Latest Post

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026. Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi, produktivitas, serta kesiapan kerja masyarakat agar mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus membuka peluang wirausaha.

Pelatihan vokasi tersebut diberikan secara gratis sebagai bentuk investasi pemerintah dalam menyiapkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045. Pelatihan secara nasional itu juga menyasar warga Kota Padang. 

"Iya, Kemnaker telah membuka Pelatihan Vokasi Nasional pada tahun ini," ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Kadisnakerin) Kota Padang, Ferri Erviyan Rinaldy, Minggu (1/3/2026). 

Program ini mengedepankan konsep link and match, sehingga pelatihan memiliki keterkaitan erat dengan dunia usaha dan industri. Lulusan diharapkan dapat langsung memenuhi kebutuhan pasar kerja. 

"Kami mengajak warga Kota Padang, terutama anak muda untuk mengikuti program ini," ajak Ferri. 

Pada Batch 1 pelatihan vokasi nasional tahun ini pemerintah menyiapkan kuota sebanyak 20.000 peserta. Secara keseluruhan, program ditargetkan menjangkau lebih dari 70.000 peserta melalui tiga gelombang pelatihan sepanjang 2026.

Pelatihan dilaksanakan secara serentak di 21 Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) serta 13 Satuan Pelayanan (Satpel) Kemnaker di berbagai wilayah Indonesia.

Program ini terbuka bagi masyarakat berusia minimal 17 tahun yang telah memiliki akun pada platform SIAPkerja. Untuk Batch 1, prioritas diberikan kepada lulusan SMA/SMK/MA sederajat tahun 2023–2025 sebagai upaya mempercepat transisi lulusan sekolah ke dunia kerja. 

Bidang pelatihan yang tersedia mencerminkan kebutuhan sektor industri masa kini dan masa depan, meliputi teknologi informasi dan komunikasi, kewirausahaan, manufaktur, otomotif, pariwisata, hingga konstruksi.

Adapun program pelatihan mencakup berbagai keterampilan strategis, seperti Internet of Things (IoT), instalasi panel surya, pengelasan, pengoperasian mesin CNC, otomasi industri, kendaraan listrik, cyber security, digital marketing, smart farming, hingga pengolahan pangan industri.

Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing tenaga kerja sekaligus mendukung transformasi ekonomi berbasis teknologi dan industri hijau.

Peserta Pelatihan Vokasi Nasional memperoleh berbagai fasilitas pendukung, antara lain pelatihan dan makan siang gratis, bantuan transportasi, perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) melalui BPJS Ketenagakerjaan, sertifikat pelatihan dari BPVP, serta Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Fasilitas asrama juga disediakan sesuai kriteria dan ketersediaan.

Pendaftaran Batch 1 berlangsung melalui laman skillhub.kemnaker.go.id pada 23 Februari hingga 6 Maret 2026. Seleksi peserta dilaksanakan pada 9–15 Maret 2026, pengumuman hasil seleksi pada 16 Maret 2026, dan pelatihan dijadwalkan mulai 1 April 2026.(Charlie)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN - Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, secara resmi membuka kegiatan Ramadhan Fest dan Pasar Pabukoan Kampuang Galapuang yang digelar di Nagari Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Sabtu (28/2). Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memanfaatkan momentum bulan suci untuk mempererat silaturahmi sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa JKA menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya Ramadhan Fest di Kampuang Galapuang. Ia menilai suksesnya kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, terutama Tim Penggerak PKK Kabupaten Padang Pariaman dan kelompok ibu-ibu Seruni yang aktif mendorong kegiatan sosial serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Alhamdulillah, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik berkat kebersamaan dan dukungan semua pihak. Peran ibu-ibu Seruni sangat besar dalam menyukseskan kegiatan ini,” ujar JKA di hadapan masyarakat yang memadati lokasi acara.

Selain membuka kegiatan, Bupati juga menyoroti persoalan banjir yang kerap melanda kawasan Kampuang Galapuang dan Muaro Ulakan. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus berupaya mencari solusi konkret untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Menurutnya, sejak awal Ramadhan, pemerintah daerah telah menyiagakan dua unit alat berat berupa ekskavator di kawasan Muaro Ulakan untuk melakukan normalisasi aliran sungai. Langkah itu diharapkan dapat menjadi upaya awal dalam mengurangi dampak banjir yang selama ini meresahkan masyarakat.

“Kami tidak pernah berhenti memikirkan persoalan banjir di Ulakan. Dua ekskavator sudah kita siagakan sejak awal Ramadhan untuk melakukan penanganan di Muaro Ulakan,” tegasnya.

Namun demikian, JKA menekankan bahwa upaya penanganan banjir tidak dapat dilakukan pemerintah semata. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk ninik mamak dan pemilik lahan di sekitar kawasan muara sungai, untuk turut mendukung program normalisasi dengan memberikan sebagian lahan guna pelebaran dan pelurusan alur sungai.

“Kami sangat membutuhkan dukungan ninik mamak dan masyarakat, terutama yang memiliki tanah di kawasan muara, agar bersedia membantu demi kepentingan bersama. Dengan kebersamaan, persoalan banjir bisa kita atasi,” harapnya.

Sementara itu, Wali Nagari Ulakan dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Ramadhan Fest. Ia juga menyoroti kontribusi TP PKK dan ibu-ibu Seruni dalam membantu masyarakat, termasuk dukungan terhadap permodalan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di nagari tersebut.

Rangkaian kegiatan Ramadhan Fest turut diisi dengan tausiah keagamaan yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Padang Pariaman menjelang waktu berbuka puasa. Tausiah tersebut menambah kekhusyukan suasana dan memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah kemeriahan acara.

Sebagai bagian dari tradisi Ramadhan di Padang Pariaman, Pasar Pabukoan menjadi pusat aktivitas masyarakat dalam mencari aneka hidangan berbuka puasa. Selain memenuhi kebutuhan konsumsi, pasar ini juga berperan sebagai penggerak ekonomi lokal karena melibatkan banyak pedagang kecil dan pelaku UMKM.

Ramadhan Fest dan Pasar Pabukoan tidak hanya digelar di Kampuang Galapuang, tetapi juga tersebar di berbagai nagari lainnya, di antaranya Pasar Sungai Limau, Pasar Pilubang, Pasar Sungai Geringging, Balai Ampalu Nagari Lareh Nan Panjang, Pasar Tandikek, Pasar Pakandangan, Pasar Sicincin, Pasar Pauh Kambar, Pasar Lubuk Alung, Pasar Gunung Padang Alai, Pasar Kudu Ganting, Pasar Limau Puruik, Pasar Sungai Sariak, Balai Ampalu, Balai Baru Balah Aie, Pasar Kampung Dalam, Pasar Basung, Pasar Kayu Tanam, Pasar Padang Sago, Pasar Batu Basa, Pasar Aur Malintang, Pasar Kampuang Galapuang Ulakan, serta Pasar Gasan.

Melalui penyelenggaraan Ramadhan Fest dan keberadaan pasar pabukoan di berbagai titik tersebut, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap mampu menjaga geliat ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan selama bulan suci Ramadhan.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Padang Pariaman — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Wira Satria, bersama Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Edirizal, A.Md., yang juga menjabat sebagai Bendahara DPC Partai Gerindra Padang Pariaman, mendampingi Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, dalam penyerahan bantuan program bedah rumah kepada warga di Manggopoh, Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman.

Bantuan senilai Rp25.000.000 tersebut diserahkan kepada Ibu Evi Yanti sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar memiliki hunian yang lebih layak. Program bedah rumah ini difokuskan pada perbaikan struktur bangunan, peningkatan kualitas atap dan dinding, serta pembenahan fasilitas dasar agar rumah menjadi lebih aman dan nyaman untuk ditempati.

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur menyampaikan bahwa program bantuan perumahan merupakan salah satu upaya pemerintah provinsi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di rumah dengan kondisi kurang memadai. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten menjadi kunci dalam memastikan bantuan tepat sasaran.

Wira Satria menambahkan, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat harus diwujudkan melalui langkah konkret yang langsung menyentuh kebutuhan dasar warga. Menurutnya, hunian yang layak bukan hanya persoalan fisik bangunan, tetapi juga berkaitan dengan kualitas hidup dan rasa aman sebuah keluarga.

Sementara itu, Edirizal menyampaikan harapannya agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh penerima, sehingga mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan keluarga. Ia juga menegaskan komitmen DPRD untuk terus mengawal program-program sosial yang berpihak kepada masyarakat kecil.

Penyerahan bantuan berlangsung sederhana namun penuh kehangatan, disaksikan oleh perangkat nagari dan masyarakat setempat. Program bedah rumah ini diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman.

Editor : Ayu

REALITA NUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN — Suasana penuh kebahagiaan menyelimuti pelaksanaan peluncuran penyaluran Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE) Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (28/2/2026). Sebanyak 1.173 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan yang disalurkan di dua titik, yakni di halaman Kantor Kecamatan Batang Anai dan Aula Kecamatan 2x11 Kayu Tanam.

Sejak pagi, masyarakat telah berdatangan ke lokasi kegiatan. Mereka tampak antusias dan bersyukur karena bantuan tersebut menjadi suntikan semangat baru di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga, terutama pasca tekanan ekonomi dan dampak bencana yang melanda beberapa waktu lalu.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, secara langsung meresmikan penyaluran bantuan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa program BSSE merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong kemandirian keluarga penerima manfaat.

Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga sebagai stimulus untuk meningkatkan produktivitas masyarakat. Ia berharap dana yang diterima dapat dikelola secara bijak dan dimanfaatkan untuk memperkuat usaha kecil maupun memenuhi kebutuhan dasar keluarga.

Berdasarkan data penetapan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, jumlah penerima bantuan di Kabupaten Padang Pariaman mencapai 1.173 KPM yang tersebar di berbagai kecamatan. Kecamatan Batang Anai tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 630 KPM. Disusul Kecamatan 2x11 Kayu Tanam sebanyak 232 KPM, sementara kecamatan lainnya masing-masing menerima kurang dari 100 KPM.

Setiap keluarga penerima manfaat memperoleh bantuan stimulus ekonomi sebesar Rp5 juta serta bantuan isian hunian senilai Rp3 juta. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha keluarga, perbaikan kondisi rumah, serta menunjang kebutuhan pokok rumah tangga.

Momentum penyaluran bantuan ditandai dengan penyerahan secara simbolis kepada perwakilan KPM. Raut wajah bahagia dan rasa haru tampak dari para penerima yang saling berbagi cerita mengenai rencana pemanfaatan bantuan tersebut, mulai dari menambah modal usaha kecil hingga memperbaiki fasilitas rumah yang rusak.

Agar penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran, pemerintah daerah menggandeng PT Pos Indonesia Cabang Pariaman sebagai mitra distribusi. Kerja sama ini dilakukan untuk memastikan proses pencairan berlangsung transparan, aman, dan sesuai dengan data penerima yang telah ditetapkan.

Melalui program BSSE Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap bantuan yang diberikan tidak hanya membantu meringankan beban masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga mampu mendorong perputaran ekonomi di tingkat keluarga dan nagari, sehingga masyarakat dapat bangkit, produktif, dan semakin mandiri di masa mendatang.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

Padang Pariaman  - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Wira Satria, menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah kepada seluruh umat Islam, khususnya masyarakat Kabupaten Padang Pariaman, pada Kamis (19/2/2026).

Dalam keterangannya, Wira Satria mengajak masyarakat untuk menyambut bulan suci dengan penuh rasa syukur dan semangat memperbaiki diri. Ia menilai Ramadan bukan sekadar kewajiban menjalankan ibadah puasa, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat hubungan antarsesama dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Menurutnya, nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan gotong royong perlu semakin ditumbuhkan selama Ramadan agar tercipta suasana yang harmonis dan kondusif di tengah masyarakat.

“Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga Ramadan tahun ini menjadi sarana memperdalam keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, serta menghadirkan keberkahan bagi daerah yang kita cintai,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan selama bulan Ramadan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk. Peran semua elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, dan pemuda, dinilai sangat penting dalam menciptakan suasana yang damai.

Kepada generasi muda, Wira Satria berpesan agar memanfaatkan Ramadan dengan kegiatan yang bermanfaat, seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an, mengikuti pesantren Ramadan, serta aktif dalam kegiatan sosial yang membantu sesama.

Di akhir pesannya, ia berharap seluruh masyarakat diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menunaikan ibadah puasa hingga Idulfitri.

“Semoga setiap amal ibadah yang kita lakukan mendapat ganjaran pahala yang berlipat ganda dan kita semua dapat meraih kemenangan di hari yang fitri,” tutupnya.

Editor : Ayu

REALITANUSANTARA.COM

PADANG PARIAMAN – Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, memimpin Tim Safari Ramadhan (TSR) 3 Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam kunjungan ke Surau Ar-Rahman, Korong Padang Kabau, Nagari Koto Dalam Induk, Kecamatan VII Koto Padang Sago, Rabu (25/2/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda rutin Safari Ramadhan pemerintah daerah dalam mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus memperkuat syiar Islam di bulan suci. Rombongan TSR 3 turut didampingi unsur Sekretariat DPRD, Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, serta Bagian Perencanaan dan Keuangan. Sejumlah insan pers juga hadir meliput kegiatan tersebut.

Kedatangan tim disambut hangat oleh Camat VII Koto Padang Sago, Kepala KUA VII Koto Padang Sago, pihak Puskesmas Padang Sago, Wali Nagari Koto Dalam Dedi Cahyadi bersama perangkat nagari, Bamus, Bhabinkamtibmas, Babinsa, wali korong, tokoh masyarakat, serta jamaah Surau Ar-Rahman.

Dalam sambutannya, Wali Nagari Dedi Cahyadi menyampaikan apresiasi atas kunjungan TSR 3 ke wilayahnya. Ia juga mengungkapkan kebanggaan terhadap anak-anak TPA/TPSA Surau Ar-Rahman yang menampilkan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) sebagai bagian dari penyambutan. Kelompok tersebut sebelumnya pernah meraih prestasi di tingkat provinsi.

Camat VII Koto Padang Sago, Zamiarti, turut menyampaikan rasa syukur karena pada tahun ini kecamatannya mendapat dua kali kunjungan Tim Safari Ramadhan, sesuatu yang menurutnya tidak selalu terjadi setiap tahun.

Sementara itu, Aprinaldi dalam arahannya menegaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan. Ia mengingatkan bahwa bulan suci menjadi kesempatan emas untuk memperbanyak amal ibadah serta meninggalkan perbuatan yang tidak bermanfaat.

Menurutnya, kehadiran Tim Safari Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah antara pemerintah daerah dan masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut mampu mendorong masyarakat untuk lebih memakmurkan masjid dan surau sebagai pusat pembinaan umat.

Aprinaldi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan pengurus masjid dalam mengoptimalkan fungsi rumah ibadah. Ia menyebut masjid dan surau tidak hanya sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan agama, pembinaan karakter, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Dalam kesempatan itu, ia secara khusus mengingatkan generasi muda agar bijak dalam memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai agama agar tidak menggerus akhlak dan jati diri.

“Perkembangan teknologi adalah keniscayaan, namun jangan sampai membuat kita lalai mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an dan Hadits dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi peran aktif para tokoh masyarakat dan pengelola TPA dalam membina anak-anak, termasuk mendorong lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an di Kecamatan VII Koto Padang Sago.

Pada akhir kegiatan, TSR 3 menyerahkan bantuan berupa lima mushaf Al-Qur’an dan dana sebesar Rp15 juta untuk Surau Ar-Rahman. Bantuan tersebut disebut telah ditransfer ke rekening mushala sebelum kunjungan dilakukan.

Aprinaldi menjelaskan bahwa dukungan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah terhadap penguatan pendidikan keagamaan, terlebih Surau Ar-Rahman memiliki jumlah santri TPA terbanyak di Kecamatan Padang Sago.

Melalui kegiatan Safari Ramadhan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat semakin kuat dalam membangun kehidupan religius yang harmonis serta membina generasi muda yang berakhlak dan berdaya saing di tengah perkembangan zaman.

Editor : Ayu

REALITA NUSANTARA.COM

PADANG, – Wali Kota Padang, Fadly Amran melempar tantangan besar bagi para pelajar di Kota Padang. Tak tanggung-tanggung, bagi pelajar yang paling disiplin dan istiqamah meramaikan rumah ibadah, Pemerintah Kota (Pemko) Padang menyiapkan reward berupa keberangkatan Umrah ke Tanah Suci.

Hal ini ditegaskan Fadly Amran saat kunjungan Safari Ramadan di Mushala Rambutan, Korong Gadang, Kuranji, Jumat (27/2/2026) malam.

Langkah ini merupakan bagian dari skema besar Program Unggulan (Progul) Smart Surau yang mengintegrasikan teknologi dengan pembentukan karakter anak sejak dini.

Untuk memastikan penilaian yang objektif dan transparan, setiap rumah ibadah dalam program Smart Surau akan dibekali perangkat tablet berbasis Face Recognition (pengenalan wajah). Teknologi ini menjadi instrumen utama untuk mencatat kehadiran santri secara real-time sekaligus memastikan apresiasi pemerintah tepat sasaran.

"Kita tidak ingin lagi sekadar mendorong, tapi kita beri apresiasi nyata. Melalui absensi wajah di tiap masjid dan mushala melalui program Smart Surau, datanya terekam jelas. Bagi yang konsisten, kita siapkan insentif tunai setiap tiga bulan, dan puncaknya kita siapkan hadiah Umrah bagi yang terbaik. Kita ingin anak-anak bangga ke masjid karena ada apresiasi konkret dari pemerintah," tegas Fadly Amran.

Fadly menyebut bahwa pemerintah harus "jemput bola" dengan cara-cara yang relevan bagi generasi Alpha. Selain sistem absensi canggih, Smart Surau juga mencakup penyediaan ruang pembelajaran digital sebagai fasilitas belajar dan bermain yang positif bagi anak-anak di lingkungan rumah ibadah.

"Pemerintah ingin ikut ambil bagian dalam menghidupkan kembali tradisi ke surau dengan cara kekinian. Kita siapkan teknologinya, kita siapkan internetnya, dan kita siapkan hadiahnya agar masjid kembali menjadi pusat aktivitas anak muda," tambahnya.

Di luar urusan keagamaan, Fadly Amran juga menunjukkan aksi nyata dengan langsung memerintahkan perbaikan lampu jalan yang mati di jalur Ampang - Korong Gadang serta percepatan tender irigasi bagi petani terdampak.

Menutup kunjungannya, Fadly Amran menyerahkan bantuan operasional sebesar Rp25 juta dari Bagian Kesra, ditambah bantuan pribadi senilai Rp5 juta khusus untuk pembenahan sistem suara (sound system) agar syiar dakwah di Korong Gadang terdengar lebih maksimal.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimda Plus, Kepala OPD, serta tokoh masyarakat yang menyambut antusias transformasi digital di rumah ibadah mereka. (Taufik/Iksan)

REALITANUSANTARA.COM

Padang Pariaman — Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, mengajak seluruh masyarakat menjadikan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi sebagai momentum untuk memperkuat ketakwaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat tali silaturahmi.

Hal tersebut disampaikannya pada Senin (16/2/2026). Menurut Aprinaldi, Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri serta memperbaiki kualitas ibadah dan hubungan sosial di tengah masyarakat.

“Ramadhan adalah kesempatan emas untuk memperbanyak amal dan menebar kebaikan. Mari kita tingkatkan kepedulian terhadap sesama melalui zakat, infak, sedekah, dan berbagai bentuk bantuan sosial,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya semangat berbagi, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan, agar nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas semakin tumbuh selama bulan suci. Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan, sehingga pelaksanaan ibadah dapat berjalan dengan khusyuk dan lancar.

Aprinaldi mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan berbagai kegiatan keagamaan, seperti pesantren Ramadhan, safari dakwah, dan kegiatan sosial lainnya.

Kepada kalangan pelajar dan generasi muda, ia berpesan agar memanfaatkan Ramadhan untuk memperdalam ilmu agama dan memperkuat karakter. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai religius serta menciptakan lingkungan yang positif dan produktif.

Di sisi lain, DPRD Kabupaten Padang Pariaman, kata Aprinaldi, turut mengambil langkah antisipatif guna mendukung kelancaran ibadah puasa. Salah satunya melalui pengawasan terhadap stabilitas harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok agar tetap terjangkau oleh masyarakat selama Ramadhan.

Ia berharap seluruh rangkaian ibadah yang dijalankan masyarakat selama bulan suci ini diterima oleh Allah SWT serta membawa berkah, kesehatan, dan kedamaian bagi seluruh warga Kabupaten Padang Pariaman.

“Semoga kita semua diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah puasa, serta mampu meningkatkan kualitas diri menjadi pribadi yang lebih bertakwa,” tutupnya.

Editor : Ayu


REALITANUSANTARA.COM

Sumbar- Kepolisian Daerah Sumatera Barat menggelar acara buka puasa bersama bertajuk “Marhaban Ya Ramadan” bersama para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat dari seluruh wilayah Ranah Minang, Kamis (26/2/2026) di Hotel Mercure Padang. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi yang hangat sekaligus momen memperkuat kerja sama semua elemen dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan suci Ramadan.

Dipimpin langsung oleh Irjen Pol Drs. Gatot Tri Suryanta, Kapolda Sumatera Barat, acara tersebut dihadiri oleh pejabat utama Polda, pimpinan organisasi keagamaan, ninik mamak, cadiak pandai, serta unsur Forkopimda. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara mulai dari tausiyah Ramadan hingga doa bersama menjelang buka puasa. 

Dalam sambutannya, Kapolda Gatot menekankan bahwa Ramadan adalah momentum penting untuk mempererat hubungan antara institusi kepolisian dan masyarakat. Menurutnya, tantangan keamanan kini semakin kompleks, sehingga hubungan baik dengan para tokoh agama (toga), tokoh masyarakat (tomas), dan tokoh adat (todat) harus terus ditingkatkan melalui komunikasi dan kolaborasi erat. 

“Kegiatan ini bukan hanya bertemakan buka puasa bersama, tetapi sebagai simbol sinergi antara Polri dengan seluruh komponen masyarakat untuk mewujudkan keamanan yang stabil dan lingkungan yang kondusif,” ujar Kapolda. 

Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat memaknai Ramadan sebagai saat untuk refleksi diri, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, serta memperkokoh nilai empati dan toleransi sosial. Ia juga menegaskan bahwa stabilitas keamanan akan tercipta bila masyarakat turut berpartisipasi aktif, karena Polri tidak bisa bekerja seorang diri. 

Tokoh agama yang hadir menyampaikan apresiasi atas pendekatan humanis yang diperlihatkan Polda Sumatera Barat. Mereka menyatakan bahwa forum seperti ini penting untuk menyatukan persepsi dan memperkokoh komitmen menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat. 

Acara ditutup dengan buka puasa bersama dan sesi ramah tamah, memberi kesan kekeluargaan yang kuat antar peserta. Momentum ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, serta menjadi dasar yang lebih kukuh dalam menjaga keamanan, kedamaian, dan keharmonisan di wilayah Sumatera Barat — baik selama Ramadan maupun di masa yang akan datang. 

Editor (Rafi)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Tim Khusus (Timsus) Bravo dari Polresta Padang berhasil mengamankan seorang pria berinisial A (39) yang diduga terlibat penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu. Penangkapan dilakukan di kawasan Kubu Marapalam, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Kamis (26/2/2026) dini hari.

Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Ipda Eggy Saputra, S.H., M.H., setelah pihak kepolisian menerima laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas penyalahgunaan narkotika di lingkungan tersebut. Menindaklanjuti informasi itu, tim segera melakukan penyelidikan dan bergerak menuju lokasi yang dimaksud.

Setibanya di tempat kejadian, petugas mendapati seorang pria yang sesuai dengan ciri-ciri yang dilaporkan. Tanpa perlawanan, terduga pelaku berhasil diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam penggeledahan di lokasi, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana narkotika. Barang bukti yang disita antara lain satu unit alat hisap sabu (bong), satu paket plastik bening berisi kristal yang diduga sabu-sabu, serta kaca pirek yang dibungkus kertas timah.

Selanjutnya, terduga pelaku bersama barang bukti dibawa ke Markas Polresta Padang guna menjalani proses pemeriksaan dan pengembangan kasus lebih lanjut. Polisi masih mendalami asal-usul barang bukti serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Kota Padang. Aparat juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang telah memberikan informasi sehingga kasus ini dapat diungkap.

Polisi mengimbau warga untuk terus bekerja sama dengan aparat penegak hukum dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan, demi menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Editor : Ayu

 

REALITANUSANTARA.COM

PADANG-Mengelola instansi pendidikan di tengah kompleksitas regulasi dan tekanan eksternal sering kali membuat para kepala sekolah berada dalam posisi dilematis. Menjawab tantangan tersebut, Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang memberikan jaminan kepastian hukum melalui kegiatan Penerangan Hukum bagi kepala sekolah se-Kota Padang, mulai dari jenjang SD hingga SMA di Gedung Youth Centre, Padang, Kamis (26/2/2026).

Langkah ini diambil bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya nyata untuk memperkuat mental dan integritas para pemangku kebijakan di sekolah agar tidak lagi merasa ragu dalam mengambil keputusan administratif maupun pengelolaan anggaran.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir dalam sambutannya menekankan bahwa tanggung jawab kepala sekolah sangat besar, mulai dari manajemen sumber daya hingga eksekusi program. Sering kali, keraguan muncul akibat pemahaman regulasi yang belum utuh, yang berisiko menghambat inovasi di sekolah.

"Penyuluhan ini sangat krusial. Kita ingin para kepala sekolah memiliki pemahaman hukum yang komprehensif. Dengan begitu, mereka akan lebih kuat, merasa nyaman, dan tidak perlu ragu lagi dalam bertindak selama itu sesuai aturan," tegasnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Padang, Basril G. S.H., M.H., memaparkan bahwa pihaknya telah menyiapkan dua instrumen utama untuk mengawal sekolah, yaitu Pengawalan Preventif (Intelijen) dengan Kejaksaan melakukan deteksi dini untuk mencegah potensi penyimpangan sejak tahap perencanaan kegiatan sekolah. Kedua, Pendampingan Hukum (DATUN) melalui bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, pihak sekolah dapat berkonsultasi secara resmi. 

"Kami siap memberikan legal opinion (pendapat hukum) jika ada kebijakan sekolah yang membutuhkan kepastian hukum. Tujuannya jelas: agar tidak terjadi malapraktik administrasi di kemudian hari," jelas Basril.

Selain persoalan administrasi, Kejari Padang memberikan perhatian serius terhadap laporan mengenai adanya tekanan dari oknum-oknum yang mengatasnamakan LSM untuk mengintimidasi sekolah.

Basril dengan tegas menyatakan bahwa Kejaksaan siap pasang badan jika ada pihak-pihak yang mencoba mengganggu jalannya pendidikan dengan cara-cara yang melanggar hukum.

"Jangan takut dengan tekanan oknum. Jika ada tindakan intimidatif, segera laporkan. Kami siap bekerja sama dengan pihak sekolah dan menindak tegas oknum tersebut sesuai hukum yang berlaku," pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi titik balik terciptanya ekosistem pendidikan yang transparan dan profesional di Kota Padang. Melalui sinergi dengan program Padang Amanah, Kejari Padang berkomitmen untuk terus mendampingi sekolah secara berkala, mengedepankan fungsi pencegahan demi mewujudkan tata kelola pendidikan yang bersih dan bebas dari penyimpangan. (Taufik/Filsa)

REALITANUSANTARA.COM

Padang Pariaman — Upaya serius Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, dalam memperjuangkan pemulihan sektor pertanian pascabencana membuahkan hasil. Melalui koordinasi intensif dan lobi yang dilakukan ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berhasil memperoleh dukungan anggaran sebesar Rp12,5 miliar.

Anggaran tersebut disalurkan melalui dana tugas pembantuan pada Satuan Kerja (Satker) XIII Provinsi Sumatera Barat dalam bentuk program bantuan pemerintah. Dana ini diperuntukkan bagi enam kegiatan utama, yakni perbaikan infrastruktur optimalisasi lahan sawah non rawan bencana, rehabilitasi lahan terdampak bencana, pembangunan dam parit, irigasi perpipaan, irigasi perpompaan, serta perbaikan jaringan irigasi tersier di wilayah Kabupaten Padang Pariaman.

Program ini menyasar kelompok tani yang tersebar di 17 kecamatan dengan dua kategori kegiatan, yaitu fokus bencana dan reguler, sesuai petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian.

Salah satu program prioritas adalah Optimalisasi Lahan (OPLA) Bencana yang telah memasuki tahap penetapan untuk 18 kelompok tani di sembilan kecamatan dengan total luasan 446 hektare. Lahan tersebut merupakan sawah yang terdampak bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu. Bantuan difokuskan pada lahan yang mengalami kerusakan ringan, seperti sedimentasi akibat banjir setinggi 10 hingga 30 sentimeter, serta kerusakan jaringan irigasi tersier.

Dalam pelaksanaannya, program optimasi lahan mencakup dua kegiatan utama, yakni pengerukan sedimentasi di lahan sawah dan saluran irigasi tersier, serta perbaikan jaringan irigasi tersier yang rusak akibat bencana. Perbaikan ini difokuskan pada jaringan irigasi tersier karena menjadi kewenangan Kementerian Pertanian dalam skema pemulihan lahan pertanian.

Selain itu, program rehabilitasi lahan juga disiapkan untuk sawah dengan tingkat kerusakan sedang. Kategori ini ditandai dengan sedimentasi lebih tebal, yakni di atas 30 sentimeter hingga 100 sentimeter dengan luas terdampak minimal lima hektare sesuai juknis. Saat ini, program rehabilitasi tersebut telah memasuki tahap penetapan bagi 17 kelompok tani dengan total luasan mencapai 198 hektare.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman, Dr. Hendri Satria, A.P., M.Si., menyampaikan bahwa dukungan anggaran ini menjadi angin segar di tengah kebijakan efisiensi yang berlaku. Menurutnya, keberhasilan Bupati dalam membuka peluang pendanaan pusat menjadi pelecut semangat bagi jajaran dinas teknis untuk bekerja optimal meski dengan keterbatasan.

Melalui berbagai program tersebut, lahan yang sebelumnya tidak dapat difungsikan akibat dampak bencana diharapkan kembali produktif. Apabila pada tahap awal belum sepenuhnya bisa ditanami padi, lahan dapat dimanfaatkan sementara untuk komoditas lain seperti jagung agar aktivitas pertanian tetap berjalan dan pendapatan petani tetap terjaga.

Rencananya, kegiatan optimasi lahan sawah terdampak bencana akan mulai dilaksanakan pada awal Maret. Sementara itu, rehabilitasi lahan dijadwalkan dimulai setelah Hari Raya Idulfitri. Sejumlah kegiatan pendukung lainnya, seperti pembangunan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, jaringan irigasi tersier, serta dam parit, juga akan direalisasikan pasca-Lebaran guna memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap program ini mampu meringankan beban kelompok tani dalam memulihkan lahan pertanian mereka pascabencana, baik dari sisi perbaikan fisik lahan maupun penyediaan sarana irigasi. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Bupati John Kenedy Azis dalam memperjuangkan kepentingan petani serta memastikan sektor pertanian tetap menjadi penopang utama perekonomian masyarakat Padang Pariaman.

Editor : Ayu

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.