REALITANUSANTARA.COM
BUKITTINGGI – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 Hijriah/2026 M sekaligus persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah/2027 M di Aula Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat, Jumat (31/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk mengevaluasi seluruh tahapan penyelenggaraan haji sekaligus menyusun langkah-langkah perbaikan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah pada musim haji mendatang.

Rakerwil dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, H. Teguh Dwi Nugroho, SE., MM., yang mewakili pimpinan kementerian. Hadir pula Staf Ahli Gubernur Sumatera Barat Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan, dan Sumber Daya Manusia Nizam Ul Muluk yang mewakili Gubernur Sumatera Barat, Anggota Komisi VIII DPR RI Dr. Hj. Lisda Hendrajoni, SE., M.M.Tr., Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat Dr. M. Rifki, M.Ag., para kepala kantor kementerian kabupaten/kota, serta bupati dan wali kota dari berbagai daerah di Sumatera Barat.
Kegiatan diawali dengan pemutaran video dokumentasi penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah yang menampilkan seluruh rangkaian pelayanan, mulai dari proses persiapan, pemberangkatan jemaah, pelayanan selama berada di Tanah Suci, hingga pemulangan ke Indonesia. Tayangan tersebut menjadi bahan refleksi sekaligus evaluasi terhadap berbagai aspek penyelenggaraan haji yang telah dilaksanakan.
Pada kesempatan yang sama, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia juga menyerahkan piagam penghargaan dari Menteri Haji dan Umrah RI kepada sejumlah individu dan instansi yang dinilai berkontribusi besar dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.
Salah satu penerima penghargaan adalah Reporter LPP RRI Bukittinggi, Jhoni Marbeta, SE., Ak., CA., yang diapresiasi atas peran aktifnya dalam menyebarluaskan informasi penyelenggaraan ibadah haji kepada masyarakat melalui pemberitaan yang edukatif, informatif, dan berimbang. Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap peran media sebagai mitra strategis pemerintah dalam memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat, khususnya calon jemaah haji.
Dalam arahannya, Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, H. Teguh Dwi Nugroho, menyampaikan bahwa penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah memperoleh apresiasi dari Presiden Republik Indonesia karena dinilai berjalan dengan baik berkat kerja keras, koordinasi, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, petugas penyelenggara haji, serta seluruh unsur pendukung di daerah, termasuk di Provinsi Sumatera Barat.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan Kementerian Haji dan Umrah sebagai kementerian yang menangani penyelenggaraan haji secara khusus diharapkan mampu menghadirkan tata kelola yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan bagi seluruh jemaah Indonesia.
Teguh juga mengungkapkan bahwa Sumatera Barat memperoleh tambahan kuota sebanyak 3.098 jemaah. Selain itu, biaya penyelenggaraan ibadah haji mengalami penurunan sekitar Rp3 juta dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, penurunan biaya tersebut harus tetap diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan sehingga jemaah memperoleh layanan yang semakin optimal.
Ia juga mengingatkan pentingnya pembinaan kepada masyarakat yang masih berada dalam daftar tunggu (waiting list). Menurutnya, calon jemaah perlu mendapatkan bimbingan dan pembinaan sejak dini agar lebih siap secara fisik, mental, administratif, maupun spiritual ketika tiba waktunya berangkat menunaikan ibadah haji.
Dalam evaluasi yang dilakukan, Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat juga mencatat sejumlah aspek yang masih memerlukan penyempurnaan, termasuk validasi data mahram yang harus benar-benar sesuai dengan data faktual agar pelayanan kepada jemaah dapat berjalan lebih tertib dan sesuai ketentuan.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat, Dr. M. Rifki, M.Ag., menyampaikan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 secara umum berlangsung dengan baik, mulai dari proses embarkasi, pelayanan di Tanah Suci hingga pemulangan jemaah ke daerah asal.
Ia menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak, sehingga pihaknya mengusulkan agar seluruh unsur yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan haji memperoleh penghargaan dari Menteri Haji dan Umrah sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pada masa mendatang.
Mewakili Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Nizam Ul Muluk mengatakan bahwa Rakerwil merupakan forum penting untuk mengevaluasi seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji secara menyeluruh. Setiap kendala yang ditemukan harus dijadikan bahan pembelajaran agar kualitas pelayanan kepada jemaah semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Ia juga mengusulkan agar pelaksanaan Rakerwil pada masa mendatang dilaksanakan secara bergilir di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat sehingga dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan penyelenggara ibadah haji.
Senada dengan itu, Anggota Komisi VIII DPR RI, Dr. Hj. Lisda Hendrajoni, memberikan apresiasi kepada jajaran Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat yang dinilai mampu menyelenggarakan pelayanan haji secara optimal meskipun memiliki keterbatasan sumber daya manusia.
Menurutnya, DPR RI akan terus memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji melalui penguatan regulasi, pengawasan, serta dukungan anggaran agar pelayanan kepada jemaah semakin transparan, profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Melalui pelaksanaan Rakerwil Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 Hijriah ini, seluruh hasil evaluasi dan rekomendasi yang dihasilkan diharapkan menjadi pijakan penting dalam menyempurnakan sistem penyelenggaraan ibadah haji tahun 1448 Hijriah/2027 M. Dengan demikian, pelayanan kepada jemaah haji Indonesia, khususnya asal Sumatera Barat, diharapkan semakin berkualitas, efektif, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah sejak proses persiapan hingga kembali ke Tanah Air. ( Ayu )