Latest Post

REALITANUSANTARA.COM

Padang - Wali Kota Padang, Fadly Amran, mendampingi kunjungan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, ke Posko Korban Terdampak Banjir di Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Jumat (28/11/2025). 

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh layanan kesehatan darurat bagi warga terdampak berjalan optimal.

Setibanya di lokasi, Menkes Budi Gunadi Sadikin langsung meninjau kondisi posko yang menampung ratusan warga terdampak banjir, fasilitas kesehatan, tenda pengungsian, dan alur pelayanan bagi masyarakat. 

Ia juga berdialog dengan tenaga medis serta petugas lapangan untuk mengetahui kebutuhan tambahan yang diperlukan di posko, terutama terkait obat-obatan, perlengkapan kesehatan, serta dukungan tenaga medis tambahan apabila diperlukan.

Sementara itu Wali Kota Padang, Fadly Amran turut memberikan penjelasan mengenai perkembangan situasi banjir, serta langkah-langkah cepat yang telah dilakukan pemerintah kota, mulai dari evakuasi warga, pendirian posko, distribusi bantuan, hingga pemeriksaan kesehatan bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak.

“Alhamdulillah hari ini kita bersama Menteri Kesehatan meninjau langsung kondisi posko pengungsian untuk memastikan seluruh warga terdampak banjir mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat,” ujar Fadly Amran.

Wako menegaskan komitmen Pemko Padang untuk terus meningkatkan pelayanan di setiap posko banjir. 

"Kita harus pastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Sebab itu kunjungan ini juga menjadi bahan evaluasi bagi Pemko Padang untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat penanganan di lokasi terdampak," pungkasnya.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Krisis air bersih kembali menghantui warga Kota Padang setelah Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumda Air Minum Padang terhenti total akibat area intake disapu banjir bandang. Gangguan ini menyebabkan suplai air ke rumah warga maupun fasilitas penting tidak mengalir sama sekali selama beberapa hari terakhir, sehingga menimbulkan keresahan di banyak kawasan.

Sebagai langkah tanggap darurat, Perumda AM Padang segera mengerahkan seluruh armada mobil tangki guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Pelayanan dilakukan secara jemput bola, yakni dengan mendatangi permukiman penduduk dan titik-titik yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, termasuk daerah yang paling terdampak banjir. Warga terlihat mulai mengantre di berbagai lokasi distribusi yang disiapkan, memanfaatkan kesempatan ini untuk memperoleh suplai air guna kebutuhan sehari-hari.

Humas Perumda AM Padang, Adhie Zein, mengungkapkan bahwa total terdapat sepuluh unit mobil tangki yang dikerahkan. Lima unit merupakan milik Perumda AM Padang, sedangkan lima lainnya merupakan dukungan dari berbagai instansi, seperti PMI, BPBD Kota Padang, BPBD Provinsi Sumatera Barat, Dinas Pekerjaan Umum, BPBPK, serta Dinas Pemadam Kebakaran. Seluruh armada difokuskan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di rumah sakit, lokasi bencana, dan fasilitas publik penting lainnya. Menurut Adhie, kebutuhan air di fasilitas kesehatan menjadi prioritas karena tetap harus beroperasi meski dalam kondisi darurat.

Di sisi lain, upaya pembersihan material lumpur di area intake terus dilakukan. Meskipun hujan masih turun di sebagian besar wilayah Padang, setiap kali cuaca sedikit membaik petugas langsung memasuki lokasi untuk mengangkat tumpukan lumpur dan sampah yang terbawa arus banjir. Pekerjaan tersebut kerap terkendala karena curah hujan yang kembali tinggi, membuat area yang sudah dibersihkan tertutup lumpur lagi. Namun, menurut Adhie, pihaknya tetap berkomitmen melanjutkan proses tersebut demi mempercepat pemulihan produksi air bersih.

“Walaupun terlihat seperti pekerjaan yang berulang dan seperti tidak ada ujungnya, kami tetap melaksanakannya demi mempercepat pemulihan sistem. Kami berharap intensitas hujan segera menurun sehingga mesin dapat kembali beroperasi normal,” ujarnya.

Kondisi darurat ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga area intake benar-benar pulih dan distribusi air bersih kembali stabil. Perumda AM Padang meminta masyarakat untuk tetap bersabar dan memanfaatkan layanan tangki air yang tersedia selama masa pemulihan.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Perumda Air Minum Kota Padang kembali menghadapi gangguan serius dalam layanan distribusi air bersih setelah hujan deras mengguyur wilayah kota tanpa henti sejak Kamis (26/11/2025) malam. Cuaca ekstrem itu memicu luapan sungai yang kemudian berdampak langsung pada infrastruktur utama perusahaan.

Humas Perumda AM Padang, Adhie Zein, mengungkapkan bahwa fasilitas vital yang sebelumnya berhasil dipulihkan kembali mengalami kerusakan akibat tingginya debit air sungai. Ia menjelaskan bahwa pekerjaan pembersihan dan pemulihan genangan lumpur yang dilakukan beberapa hari terakhir terpaksa diulang. Sedimentasi kembali menumpuk di seluruh intake sehingga proses operasional terhambat.

Tidak hanya itu, derasnya arus sungai juga mengakibatkan dua pipa utama mengalami kerusakan berat. Salah satu pipa yang berada di kawasan Lambung Bukik, Kecamatan Kuranji, dilaporkan terputus dan terseret arus. Sementara pipa lainnya di dekat jembatan Lubuk Minturun mengalami kebocoran besar sehingga tidak dapat difungsikan secara optimal.

Adhie menyebutkan bahwa hingga kini akses menuju intake masih terputus akibat derasnya aliran air. Petugas pun belum bisa memasuki lokasi karena kondisi dinilai membahayakan keselamatan. “Air kembali mengganas, seluruh area tertimbun lumpur, dan akses terputus,” ujarnya pada Jumat (27/11/2025).

Untuk memulihkan layanan kepada pelanggan, Perumda AM Padang berencana mengganti sejumlah pipa yang rusak. Namun proses tersebut diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama mengingat kondisi medan yang sulit dan risiko tinggi bagi para pekerja di lapangan.

Adhie meminta masyarakat untuk bersabar selama proses perbaikan berlangsung. Ia memastikan seluruh tim teknis telah dikerahkan guna mempercepat pemulihan. “Musim hujan kali ini benar-benar menguji kami. Namun kami tetap berupaya maksimal agar distribusi bisa normal kembali,” tutupnya.

REALITANUSANTARA.COM

Padang — Curah hujan ekstrem yang mengguyur Kota Padang hampir satu pekan terakhir melumpuhkan operasional Perumda Air Minum (AM) Kota Padang. Seluruh instalasi pengolahan air (IPA) terpaksa berhenti bekerja akibat intake tertimbun lumpur dan material banjir yang terbawa arus sungai.

Luapan sejumlah sungai membawa tanah longsor, sampah, dan batang kayu hingga menghantam titik-titik intake di beberapa wilayah. Kondisi tersebut menghentikan proses produksi air bersih dan menyebabkan distribusi ke pelanggan terputus.

Direktur Utama Perumda AM Padang, Hendra Pebrizal, sejak hari pertama turun langsung memantau proses pembersihan intake. Ia melakukan pengawasan hingga malam hari bersama jajaran direksi, dewan pengawas, Sekretaris Kota Padang, dan Kepala Balai Wilayah Sungai V Sumbar.

Salah satu lokasi dengan kerusakan terparah terdapat di intake Gunungpangilun di Kecamatan Nanggalo. Material banjir dari Batang Kuranji menumpuk hingga hampir menutup badan jalan. Perumda AM Padang mengerahkan alat berat untuk mengangkat sedimentasi dan mempercepat normalisasi aliran air.

Menurut Hendra, IPA Gunungpangilun memiliki kapasitas 500 liter per detik dan melayani sekitar 50 ribu pelanggan di pusat kota. Gangguan di intake tersebut berdampak pada lebih dari 100 ribu pelanggan yang mengalami penghentian distribusi sejak Selasa (25/11).

“Kami telah menyelesaikan pembersihan intake Lubukparaku tadi malam. Air sudah mulai dialirkan kembali untuk diolah dan didistribusikan ke pelanggan,” ujar Hendra. Ia mengimbau masyarakat tetap tenang karena perbaikan pada intake lainnya masih berlangsung.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak Selasa (18/11/2025) sore hingga malam menyebabkan proses produksi air bersih Perumda Air Minum (AM) Kota Padang kembali terkendala. Intensitas hujan yang tinggi membuat endapan sedimen menumpuk di mulut intake, sehingga aliran air baku ke instalasi pengolahan tersumbat.

Selain sedimen, derasnya arus sungai juga membawa berbagai material seperti kayu dan ranting ke area sumber air Perumda AM. Kondisi ini menghambat operasional dan menurunkan efektivitas produksi air bersih.

Humas Perumda AM Padang, Ardie Zein, menyampaikan bahwa seluruh Instalasi Pengolahan Air (IPA) mengalami penurunan kapasitas akibat tingkat kekeruhan air baku yang meningkat drastis. Kekeruhan tersebut membuat air belum layak diproses menjadi air siap minum.

Menurut Ardie, jika kekeruhan terus meningkat di luar batas kemampuan instalasi, bukan tidak mungkin IPA harus menghentikan produksi sementara demi menjaga kualitas air yang disalurkan kepada pelanggan.

Upaya normalisasi di beberapa sumber air juga belum dapat dilakukan optimal karena debit sungai yang terlalu tinggi. Kondisi itu membuat petugas tidak dapat turun ke lokasi dengan aman.

Ardie mengimbau pelanggan untuk mulai menampung air dan menggunakannya secara hemat. Langkah ini penting mengingat BMKG Sumatera Barat memprakirakan hujan masih akan mengguyur Kota Padang dalam beberapa hari ke depan, sehingga potensi gangguan layanan dapat berlangsung lebih lama.

Ia menegaskan bahwa petugas Perumda AM saat ini dalam kondisi siaga penuh dan terus melakukan pembersihan material di area intake agar sistem pengolahan bisa kembali normal.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Gunakan air seperlunya dan tetap hemat,” ujar Ardie.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Rasa syukur dan kebahagiaan tengah menyelimuti warga Perumahan Tarok Indah 2 di Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji. Setelah menunggu dalam kurun waktu yang sangat panjang, mereka akhirnya dapat menikmati layanan air bersih berkat pemasangan instalasi baru yang dilakukan oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Padang.

Firman Wanipin, salah satu penduduk Rimbo Tarok Indah 2, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya ketika menceritakan momen pertama kali air PDAM mengalir ke kediamannya.

“Kami sudah sangat lama menantikan air bersih masuk ke rumah. Saat melihat air mengalir dari kran dapur, rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan,” ujarnya penuh rasa terharu, Kamis (13/11/2025).

Meski warga umumnya merasa puas, sempat muncul keluhan kecil terkait kondisi bekas galian pipa yang belum ditata ulang. Beberapa warga bertanya-tanya kapan bagian jalan yang sempat dibongkar tersebut akan kembali diperbaiki dan dicor seperti semula.

Menanggapi hal itu, Firman segera berkomunikasi dengan Manager PDAM Cabang Kuranji, Masrizal. Respons cepat diberikan—tanpa menunda waktu, pihak PDAM dan kontraktor proyek langsung turun ke lapangan untuk merapikan area galian.

“Alhamdulillah, Rabu (12/11) seluruh bekas galian sudah dicor dan dibersihkan. Jalannya sekarang kembali rapi, dan aliran air ke rumah-rumah pun berjalan lancar,” jelas Firman, yang selama ini aktif sebagai salah satu tokoh masyarakat di wilayah tersebut.

Sementara itu, Masrizal membenarkan bahwa setiap laporan dari warga selalu menjadi prioritas bagi PDAM Kuranji. Baginya, pelayanan yang baik tidak hanya sebatas menghadirkan air bersih, tetapi juga memastikan lingkungan sekitar pelanggan tetap nyaman dan tertata.

“Kami ingin warga mendapatkan manfaat maksimal dari program ini. Tidak hanya air yang mengalir, tetapi juga lingkungan yang kembali rapi dan aman,” tegasnya.

Dengan selesainya seluruh pekerjaan, kawasan Perumahan Tarok Indah 2 kini terlihat jauh lebih tertata. Aktivitas warga pun kembali berlangsung seperti biasa tanpa kekhawatiran terhadap galian yang terbuka. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama antara masyarakat dan Perumda AM Padang mampu menghasilkan perubahan positif yang dirasakan langsung oleh warga setempat.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Dalam upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Padang melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus audiensi dengan jajaran Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang. Pertemuan yang berlangsung baru-baru ini menjadi momentum strategis bagi kedua pihak untuk membangun sinergi, memperluas jejaring, dan mendorong terciptanya ekosistem usaha yang berkelanjutan di Kota Padang.

Kegiatan tersebut tidak sebatas menjadi agenda formal, melainkan berkembang menjadi ruang dialog terbuka yang memungkinkan pertukaran gagasan antara para pengusaha muda dan institusi publik. Melalui forum ini, kedua organisasi sepakat memperkuat kerja sama dalam menerapkan konsep green business dan eco-innovation. Pendekatan ini diyakini mampu menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang tetap selaras dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Ketua Umum HIPMI Kota Padang menegaskan bahwa pengusaha muda saat ini dituntut untuk tampil sebagai agen perubahan yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan.

“Kami ingin para pengusaha muda bergerak dengan visi yang lebih luas. Keuntungan penting, namun keberlanjutan lingkungan harus menjadi bagian dari strategi bisnis modern,” ujarnya.

Menurut HIPMI, dunia usaha memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga sumber daya alam, termasuk air, yang merupakan sumber kehidupan sekaligus komponen penting dalam dunia usaha. Karena itu, HIPMI bersama Perumda Air Minum Kota Padang akan mengembangkan sejumlah program kolaboratif yang bersifat konkret dan berdampak jangka panjang.

Beberapa bentuk kerja sama yang direncanakan antara lain kegiatan penghijauan di wilayah tangkapan air, penanaman pohon di kawasan hulu, serta kampanye edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya melindungi sumber air baku. Program-program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan di Kota Padang.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menyambut baik inisiatif yang digagas HIPMI. Ia menilai bahwa kemitraan antara dunia usaha dan lembaga publik merupakan bentuk sinergi ideal untuk mengawal pembangunan yang berkelanjutan.

“Kami mendukung penuh langkah HIPMI. Dunia usaha dan instansi publik perlu bergerak sejalan agar tercipta keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan,” jelas Hendra.

Hendra juga menambahkan bahwa penerapan praktik bisnis berwawasan lingkungan merupakan investasi sosial jangka panjang. Selain memberikan dampak positif terhadap kondisi lingkungan, pendekatan ini juga dapat memperkuat citra perusahaan sebagai pelaku usaha yang bertanggung jawab.

Melalui kolaborasi ini, HIPMI dan Perumda Air Minum Kota Padang berharap dapat membangun kesadaran kolektif di kalangan pelaku usaha agar lebih aktif berpartisipasi dalam menjaga sumber daya air. Kesadaran ini penting untuk memastikan keberlanjutan pasokan air dan kualitas lingkungan di wilayah Kota Padang.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal yang signifikan bagi penguatan gerakan ekonomi hijau di Kota Padang. Dengan kerja sama yang terarah dan berkesinambungan, kedua pihak optimistis dapat mewujudkan ekosistem bisnis yang tangguh secara ekonomi, sekaligus ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi generasi yang akan datang.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana alam, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang melaksanakan Simulasi Mitigasi Bencana Tsunami (Tsunami Drill) pada Rabu, 5 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung upaya mitigasi bencana, khususnya di wilayah pesisir Kota Padang yang memiliki risiko tinggi terhadap gempa bumi dan tsunami.

Simulasi dilaksanakan di area kantor pusat Perumda Air Minum Kota Padang. Sejak pagi, pelajar dari berbagai sekolah, pegawai perusahaan, serta masyarakat di sekitar lokasi mulai berdatangan untuk mengikuti kegiatan. Suasana tampak hidup dan penuh antusiasme, menunjukkan tingginya kesadaran publik terhadap pentingnya pelatihan kesiapsiagaan ini.

Dalam pelaksanaannya, peserta diberikan edukasi mengenai tahap-tahap menghadapi ancaman tsunami, mulai dari cara mengenali tanda-tanda awal terjadinya gempa yang berpotensi tsunami, memahami pentingnya memperhatikan sistem peringatan dini, hingga praktik menyelamatkan diri melalui jalur evakuasi yang telah ditetapkan. Petugas memberikan penjelasan menyeluruh mengenai setiap tahapan, memastikan seluruh peserta dapat mengerti dan mempraktikkan prosedur dengan benar.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menyampaikan bahwa kegiatan simulasi ini sangat perlu dilakukan secara rutin. Menurutnya, Kota Padang yang terletak di pesisir barat Sumatera merupakan salah satu kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana gempa dan tsunami akibat aktivitas megathrust di wilayah tersebut. Ia menekankan bahwa pengetahuan yang baik dan kesiapan yang matang menjadi modal utama dalam mengurangi risiko korban jiwa.

“Kami berharap seluruh pegawai dan masyarakat sekitar dapat memahami tindakan apa yang harus dilakukan ketika bencana benar-benar terjadi. Kesiapan mental dan kemampuan merespons cepat akan sangat menentukan keselamatan,” ujar Hendra Pebrizal.

Selain memberikan manfaat langsung bagi peserta, kegiatan ini juga merupakan bentuk tanggung jawab sosial Perumda Air Minum sebagai instansi pelayanan publik. Perusahaan ingin turut serta menguatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan bencana, baik di lingkungan kerja maupun di kawasan permukiman.

Simulasi ini mendapat dukungan penuh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang) serta melibatkan lembaga pendidikan dan komunitas relawan kebencanaan. Perwakilan BPBD yang hadir memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Perumda Air Minum. Menurut mereka, pelatihan seperti ini dapat menjadi contoh sinergi yang baik antarinstansi dan komunitas dalam membangun budaya sadar bencana di tingkat masyarakat.

“Latihan tidak boleh hanya berhenti pada teori. Masyarakat harus benar-benar merasakan bagaimana proses evakuasi berlangsung agar lebih siap ketika menghadapi situasi sesungguhnya,” ujar salah satu pejabat BPBD dalam sambutannya.

Harapannya, melalui kegiatan ini, seluruh peserta dapat lebih waspada, memahami langkah-langkah penyelamatan diri, serta tidak mudah panik ketika bencana terjadi. Perumda Air Minum Kota Padang juga menyampaikan bahwa pihaknya berencana untuk memperluas kegiatan simulasi ke unit-unit pelayanan lain di masa mendatang, sekaligus melibatkan lebih banyak warga dari kawasan rawan bencana.

Kegiatan simulasi mitigasi tsunami ini menjadi bukti nyata komitmen berbagai pihak dalam memperkuat budaya kesiapsiagaan di masyarakat. Dengan latihan yang dilakukan secara berkala dan kolaborasi lintas sektor yang semakin kuat, masyarakat Kota Padang diharapkan mampu menghadapi kondisi darurat bencana dengan lebih tenang, cepat, dan efektif.(@)

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Menghadapi bencana hidrometeorologi yang masih berlangsung, Pemko Padang menggunakan semua sumber daya yang dimiliki untuk melayani kebutuhan kedaruratan masyarakat Kota Padang. 

Seperti disampaikan Fadly Amran di sela-sela mendampingi kunjungan Menteri Kesehatan RI ke Kecamatan Koto Tangah, Jumat (28/11/25). 

“Pemko Padang All Out. Karena bencana kali ini berbeda dengan yang pernah terjadi sebelumnya. Bencana hidrometeorologi ini berlapis. Jadi endurance kita pada masa tanggap darurat ini sangat diuji,” beber Fadly Amran. 

Disampaikan Fadly Amran saat ini semua Sarpras yang dimiliki Pemko Padang diterjunkan untuk menanggulangi kondisi kedaruratan di tengah masyarakat. 

“26 Ambulance Diskes belum termasuk dari swasta, 24 Puskesmas, 51 Pustu, 94 dokter, beroperasi maksimal. Juga ada 5 excavator dari Kota Padang, Provinsi dan pihak swasta yang turun ke lokasi-lokasi yang membutuhkan,” urai Fadly Amran. 

Terakhir Fadly Amran juga mengajak masyarakat Kota Padang untuk senantiasa berdoa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, agar mengangkat bencana dari Kota Padang. 

“Di atas semua upaya kita ini, tetap Allah SWT jugalah yang akan memudahkan upaya kita ini. Jadi mari kita selalu berdoa agar diangkat bencana dari Kota Padang dan dijauhkan dari bencana-bencana lainnya,” pungkas Fadly Amran.


REALITANUSANTARA.COM

Padang Panjang – Pada 27 November 2025, sekitar pukul 10.00 WIB, telah terjadi bencana alam tanah longsor di kawasan Jembatan Kembar Silaiang Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang. Longsor ini mengakibatkan badan jalan tertimbun serta beberapa rumah masyarakat mengalami kerusakan akibat material tanah yang meluncur dari tebing.

Saat proses penanganan dan evakuasi berlangsung, longsor susulan kembali terjadi dan menimpa sejumlah petugas yang sedang berada di lokasi. Dalam kejadian tersebut, tiga personel TNI AD yang tengah membantu evakuasi ikut terdampak material longsor.

Kapendam XX/TIB Letkol Kav Taufiq, S.Sos., M.M menegaskan “Berdasarkan Informasi awal yang didapatkan di lapangan, Dari tiga personel tersebut, dua personel  dari Subdenpom  XX/5 Padang Panjang saat ini dinyatakan hilang kontak, yaitu Pelda Yudi Gusnadi dan Prada Zeni Marpaung, Sementara itu satu personel lainnya Serda Robi Babinsa Koramil X/Koto Kodim 0307/Tanah Datar Jasadnya telah berhasil dievakuasi, mereka semua adalah Pahlawan yang gugur dalam mendedikasikan diri saat melaksanakan Pengabdian kepada Bangsa dan Negara, Khususnya di wilayah Sumbar yang kita cintai. mari kita beroda Bersama semoga bencana ini segera berakhir”.

Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, relawan, serta pemerintah daerah terus melanjutkan pencarian terhadap dua personel yang hilang dan melakukan pembersihan material longsor untuk membuka akses yang tertutup. Upaya pencarian dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan personel mengingat kondisi tanah yang masih labil.

REALITANUSANTARA.COM

PADANG - Wali Kota Padang Fadly Amran meliburkan siswa yang ada di Kota Padang menyusul bencana hidrometeorologi yang masih melanda Kota Padang.

Dikonfirmasi kepada Kadis Pendidikan Kota Padang, Yopi Krislova membenarkan bahwa Wali Kota memutuskan untuk meliburkan siswa SD-SMP di Kota Padang. 

“Betul, dan surat edarannya tengah kami siapkan,” ujar Yopi singkat, Kamis (27/11/2025). 

Fadly Amran  juga memerintahkan agar kantor lurah dan Camat difungsikan sebagai tempat evakuasi sementara warga. 

“Kita sudah minta agar ASN yang tidak terdampak bencana tetap bertugas. Buka kantornya untuk tempat evakuasi sementara warga yang membutuhkan,” ujar Fadly Amran disela peninjauan korban banjir di Lubuk Minturun. 

“Bencana hidrometeorologi kita masih belum mereda. Untuk mengatasi keterbatasan personel rescue, saya sudah minta agar personel yang memiliki pengalaman bertugas di kebencanaan kembali bergabung ke dalam satuan tugas BPBD untuk mempercepat proses evakuasi,” pungkas Fadly Amran.

REALITANUSANTARA.COM

Padang - Wali Kota Padang Fadly Amran kembali meninjau korban bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Kota Padang. Kali ini Wali Kota Padang mengunjungi korban banjir bandang yang terjadi di Kelurahan Lambung Bukik, Kecamatan Pauh, Rabu (26/11/2025).

Sebelum menuju lokasi terdampak Fadly Amran terlebih dahulu meninjau tempat pengungsian warga di SMPN 44 Padang, dan melihat kondisi dapur umum, mengecek penyaluran bantuan, serta berdialog langsung dengan para pengungsi untuk memastikan kebutuhan mendesak yang masih diperlukan.

Fadly Amran menyampaikan bahwa kunjungan ini dilakukan untuk memastikan proses recovery masyarakat berjalan optimal. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Padang akan terus mengupayakan 

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholder atas bantuan bagi para korban bencana di Kota Padang. Tadi saya melihat langsung bantuan dari Pemerintah Provinsi, perbankan, dan tokoh-tokoh masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menyebutkan bahwa berdasarkan informasi dari BMKG, intensitas hujan di Kota Padang diperkirakan mulai melandai hingga Senin mendatang, namun potensi hujan tinggi kembali dapat terjadi pada Desember.

“Bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan berada di zona merah, kami imbau sementara untuk tidak kembali dulu ke lokasi tersebut. Pemerintah Kota terus memperkuat upaya mitigasi, termasuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas drainase serta percepatan recovery kawasan terdampak,” tegasnya.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Kota Padang Hendri Zulviton, melaporkan bahwa jumlah warga terdampak bencana di Kota Padang mencapai sekitar 27 ribu jiwa, dengan 760 warga terdampak khusus di Kecamatan Pauh. Adapun jumlah pengungsi di SMPN 44 Padang ini tercatat sebanyak 327 orang.

Dalam kesempatan ini, berbagai pihak juga menyerahkan bantuan kepada warga terdampak diantaranya, Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade memberikan bantuan berupa 7.200 porsi makanan dan air mineral. BPBD Kota Padang turut menyalurkan bantuan matras, family kit, sembako, dan selimut.

Kemudian dari BNI menyerahkan bantuan berupa telur, beras, pampers bayi, bubur bayi, susu, dan mie instan. Bank Nagari memberikan bantuan berupa air mineral, beras, minyak goreng, telur, dan mie instan. Sementara itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumbar menyalurkan bantuan berupa sarung, telur, mie instan, dan kopi instan, serta KNPI Sumbar berupa susu Kotak.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.