Latest Post

REALITANUSANTARA.COM

Padang — Pemerintah Kota Padang resmi meluncurkan Program Padang Mandiri Benih Padi sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong kemandirian benih melalui pemberdayaan penangkar lokal. Program ini menjadi salah satu bagian dari Program Unggulan (Progul) Padang Melayani yang difokuskan pada peningkatan sektor pertanian berkelanjutan.

Peluncuran program tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran di areal persawahan Kelompok Tani Desa Baru, Kelurahan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Jumat (3/7/2026). Kegiatan ini turut dirangkai dengan penyerahan bantuan benih padi bersertifikat kepada sejumlah kelompok tani sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas produksi pertanian.

Dalam sambutannya, Fadly Amran menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran vital sebagai salah satu penopang utama ketahanan pangan Kota Padang. Menurutnya, keberadaan benih unggul yang berkualitas menjadi faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.

“Ketahanan pangan dimulai dari ketersediaan benih yang berkualitas. Karena itu, melalui Program Padang Mandiri Benih Padi, kita ingin memastikan petani memiliki akses terhadap benih unggul yang mampu meningkatkan hasil panen secara optimal,” ujar Fadly.

Ia menjelaskan, Kota Padang memiliki luas baku sawah mencapai 4.358 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan. Potensi besar ini perlu didukung dengan ketersediaan benih padi yang memadai agar produktivitas pertanian dapat terus meningkat dari waktu ke waktu.

Selain memastikan ketersediaan benih, program ini juga bertujuan untuk menciptakan kemandirian benih di tingkat lokal. Pemerintah Kota Padang mendorong lahirnya lebih banyak penangkar benih lokal yang mampu memproduksi benih padi berkualitas sesuai kebutuhan petani setempat.

Dengan adanya penangkar lokal, rantai distribusi benih diharapkan menjadi lebih efisien, harga lebih terjangkau, dan petani tidak lagi terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah. Hal ini juga diyakini akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat yang bergerak di sektor pertanian.

Program Padang Mandiri Benih Padi juga diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi berbagai tantangan pertanian, mulai dari perubahan iklim, peningkatan biaya produksi, hingga kebutuhan akan varietas padi yang adaptif terhadap kondisi lahan di Kota Padang.

Fadly menambahkan, pemerintah berkomitmen untuk terus mendampingi petani melalui berbagai program pendukung lainnya, seperti pelatihan, pendampingan teknis, serta bantuan sarana dan prasarana pertanian.

“Kita ingin pertanian di Kota Padang semakin maju, modern, dan mandiri. Jika petani kuat, maka ketahanan pangan daerah juga akan semakin kokoh,” tambahnya.

Peluncuran program ini mendapat sambutan positif dari para petani dan kelompok tani yang hadir. Mereka berharap program tersebut mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan hasil produksi padi serta kesejahteraan petani di Kota Padang.

Melalui Program Padang Mandiri Benih Padi, Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung pembangunan ekonomi masyarakat berbasis agrikultur.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Jakarta — Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Padang melakukan langkah strategis dalam memperkuat upaya menjaga harmoni sosial dan toleransi antarumat beragama melalui kunjungan koordinasi dan konsultasi ke pemerintah pusat, Rabu (1/7/2026).

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, bersama jajaran FKUB Kota Padang. Agenda utama rombongan adalah melakukan koordinasi dengan Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama Republik Indonesia guna membahas berbagai strategi penguatan kerukunan dan pencegahan potensi konflik sosial berbasis keberagaman.

Dalam pertemuan itu, berbagai isu strategis terkait kehidupan beragama di daerah menjadi pembahasan utama, termasuk penguatan dialog lintas agama, peningkatan peran tokoh masyarakat dan tokoh agama, serta upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menegaskan bahwa menjaga kerukunan umat beragama merupakan fondasi penting dalam menciptakan stabilitas sosial yang berkelanjutan di Kota Padang. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan pemerintah pusat menjadi kunci utama dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.

“Kerukunan umat beragama adalah modal besar bagi pembangunan daerah. Kota Padang terus berkomitmen menciptakan ruang hidup yang aman, damai, dan harmonis bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun budaya,” ujarnya.

Selain melakukan koordinasi dengan PKUB Kemenag RI, pada hari yang sama rombongan Pemko Padang dan FKUB juga melanjutkan agenda konsultasi ke Direktorat Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Kunjungan ke Kemendagri ini bertujuan memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas sosial, ketahanan masyarakat, serta mengantisipasi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula berbagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan sosial di daerah, termasuk penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan peran kelembagaan FKUB, serta optimalisasi deteksi dini terhadap potensi gangguan sosial yang dapat mengancam kerukunan masyarakat.

Maigus Nasir menambahkan, kunjungan ini merupakan bagian dari program kerja berkelanjutan Pemko Padang bersama FKUB dalam membangun sistem penguatan toleransi yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan dinamika sosial masyarakat.

Ia berharap, hasil koordinasi dan konsultasi dengan pemerintah pusat ini dapat menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan dan program yang lebih efektif untuk menjaga serta meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama di Kota Padang.

“Melalui koordinasi yang intensif dengan pemerintah pusat, kami berharap dapat memperkuat langkah-langkah strategis dalam menciptakan kehidupan masyarakat Kota Padang yang semakin rukun, harmonis, dan penuh toleransi,” tutupnya.

Kunjungan ini menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kota Padang bersama FKUB untuk terus menjaga kondusivitas daerah melalui penguatan nilai-nilai toleransi, persatuan, dan kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - PT Hayati Pratama Mandiri, Main Dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Sumatera Barat, memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 dengan menggelar rangkaian kegiatan yang sarat makna, mulai dari syukuran, penghargaan bagi karyawan senior, aksi sosial, hingga berbagai kompetisi olahraga. Perayaan ini menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperkuat nilai kebersamaan, loyalitas, serta kepedulian sosial yang telah menjadi bagian dari budaya kerja Hayati selama puluhan tahun.

Puncak peringatan HUT ke-56 berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kehangatan di Ruang Serbaguna Hayati, Rabu (1/7/2026). Acara tersebut dihadiri Komisaris PT Hayati Pratama Mandiri Hendry Ali, Chief Operating Officer PT Hayati Pratama Mandiri Hendri Faezal, jajaran manajemen, serta para tamu undangan dari berbagai perusahaan pembiayaan (finance company) yang selama ini menjadi mitra strategis perusahaan.

Momentum perayaan tahun ini tidak hanya menjadi ajang refleksi atas perjalanan panjang perusahaan, tetapi juga bentuk rasa syukur atas pertumbuhan dan kontribusi Hayati dalam mendukung mobilitas masyarakat Sumatera Barat selama lebih dari lima dekade.

Dalam peringatan HUT kali ini, salah satu agenda yang paling menyentuh adalah pemberian apresiasi kepada para karyawan yang telah mengabdikan diri selama lebih dari dua dekade. Sebagai bentuk penghargaan atas loyalitas dan dedikasi mereka, perusahaan secara resmi melepas 15 orang karyawan untuk menunaikan ibadah umrah.

Prosesi pelepasan berlangsung penuh haru. Para karyawan yang mendapatkan penghargaan tersebut merupakan insan Hayati yang telah bekerja lebih dari 20 tahun dan dinilai telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan perusahaan hingga berada pada posisi saat ini.

Program pemberangkatan umrah ini menjadi simbol komitmen PT Hayati Pratama Mandiri dalam menghargai pengabdian karyawan. Manajemen menilai bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis semata, tetapi juga dari bagaimana perusahaan menghormati dan memberikan apresiasi kepada sumber daya manusia yang menjadi fondasi utama perusahaan.

Selain syukuran dan penghargaan kepada karyawan senior, HUT ke-56 Hayati juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh keluarga besar perusahaan. Tahun ini, manajemen menyiapkan tujuh agenda utama sebagai bagian dari rangkaian perayaan.

Kegiatan tersebut meliputi aksi donor darah, kegiatan sosial berupa pembagian 350 paket sembako kepada masyarakat sekitar lingkungan kantor, turnamen mini soccer, pertandingan badminton, lomba domino, kompetisi e-Football, serta permainan tradisional congklak yang mempertemukan karyawan Main Dealer dengan dealer-dealer Hayati di berbagai wilayah.

Khusus kegiatan sosial berupa donor darah dan pembagian paket sembako dijadwalkan berlangsung pada Kamis (2/7/2026). Program ini menjadi bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar sekaligus memperkuat semangat berbagi dalam momentum ulang tahun perusahaan.

Sementara itu, berbagai kegiatan olahraga dan kompetisi internal dirancang untuk mempererat hubungan antarkaryawan serta membangun budaya kerja yang sehat dan produktif. Melalui kompetisi ini, perusahaan ingin menumbuhkan semangat sportivitas, kerja sama tim, kolaborasi, dan rasa memiliki yang semakin kuat terhadap perusahaan.

Komisaris PT Hayati Pratama Mandiri Hendry Ali mengatakan, usia ke-56 merupakan perjalanan panjang yang penuh tantangan sekaligus pencapaian yang patut disyukuri. Menurutnya, keberhasilan perusahaan hingga saat ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh karyawan, dukungan para mitra bisnis, serta kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh dari waktu ke waktu.

“Hari ulang tahun ke-56 ini bukan sekadar perayaan bertambahnya usia perusahaan, tetapi menjadi momentum untuk mensyukuri setiap perjalanan yang telah kita lalui bersama. Keberhasilan Hayati selama ini lahir dari kerja keras, loyalitas, dan kebersamaan seluruh insan Hayati serta dukungan para mitra yang selalu berjalan bersama kami,” ujar Hendry Ali.

Ia menambahkan, pemberangkatan umrah bagi karyawan senior merupakan bentuk penghargaan tertinggi perusahaan atas dedikasi yang telah diberikan selama puluhan tahun.

“Pada tahun ini kami ingin memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada rekan-rekan yang telah mengabdikan dirinya selama lebih dari 20 tahun melalui pemberangkatan umrah. Ini merupakan bentuk terima kasih perusahaan atas dedikasi yang telah diberikan,” katanya.

Hendry juga menegaskan bahwa kegiatan sosial dan olahraga yang digelar sepanjang bulan Juli mencerminkan semangat kebersamaan yang terus dibangun oleh perusahaan.

“Berbagai kegiatan olahraga, donor darah, hingga pembagian sembako menjadi cerminan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang terus kami bangun. Semoga di usia ke-56 ini Hayati semakin maju, semakin dipercaya masyarakat, serta terus memberikan manfaat bagi pelanggan, karyawan, mitra bisnis, dan masyarakat luas,” tuturnya.

Melalui perayaan HUT ke-56 ini, PT Hayati Pratama Mandiri menegaskan komitmennya untuk terus bertumbuh dan berinovasi di tengah dinamika industri otomotif yang semakin kompetitif. Dengan fondasi kebersamaan, loyalitas, dan kepedulian sosial yang kuat, Hayati optimistis mampu terus menghadirkan pelayanan terbaik bagi pelanggan sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Memasuki usia ke-56, Hayati berharap dapat terus menjadi perusahaan yang adaptif terhadap perubahan, mampu menjawab kebutuhan pelanggan, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi dan sosial di Sumatera Barat.

Editor : Ayu

 

REALITANUSANTARA.COM

Padang – Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan mewarnai lingkungan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat saat keluarga besar Ditlantas memberikan kejutan ulang tahun kepada Wakil Direktur Lalu Lintas (Wadirlantas) Polda Sumbar, AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., yang berulang tahun pada 2 Juli 2026.

Momen sederhana namun penuh makna tersebut diawali dengan pemberian kue ulang tahun oleh perwakilan Bhayangkari dan personel Ditlantas. Kejutan itu disambut dengan senyum haru dari AKBP Yudho Huntoro yang tidak menyangka akan mendapat ucapan dan doa dari seluruh keluarga besar Ditlantas Polda Sumbar.

Dalam kesempatan tersebut, para personel turut menyampaikan doa agar AKBP Yudho Huntoro senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, keselamatan, serta kemudahan dalam mengemban amanah sebagai Wadirlantas Polda Sumbar. Kebersamaan itu menjadi simbol kuatnya solidaritas dan rasa kekeluargaan di lingkungan Ditlantas.

AKBP Yudho Huntoro mengucapkan terima kasih atas perhatian dan doa yang diberikan. Menurutnya, kejutan tersebut menjadi motivasi untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada institusi Polri, masyarakat, bangsa, dan negara.

"Terima kasih kepada seluruh keluarga besar Ditlantas Polda Sumbar atas doa dan perhatian yang diberikan. Semoga kebersamaan dan kekompakan ini terus terjaga sehingga kita dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, pemotongan kue ulang tahun, serta sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan Ditlantas Polda Sumbar.

Perayaan sederhana tersebut menjadi bukti bahwa semangat kekompakan, rasa saling menghargai, dan kepedulian antaranggota merupakan bagian penting dalam membangun organisasi yang solid. Diharapkan, semangat tersebut terus menjadi energi positif dalam mendukung tugas-tugas kepolisian, khususnya di bidang lalu lintas, demi mewujudkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, dan presisi bagi masyarakat Sumatera Barat.


Editor : (RF) 

REALITANUSANTARA.COM

Padang – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat menggelar Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan panjang pengabdian Polri kepada bangsa dan negara. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh Kapolda Sumbar, Wakapolda Sumbar, Gubernur Sumatera Barat, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Reza Chairul Akbar, Ketua LKAAM Sumatera Barat, unsur Forkopimda, para pejabat utama Polda Sumbar, pimpinan instansi vertikal, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Mengusung tema "Polri untuk Masyarakat", peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum memperkuat komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta mempererat sinergi dengan seluruh elemen bangsa.

Rangkaian kegiatan syukuran diisi dengan doa bersama, penyerahan piagam penghargaan dari Kapolda Sumbar kepada sejumlah tokoh dan mitra strategis yang dinilai berkontribusi dalam mendukung tugas-tugas kepolisian, serta ramah tamah yang berlangsung penuh keakraban.

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Reza Chairul Akbar turut hadir mendampingi Kapolda Sumbar bersama jajaran pejabat utama Polda Sumbar. Kehadirannya mencerminkan komitmen Direktorat Lalu Lintas dalam mendukung program-program Polri yang berorientasi pada pelayanan publik, peningkatan keselamatan berlalu lintas, serta penguatan budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.

Kapolda Sumbar dalam sambutannya menyampaikan bahwa Hari Bhayangkara ke-80 bukan sekadar peringatan hari jadi institusi, melainkan momentum untuk melakukan refleksi dan memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat.

"Polri tidak dapat bekerja sendiri. Sinergi bersama pemerintah daerah, TNI, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, dan seluruh lapisan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menjaga keamanan serta menciptakan Sumatera Barat yang aman, damai, dan kondusif," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat memberikan apresiasi atas dedikasi Polda Sumbar yang selama ini terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan di Ranah Minang.

Melalui semangat Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumbar bersama seluruh jajaran, termasuk Ditlantas Polda Sumbar, berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan yang profesional, humanis, dan Presisi, sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Semangat kebersamaan yang terjalin dalam syukuran ini menjadi simbol kuat bahwa keamanan dan kemajuan Sumatera Barat hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Reporter/editor: (RF)

 

REALITANUSANTARA.COM

Padang – Penampilan atraktif dari Akademi Polisi Cilik (Pocil) dan Patroli Keamanan Sekolah (PKS) binaan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat sukses memukau para tamu undangan dalam Upacara Pembinaan Tradisi memperingati Hari Bhayangkara ke-80.

Dengan gerakan yang kompak, disiplin tinggi, serta diiringi semangat nasionalisme, para anggota Pocil dan PKS menampilkan atraksi baris-berbaris yang mendapat sambutan meriah dari peserta upacara dan masyarakat yang hadir. Penampilan tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang menambah semarak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di lingkungan Polda Sumbar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Ditlantas Polda Sumbar dalam menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini, sekaligus membentuk karakter generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol. Reza Chairul Akbar, menegaskan bahwa pembinaan kepada Pocil dan PKS bukan sekadar latihan baris-berbaris, tetapi juga sebagai wadah pendidikan karakter dan pelopor keselamatan berlalu lintas.

"Melalui pembinaan Pocil dan PKS, kami berharap lahir generasi muda yang disiplin, berintegritas, serta menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat. Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama," ujarnya.

Momentum Hari Bhayangkara ke-80 juga menjadi pengingat bahwa Polri terus berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui berbagai program pembinaan dan edukasi, khususnya kepada generasi muda sebagai penerus bangsa.

Sesuai dengan semangat kampanye Ditlantas Polda Sumbar, kegiatan ini turut menggaungkan pesan keselamatan berlalu lintas:

"Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan. Keselamatan untuk Kemanusiaan."

Dengan semangat "Polri untuk Masyarakat", Ditlantas Polda Sumbar berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi, edukasi, dan pelayanan terbaik guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Sumatera Barat.

Reporter : (RF)

REALITANUSANTARA.COM

Padang – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026, Kapolsek Padang Selatan, AKP Nirdes Ali, S.H., M.H., menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia serta masyarakat.

Mengusung tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat", AKP Nirdes Ali menegaskan bahwa momentum Hari Bhayangkara menjadi pengingat bagi seluruh anggota Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang profesional, humanis, dan berintegritas.

"Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polri semakin Presisi, semakin dicintai masyarakat, serta terus menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam mewujudkan Indonesia yang aman, damai, dan maju," ujar AKP Nirdes Ali.

Menurutnya, Polsek Padang Selatan berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan, mulai dari menjaga keamanan lingkungan, memberikan pelayanan kepolisian yang cepat dan responsif, hingga memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan situasi yang kondusif.

AKP Nirdes Ali juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung tugas-tugas kepolisian dengan menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta bersama-sama menciptakan keamanan yang menjadi tanggung jawab bersama.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini menjadi momentum bagi Polri untuk terus berbenah dan bertransformasi menuju institusi yang semakin modern, profesional, transparan, dan terpercaya, sejalan dengan semangat Polri Presisi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Dirgahayu Kepolisian Negara Republik Indonesia ke-80. Polri Presisi untuk Negeri yang Aman, Tertib, dan Maju. Terus mengabdi untuk masyarakat, bangsa, dan negara."

Editor : (RF)


REALITANUSANTARA.COM


Sumbar — Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat menggelar upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di lapangan Istana Gubernur Provinsi Sumatera Barat pada Rabu (1/7/2026). Peringatan tahun ini mengusung tema "Polri untuk Masyarakat", yang menegaskan kembali komitmen kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Dalam amanatnya, Kapolda Sumatera Barat Komjen Pol Gatot Tri Suryanta menyampaikan bahwa momentum Hari Bhayangkara merupakan waktu yang sangat penting bagi seluruh insan kepolisian untuk melakukan refleksi terhadap pelaksanaan tugas yang telah diemban.

"Peringatan ini menjadi pengingat bahwa setiap langkah dan kebijakan Polri harus senada serta berorientasi pada kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Komjen Pol Gatot Tri Suryanta di hadapan para peserta upacara dan tamu undangan.

Komjen Pol Gatot mengakui bahwa tantangan tugas kepolisian ke depan akan semakin rumit dan dinamis. Mulai dari perkembangan teknologi informasi, maraknya kejahatan siber, peredaran gelap narkotika, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), kejahatan transnasional, hingga potensi bencana alam dan dinamika sosial.

Untuk menghadapi hal tersebut, ia menegaskan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri. Keberhasilan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) hanya dapat diwujudkan melalui sinergi yang solid dengan berbagai pihak.

"Kami menyadari tantangan tugas kepolisian semakin kompleks. Oleh karena itu, Polri dituntut untuk terus beradaptasi dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan. Sinergi yang solid bersama TNI, pemerintah daerah, instansi vertikal, lembaga penegak hukum, akademisi, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, insan media, dan seluruh komponen bangsa adalah kunci utama," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Sumbar menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Forkopimda, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini telah menjadi mitra strategis Polri. Ucapan terima kasih juga dialamatkan kepada seluruh personel Polda Sumbar dan jajaran, serta pengurus Bhayangkari atas loyalitas dan dukungannya.

Di akhir sambutannya, Jenderal bintang tiga tersebut mengajak seluruh jajarannya untuk menjadikan momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini sebagai pemacu semangat dalam memperbaiki diri dan menghindari segala bentuk penyimpangan.

"Mari kita bersama-sama memperkokoh semangat pengabdian, memperkuat sinergi, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Kami memohon doa, dukungan, kritik yang membangun, serta partisipasi aktif dari masyarakat Sumatera Barat. Dengan semangat kebersamaan, kami meyakini Polri akan senantiasa hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional, modern, dan terpercaya. Salam presisi!" pungkas Komjen Pol Gatot Tri Suryanta.


REALITANUSANTARA. COM

Padang – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menyampaikan ucapan selamat sekaligus menegaskan komitmen Polri untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Melalui poster resmi yang menampilkan Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidio, S.H., S.I.K., M.H. bersama Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., tersampaikan pesan kuat bertajuk "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat." Tema tersebut mencerminkan semangat pengabdian Polri yang terus berkembang dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan yang profesional, modern, dan humanis kepada masyarakat.

Dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, Ditlantas Polda Sumbar menegaskan bahwa tugas kepolisian bukan hanya menegakkan hukum di jalan raya, tetapi juga membangun budaya tertib berlalu lintas melalui pendekatan edukatif, preventif, dan kolaboratif bersama seluruh elemen masyarakat.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidio, mengajak seluruh masyarakat Sumatera Barat untuk bersama-sama menciptakan keamanan dan keselamatan berlalu lintas sebagai tanggung jawab bersama.

"Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kepercayaan publik adalah amanah yang harus dijaga dengan kerja nyata, pelayanan yang tulus, serta penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan," ungkapnya.

Sementara itu, Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Huntoro menyampaikan bahwa sinergi antara Polri dan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan.

"Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, saling menghormati di jalan, serta menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan. Dengan kebersamaan, kita dapat mewujudkan lalu lintas yang lebih baik bagi Sumatera Barat," ujarnya.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi refleksi perjalanan panjang Polri dalam mengemban tugas negara. Dengan mengusung semangat "Polri untuk Masyarakat", Ditlantas Polda Sumbar berkomitmen untuk terus berinovasi dalam pelayanan publik, meningkatkan profesionalisme personel, serta mempererat hubungan yang harmonis dengan masyarakat demi terwujudnya Indonesia yang aman, tertib, dan maju.

Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Terus mengabdi dengan hati, melindungi dengan integritas, dan melayani demi masyarakat

Reporter : (RF)

REALITANUSANTARA. COM

Jakarta – Sidang pembacaan putusan terhadap mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat berlangsung dalam suasana tegang. Sejak awal persidangan, perhatian publik tertuju pada majelis hakim yang membacakan pertimbangan hukum sebelum akhirnya menjatuhkan vonis 10 tahun penjara kepada terdakwa dalam perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook.

Persidangan yang menjadi perhatian nasional itu semula berjalan sebagaimana mestinya. Majelis hakim membacakan satu per satu pertimbangan hukum, mulai dari kronologi perkara, analisis alat bukti, hingga alasan yang menjadi dasar putusan. Di ruang sidang, seluruh pihak mengikuti jalannya persidangan dengan serius karena momen tersebut merupakan puncak dari proses hukum yang telah berlangsung selama berbulan-bulan. 

Namun, di tengah pembacaan putusan, perhatian publik justru teralihkan setelah beredar video yang memperlihatkan salah seorang hakim meninggalkan ruang sidang. Momen itu langsung memicu beragam reaksi dan pertanyaan dari masyarakat.

Banyak yang menilai bahwa dalam sidang sebesar ini, setiap anggota majelis seharusnya tetap berada di tempat hingga seluruh amar putusan selesai dibacakan, kecuali terdapat alasan yang memang dapat dipertanggungjawabkan.

Meski belum ada penjelasan resmi mengenai alasan keluarnya hakim tersebut, kejadian itu memunculkan perdebatan mengenai etika persidangan. Sejumlah kalangan menilai bahwa menjaga kewibawaan pengadilan tidak hanya tercermin dari isi putusan, tetapi juga dari sikap, disiplin, dan profesionalisme majelis hakim selama proses persidangan berlangsung.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan Nadiem terbukti bersalah berdasarkan dakwaan subsider dan menjatuhkan pidana penjara selama 10 tahun, denda Rp1 miliar, serta uang pengganti sebesar Rp809,59 miliar sesuai pertimbangan hukum yang dibacakan di persidangan. Sementara itu, Nadiem menyatakan akan menempuh upaya hukum banding. 

Terlepas dari pro dan kontra terhadap putusan tersebut, satu hal yang kini menjadi sorotan adalah pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan. Dalam perkara yang menyita perhatian masyarakat luas, transparansi dan profesionalisme selama persidangan menjadi bagian yang tidak kalah penting dibandingkan putusan itu sendiri. Tanpa penjelasan yang memadai, ruang spekulasi akan terus terbuka dan berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.

Editor (RF):tm rdksi


REALITANUSANTARA.COM

Sumbar — Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) melalui Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) beserta jajaran Polres di wilayah hukumnya, mencatat capaian signifikan dalam pemberantasan tindak pidana narkotika sepanjang semester pertama tahun 2026.

Dalam kurun waktu enam bulan terhitung sejak 1 Januari hingga 30 Juni 2026, Ditresnarkoba Polda Sumbar dan Jajaran Polres berhasil mengungkap sebanyak 705 kasus narkoba di wilayah hukum Sumatra Barat. Dari jumlah tersebut, aparat kepolisian telah berhasil menyelesaikan sebanyak 615 kasus yang statusnya kini sudah dinyatakan lengkap atau P21, sementara 90 kasus sisanya masih dalam tahap penyidikan intensif.

Hal itu ditegaskan oleh Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, dalam acara press release yang digelar di Lantai 4 Mapolda Sumbar, Selasa (30/6/2026) siang.

"Sepanjang satu semester ini, ada 705 kasus yang masuk. Pengungkapan ini merupakan komitmen berkelanjutan dalam memberantas peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Polda Sumbar," ujar Brigjen Pol Solihin di hadapan awak media.

Wakapolda merincikan, dari total seluruh kasus tersebut, Ditresnarkoba Polda Sumbar menangani 128 kasus dengan penyelesaian 107 kasus. Sementara itu, 19 Polres jajaran di bawah wilayah hukum Polda Sumbar total menangani 577 kasus dan berhasil merampungkan 508 kasus di antaranya.

Dari ratusan kasus yang diungkap, Polda Sumbar beserta jajaran menyita total barang bukti yang sangat fantastis, yakni seberat 586.035,71 gram (sekitar 586,3 kilogram) ganja, 41.660,68 gram (41,66 kilogram) sabu-sabu, serta 593 butir pil ekstasi.

Secara rinci, untuk barang bukti ganja, tingkat Polda menyita 446.799,97 gram, sedangkan jajaran Polres menyita 139.235,74 gram. Untuk sabu-sabu, sebanyak 30.118,09 gram disita oleh tingkat Polda dan 11.542,59 gram oleh jajaran kewilayahan. Sementara untuk pil ekstasi, sebanyak 205 butir diamankan dari operasi Polda dan 388 butir dari jajaran Polres.

Brigjen Pol Solihin menyoroti adanya lonjakan tren peredaran narkoba yang sangat tajam di Sumatra Barat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 (year-on-year).

"Ini menjadi alarm keras bagi kita semua. Jika melihat perbandingan dengan Januari–Juni 2025, barang bukti ganja naik dari 309,17 kg menjadi 586,3 kg. Lonjakan lebih drastis terjadi pada sabu-sabu, yang melompat dari 7,13 kg pada tahun lalu menjadi 41,66 kg di tahun 2026 ini. Kita tidak boleh menganggap remeh situasi ini," tegasnya didampingi Dirresnarkoba Polda Sumbar.

Di sisi lain, komoditas pil ekstasi mencatatkan sedikit penurunan dari 641 butir pada paruh pertama tahun lalu menjadi 593 butir pada tahun ini. Meski demikian, kepolisian menegaskan tetap meningkatkan kewaspadaan penuh.

Guna memberikan efek jera, para tersangka yang terlibat dalam jaringan peredaran barang haram ini dijerat dengan pasal berlapis yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang dikombinasikan dengan UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta UU No. 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Bagi para pengedar atau perantara jual beli narkotika golongan I yang memiliki barang bukti berupa tanaman di atas 2 kilogram atau bukan tanaman di atas 5 gram, petugas menerapkan Pasal 114 ayat (2) dengan ancaman maksimal pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun.

Sementara itu, untuk kepemilikan dan penguasaan narkotika golongan I bukan tanaman dengan berat melebihi 5 gram, pelaku diancam dengan Pasal 609 ayat (2) huruf a UU No. 1 Tahun 2023 Jo UU No. 1 Tahun 2026, dengan sanksi pidana penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.

Di akhir keterangannya, Jenderal Bintang Satu tersebut menyatakan bahwa Polda Sumbar menerapkan prinsip zero tolerance atau tidak ada ruang kompromi sedikit pun bagi para pelaku jaringan narkoba. Pihaknya juga berjanji akan segera melakukan pemusnahan barang bukti secara terbuka setelah mendapatkan ketetapan dari pihak pengadilan.

"Kami dari Polda Sumbar berkomitmen untuk selalu terbuka dan transparan. Kami minta rekan-rekan media dan masyarakat untuk terus memantau, mengoreksi, dan membantu kami. Jika ada informasi mengenai peredaran narkoba segera laporkan. Mari bersama-sama kita bersihkan Sumatra Barat dari ancaman narkoba," pungkas Wakapolda sebelum membuka sesi tanya jawab dengan jurnalis.


REALITANUSANTARA. COM

Padang – Polda Sumatera Barat menyampaikan ucapan selamat atas kenaikan pangkat Komjen Pol. Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA menjadi Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) atau perwira tinggi Polri berpangkat bintang tiga.

Ucapan tersebut disampaikan melalui media publikasi resmi Polda Sumbar yang menampilkan sosok Komjen Pol. Gatot Tri Suryanta dengan latar ikon budaya Sumatera Barat, sebagai simbol kedekatan Polri dengan masyarakat serta semangat membangun daerah.

Dalam publikasi itu, Polda Sumbar turut menyampaikan doa agar Komjen Pol. Gatot Tri Suryanta senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam mengemban amanah baru, serta terus sukses mengabdi kepada bangsa dan negara.

Selain ucapan selamat, publikasi tersebut juga mengangkat nilai-nilai utama yang menjadi landasan pengabdian Polri kepada masyarakat, yaitu:

Profesional, dengan menjunjung tinggi integritas dan kompetensi dalam setiap pelaksanaan tugas.

Humanis, hadir dengan hati, melayani dengan empati, dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

Modern, terus berinovasi dan beradaptasi menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.

Terpercaya, membangun kepercayaan publik, menjaga keamanan, serta menjadi sahabat masyarakat Sumatera Barat.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat Transformasi Menuju Polri Presisi yang mengedepankan pelayanan publik yang Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan.

Melalui momentum kenaikan pangkat ini, diharapkan Komjen Pol. Dr. Gatot Tri Suryanta dapat terus membawa semangat perubahan, memperkuat profesionalisme institusi, serta meningkatkan kualitas pelayanan Polri demi terwujudnya keamanan, ketertiban, dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

"Selamat atas kenaikan pangkat. Semoga amanah baru ini menjadi motivasi untuk terus mengabdi dengan dedikasi, integritas, dan semangat Presisi demi Indonesia yang aman dan maju."

Editor :Rf

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.