagamaan sekaligus membina mental dan akhlak pelajar.

Menurutnya, pendidikan agama tidak boleh dipandang sekadar sebagai kewajiban formal, tetapi harus menjadi kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa pemahaman dan pengamalan ilmu agama yang dilandasi kesadaran serta keikhlasan akan memberikan dampak yang lebih baik bagi perkembangan pribadi seseorang.

“Ilmu agama adalah kebutuhan mendasar dalam hidup. Jika dipelajari dan diamalkan dengan ikhlas, hasilnya akan lebih maksimal. Sebaliknya, bila dijalani dengan terpaksa, tentu tidak akan memberikan manfaat yang optimal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati berharap kegiatan Pesantren Ramadan ini dapat menjadi sarana pembentukan karakter yang kuat bagi para pelajar. Ia menginginkan peserta tidak hanya memperoleh peningkatan spiritual, tetapi juga memiliki ketahanan mental, rasa percaya diri, serta akhlak yang baik sehingga mampu menghadapi tantangan pergaulan di era modern.

Ia juga berpesan kepada para pelatih dan pembina agar membimbing peserta dengan pendekatan yang membangun kesadaran. Mengikuti Pesantren Ramadan, kata dia, harus dipahami sebagai investasi jangka panjang dalam membentuk masa depan yang lebih baik.

Pada kesempatan tersebut, Bupati turut mendorong para siswa untuk berperan aktif sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing. Ia mengajak para pelajar agar mampu menginspirasi teman sebaya untuk menjauhi perilaku negatif, seperti tawuran dan pergaulan bebas, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif.

Melalui Pesantren Ramadan Unggulan 1447 H/2026 M ini, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap lahir generasi muda yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki keimanan yang kokoh, daya saing yang tinggi, serta integritas moral yang kuat, sejalan dengan semangat membangun lingkungan pergaulan yang penuh keberkahan di bulan suci Ramadan.

Editor : Ayu


REALITANUSANTARA.COM

Padang, Sumatera Barat — Dalam semangat menjalankan puasa di bulan suci Ramadan 1447 H, Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat menggelar kegiatan Tabligh Akbar dan doa bersama di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Kota Padang, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan ini menghadirkan penceramah kondang Ustadz Dr. Adi Hidayat, Lc., M.A., yang dikenal dengan gaya dakwahnya yang menyejukkan dan penuh makna.
Ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Sumbar memadati area masjid sejak pagi hari. Tak hanya masyarakat umum, hadir pula personel kepolisian, tokoh agama, unsur TNI, dan jajaran Forkopimda Sumbar.
Memperkuat Iman dan Kepedulian Sosial
Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA. menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan ini merupakan bagian dari upaya Polda untuk memperkuat sisi spiritual masyarakat sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Polri tidak hanya hadir dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga dalam pembinaan moral dan spiritual masyarakat. Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperkuat keimanan dan rasa empati sosial,” ujar Kapolda dalam sambutannya.
Sebelum tausiyah dimulai, Ustadz Adi Hidayat memimpin doa bersama ratusan personel Polda Sumbar di lapangan Mapolda, sebagai bentuk refleksi spiritual dan rasa syukur.

Pesan Kebaikan dari Ustadz Adi Hidayat
Dalam ceramahnya, Ustadz Adi Hidayat mengangkat tema 
“Keutamaan Ramadan serta Pentingnya Memperkuat Keimanan dan Kepedulian Sosial di Tengah Masyarakat.”

Beliau mengajak umat Islam untuk menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri, memperbanyak amal ibadah, serta menebarkan kasih sayang kepada sesama.
Setelah tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan kepada 1.000 anak yatim, sebagai wujud nyata kepedulian sosial Polda Sumbar kepada masyarakat yang membutuhkan.


Rangkaian acara diakhiri dengan shalat Dzuhur berjemaah dan doa penutup.
Acara ini menjadi simbol nyata pendekatan humanis kepolisian yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membangun ketenteraman batin dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan, Tabligh Akbar ini diharapkan menjadi langkah awal menuju masyarakat yang lebih damai, beriman, dan peduli sesama di Sumatera Barat.

Editor : (RAFI)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.