Latest Post


REALITANUSANTARA. COM

JAKARTA — Pergantian Menteri Keuangan kembali mengguncang peta ekonomi Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto resmi mengganti Purbaya Yudhi Sadewa dan menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru pada Senin (14/9/2026). Pergantian tersebut menjadi perhatian serius pasar karena terjadi ketika investor tengah mencermati kondisi rupiah, defisit fiskal, arah kebijakan pemerintah serta kredibilitas pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Suahasil bukan wajah baru di Kementerian Keuangan. Ia sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan sejak 2019 dan memiliki pengalaman panjang dalam kebijakan fiskal.

Reuters mencatat, pergantian tersebut merupakan pergantian Menteri Keuangan ketiga dalam waktu kurang dari dua tahun dan berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai disiplin fiskal serta kepercayaan investor terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia.

IHSG Sempat Terjun, Kemudian Menahan Tekanan

Reaksi pasar menjadi salah satu perhatian terbesar setelah kabar pergantian Menteri Keuangan mencuat.

Pada perdagangan Senin (14/9), IHSG sempat mengalami tekanan lebih dari 2 persen. Namun, tekanan tersebut kemudian berkurang dan indeks berhasil menahan penurunan.

IHSG ditutup pada level 6.534,69, turun 0,10 persen atau sekitar 6,68 poin.

Data perdagangan juga menunjukkan respons pasar tidak sepenuhnya negatif. Sektor keuangan justru menguat sekitar 0,55 persen, sementara sektor kesehatan menjadi salah satu sektor dengan tekanan terbesar, turun sekitar 2,95 persen.

Artinya, pasar sempat panik terhadap ketidakpastian pergantian pejabat fiskal, tetapi kemudian mulai menilai bahwa sosok pengganti Purbaya dapat memberikan kesinambungan dan stabilitas.

Reuters menyebut sejumlah analis dan investor menyambut penunjukan Suahasil sebagai langkah yang berpotensi meredakan kegelisahan pasar karena latar belakang teknokrat dan pengalaman panjangnya dalam kebijakan fiskal.

Rupiah Masih Tertekan

Di pasar valuta asing, tekanan belum sepenuhnya hilang.

Rupiah pada perdagangan Senin ditutup sekitar Rp17.669 per dolar AS, melemah sekitar 0,33 persen.

Kondisi tersebut membuat tantangan Suahasil menjadi semakin kompleks. Menteri Keuangan baru harus menjaga keseimbangan antara kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga kepercayaan pasar terhadap kemampuan pemerintah mengelola keuangan negara.

Lalu, Mengapa Purbaya Diganti?

Ini menjadi pertanyaan terbesar yang muncul setelah reshuffle.

Sampai saat ini, pemerintah tidak secara terbuka menyebut satu alasan spesifik yang menjadi dasar pencopotan Purbaya.

Karena itu, berbagai dugaan yang beredar sebaiknya tidak diperlakukan sebagai fakta.

Namun, pergantian tersebut berlangsung ketika pemerintah menghadapi sejumlah persoalan yang menjadi perhatian investor: pelemahan rupiah, kebutuhan pembiayaan APBN, tekanan terhadap defisit, serta perdebatan mengenai seberapa agresif kebijakan fiskal harus digunakan untuk mendorong pertumbuhan.

Reuters melaporkan bahwa gaya kebijakan Purbaya yang relatif tidak konvensional dan sejumlah kebijakan fiskal turut memunculkan kekhawatiran di kalangan investor mengenai kepastian arah kebijakan.

Dengan demikian, pertanyaan yang lebih penting bukan hanya “mengapa Purbaya diganti?”, tetapi:

“Arah ekonomi seperti apa yang ingin dibangun pemerintah setelah pergantian ini?”

APBN: Sehat, tetapi Ruang Fiskal Tetap Harus Dijaga

APBN 2026 dirancang dengan pendapatan negara sekitar Rp3.153,6 triliun dan belanja negara sekitar Rp3.842,7 triliun.

Dengan demikian, defisit APBN dirancang sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68 persen terhadap PDB.

Angka tersebut masih berada di bawah batas defisit 3 persen.

Namun, menjaga angka tersebut bukan perkara sederhana.

Pemerintah harus membiayai berbagai program prioritas, menghadapi perubahan harga energi, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan penerimaan negara tetap kuat.

Menariknya, sebelum pergantian dirinya, Purbaya masih menyampaikan bahwa kondisi APBN relatif aman menghadapi kenaikan harga minyak dan menyebut defisit saat itu masih berada dalam batas yang terkendali.

Kini tugas tersebut berpindah ke Suahasil.

Salah satu isu fiskal yang ikut diperhatikan pasar adalah kontribusi dividen dari Danantara.

Sebelumnya, Purbaya menyampaikan bahwa sekitar Rp120 triliun dividen Danantara telah dipastikan menjadi tambahan penerimaan fiskal APBN 2026 dan tinggal menunggu waktu penyetoran kepada pemerintah.

Bagi pemerintah, tambahan penerimaan tersebut dapat membantu ruang fiskal.

Namun bagi investor, yang menjadi perhatian bukan sekadar berapa besar uang yang masuk, melainkan seberapa transparan, konsisten, dan dapat diprediksi kebijakan fiskal pemerintah ke depan.

Suahasil Membawa Pesan Berbeda

Suahasil datang dengan pesan yang relatif jelas.

Setelah dilantik, ia menegaskan komitmennya untuk menjaga defisit APBN tetap berada di bawah 3 persen PDB sekaligus memastikan APBN tetap mampu mendukung program prioritas pemerintah.

Pesan tersebut penting bagi pasar.

Investor biasanya tidak hanya melihat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan apakah pemerintah mampu menjaga keseimbangan antara belanja, penerimaan, utang dan defisit.

Di sinilah Suahasil menghadapi ujian pertamanya.

Apakah Pergantian Ini Buruk untuk Ekonomi? Belum tentu!!

Reaksi IHSG justru memberikan gambaran yang lebih kompleks.

Indeks memang sempat jatuh tajam, tetapi kemudian berhasil mengurangi sebagian besar tekanan dan ditutup hanya turun 0,10 persen.

Ini menunjukkan pasar sedang melakukan re-pricing, bukan sekadar melakukan aksi jual panik.

Jika Suahasil mampu memberikan kepastian mengenai arah APBN, menjaga disiplin fiskal dan memperbaiki komunikasi pemerintah dengan pasar, pergantian ini justru berpotensi menjadi titik stabilisasi.

Sebaliknya, jika ketidakpastian mengenai kebijakan fiskal kembali meningkat, tekanan terhadap rupiah, obligasi dan saham dapat berlanjut.

Tantangan Sesungguhnya Baru Dimulai

Pergantian Menteri Keuangan bukan sekadar pergantian pejabat.

Kursi Menteri Keuangan adalah salah satu pusat kepercayaan ekonomi sebuah negara.

Pasar akan mengawasi bagaimana Suahasil menghadapi tekanan rupiah, kebutuhan pembiayaan negara, program prioritas pemerintah, subsidi, penerimaan pajak, dividen BUMN dan Danantara, serta hubungan kebijakan fiskal dengan Bank Indonesia.

IHSG mungkin hanya turun 0,10 persen pada hari pertama. Tetapi pasar sedang menunggu sesuatu yang jauh lebih besar: kepastian mengenai arah ekonomi Indonesia.

Karena pada akhirnya, investor tidak hanya membeli saham.

Mereka membeli kepercayaan terhadap masa depan sebuah negara.

Dan setelah Purbaya pergi, kini giliran Suahasil membuktikan apakah kepercayaan tersebut dapat dipertahankan.

Rptr/edtr: (RF)

Catatan redaksi: Angka IHSG dan rupiah dalam artikel merujuk pada perdagangan 14 September 2026. Alasan spesifik pergantian Purbaya belum diumumkan secara resmi oleh pemerintah; bagian mengenai kekhawatiran fiskal dan investor disajikan sebagai konteks serta analisis berdasarkan laporan pasar, bukan sebagai tuduhan penyebab resmi.

REALITANUSANTARA.COM

JAKARTA - Senator muda asal Sumatra Barat, Cerint Iralloza Tasya, S.Ked., menyampaikan sejumlah aspirasi daerah dalam rapat kerja strategis Komite IV DPD RI bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala Bappenas, dan Gubernur Bank Indonesia, Senin (14/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari pembahasan arah kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027. Forum ini juga dimanfaatkan anggota DPD RI untuk menyampaikan berbagai catatan terkait kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik di daerah.

Dalam rapat tersebut, Cerint menyoroti pentingnya dukungan pembiayaan negara terhadap tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan. Menurutnya, kedua sektor tersebut merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memastikan masyarakat memperoleh pelayanan dasar yang layak.

“Saya menyampaikan pesan kepada Menteri Keuangan agar memperhatikan pembiayaan negara terhadap tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan,” ujar Cerint Iralloza Tasya, S.Ked., usai persidangan.

Ia menilai, keberadaan tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan program pemerintah, tetapi juga berhubungan langsung dengan kualitas hidup masyarakat. Tenaga kesehatan berperan penting dalam memberikan layanan medis, sementara tenaga pendidik menjadi garda terdepan dalam membangun kualitas generasi penerus.

Karena itu, menurut Cerint, kebijakan anggaran nasional perlu mempertimbangkan kebutuhan riil di daerah, termasuk ketersediaan tenaga, dukungan operasional, peningkatan kompetensi, serta kesejahteraan para pelaksana pelayanan dasar.

Selain menyampaikan perhatian terhadap pembiayaan tenaga kesehatan dan pendidikan, Cerint juga membawa aspirasi Pemerintah Kabupaten Agam terkait pengembangan fasilitas kesehatan publik.

Ia meminta Menteri Keuangan mempertimbangkan usulan hibah lahan yang merupakan aset Kementerian Keuangan di Lubuk Basung kepada Pemerintah Kabupaten Agam. Lahan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung perluasan area Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung.

“Selain itu kepada Menteri Keuangan, saya juga menitip pesan permintaan dari Kabupaten Agam agar lahan yang merupakan aset Kementerian Keuangan di Lubuk Basung bisa dihibahkan kepada Pemkab Agam guna perluasan area RSUD Lubuk Basung, Kabupaten Agam,” tambahnya.

Cerint menilai, perluasan area rumah sakit menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mendukung peningkatan kapasitas pelayanan kesehatan masyarakat. Dengan dukungan lahan yang memadai, pengembangan fasilitas rumah sakit diharapkan dapat dilakukan secara lebih optimal dan terencana.

RSUD Lubuk Basung memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Agam. Karena itu, pengembangan sarana dan prasarana rumah sakit perlu menjadi perhatian bersama, terutama dalam menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang terus berkembang.

Usulan hibah aset tersebut selanjutnya diharapkan dapat dikaji sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, mekanisme pengelolaan barang milik negara, serta kebutuhan pembangunan daerah.

Dalam rapat kerja tersebut, dinamika pergantian pejabat turut menjadi perhatian. Meski terjadi perubahan formasi di tengah berlangsungnya persidangan, Cerint berharap proses transisi tidak menghambat tindak lanjut terhadap aspirasi yang telah disampaikan.

“Sekalipun di tengah rapat terjadi pergantian pemain, saya harap aspirasi ini bisa ditindak lanjuti oleh Menteri Keuangan yang baru,” tegas Cerint.

Ia menekankan bahwa aspirasi daerah yang disampaikan melalui DPD RI perlu mendapat perhatian berkelanjutan, terutama apabila berkaitan dengan pelayanan dasar, pembangunan fasilitas publik, dan kepentingan masyarakat luas.

Pembahasan APBN 2027 diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian indikator makroekonomi, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan konkret masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Penguatan sektor kesehatan, pendidikan, serta dukungan terhadap pembangunan infrastruktur pelayanan publik menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemerataan pembangunan.

Melalui forum tersebut, Cerint menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kepentingan masyarakat Sumatra Barat di tingkat nasional. Aspirasi terkait pembiayaan tenaga kesehatan dan pendidikan serta perluasan RSUD Lubuk Basung diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan anggaran pemerintah pusat.

Publik pun menanti tindak lanjut kementerian terkait terhadap usulan tersebut agar pembahasan APBN 2027 benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat di daerah.(Ay)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Pemerintah Kota Padang memperkuat evaluasi pelaksanaan program pembangunan tahun 2026 sekaligus mematangkan persiapan perencanaan pembangunan untuk tahun anggaran 2027.

Langkah tersebut dibahas dalam Monthly Meeting Pemerintah Kota Padang yang dipimpin Wali Kota Padang Fadly Amran di Balai Kota Padang, Senin (14/9/2026).

Rapat tersebut menjadi forum evaluasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk meninjau perkembangan pelaksanaan program, mengidentifikasi kendala, serta memastikan berbagai kegiatan pembangunan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

Sejumlah agenda strategis menjadi perhatian dalam pertemuan itu, antara lain evaluasi realisasi fisik dan keuangan pembangunan tahun 2026, penguatan program Smart Surau, rehabilitasi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pascabencana, serta percepatan digitalisasi bantuan sosial.

Evaluasi realisasi fisik dan keuangan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pemerintah daerah perlu memastikan kesesuaian antara progres pekerjaan di lapangan, penyerapan anggaran, serta target keluaran yang telah direncanakan.

Dalam rapat tersebut, Fadly Amran menekankan pentingnya koordinasi antar-OPD agar pelaksanaan program tidak berjalan secara sektoral. Menurutnya, sinergi perangkat daerah menjadi faktor penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan dan memastikan pelayanan publik berjalan optimal.

Selain mengevaluasi program berjalan, Pemko Padang juga mulai mengarahkan perhatian pada penyusunan rencana pembangunan 2027. Perencanaan tersebut diharapkan disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, kemampuan fiskal daerah, serta hasil evaluasi terhadap program yang telah dilaksanakan sepanjang 2026.

Fadly meminta setiap OPD menyiapkan program yang realistis, tepat sasaran, dan inovatif. Penyusunan anggaran, kata dia, harus didukung perencanaan yang matang sehingga program yang ditetapkan benar-benar dapat dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Program Smart Surau turut menjadi salah satu agenda yang dibahas. Program ini diarahkan untuk memperkuat pemanfaatan teknologi dalam mendukung kegiatan keagamaan, pendidikan karakter, serta pembinaan generasi muda di lingkungan masyarakat.

Sementara itu, rehabilitasi UMKM pascabencana menjadi perhatian karena sektor usaha masyarakat membutuhkan dukungan agar dapat kembali beraktivitas dan memulihkan perekonomian. Pemerintah daerah perlu memastikan penanganan dilakukan secara terarah, sesuai kebutuhan pelaku usaha terdampak.

Agenda digitalisasi bantuan sosial juga dinilai penting untuk memperkuat akurasi data, ketepatan sasaran, serta efektivitas penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Penguatan sistem digital diharapkan dapat mendukung transparansi dan meminimalkan potensi kesalahan dalam pelaksanaan program perlindungan sosial.

Melalui Monthly Meeting tersebut, Pemko Padang menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola pemerintahan yang lebih terukur, responsif, dan berorientasi pada hasil.

Evaluasi program 2026 dan persiapan pembangunan 2027 diharapkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi Kota Padang sebagai kota yang smart dan sehat, dengan pembangunan yang berkelanjutan serta pelayanan publik yang semakin berkualitas.(Ayu)

 

By. Ayu Adelfina, s

Menjadi perempuan idaman bukanlah tentang bagaimana seseorang terlihat sempurna di mata orang lain. Bukan pula tentang seberapa banyak perhatian yang diterima, seberapa tinggi kedudukan seseorang yang berhasil didekati, atau seberapa besar usaha yang dilakukan untuk mendapatkan cinta. Lebih dari itu, menjadi perempuan idaman adalah tentang bagaimana seseorang mampu membangun kualitas diri, menjaga akhlak, menghargai dirinya sendiri, dan memahami arti cinta yang sesungguhnya.

Kecantikan mungkin menjadi daya tarik pertama, tetapi bukan satu-satunya alasan seseorang bertahan dalam sebuah hubungan. Wajah yang indah dapat menarik perhatian, tetapi ketulusan, kesetiaan, sikap pengertian, dan akhlak yang baiklah yang membuat seseorang merasa nyaman untuk tetap tinggal. Sebab, hubungan yang bermakna tidak hanya membutuhkan ketertarikan, tetapi juga membutuhkan hati yang mampu menghargai dan memahami.

Perempuan yang baik bukan berarti perempuan yang harus selalu mengalah, selalu mengikuti keinginan pasangan, atau rela mengorbankan dirinya demi mempertahankan seseorang. Menjadi pengertian bukan berarti kehilangan pendirian. Menjadi penyayang bukan berarti membiarkan diri diperlakukan semena-mena. Dan mencintai seseorang bukan berarti harus mengabaikan harga diri sendiri.

Dalam sebuah hubungan, cinta seharusnya tumbuh dari dua hati yang sama-sama bersedia. Ada perasaan yang saling menyambut, perhatian yang saling diberikan, dan usaha yang tidak hanya datang dari satu pihak. Sebab, hubungan yang sehat tidak dibangun oleh seseorang yang terus mengejar, sementara yang lain hanya membiarkan dirinya dikejar.

Cinta tidak seharusnya berubah menjadi obsesi yang membuat seseorang kehilangan ketenangan. Ketika perasaan terlalu dipaksakan, seseorang bisa saja mulai mengabaikan kenyataan, menafsirkan perhatian kecil sebagai janji besar, atau terus berharap kepada orang yang tidak memberikan kepastian. Pada titik tertentu, keinginan untuk memiliki dapat membuat seseorang lupa bahwa cinta juga membutuhkan kebebasan, kesadaran, dan kehendak dari kedua belah pihak.

Mencintai seseorang berarti bersedia memahami, bukan memaksakan. Menyayangi berarti menjaga, bukan menguasai. Dan berharap dalam sebuah hubungan seharusnya tetap disertai kesadaran bahwa setiap orang memiliki hak untuk menentukan pilihan, menyampaikan perasaan, serta menerima atau menolak sebuah hubungan dengan cara yang jujur dan terhormat.

Perempuan yang memiliki prinsip tidak akan menjadikan jabatan, kekayaan, atau kedudukan sebagai satu-satunya ukuran dalam memilih pasangan. Ia memahami bahwa status sosial dapat berubah, sementara karakter seseorang terlihat dari bagaimana ia bersikap ketika tidak sedang mendapatkan pujian, bagaimana ia memperlakukan orang lain, dan bagaimana ia bertanggung jawab atas perkataan serta perbuatannya.

Namun, memiliki prinsip juga bukan berarti menutup diri terhadap cinta. Justru, prinsip membantu seseorang membedakan antara ketertarikan yang sehat dan keterikatan yang berlebihan. Ia mampu mencintai tanpa kehilangan arah, memberikan perhatian tanpa mengemis kepastian, serta memperjuangkan hubungan tanpa harus merendahkan dirinya sendiri.

Hubungan yang baik membutuhkan dua orang yang sama-sama mau belajar. Saling mencintai berarti berusaha menjaga perasaan satu sama lain. Saling memahami berarti tidak terburu-buru menghakimi ketika terjadi perbedaan. Saling menghargai berarti memberikan ruang bagi pasangan untuk menjadi dirinya sendiri. Sementara saling menjaga berarti hadir bukan hanya ketika keadaan menyenangkan, tetapi juga ketika kehidupan menghadirkan kesulitan.

Tidak ada hubungan yang selalu berjalan sempurna. Perbedaan pendapat, kesalahpahaman, dan persoalan hidup merupakan bagian dari perjalanan bersama. Akan tetapi, kedewasaan terlihat dari cara dua orang menyelesaikan masalah tersebut. Apakah mereka memilih berbicara dengan jujur, mendengarkan dengan sabar, dan mencari jalan keluar bersama, atau justru saling menyakiti demi mempertahankan ego masing-masing.

Pada akhirnya, perempuan idaman bukanlah perempuan yang harus membuat semua orang terpesona. Ia adalah perempuan yang mengenal nilai dirinya, memiliki hati yang tulus, mampu mencintai dengan dewasa, dan tidak menjadikan hubungan sebagai alasan untuk kehilangan dirinya sendiri.

Ia memahami bahwa cinta yang layak diperjuangkan adalah cinta yang menghadirkan ketenangan, bukan kegelisahan tanpa akhir; cinta yang menumbuhkan, bukan melemahkan; serta cinta yang dibangun oleh dua orang yang sama-sama memilih untuk hadir, memahami, menghargai, dan menjaga.

Sebab, cinta yang sesungguhnya bukan tentang siapa yang paling keras mengejar, melainkan tentang dua hati yang sama-sama bersedia berjalan bersama.


REALITANUSANTARA.COM

PADANG  -  Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Padang, Senin (14/9/2026).

Penyampaian nota keuangan tersebut menjadi bagian penting dalam tahapan pembahasan rancangan anggaran daerah antara Pemerintah Kota Padang dan DPRD. Dokumen tersebut memuat arah kebijakan pendapatan, belanja, serta prioritas pembangunan yang akan menjadi dasar pelaksanaan pemerintahan dan pelayanan publik pada 2027.

Dalam rancangan APBD 2027, Pemerintah Kota Padang memproyeksikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,15 triliun. Sementara itu, pendapatan transfer dirancang mencapai Rp1,57 triliun.

Dari sisi belanja, total anggaran yang direncanakan mencapai Rp2,81 triliun. Besaran tersebut akan diarahkan untuk membiayai berbagai kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan daerah, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Penyusunan APBD 2027 dilakukan dengan pendekatan berbasis program dan hasil. Artinya, pengalokasian anggaran tidak hanya berorientasi pada penyerapan belanja, tetapi juga diarahkan agar setiap program memberikan manfaat yang terukur bagi masyarakat dan mendukung pencapaian target pembangunan daerah.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat efektivitas, efisiensi, serta akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Selain itu, anggaran juga menjadi instrumen penting untuk memastikan program prioritas pemerintah daerah dapat berjalan sesuai kebutuhan dan tantangan pembangunan Kota Padang.

Melalui rancangan APBD ini, Pemerintah Kota Padang berupaya menjaga kesinambungan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik di berbagai sektor. Pengelolaan anggaran diharapkan mampu mendukung terwujudnya pemerintahan yang responsif, pembangunan yang berkelanjutan, serta pelayanan yang semakin mudah diakses masyarakat.

Setelah penyampaian nota keuangan, Ranperda APBD Kota Padang Tahun Anggaran 2027 selanjutnya akan memasuki tahapan pembahasan bersama DPRD Kota Padang sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pembahasan tersebut menjadi ruang bagi legislatif untuk mencermati proyeksi pendapatan, rencana belanja, prioritas program, serta kesesuaian anggaran dengan kebutuhan pembangunan dan kemampuan keuangan daerah.

Dengan total belanja yang dirancang sebesar Rp2,81 triliun, APBD Kota Padang 2027 diharapkan menjadi landasan fiskal dalam memperkuat pembangunan daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menghadirkan pelayanan publik yang lebih berkualitas.(Ayu)

By, Ayu Adelfina, s

Ada kalanya seseorang hadir dalam hidup kita bukan hanya sebagai teman, melainkan sebagai orang yang pernah kita bantu, kita percaya, dan kita anggap bagian dari perjalanan hidup. Kita menolongnya dengan tulus, tanpa pernah membayangkan bahwa suatu hari kebaikan yang kita berikan justru menjadi awal dari sebuah luka.

Namun, kehidupan tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ada orang yang, setelah merasakan pertolongan, justru melupakan tangan yang pernah membantunya. Ia bagaikan kacang yang lupa pada kulitnya—melupakan asal-usul, melupakan kebersamaan, bahkan melupakan kebaikan yang pernah diterimanya.

Yang lebih menyakitkan, tidak semua permusuhan bermula dari kebencian. Sebagian justru lahir dari persaingan, rasa memiliki, kecemburuan, atau keinginan untuk mendapatkan sesuatu yang dianggap berharga. Dalam sebuah persahabatan, keadaan seperti ini bisa terjadi ketika dua orang yang dahulu saling mendukung akhirnya berhadapan karena seorang lelaki yang salah satunya merasa sebagai miliknya.

Padahal, manusia bukanlah barang yang dapat dimiliki sepenuhnya. Perasaan tidak bisa dipaksa, dan seseorang berhak menentukan pilihan hidup serta hubungan yang ingin dijalaninya. Ketika cinta berubah menjadi perebutan, persahabatan yang dahulu dibangun dengan kepercayaan dapat berubah menjadi pertengkaran yang meninggalkan luka mendalam.

Di situlah seseorang perlu belajar membedakan antara kehilangan dan pengkhianatan. Kehilangan seseorang yang kita cintai memang menyakitkan, tetapi pengkhianatan dari seorang sahabat sering kali terasa lebih berat karena luka itu datang dari orang yang sebelumnya kita percaya. Kita tidak hanya merasa kehilangan seseorang, tetapi juga kehilangan keyakinan terhadap hubungan yang selama ini dianggap tulus.

Meski demikian, tidak semua kesalahan harus dibalas dengan kebencian. Ada saatnya kita perlu berhenti, mengambil jarak, dan melihat persoalan dengan kepala dingin. Menolong seseorang tidak berarti kita harus terus membiarkan diri disakiti. Memaafkan juga tidak selalu berarti kembali mempercayai orang yang sama seperti sebelumnya.

Kebaikan tetaplah kebaikan, meskipun penerimanya tidak tahu berterima kasih. Ketulusan tidak menjadi sia-sia hanya karena orang lain membalasnya dengan sikap buruk. Nilai sebuah pertolongan tidak ditentukan oleh penghargaan yang kita terima, melainkan oleh niat baik yang mendasarinya.

Namun, pengalaman pahit mengajarkan bahwa menolong juga perlu disertai kebijaksanaan. Kita boleh memiliki hati yang lembut, tetapi tetap harus mempunyai batas. Kita boleh memaafkan, tetapi tidak wajib mengabaikan pelajaran dari masa lalu. Kepercayaan adalah sesuatu yang dibangun melalui waktu, dan ketika rusak, pemulihannya membutuhkan kejujuran serta perubahan nyata.

Jika seorang sahabat berubah menjadi musuh hanya karena persoalan perasaan, jangan biarkan konflik itu merampas ketenangan dan harga diri kita. Tidak semua pertarungan harus dimenangkan dengan perlawanan. Terkadang, kemenangan terbesar adalah ketika kita mampu meninggalkan perselisihan tanpa kehilangan akhlak, martabat, dan kedamaian hati.

Pada akhirnya, hidup mengajarkan bahwa tidak semua orang yang kita bantu akan berjalan bersama kita selamanya. Ada yang datang untuk menerima kebaikan, ada pula yang hadir untuk memberikan pelajaran. Sebagian menjadi sahabat dalam kenangan, sementara yang lain menjadi alasan bagi kita untuk lebih berhati-hati dalam memberikan kepercayaan.

Jangan menyesali kebaikan yang pernah dilakukan. Jadikan pengalaman itu sebagai pengingat bahwa hati yang tulus harus tetap disertai kebijaksanaan. Sebab, orang yang benar-benar kuat bukanlah mereka yang mampu membalas setiap pengkhianatan, melainkan mereka yang mampu tetap menjadi pribadi baik tanpa membiarkan dirinya terus-menerus diperlakukan dengan buruk.

Sahabat sejati tidak menjadikan kebaikan sebagai alasan untuk berkhianat, dan cinta yang sehat tidak seharusnya mengubah manusia menjadi musuh bagi sesamanya.

 

By, Ayu, s

Pengkhianatan dari seorang sahabat dapat menghadirkan luka yang berbeda. Bukan hanya karena kehilangan kepercayaan, melainkan juga karena kita merasa dikecewakan oleh seseorang yang seharusnya memahami perasaan dan menghargai hubungan persahabatan. Terlebih ketika pengkhianatan itu berkaitan dengan seseorang yang kita cintai, luka tersebut dapat terasa semakin dalam.

Dalam keadaan seperti ini, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memberikan waktu kepada diri sendiri untuk menerima kenyataan. Tidak perlu memaksakan diri untuk segera terlihat kuat, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Kecewa, sedih, marah, atau merasa kehilangan merupakan reaksi yang wajar ketika kepercayaan kita terluka. Namun, perasaan tersebut perlu dikelola agar tidak mendorong kita mengambil keputusan yang justru merugikan diri sendiri.

1. Jangan Mengambil Keputusan Saat Emosi Memuncak

Ketika mengetahui bahwa seorang sahabat telah mengkhianati kita karena cinta, keinginan untuk membalas, mempermalukan, atau memutuskan hubungan secara terburu-buru mungkin muncul. Akan tetapi, keputusan yang diambil dalam keadaan emosi sering kali tidak mencerminkan apa yang sebenarnya kita inginkan.

Berikan diri sendiri ruang untuk menenangkan pikiran. Hindari pertengkaran yang tidak perlu, menyebarkan cerita pribadi, atau melakukan tindakan yang dapat memperpanjang masalah. Ketenangan bukan berarti kita membenarkan pengkhianatan, melainkan menunjukkan bahwa kita masih mampu menjaga kendali atas diri sendiri.

2. Pastikan Kebenaran Sebelum Menilai

Perasaan terluka terkadang membuat seseorang mudah mempercayai informasi yang belum sepenuhnya jelas. Karena itu, sebelum mengambil kesimpulan, penting untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Jika memungkinkan dan dirasa aman, bicarakan persoalan tersebut secara langsung dengan pihak yang terlibat. Sampaikan perasaan dengan jujur tanpa harus menggunakan kata-kata yang merendahkan.

Misalnya, kita dapat mengatakan bahwa tindakan tersebut telah melukai kepercayaan dan membuat kita merasa tidak dihargai. Percakapan yang dewasa bukan bertujuan memenangkan pertengkaran, tetapi mencari kejelasan dan memahami apakah hubungan itu masih layak dipertahankan.

3. Pahami Bahwa Pengkhianatan Bukan Ukuran Harga Diri

Salah satu kesalahan yang sering terjadi setelah dikhianati adalah menyalahkan diri sendiri. Kita mungkin bertanya, “Apa kekurangan saya?” atau “Mengapa saya tidak cukup baik?”

Pertanyaan-pertanyaan tersebut manusiawi, tetapi pengkhianatan seseorang tidak secara otomatis membuktikan bahwa kita tidak berharga. Pilihan orang lain merupakan tanggung jawab orang tersebut. Kita tetap memiliki nilai, martabat, dan hak untuk diperlakukan dengan jujur serta penuh penghormatan.

Jangan biarkan kesalahan orang lain membuat kita meragukan seluruh kebaikan yang ada dalam diri kita.

4. Tentukan Batasan yang Sehat

Memaafkan tidak selalu berarti harus kembali dekat seperti sebelumnya. Begitu pula menjaga jarak bukan berarti kita menyimpan kebencian selamanya.

Setelah mengalami pengkhianatan, kita berhak menentukan batasan yang membuat diri merasa aman dan dihargai. Jika kepercayaan telah rusak, hubungan mungkin membutuhkan waktu panjang untuk dipulihkan. Namun, pemulihan hanya dapat terjadi apabila ada kejujuran, penyesalan yang nyata, dan perubahan sikap dari pihak yang melakukan kesalahan.

Jika semua itu tidak ada, menjaga jarak dapat menjadi bentuk penghormatan terhadap diri sendiri.

5. Jangan Biarkan Pengalaman Buruk Mengubah Hati Menjadi Penuh Kebencian

Pengkhianatan memang dapat mengajarkan kita untuk lebih berhati-hati, tetapi jangan sampai pengalaman tersebut membuat kita kehilangan kemampuan untuk mempercayai semua orang. Tidak semua sahabat akan melakukan hal yang sama, dan tidak semua hubungan akan berakhir dengan kekecewaan.

Jadikan pengalaman itu sebagai pelajaran, bukan sebagai alasan untuk menutup seluruh pintu kebaikan. Belajarlah membedakan antara bersikap bijaksana dan hidup dalam kecurigaan.

6. Fokus pada Pemulihan Diri

Setelah dikhianati, perhatian kita sering kali terpusat pada orang yang menyakiti. Kita memikirkan apa yang mereka lakukan, mengapa mereka melakukannya, dan apakah mereka menyesal. Tanpa disadari, hal itu dapat membuat kita terus terjebak dalam luka yang sama.

Karena itu, perlahan-lahan kembalikan perhatian kepada diri sendiri. Lakukan kegiatan yang bermanfaat, dekatkan diri dengan keluarga atau orang-orang yang dapat dipercaya, dan berikan kesempatan kepada diri untuk kembali menikmati kehidupan.

Pemulihan tidak selalu berlangsung cepat. Ada hari ketika kita merasa sudah baik-baik saja, tetapi ada pula saat ketika kenangan lama kembali mengusik. Semua itu merupakan bagian dari proses. Yang terpenting, jangan berhenti merawat diri dan jangan mengukur kesembuhan hanya dari seberapa cepat kita melupakan.

7. Belajar Melepaskan Tanpa Harus Membenci

Pada akhirnya, tidak semua hubungan harus dipertahankan dengan cara yang sama. Ada persahabatan yang dapat diperbaiki, tetapi ada pula yang hanya dapat dikenang sebagai bagian dari perjalanan hidup.

Melepaskan bukan berarti kita kalah. Melepaskan berarti kita memilih kedamaian daripada terus hidup dalam luka. Kita dapat memaafkan seseorang tanpa mengembalikan kepercayaan seperti dahulu. Kita juga dapat mendoakan kebaikan bagi orang lain sambil tetap memilih jalan hidup yang lebih sehat bagi diri sendiri.

Pengkhianatan mungkin mengubah cara kita memandang sebuah persahabatan, tetapi jangan biarkan ia menentukan masa depan hati kita.

Sahabat yang baik seharusnya menghargai kepercayaan, menjaga batasan, dan tidak menjadikan perasaan orang lain sebagai sesuatu yang boleh dikorbankan demi kepentingan pribadi. Namun, ketika seseorang memilih untuk mengkhianati, kita tidak harus membalas dengan cara yang sama.

Cukup jadikan pengalaman itu sebagai pelajaran bahwa kepercayaan memang berharga, kesetiaan perlu dibuktikan melalui tindakan, dan harga diri harus tetap dijaga.

Sebab, dalam kehidupan, kehilangan seorang sahabat mungkin terasa menyakitkan, tetapi kehilangan kedamaian diri sendiri karena terus mengejar penjelasan dan pembalasan dapat menjadi luka yang jauh lebih panjang.

Maka, ketika dikhianati karena cinta, pilihlah untuk tetap bermartabat. Berikan ruang bagi hati untuk sembuh, ambil pelajaran dari kejadian tersebut, dan terus melangkah menuju kehidupan yang lebih tenang.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Pemerintah Kota Padang terus memperkuat upaya perlindungan sosial masyarakat melalui penyaluran bantuan pangan. Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mendampingi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, dalam penyaluran bantuan pangan beras dari Perum BULOG di Kelurahan Koto Baru Nan XX, Minggu (13/9/2026).

Penyaluran bantuan tersebut menyasar sebanyak 629 penerima bantuan pangan. Masing-masing penerima memperoleh bantuan beras dengan total 30 kilogram untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.

Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga penerima manfaat, sekaligus meringankan beban pengeluaran masyarakat di tengah kebutuhan pokok yang terus menjadi perhatian.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Padang menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, termasuk BULOG dan pemerintah pusat, dalam memastikan bantuan pangan dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan program perlindungan sosial, terutama bagi keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Penyaluran bantuan pangan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat di tingkat lokal.

Selain mengapresiasi penyaluran bantuan beras, Pemko Padang turut mendorong masyarakat agar tidak hanya bergantung pada bantuan pangan, tetapi juga mulai mengembangkan sumber pangan mandiri melalui kegiatan urban farming.

Urban farming atau pertanian perkotaan dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan terbatas di sekitar rumah, lingkungan permukiman, maupun fasilitas bersama. Masyarakat dapat menanam berbagai kebutuhan pangan seperti cabai, sayuran, tomat, dan tanaman produktif lainnya sesuai kondisi lingkungan.

Pengembangan pertanian perkotaan dinilai memiliki manfaat ganda, yakni membantu memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kemandirian pangan.

Pemerintah Kota Padang berharap sinergi antara pemerintah, lembaga pangan, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan demikian, bantuan sosial tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga diiringi upaya pemberdayaan yang mampu meningkatkan ketahanan ekonomi dan pangan masyarakat secara berkelanjutan.

Penyaluran bantuan beras di Kelurahan Koto Baru Nan XX menjadi salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus momentum untuk mengajak warga membangun ketahanan pangan dari lingkungan tempat tinggal masing-masing.(Ayu)

By : Ayu, s

Sosok pria idaman dalam sebuah hubungan tidak semata-mata dinilai dari penampilan, kemapanan, atau kemampuan memberikan perhatian dalam situasi menyenangkan. Lebih dari itu, pria idaman adalah sosok yang mampu menunjukkan kesetiaan, menjaga komitmen, memberikan kasih sayang, serta menjalankan tanggung jawab secara konsisten.

Kesetiaan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun hubungan yang sehat. Seorang pria yang setia tidak hanya hadir ketika keadaan berjalan baik, tetapi juga tetap menjaga kepercayaan dan menghargai pasangannya ketika menghadapi berbagai tantangan.

Selain kesetiaan, komitmen menjadi bukti keseriusan dalam menjalani hubungan. Komitmen tidak cukup disampaikan melalui kata-kata, melainkan perlu diwujudkan melalui sikap, komunikasi yang terbuka, dan kesediaan untuk menyelesaikan persoalan secara dewasa.

Sementara itu, kasih sayang tercermin melalui perhatian, kepedulian, serta kemampuan menghargai perasaan pasangan. Kasih sayang yang tulus bukan hanya ditunjukkan melalui ungkapan romantis, tetapi juga melalui tindakan sederhana yang membuat pasangan merasa dihargai, didengarkan, dan tidak menghadapi persoalan seorang diri.

Salah satu ciri pria idaman yang paling bermakna adalah kehadirannya ketika pasangan berada dalam kesulitan. Ia tidak sekadar memberikan janji atau kata-kata penghiburan, tetapi berusaha membantu mencari jalan keluar sesuai kemampuan. Kehadiran tersebut dapat diwujudkan melalui dukungan emosional, saran yang bijaksana, maupun tindakan nyata untuk meringankan beban.

Sikap bertanggung jawab juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan. Pria yang bertanggung jawab berani mengakui kesalahan, menepati janji, serta tidak menghindari persoalan yang harus diselesaikan bersama. Ia memahami bahwa hubungan bukan hanya tentang menerima kebahagiaan, tetapi juga tentang saling mendukung dalam menghadapi masa-masa sulit.

Pada akhirnya, pria idaman bukanlah sosok yang selalu sempurna, melainkan seseorang yang bersedia belajar, memperbaiki diri, dan menjaga hubungan dengan ketulusan. Kesetiaan, komitmen, kasih sayang, serta tanggung jawab menjadi nilai yang membuat sebuah hubungan memiliki dasar kuat dan berpeluang tumbuh secara harmonis.

Dengan demikian, ukuran pria idaman tidak hanya terlihat dari apa yang mampu diberikan, tetapi juga dari bagaimana ia memperlakukan pasangan, terutama ketika keadaan tidak mudah. Sebab, hubungan yang bermakna dibangun melalui kehadiran, kepercayaan, dan tindakan nyata yang dilakukan secara konsisten.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui sektor perikanan budidaya terus mendapat perhatian. Di Teluk Buo, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, kelompok pembudidaya ikan menerima bantuan benih dan pakan ikan kerapu sebagai dukungan untuk meningkatkan produktivitas serta keberlanjutan usaha perikanan.

Bantuan tersebut diserahkan pada Sabtu (12/9/2026) dan dihadiri langsung Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Muhidi, M.M. Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan potensi kelautan sekaligus memperkuat sumber pendapatan masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada sektor perikanan.

Penyerahan bantuan merupakan realisasi alokasi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Ketua DPRD Sumbar Muhidi yang dilaksanakan melalui sinergi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Barat.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu kelompok pembudidaya menghadapi tantangan operasional, terutama kebutuhan benih dan pakan yang menjadi komponen penting dalam kegiatan budidaya ikan kerapu.

Bantuan Diharapkan Tingkatkan Produktivitas

Ikan kerapu merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi dan peluang pengembangan di kawasan pesisir. Namun, keberhasilan budidaya sangat dipengaruhi oleh ketersediaan benih berkualitas, pakan yang memadai, pengelolaan kolam atau keramba, serta pemeliharaan yang berkelanjutan.

Melalui bantuan benih, kelompok pembudidaya memperoleh dukungan untuk mengembangkan siklus produksi. Sementara itu, bantuan pakan diharapkan dapat meringankan sebagian beban biaya operasional yang harus ditanggung selama proses pemeliharaan ikan hingga masa panen.

Muhidi berharap bantuan tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan produksi jangka pendek, tetapi juga mampu menjadi pemicu tumbuhnya usaha perikanan yang lebih mandiri. Peningkatan produktivitas diharapkan dapat berdampak pada pendapatan pembudidaya dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan pesisir.

“Kelola bantuan ini dengan baik, transparan dan penuh kekompakan. Mudah-mudahan budidaya ikan kerapu ini menghasilkan panen yang baik dan memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” pesan Muhidi.

Muhidi Tekankan Pengelolaan Bantuan Secara Bersama

Dalam pemanfaatannya, kelompok pembudidaya diharapkan mengelola bantuan secara optimal, transparan, dan bertanggung jawab. Kekompakan antaranggota dinilai penting agar bantuan yang diterima dapat digunakan sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat maksimal.

Pengelolaan kelompok yang baik juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan budidaya. Selain memastikan bantuan digunakan secara tepat, kerja sama antaranggota dapat mendukung pembagian tugas, pemeliharaan ikan, serta pengawasan terhadap perkembangan usaha.

Dengan demikian, bantuan benih dan pakan tidak hanya dipandang sebagai dukungan material, tetapi juga sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat agar mampu mengembangkan usaha perikanan secara lebih terarah.

DPRD Sumbar Dorong Penguatan Sektor Kelautan

Muhidi menegaskan, DPRD Sumatera Barat akan terus mengawal aspirasi masyarakat, termasuk nelayan dan pembudidaya ikan. Menurutnya, sektor kelautan dan perikanan memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dukungan terhadap sektor perikanan budidaya juga dinilai sejalan dengan upaya mengoptimalkan potensi sumber daya bahari Sumatera Barat. Apabila dikelola secara berkelanjutan, sektor ini dapat membuka peluang usaha, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, dan mendorong kemandirian masyarakat pesisir.

Sinergi antara DPRD Sumbar, pemerintah daerah, DKP, dan kelompok pembudidaya menjadi bagian penting dalam memastikan program bantuan memberikan dampak nyata. Tidak hanya meningkatkan produksi, pengembangan budidaya ikan kerapu juga diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan.

Melalui bantuan tersebut, Teluk Buo diharapkan dapat terus mengembangkan potensi perikanan budidaya sebagai salah satu penggerak ekonomi lokal. Program ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap masyarakat pesisir agar mampu mengelola sumber daya kelautan secara produktif, bertanggung jawab, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG — Komandan Kodim (Dandim) Padang mendorong keluarga besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) untuk terus memperkuat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 0312/Padang Letkol Inf Faiq Fahmi,  dalam sambutannya pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 FKPPI yang digelar di Kota Padang, Sabtu (13/9/2026).

Dandim menegaskan, FKPPI memiliki ikatan sejarah dan emosional yang kuat sebagai bagian dari keluarga besar TNI dan Polri. Ikatan tersebut tidak hanya menjadi identitas organisasi, tetapi juga menjadi landasan untuk meneruskan nilai-nilai pengabdian yang diwariskan para orang tua dan pendahulu.

“Nilai-nilai yang diwariskan itu antara lain disiplin, loyalitas, kebersamaan, semangat pengabdian, cinta Tanah Air, serta kesetiaan kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.

Menurutnya, ukuran keberhasilan FKPPI tidak cukup hanya dilihat dari jumlah anggota maupun besarnya organisasi. Lebih dari itu, FKPPI harus mampu memberikan manfaat yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Karena itu, ia berharap seluruh jajaran FKPPI dapat menjaga agar organisasi tetap aktif, komunikasi antaranggota terus berjalan, serta berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Kalau ada persoalan masyarakat yang bisa kita bantu, mari sama-sama kita bantu. Kalau ada kegiatan sosial, kita harus hadir,” pesannya.

Dandim juga mengajak FKPPI untuk mengambil peran dalam menjaga persatuan bangsa, terutama ketika menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Perkembangan media sosial, penyebaran berita bohong atau hoaks, serta ujaran kebencian dinilai berpotensi memecah belah masyarakat.

Ia mengingatkan, perbedaan pilihan, pekerjaan, maupun pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan berbangsa. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menghilangkan komitmen bersama terhadap keutuhan NKRI.

“Kita boleh menghadapi pilihan yang berbeda, pekerjaan yang berbeda, bahkan berbeda pendapat. Tetapi ketika berbicara tentang Merah Putih dan NKRI, kita harus berdiri dalam satu barisan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim juga menegaskan bahwa hubungan antara Kodim dan FKPPI tidak boleh terbatas pada kegiatan seremonial maupun pemenuhan undangan organisasi.

Ia menyampaikan, Kodim merupakan rumah bersama bagi keluarga besar TNI, termasuk FKPPI. Karena itu, komunikasi dan sinergi antara kedua pihak perlu dibangun secara terbuka dan berkelanjutan.

“Kalau ketua pengurus memiliki gagasan, mari disampaikan. Kita komunikasikan bersama. Kalau ada program yang bisa disinergikan untuk membantu masyarakat Kota Padang, mari kita kerjakan bersama,” katanya.

Dandim berharap ke depan dapat dirancang berbagai kegiatan kolaboratif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kegiatan tersebut dapat berupa aksi sosial, olahraga, wawasan kebangsaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta program kemasyarakatan lainnya.

Menurutnya, kehadiran FKPPI harus dibuktikan melalui karya dan pengabdian, bukan semata-mata karena organisasi tersebut memiliki latar belakang sejarah dan nama besar para orang tua.

“Dengan demikian, masyarakat melihat bahwa FKPPI hadir bukan hanya karena nama besar orang tua kita, tetapi karena karya dan pengabdian kita sendiri,” ujarnya.

Dandim turut mengapresiasi antusiasme pengurus dan anggota FKPPI dalam mengikuti rangkaian kegiatan HUT ke-48. Ia menilai semangat kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat soliditas organisasi.

Dengan nada humor, ia menyinggung antusiasme peserta saat mengikuti jalan sehat, termasuk semangat mereka dalam mengikuti pembagian hadiah atau door prize.

“Yang penting hari ini kita bergembira bersama. Yang mendapat hadiah kita ucapkan selamat. Yang belum mendapat hadiah, jangan kecewa,” tuturnya, disambut suasana hangat peserta.

Ia kemudian menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Ketua FKPPI beserta seluruh jajaran pengurus, panitia, dan pihak-pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Dandim berharap FKPPI semakin solid, kuat dalam persaudaraan, nyata dalam pengabdian, dan semakin dekat dengan masyarakat.

“ Tugas kita adalah melanjutkan nilai pengabdian itu sesuai dengan tantangan zaman sekarang,” katanya.

Menutup sambutannya, Dandim mengajak seluruh keluarga besar FKPPI untuk terus berkarya, menjaga persaudaraan, serta menjadi bagian dari kekuatan bangsa dalam mempertahankan persatuan dan keutuhan NKRI.

“FKPPI, NKRI harga mati,” tegasnya

Seluruh rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) Kota Padang telah terlaksana dengan baik dan lancar.

Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Pelaksana HUT ke-48 FKPPI Kota Padang, Era Novita dalam laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan. Ia menyampaikan bahwa seluruh agenda yang telah disusun panitia dapat direalisasikan berkat dukungan dan kerja sama berbagai pihak.

“Seluruh kegiatan dalam rangka HUT ke-48 FKPPI telah dilaksanakan dengan baik dan lancar,” ujar Era dalam penyampaian laporannya.

Semua kelancaran pelaksanaan kegiatan tidak terlepas dari kekompakan panitia, dukungan pengurus, anggota FKPPI, serta kontribusi berbagai pihak yang turut membantu menyukseskan seluruh rangkaian acara.

Dalam kesempatan tersebut, Era menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik dalam bentuk tenaga, pemikiran, waktu, maupun bantuan lainnya. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran pengurus FKPPI, panitia pelaksana, keluarga besar FKPPI, serta pihak-pihak terkait yang telah berkontribusi selama kegiatan berlangsung.(Ayu)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Sebanyak sekitar 400 anak mengikuti kegiatan sunatan massal gratis yang digelar Pemerintah Kota Padang bekerja sama dengan Indo Jalito Peduli (IJP) di Bagindo Aziz Chan Youth Center, Kota Padang, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan sosial tersebut menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap kesehatan anak sekaligus upaya membantu masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan, agar dapat memperoleh layanan sunat secara gratis dan layak.

Selain mendapatkan layanan sunat, para peserta juga menerima sejumlah bantuan pendukung. Bantuan tersebut meliputi uang tunai, makanan, obat-obatan, sarung, serta berbagai kebutuhan lainnya yang disiapkan untuk menunjang kenyamanan anak-anak selama mengikuti kegiatan.

Kolaborasi antara Pemerintah Kota Padang dan Indo Jalito Peduli ini menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam memperkuat pelayanan sosial di tengah masyarakat. Pemerintah tidak hanya berperan melalui program pelayanan publik, tetapi juga membuka ruang kerja sama dengan organisasi dan komunitas yang memiliki kepedulian terhadap kebutuhan warga.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kontribusi Indo Jalito Peduli dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan organisasi sosial dapat memperluas jangkauan manfaat program kemasyarakatan.

Ia berharap kerja sama serupa dapat terus berlanjut dan dikembangkan, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya, terutama dalam bidang kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

“Kolaborasi seperti ini sangat berarti bagi masyarakat. Kami berharap kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada warga dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” demikian semangat yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Sunatan massal gratis ini tidak hanya menjadi bentuk pelayanan kesehatan, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah bersama mitra sosial berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Padang..(Ayu)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.