REALITANUSANTARA.COMPadang – Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat mengunjungi Kelurahan Koto Lalang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Senin (2/2). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Lurah Koto Lalang tersebut merupakan kunjungan pertama wakil rakyat tingkat provinsi ke wilayah itu.
Dalam pertemuan yang dihadiri sekitar 100 orang warga, masyarakat menyampaikan beragam aspirasi, mulai dari pembangunan infrastruktur, pertanian, peternakan, pemberdayaan sumber daya manusia, pengembangan UMKM, pengelolaan sampah, hingga sarana keagamaan dan pelayanan sosial.
Ketua Forum Nagari Koto Lalang, Maulana, menyampaikan bahwa selama ini wilayahnya lebih sering dikunjungi anggota DPRD Kota Padang. Oleh karena itu, kunjungan Wakil Ketua DPRD Sumbar menjadi momen penting bagi masyarakat.
“Ini pertama kalinya Koto Lalang dikunjungi wakil rakyat dari DPRD provinsi. Kami berharap kunjungan ini membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Maulana menjelaskan, mayoritas warga Koto Lalang berprofesi sebagai petani, sementara sebagian lainnya bergerak di sektor UMKM dan perdagangan kecil. Di sektor pertanian, warga menghadapi persoalan serius terkait saluran irigasi yang rusak, bahkan sebagian terban akibat banjir.
Selain itu, terdapat sumber air dari Lubuk Tangah, namun pendistribusiannya belum optimal karena saluran belum dibeton atau diberi pondasi batu. Akibatnya, hasil panen tidak maksimal dan masyarakat harus bergotong royong membersihkan endapan lumpur secara berkala.
Untuk menambah penghasilan, para petani juga menjalankan usaha peternakan secara sampingan. Namun mereka berharap adanya pelatihan pembuatan pakan ternak agar biaya produksi dapat ditekan.
Sementara di sektor UMKM, pelaku usaha mengeluhkan keterbatasan modal dan keterampilan. Beberapa usaha yang berkembang di antaranya pembuatan furnitur berbahan rotan dan produksi keripik, namun belum mampu berkembang secara optimal.
Aspirasi juga disampaikan oleh Karang Taruna Koto Lalang yang meminta bantuan ternak bebek. Selama ini, mereka telah menjalankan usaha peternakan bebek dengan melibatkan para pemuda setempat sebagai upaya menciptakan aktivitas positif dan mencegah penyalahgunaan narkoba.
Di bidang kebersihan lingkungan, anggota Lembaga Pengelola Sampah (LPS) mengusulkan penambahan becak motor (bentor) untuk pengangkutan sampah. Saat ini, mereka hanya memiliki satu unit bentor untuk lima orang petugas.
Aspirasi lain yang disampaikan meliputi permintaan pembangunan jalan baru, keluhan kader posyandu terkait pemotongan upah, pembangunan WC masjid, bantuan pengadaan Al-Qur’an, hingga perbaikan Kantor Lurah Koto Lalang.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Evi Yandri Rajo Budiman menegaskan bahwa dirinya tidak ingin memberikan harapan yang tidak sesuai dengan aturan dan kewenangan.
“Saya tidak ingin memberi harapan palsu. Ada regulasi yang harus dipenuhi, dan juga pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari masa reses, yakni masa di mana anggota dewan turun langsung ke masyarakat untuk menjemput aspirasi dan memperjuangkannya melalui jalur pemerintahan.
“Setelah saya dengar, sebagian besar aspirasi ini memang masuk kewenangan pemerintah kota. Namun itu tidak menjadi masalah, karena dengan niat dan koordinasi lintas kader partai maupun pemerintah, aspirasi tetap bisa diperjuangkan,” ujarnya.
Evi juga menjelaskan bahwa beberapa bantuan dapat direalisasikan sepanjang memenuhi ketentuan. Misalnya, bantuan UMKM hanya dapat diberikan dalam bentuk peralatan dan melalui kelompok, bukan bantuan tunai. Hal yang sama berlaku untuk sektor pertanian dan peternakan yang harus melalui kelompok tani.
“Semua bisa kita bantu sepanjang syarat dan regulasinya dipenuhi. Silakan tindak lanjuti melalui staf saya yang sudah diperkenalkan,” katanya sambil memperkenalkan staf pendamping untuk urusan pertanian, peternakan, UMKM, dan sektor lainnya.
Terkait permintaan bentor sampah, Evi menyatakan bantuan tersebut memungkinkan direalisasikan. Namun ia juga mengingatkan bahwa pengangkutan sampah bukan solusi akhir.
“Saya minta masyarakat juga mengaktifkan bank sampah dan pengelolaan daur ulang agar masalah sampah bisa diselesaikan dari sumbernya,” ujarnya.
Untuk pembangunan jalan baru, Evi menegaskan bahwa jika pembebasan lahan telah disepakati warga dan dilengkapi dokumen resmi, maka pemerintah provinsi dapat melakukan betonisasi jalan.
Sementara itu, pembangunan Kantor Lurah Koto Lalang dapat diusulkan melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dengan koordinasi bersama Pemerintah Kota Padang. Pembangunan WC masjid dapat dilakukan melalui skema hibah dana provinsi.
Di luar mekanisme tersebut, Evi Yandri juga memberikan bantuan tunai langsung dari dana pribadi, yakni Rp1 juta untuk kader posyandu, Rp2 juta untuk pengadaan Al-Qur’an, dan Rp1 juta untuk TPA/TPQ. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh stafnya dan disambut antusias oleh masyarakat.
“Kami tidak menyangka langsung diberikan bantuannya,” ujar salah seorang kader posyandu dengan gembira.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumbar, di antaranya Dinas PSDA, Dinas BMCKTR, Dinas Perkimtan, Dinas Perikanan dan Kelautan, serta Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura. Hadir pula Camat Lubuk Kilangan dan Lurah Koto Lalang.
Menutup pertemuan, Evi Yandri kembali menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat sesuai aturan.
“Untuk aspirasi yang membutuhkan regulasi dan kelengkapan administrasi, silakan lengkapi melalui staf kami. Yang di luar kewenangan provinsi akan kami koordinasikan dengan pemerintah kota. Insyaallah tidak ada harapan palsu, semua sesuai kewenangan,” pungkasnya.
Editor : Ayu